The first 200 lines.
MINUM AKU
Oh, ya.
Kau sudah bangun.
Di mana aku?
Minum itu.
Itu Tyler. Dia sudah hampir selesai.
Kadang ia membuat film soal berselancar.
Minum saja, tak usah dipikirkan. Kau dari mana?
Bagaimana kau membawaku ke sini?
- Jam berapa sekarang? - Aku yang tanya. Siapa yang menyuruhmu?
Studio Cindy? Body-by-the-Bay?
Siapa yang menyuruhmu memata-matai kelasku dan mencuri gerakanku?
Tak ada.
Aku melihatmu mengikuti mobilku.
Apakah Breem?
Apakah kau salah satu mata-mata Mormon?
Kubilang minum itu. Habiskan.
Minuman apa ini?
Limun merah jambu tanpa gula…
dan meth.
Di mana penghirup ganjaku?
Kau harus simpan itu di tempat yang sama setiap saat.
Jangan mulai mendebat. Aku tak tidur semalaman.
Kalian tinggal di dalam mal ini?
- Ia terdengar seperti mata-mata. - Sudah kubilang dia mata-mata.
Ini studioku.
Kadang aku membuat film soal berselancar.
Dan kadang kami bekerja larut malam dan tertidur.
Tapi kami tak tinggal di sini karena itu melanggar aturan.
Penghirup ganjamu ada di atasmu.
Setidaknya seseorang mengerti.
Sekarang, jika kalian tak masalah,
aku akan kembali bekerja.
Pekerjaanmu?
Apa maksudnya itu?
Hanya karena kau membeli kamera video dengan kartu kreditku
tak berarti kau adalah sutradara.
Kau tahu? Aku tak butuh ini. Aku tak butuh kau tak memercayaiku.
Kita akan butuh uang.
Membayar kamera video itu dengan kartu…
Video World!
Uang.
Beri aku $1.000 atau akan kubilang ke temanku John Breem
kalau ada dua penghuni liar membuat porno di malnya
dan kalian akan ditendang dari sini.
Ambil kaleng kopi itu.
Kau serius?
Ambil kaleng kopi itu.
Yah, itu adalah salah satu mimpi teranehmu.
Tapi, tunggu sebentar. Kenapa aku sangat…
Astaga. Kau melakukannya. Kau gila…
"Kita terbang ke udara seperti burung
dan berenang di lautan seperti ikan,
tapi kita belum mempelajari tindakan sederhana
berupa berjalan di muka Bumi seperti saudara."
Siapa yang bilang itu? Siapa menurutmu?
Entahlah.
Martin Luther King Jr.
Ya.
Ia menghubungkan hak-hak sipil dengan hak-hak lingkungan.
Menantang agen kemajuan ilmiah dan perkembangan ekonomi
agar tidak melupakan kebutuhan planet yang rentan ini dalam prosesnya.
Ya! Aku menemukannya.
Komponen krusial dalam platformku. Itu brilian, 'kan?
Ya.
Kau tak merasa itu brilian.
Apa? Aku terlihat seperti apa?
Yah, kau merasa kalau aku palsu, tapi kau tak mau melukai perasaanku.
Sayang, ayolah. Aku baru saja bangun. Maafkan aku.
Kau tahu, aku mencoba melakukan hal-hal
yang mungkin akan mendatangkan dukungan bagiku.
Beri tahu aku lagi. Beri tahu aku lagi.
Karena kau tak mendengarkan? Bagus sekali.
Aku bahkan tak bisa mendapatkan perhatianmu.
Buat apa berharap orang-orang penting akan mendengarku?
Buat apa? Baiklah.
Aku tak bermaksud…
Kau tahu apa maksudku, oke?
Ya, itu kiasan berengsek untuk "Aku butuh bantuan."
Entahlah, menurutku kau hanya perlu menyederhanakannya.
Pikirkan sesuatu…
Yang bodoh dan mudah diingat.
Membuat semacam slogan? "Aku menyukai Ike."
"Danny punya bokong yang bagus."
Entahlah, mungkin kau benar.
Kau tahu, sudah tujuh tahun sejak aku terbangun di Senin pagi
tanpa kelas untuk diajar atau bahkan untuk kupersiapkan dan…
Harus kubilang, kebebasan ini…
Sangat membebaskan… kurasa.
Bagaimana denganmu? Bagaimana harimu?
Mengantar ke sekolah dan lalu… lalu apa lagi setelah itu?
Kau harap tak ada hal penting yang harus kau lakukan.
Karena kupikir mungkin…
Aku akan ikut denganmu.
Kita bisa lebih sering bicara dan mungkin bertukar pikiran.
Maya! Sarapan!
Kau tahu, kita berdua.
Sebaiknya segera pikirkan alasan.
Jangan sampai ia ada di dekatmu seharian.
Sayang.
Kurasa kau… kau mungkin akan merasa bosan.
Aku hanya melakukan kerjaan ibu rumah tangga.
