The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
BEKERJA SAMA DENGAN BBC
Di kamar-kamar di seluruh negeri, revolusi tata rias dimulai.
Dari ribuan yang mendaftar,
sepuluh artis tata rias (MUA) berpeluang untuk mewujudkannya.
Tiap pekan,
mereka harus unjuk kemampuan...
Luar biasa.
...kesenian dan imajinasi.
Eksekusinya indah.
Tiap pekan, dua kandidat terbawah...
Rasanya sesak napas.
...akan mengikuti Duel,
dan yang kalah akan pulang
hingga tersisa satu kandidat untuk dikontrak
sebagai asisten artis tata rias terbaik di dunia.
Saatnya bertransformasi.
Astaga.
Ini gila.
Menurutmu, itu tempat duduk juri?
- Mereka akan terus mengawasi? - Melihat karya kita.
Aku di sini dan mereka akan duduk di sana terus.
Penentu karya siapa yang sukses dan yang gagal
adalah dua raksasa di industri tata rias.
Sebagai MUA senior untuk MAC Cosmetics,
Dominic Skinner berperan penting dalam memimpin tren tata rias,
memberikan riasan inovatif di pekan mode di seluruh dunia.
Aku mencari MUA yang berpikir secara kreatif.
Artis tata rias yang kreatiflah yang memajukan industri ini
dan itulah yang kunantikan.
Direktur Tata Rias Global L'Oréal Paris, Val Garland,
telah menciptakan riasan untuk peragaan busana,
sampul depan, dan ikon gaya selama lebih dari 25 tahun.
Bekerja dengan semua orang dari Lady Gaga hingga Alexander McQueen.
Aku ingin terinspirasi.
Aku mencari generasi artis tata rias selanjutnya.
Aku ingin antusias hingga ingin menangis.
Hei.
Kemarilah. Kalian tampak ketakutan.
Selama delapan pekan ke depan, kalian akan terlibat dan diuji
dalam dunia seni tata rias.
Tema pekan ini adalah kecantikan
dan untuk tugas pertama, kalian akan bersaing
agar karya kalian dimuat di satu majalah mode terkemuka dunia,
Marie Claire.
Astaga.
Tugas hari ini, yang dikenal di industri sebagai beauty editorial,
akan menuntut teknik sempurna dan visi yang berani.
Ini riasan cantik sewajah.
Ya, bagus.
Fotonya sangat dekat.
Mustahil menutupi cela yang mungkin ada di foto yang besar.
Dan bukan cuma Val dan Dom yang harus para MUA pikat.
Tiap pekan, mereka juga akan menghadapi juri tamu.
Bisa kau kurangi sedikit.
Juri tamu pekan ini sudah memotret beauty editorial selama hampir 20 tahun.
Kemari, posisikan diri kalian.
Jadi, izinkan aku memperkenalkan. Ini Lisa Oxenham,
pengarah gaya dan kecantikan untuk majalah ini.
Jadi, dia yang memimpin, dia bos kalian hari ini.
Hari ini kita ada pemotretan beauty editorial
yang akan menantang pembaca untuk meningkatkan ilmu meriasnya.
Temanya pemberontakan.
Pemberontak sejati membela apa yang mereka yakini benar
dan menolak mematuhi aturan apa pun.
Jadi, bereksperimenlah dengan berani. Buat riasan yang unik.
Jadi, totalnya ada lima riasan.
Riasan kelima dan terakhirnya milik salah satu dari kalian.
Waktu kalian sejam untuk kerja bagus dan memikat bos pertama kalian.
Semoga berhasil, model kalian menunggu.
Terima kasih.
Agar adil, tiap MUA secara acak diberi model.
Ini soal pemberontakan.
Aku ingin lihat MUA yang inovatif dengan teknik mereka.
Seseorang yang menggunakan produk dengan cara baru,
serta ciptakan riasan yang mengesankan.
Lipstiknya warna netral agar tak mengalihkan perhatian dari mata.
Lalu akan kuoles lip gloss di atas perona mata.
Editorial bukan hal favoritku,
jadi, aku mungkin mengambil risiko, tapi aku suka itu.
Bagi Dina, dunia majalah mode jauh berbeda dari kehidupan asalnya.
Saat ini, aku bekerja di konter deli di Morrison's,
tapi aku vegetarian. Jadi, itu tak baik untukku.
Pekerjaan impianku bekerja di balik layar TV dan film.
Mungkin duduk di bioskop, menonton, dan berpikir, "Itu karyaku."
Menurutku, aku bukan artis tata rias biasa.
Aku tak suka riasan yang asal glamor.
Aku suka memakai riasan untuk ekspresikan gayaku,
mengubah diri jadi karakter fantasi.
Saat aku diminta merias, kataku,
"Kau tak mau jadi Grinch saja, atau Joker dari Batman?"
Semua MUA punya beragam latar belakang dan minat.
Meski jadi yang tertua,
Leigh baru belajar merias sembilan bulan lalu.
Baru kali ini, aku bekerja dengan model, jadi, ini sangat menarik bagiku.
Kita akan tahu dalam 59 menit dan lihat betapa stresnya aku.
- Kapan kau terakhir melembabkan kulit? - Hei, apa maksudmu?
Aku tak menanyakan... Kulit kalian tampak matte .
Aku tak mau berlebihan.
