Tan-Ti-Ana

Tan-Ti-Ana

Download Indonesian Subtitle

Release info

Tan-Ti-Ana 2024 MALAY WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1:34:00 Fix common errors

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2024-06-29
Downloads: 43
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

TAHUN 1959, KAMPUNG TELOK HANTU

Pak, jangan. Aku takut!

Rumah ini berhantu! Lari!

KAMPUNG TELOK HANTU

Hei!

Kalian ini hanya melamun saja.

Orang barat sudah membangun permukiman di Mars. Di Pluto.

Orang Melayu? Melamun saja kerjanya.

Hei, jaga bicaramu, Wak. Aku akan menghajarmu.

Bahkan jika aku menyuruh orang barat pergi ke Mars atau apa pun itu, apa pedulimu?

Kau ini melamun saja. Tentu saja aku harus membangunkanmu.

Aku hanya penasaran, bukankah kalian ada syuting hari ini?

Belum, Wak. Aku masih menunggu panggilan.

Astaga. Jawaban yang sama selama lima bulan terakhir.

Apa tidak ada jawaban lain?

Wak, mau pesan!

Apakah kau tahu selama kita makan di sini, kita masih berutang?

Sebentar.

Dia mencatatnya.

Benar.

Tidak banyak.

Astaga, hampir tiga ribu!

Berapa?

Jumlahnya RM2,800,20.

Astaga.

Bulan apa sekarang? Utangnya tak pernah dibayar.

ROY, PERGI DAN TEMUILAH DATUK KADIR DI KANTORNYA BESOK.

Alhamdulillah.

Bagus.

Sudah enam bulan kau makan gratis, tapi baru bersyukur sekarang?

Apa maksudmu?

Ini baru makanan sungguhan!

Ada pekerjaan! Alhamdulillah!

Amir PM baru saja mengirimiku pesan di WhatsApp!

Datuk Kadir ingin bertemu denganku besok pagi.

Apa? Apa kau yakin?

Allahu Akbar!

- Kau serius? - Allahu Akbar!

Alhamdulillah!

Roy, hei.

Jika itu benar, mari kita pulang, tidur cepat,

dan pergi pagi-pagi sekali. Ya?

Oke.

"Sutradara Rosli."

"Asisten Sutradara, Man Cheras."

"Manajer Produksi, Hanif Tom."

"Penata Fotografi, Labu Gout Kiri dan Kanan."

"Pengarah Seni, Saufi Leopard Mandas."

Wah! "Penerbit Kadir Kundur Berduri."

Nama-namanya? Dahsyat sekali.

Nama-namanya aneh. "Kadir Kundur."

Hei, Roy, kau sengaja mengirimkan ceritaku diam-diam kepada Datuk, 'kan?

Kejutan!

Kau tahu ratusan naskah yang kau tulis itu?

Aku juga mengirimkan semuanya.

Inilah perusahaan yang menerimanya. Alhamdulillah!

Namun, aku agak bingung.

Dilihat dari judul-judul ini,

bagaimana mungkin Datuk menerima proposalmu?

Cerita yang mana ini?

Ini. Aku hanya punya satu cerita.

Perjuangan bubar di tengah kebingungan halimun dan kabut,

sementara di kejauhan, secercah cahaya muncul.

Hei.

Aku menanyakan judulnya, bukan keseluruhan ceritanya.

Itulah yang kau tak tahu.

Aku merasa inilah saatnya kita membuka pikiran para penonton Malaysia

untuk belajar dan menghargai seni.

Cerita seni seperti ini.

Aku yakin Datuk memiliki misi dan visi yang unik

untuk mengangkat cerita ini ke level internasional.

Dengan begitu, orang-orang asing akan menghargai film-film kita.

"Film Kita, Wajah Kita"!

Hei, perbaiki wajahmu dulu. Jangan mencemaskan wajah film kita.

NASKAH

Datuk, Hantu Film Malaya.

Ini sangat bagus. Aku setuju, Datuk.

Naskahnya sangat menarik, Datuk.

Wah, bagusnya.

Datuk, kukira kau ingin kami syuting untuk film yang diajukan Roy tempo hari.

Cerita yang mana?

Astaga.

Cerita yang judulnya panjang dan berliku, bahkan lebih panjang dariku, Datuk.

Ingat?

Cerita soal cuaca itu?

Cuaca?

Cuaca. Kabas.

Kabut!

Benar, kabut! Kabut!

Kabas!

Terserah, Datuk. Kabas, kabut, kabur.