Apa? Tak masuk akal.
Aku tertarik dengan apa yang kau lakukan saat aku kerja.
Kau punya tukang pipa atraktif yang datang melayanimu.
Silakan. Beri tahu dia kau bercinta dengan tukang pipa.
Itu lebih baik dari yang sebenarnya kau lakukan. Tak begitu menjijikkan.
Hari ini aku ikut denganmu, oke?
Aku hanya akan menjadi selai kacang di rotimu.
Oke.
PRASEKOLAH SANDY FEET
Kau tunggu di sini saja. Aku tak akan lama.
Ya. Baiklah.
995, 1.000.
Oke. Aku akan panggil atasanku untuk mendaftarkan ini.
Maaf?
Setiap deposit di atas seribu harus didokumentasikan.
Hanya formalitas.
Dia mencurigaimu.
Kami ada kue oatmeal segar untukmu sembari kau menunggu.
Membuatmu gendut sebelum disembelih.
Aku mungkin…
Kau tahu, aku lupa aku ada janji dengan dokter,
jadi aku akan… aku akan kembali.
Terima kasih.
Aku tak tahu apakah kau tahu ini,
tapi burrito itu artinya adalah "keledai kecil."
Ya, mungkin karena seperti keledai, burrito bisa membawa banyak isian.
Dan itu sangat membantu saudara-saudara buruh harian kita.
Kau tahu, mereka bisa bekerja berjam-jam tanpa…
Hei.
Pergilah, para jalang.
Siap untuk pergi, Sayang?
Oke. Hati-hati, pada gadis.
Terserahlah.
Kau yang menyetir? Oke. Ya.
Jadi, ke mana kita pergi berikutnya?
Aku harus ke kelas balet.
Kau harus ke sana?
Jika aku ingin menyingkirkanmu.
Aku ingin saja. Itu caraku menjaga tubuhku.
Akan kuantar kau ke rumah dulu.
Inilah kesempatanmu mendapatkan yang kau butuhkan. Jangan disia-siakan.
Hei.
Apa kabar?
Apa kabar?
Dia keren.
- Apa kabar? - Dia keren.
Mereka pikir kau keren, jadi jangan bersikap aneh.
Jangan perlihatkan niatmu, kau butuh orang ini.
Ombaknya bagus hari ini?
Kenapa kau tak bilang saja apa sebenarnya yang kau mau?
Usaha yang payah, Gendut.
- Aku… - Kau tahu kami bekerja keras.
Maksudku, bukan sekarang karena aku sedang berselancar,
tapi, saat aku tak berselancar, aku bekerja keras.
Jadi jika kau hanya ingin terus mengambil yang kami punya…
Aku ingin kembali ke kelas Bunny.
Tak ada tempat lain di luar sini seperti kelas dia.
Dan apa yang dia lakukan, itu spesial
dan membuatku merasa…
kuat.
Dan aku ingin terus merasa…
seperti itu.
Bung, kau serius?
Selagi kita masih bisa.
Apa maksudnya selagi kau masih bisa?
Jangan berpura-pura tak tahu.
Breem temanmu itu akan menggali muara sungai,
mengubah seluruh bentuknya,
menghancurkan alasan kami untuk hidup, alias ombak ini.
Orang-orang berpikir kalau ombak besar adalah petaka atau semacamnya.
Benarkah? Mereka adalah faktor geologis dan kelautan yang rapuh.
Jika kau merusak salah satunya, tamat sudah.
Omong-omong.
Soal kau ingin kembali ke kelas Bunny…
aku tak melihat itu akan terjadi.
Maksudmu tak mungkin?
Memang itu maksudku.
Sampai jumpa.
Kau yakin ia bilang pakaian kasual saja?
Aku tak tahu apa yang ia bilang.
Aku bertanya padamu
dan kau bilang ia mengundangmu ke pertemuan di rumahnya,
- dan saat kubilang, "Apakah kasual…" - Siapa yang peduli?
Maafkan aku. Aku sangat gugup sekarang.
Aku sangat butuh dukungan ini.
Oke, jadi siapa peduli kau terlihat seperti apa? Kau tampak bagus. Oke?
Astaga. Seberapa besar rumah ini? Rasanya seperti hotel.
- Hei! Akhirnya kau tiba. - Hei.
- Hai. - Ya.
Selamat datang di tempat tinggal kami yang jelas tidak sederhana.
- Wah. Terima kasih. - Sulit dipercaya. Ya.
Ernie Hauser. Senang bertemu denganmu.
Aku suka bersalaman dengan siku. Terobsesi kebersihan.
Ya, maaf. Ini istriku, Sheila, dan ini putriku, Maya.
- Hai, Maya. Hai. Halo. - Hai.
Izinkan aku memperkenalkan istriku, Greta.
Greta-Gret-Gretty!
Kami sebenarnya saling kenal di tempat prasekolah anak-anak.
No comments yet. Be the first to leave one.