Bolehkah aku meratakannya dengan tanganku di wajahmu?
Untuk foto beauty editorial, kulit model harus sempurna.
Mereka mungkin mengira kulitnya tampak sempurna aslinya,
tapi ujian sebenarnya adalah hasil fotonya saat terpapar lampu studio.
Terlalu matte , akan tampak tak bernyawa.
Terlalu glossy , akan mengilap.
Akan kusiapkan kulitnya agar tampak berseri,
lalu aku akan merias mata seglamor mungkin.
Alisnya bagus, aku akan membentuk alis di luar garisnya.
Untuk mata pemberontak, Paige juga akan menggunakan produk yang tidak biasa.
Aku akan pakai lipstik cair, karena itu lebih berpigmen
dan banyak orang tak sadar itu sangat serbaguna.
Saat orang melihatku melakukannya, reaksinya, "Apa-apaan?"
Waktu dibatasi terasa janggal.
Aku suka fokus, lalu lihat ide yang muncul nanti.
Kadang itu butuh tiga jam dan aku tak bisa begitu hari ini.
Kali pertama aku mengenal tata rias itu
saat melihat ibuku berdandan di depan cermin.
Kupikir, "Itu hal terindah yang pernah kulihat."
Transformasinyalah yang masih kusukai hingga kini.
Belinda menyempatkan kecintaannya dengan riasan ilusi di sela kesibukan
sebagai ibu muda dan pengasuh purnawaktu.
Biasanya aku bangun sekitar pukul lima pagi
agar aku bisa berdandan sebelum bekerja.
Aku sangat menyukainya dan ingin itu menjadi karier juga.
Itu impian, 'kan? Melakukan sesuatu yang kita suka. Setiap hari.
Siapa yang kau waspadai?
Siapa saingan terbesarmu?
Rasanya semuanya. Seolah mereka sengaja ditempatkan.
- Mereka di mana-mana. - Ya.
Tapi mungkin khususnya Brandon, dia begitu percaya diri.
- Brandon? - Ya?
- Bagaimana situasinya? - Sejauh ini bagus.
Kurasa lancar.
Aku sangat percaya diri dengan tugas ini
karena karyaku kebanyakan terinspirasi mode.
- Apa kabar? - Sangat baik.
- Kau gugup? - Tidak.
- Tidak. - Tidak. Aku suka.
Jangan ajukan pertanyaan konyol, Stacey.
Mau apa lagi? Kita sudah separuh jalan.
Aku sudah cukup puas. Akan kuperkuat warna ujung matanya,
tapi sejauh ini aku amat puas hasilnya.
Bagaimana caramu memperkuat warnanya?
Di ujungnya, akan kuoleskan gloss
untuk menonjolkannya.
Dua puluh lima menit lagi.
Astaga. Pejamkan matamu.
Aku agak gugup mengingat sisa waktunya,
jadi, aku harus mempercepat kerjaku.
Aku fokus pada mata karena aku ingin garisnya rapi.
Tekanan berat.
Penempatan dan warnanya bagiku sudah memuaskan tadi,
jadi, kini aku tinggal menyempurnakan.
Semuanya, tinggal tiga menit lagi.
Baiklah, selesai. Takkan kuutak-atik.
Jika terlalu kuutak-atik, nanti semuanya kacau.
Kau harus tahu kapan harus berhenti.
Astaga, mereka datang.
Astaga.
Rasanya jantungku akan copot.
Idolaku benar-benar di sampingku dan mengkritisi karyaku.
Jadi, jika aku pingsan, maafkan aku.
Tinggal satu menit, manfaatkan sepenuhnya.
Selesai. Yang lain masih merias. Jadi, rasanya agak aneh,
tapi aku percaya diri. Aku akan berhenti sebelum ada yang kuubah.
Tadi kubilang takkan kuutak-atik.
Kini kuutak-atik.
Waktu habis, letakkan kuas, model kalian harus siap dipotret.
Aku tak sabar lihat riasanmu dipotret.
Aku tak pakai alas bedak.
Yang benar?
Aku sedikit meratakan warna di sekitar mulut. Cuma itu.
Kurasa dibandingkan dengan tugasnya, riasanku sangat pas,
jadi, aku punya peluang besar untuk menang.
Tapi penampilan model aslinya tak penting.
Penampilan mereka lewat kameralah yang akan menentukan pemenangnya.
Yang pertama dikritik adalah Belinda.
Itu riasan yang luar biasa cantik
aslinya.
Sesuai tema? Tidak.
Menurutku itu pas dengan tugasnya,
tapi tekstur dan warnanya kurang berani.
Kerjamu sempurna, aku suka alisnya.
Alisnya terlihat segar.
Ding, dong.
Aku suka pewarnaannya.
Aku suka okernya, merah mudanya.
Kurasa mata itu saat kulihat dari dekat,
benar-benar dieksekusi dengan baik.
Aku suka.
- Astaga. - Hal yang tak kusuka...
- adalah dahi berkilau. - Baiklah.
Kau belum memikirkan hasilnya di foto.
Bagaimana rasanya tahu mereka di atas menentukan hasil kerja kita?
Aku hanya ingin tahu pendapat mereka, khususnya Val.
Sebab pendapat Val penting bagiku.
Paige, eksekusinya sempurna.
Aku suka.
Oke. Kerja bagus.
Paige.
No comments yet. Be the first to leave one.