Boleh.

Boleh, Datuk?

Tapi bohong.

Tapi bohong.

Tapi bohong.

Maaf. Lelaki harus tertawa.

- Benar. - Jangan berhenti tertawa.

Oke. Ini dia keuntungan film-filmku.

Hantu Pocong, RM13 juta.

Bini-Biniku Hantu, RM15 juta.

Misteri Bangla Putih, RM17 juta.

Meledak!

Aku setuju jika seperti ini, Datuk.

- Bagus. - Bagus.

Memang bagus.

Namun...

kita punya sedikit masalah.

Waktu kita hanya tersisa empat hari untuk syuting.

Sutradara dan kamerawannya sudah pergi.

Hanya tinggal satu adegan yang tersisa.

Tunggu. Empat hari, Datuk.

Itu juga tidak empat hari penuh.

Masa bodoh, Datuk.

- Adegan hantu. - Yang tempatnya di bungalo.

Namun, masalahnya, kita membutuhkan aktris.

Aktris yang memainkan perannya.

Hantu kita.

Bagaimana?

Man, apa kau benar-benar tak mau ikut denganku?

Dengarkan aku.

Kau harus mengesampingkan egomu. Buanglah jauh-jauh.

Bujetnya memang kecil.

Namun, setidaknya kita bisa hidup selama dua sampai tiga bulan ke depan.

Jika kau tanya pendapatku, aku juga tak mau.

Ini bukan keahlianku.

Man. Man, inilah peluangku.

Peluang untuk menyutradari film ini.

Bantulah aku.

Mari kita lakukan ini bersama. Bersama, kita bangkit!

- Aku? - Ya!

Membuat cerita hantu?

Perhitungan sekali.

Asalamualaikum.

- Alaikum salam. - Alaikum salam.

Apakah kau Razman bin Husin Auk?

Bukan. Itu nama montir Tiongkok.

Bukan, maksudku Razman bin Husin.

Razman bin... Dia?

Bank kirim salam.

Ben... Ben... Ben Ladin?

Bukan, bank kirim salam.

Bank juga ingin kunci mobilnya.

Mobil? Tunggu dulu, mobil apa?

Kunci dari mobil yang dia pakai. Bank menginginkan kuncinya.

Mobil yang dia pakai?

Benar. Boleh kuminta?

Terima kasih.

Permisi, ya. Asalamualaikum.

Alaikum salam.

Jaga diri kalian.

Mau minta mobil, pakai basa-basi. Memangnya aku punya waktu untuk ini?

Hei, ada apa denganmu ini?

Sudah berapa bulan kau tak bayar cicilan?

Kau pernah lihat ada yang dipukuli, 'kan?

Enam bulan.

Enam bulan? Astaga!

Ini dia.

Datuk, kabut telah menandatangani kontraknya.

Kabas.

Kabut.

Kabas.

Terserah, Datuk.

Nanti ambillah sepuluh persen dari Amir.

Sepuluh persen, Datuk?

Jangan cemas.

Jangan cemas.

Saat kita melanjutkan syuting, kami akan membayar kalian 40 persen.

Masalah kita sekarang adalah mencari aktris untuk peran hantunya.

Aku ingin seseorang yang memenuhi tiga persyaratan.

Apa saja itu, Datuk?

- Cantik. - Cantik.

- Seksi. - Seksi.

- Lajang. - Lajang.

- Ada tiga syarat. - Mengerti?

Apa saja itu?

- Cantik. - Cantik.

- Seksi. - Seksi.

- Shokoroi. - Apa itu?

- Tunggu sebentar... - Lajang.

- Lajang. - Lajang. Bagus.

Lebih bagus jika dia pendatang baru.

- Kita buat dia terkenal. - Terkenal.

Ya! Lagi pula, ini peran hantu.

Aku sudah memberi tahu Manajer Produksi dan Asisten Sutradara

untuk melakukan audisi.

Kalian yang pilih. Namun, yang penting?

Tiga persyaratan!

Halo, Semua. Bagaimana naskahnya?

Seram, 'kan?

Oke, fantastis! Sekarang, silakan dibaca!

Asalamualaikum. Maaf, aku terlambat.

Kau sudah membayar honor saudarimu?

Sudah.

Ini kuncinya.

Namun, aku terlambat karena ATM-nya rusak,

jadi, aku harus pergi ke bank.

Tak masalah, casting juga belum dimulai. Sudah isi bensin?

Astaga!

Lihatlah dirimu!

Tan-Ti-Ana subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left