The first 158 lines.
Aku selalu suka kereta.
Bahkan, jika karierku dalam fisika teori tidak berhasil,
rencana cadanganku adalah menjadi pemungut tiket profesional.
Atau gelandangan.
Ketika aku tahu bahwa kereta membuatku bisa membuktikan Hukum Newton Pertama,
yaitu benda yang bergerak tetap bergerak dengan kecepatan sama
dengan arah yang sama kecuali diberi gaya yang tidak berimbang,
aku merasa seperti Neil Armstrong di bulan.
Sendirian, bahagia.
Shelly, makan malam siap.
Aku tidak peduli sebodoh apa kau,
prinsip ilmiah harus membuatmu tersenyum.
Tentu saja, tidak ada orang di Texas Timur yang aku kenal di 1989
yang peduli terhadap fisika Newton.
Satu-satunya Newton yang mereka pedulikan adalah Wayne dan Fig.
Sheldon, jika kau tidak kemari, aku akan menjilat sikat gigimu.
Aku datang!
Itu saudara perempuanku. Dia pernah melakukannya.
- Sedang apa kau di sana? - George, perhatikan bahasamu.
- Bahasa apa? Lalu? - Aku menyelidiki kinematika dimensi.
Akui saja, dia diadopsi.
Bagaimana bisa aku diadopsi dan punya saudara kembar?
Berpikirlah, Monyet. Berpikir.
- Cukup. Tidak ada yang diadopsi. - Seandainya aku diadopsi.
Itu masih bisa diatur. Sekarang, kita berdoa.
Tunggu sebentar.
Biarkan saja.
Dia tak akan mati jika memegang tangan.
Kita tak tahu itu.
Georgie, kau mencuci tanganmu sebelum makan atau minggu ini?
- Bukan urusanmu. - Itulah alasan sarung tangan ini.
Terima kasih, Tuhan, untuk makanan ini
serta manfaatnya, dan berkati yang menyiapkannya.
Amin.
- Kenapa kita tak dapat tater tots? - Aku membuatnya semalam.
Aku lebih memilih tater tots daripada kentang tumbuk.
- Makan saja yang ada. - Apa besok ada tater tots?
Makan malam seperti inilah yang membuatku mendapat aksen Mid-Atlantic.
Pemenang Nobel tidak bisa memesan tater tots.
Semua tak sabar untuk mulai sekolah hari Senin?
- Aku tak sabar. - Sepertinya begitu.
Georgie? Tahun pertama, itu penting.
Bagaimana aku bisa senang jika dia di kelas yang sama?
Jangan Khawatir, Georgie. Aku tidak berencana lama di kelas sembilan.
Aku hanya tahu dia tidak di kelas yang sama denganku, dan aku senang.
Selamat melukis jari.
Kau akan dihajar di SMU.
- Hei, bahasamu. - Aku tidak akan diserang.
SMU itu surga untuk belajar.
Ya, Tuhan.
Bicara soal Tuhan, siapa yang ke gereja besok?
Aku tidak bisa. Aku bertemu pelatih lain.
- Tidak bisa setelah gereja? - Tidak, Mary, tidak bisa.
- Georgie? - Aku harus belajar strategi.
Aku bisa pergi.
Kenapa? Kau tidak percaya Tuhan.
Tidak. Tapi aku percaya Ibu.
- Aku terima itu. Missy? - Tidak bisa.
- Helga minta... - Kau pergi.
- Berengsek. - Hei!
Missy!
Jangan melempar di meja makan. George Jr.!
Jane Goodall harus ke Afrika untuk mempelajari kera.
Aku hanya perlu makan malam.
Jangan di meja makan! Hentikan, George!
Jangan membalas!
Di Matius 9:4, Yesus berkata,
"Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?"
Apa kau punya pikiran jahat?
Sepertinya bagian ini bukan untukku.
Tak apa-apa, diam dan dengarkan.
Umurku sembilan tahun, iblis tidak mulai sebelum puber.
Halo.
- Kau punya pikiran jahat? - Sekarang, ya.
Sungguh? Apa?
Ketika kita pulang, aku akan menendang buah zakarmu.
Tidak bisa. Belum turun.
- Ibu? - Apa?
Kapan testisku muncul?
- Apa yang salah dengannya? - Tidak ada yang "salah".
Sekarang, berbalik sebelum kuhajar kau.
