The first 72 lines.
Bapak udah ngomong sama Ibu.
Katanya kalau kamu tetap milih hidup kayak gituβ¦
Iebih baik enggak usah pulang sekalian.
Tapi kalau kamu pergi,
kalau ada apa-apaβ¦
Siapa yang dengerin Ibu, Sam?
Dia ditemukan meninggal di kontrakannya.
Keadaannya seperti ini.
Sisa badan yang lain di mana?
Belum dapat kami temukan, Bu.
Yang saya lahirkan manusiaβ¦
Bukan ini.
BAGIAN SATU
Kebetulan saya ada di waktu dan tempat yang salah.
Ada anggota geng ngambil parang, terus nyerang anggota geng satunya,
terus pecah, markasnya diserang.
- Tiba-tiba tangan saya kesabet. -
Begitu rupanya.
Maaf.
Saya tahu anak saya sudah memberikan tangannya untuk kamu.
Tapi saya ingin tangan itu balik sekarang.
Saya enggak mungkin balikin tangan ini, Mbak.
Gimana saya bisa kerja?
Saya punya dua anak, Mbak.
Mbak Lian juga seorang ibu, 'kan?
Tapi kamu juga ibu, 'kan?
Kamu pasti ngerti.
Gimana saya bisa kubur anak saya,
cuma sisa badan sama kepala?
Ya, memang saya tidak pernah paham
atas pilihan Sammi.
Yang saya tahu, dia pergi dari rumah untuk ngasihβ¦
Tangan itu ke kamu.
Sekarang saya enggak tahu di mana sisa badan Sammi yang lain.
Jadi, kemungkinan sekecil apa pun
untuk bisa mengumpulkan sisa badan Sammi supaya bisa lebih utuh,
pasti saya akan perjuangkan, Ester.
Walau itu cuma tangan ini sekalipun.
Sebetulnya, saya dan Sammi saat itu sering berkomunikasi
dan cerita banyak hal.
Mungkin saya bisa bantu Mbak Lian
cari tahu di mana sisa badan Sammi lainnya.
Tapi dengan satu syarat.
Biarin tangan ini jadi punya saya.
BAGIAN DUA
- -
BAGIAN TIGA
Dengan Dian Puspita Sari?
Jadi, waktu itu Sammi baru pindah ke sini.
Dia kelihatan kesulitan.
Tapi malah saya yang dibantuin.
Mau dibantuin?
Seperti kebanyakan orang mungkin, ya?
Saya kagum sama kemampuan uniknya dia.
Dan dia juga beda dari laki-laki kebanyakan.
Jarang banget ngomongin soal dirinya sendiri.
Mungkin karena itu juga saya jadi tertarik sama dia.
Udah berapa tahun, ya,
gua abis waktu buat nyari dia ke sana ke sini?
Dua tahun ada kali.
Giliran udah ketemu,
enggak tahu mau ngapain.
Apa coba hukuman yang pantes buat pemerkosa bajingan kayak gitu?
Gua boleh tanya lo sesuatu, enggak?
Lo kenapa, sih, rela bagi-bagi badan lo kayak gini?
Dari kecil, akuβ¦
Selalu coba hidup normal kayak orang lain.
Tapi karena kemampuanβ¦
Atau kekurangan ini, mungkinβ¦
Aku selalu ngerasa beda.
Dan orang tuaku pun selalu
perlakuin aku beda.
No comments yet. Be the first to leave one.