...terus-menerus di hal ini.
Pikiran baik berujung pada hal baik. Kau merasakannya. Kau merasa...
Ibuku prajurit Kristiani-ku.
Untuk catatan, testisku turun saat aku 15 tahun.
...menjadi tindakan.
Shelly, ini hari terakhir musim panas. Nikmatilah.
Tapi aku harus mempelajari buku murid.
Apa Ibu tahu gaya rambut ekstrem, janggut, dan kumis tak diperbolehkan?
- Ibu tidak tahu. - Menurutku itu melegakan.
Lihat betapa indahnya hari ini.
- Bermainlah. - Bermain. Seandainya hidup semudah itu.
Sudah.
Hei, Sheldon!
Halo, Billy Sparks. Halo, Matilda Sparks.
Kudengar besok kau masuk SMU.
Benar. Kau harus mencari orang lain untuk disiksa di taman bermain.
- "Siksa"? - Artinya mengganggu dengan niat jahat.
"Bokong". Itu lucu.
- Ini menyenangkan. - Hei, culun.
Ibu!
- Ayam pintar. - Ibu!
Aku harus apa? Kakinya tumbuh.
- Tidak pakai sepatu Georgie? - Tangan saja tidak mau.
Kau kira dia mau masukkan kakinya ke sepatu bau itu?
Kalau begitu kita harus berhemat.
Bisa pelankan suaramu?
- Mereka bertengkar soal kau lagi. - Mereka bertengkar soal uang.
Itu pertikaian umum dalam pernikahan.
Matikan lampu. Besok hari penting.
Ibu?
Apa kita punya masalah keuangan?
Jangan pikirkan itu. Kita baik-baik saja. Sekarang, tidurlah.
Dia bohong agar kau merasa lebih baik.
Ibu tidak berbohong.
Tentu, dia pikir Bumi dibuat dalam enam hari,
tapi itu karena dia mudah dibohongi, bukan pembohong.
Ibu, Sheldon tak bisa temukan dasi kupu-kupunya.
Sungguh? Sudah kusiapkan untuknya.
Biarkan saja, Mary, dia tak perlu dasi.
Ini hari pertama, biarkan dia pakai yang dia mau.
Ibu, aku tak bisa temukan dasiku.
Astaga. Kenapa dia harus pakai dasi?
- Aku boleh ke sekolah bersama Ayah? - Tentu.
Semua akan tahu dia saudaramu. Keadaan akan buruk untukmu.
- Suruh dia diam. - Dia tidak salah.
- Pasti di sini. - Tidak.
Shelly, tenang. Pasti ketemu.
Dasiku hilang. Dasiku hilang!
- Kau tidak perlu dasi. - Aku harus temukan!
- Aku harus temukan. - Aku akan kembali.
Profesor Proton pakai dasi kupu-kupu.
George Jr.!
- Kembalikan dasinya. - Aku tidak mengambilnya.
- Jangan bohong. - Aku tidak bohong.
- Kita lihat saja. - Jangan ke kamarku.
- Dia akan temukan majalah dewasamu. - Diam!
Harimu tidak menyenangkan.
- Hei. Dia tidak mengambilnya. - Lalu di mana dasinya?
Aku tidak bisa temukan dasiku! Aku akan periksa kamar mandi!
- Aku mengambilnya. - Kenapa kau lakukan itu?
Mary, anak itu sembilan tahun dan masuk SMU.
Bukankah itu cukup aneh?
- Berikan kepadaku. - Ayo, itu bukan hanya Sheldon.
Georgie akan satu kelas.
Tidak ada di kamar mandi!
Berikan.
- Kau mau main permainan menyetir? - Tidak, aku selalu kalah.
Aku tahu, itu menyenangkan.
Bagaimana jika pelat nomor dengan bilangan prima diikuti dengan...
- Bagaimana jika mengobrol saja? - Baiklah.
Kau paham bahwa akan ada yang terintimidasi olehmu
karena betapa cerdasnya kau?
Atau mungkin mereka akan lihat kecerdasanku dan jadikan aku pemimpin.
Tuhan, jagalah anak kami. Jangan sampai dia dimasukkan ke tas olahraga.
SMU MEDFORD
- Astaga. - Ya.
- Anak itu punya tato yang terlihat. - Benar.
No comments yet. Be the first to leave one.