The first 200 lines.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Niesa?
Johana?
Johari!
Berapa kali kau tidur saat waktu kerja?
Kalau kau tidur lagi,
aku akan pecat kau. Tahu, tidak?
Dipecat!
Maaf, Bos.
Maaf untuk apa?
Bos, aku janji tak akan tidur lagi.
Kau adalah karyawan lama di sini.
Seharusnya kau tunjukkan contoh teladan yang baik
kepada karyawan-karyawan baru.
Tapi kau tidak!
- Memberi contoh yang buruk! - Buruk!
- Tak baik! - Tak baik!
Menyusahkan orang!
Sebab itulah, penjualan di toko ini makin merosot.
Kau tahu, tidak?
Tak mencapai target. Target!
RESOR DAN HOTEL GEO
Dalam surat itu disebutkan bahwa juri diam-diam melakukan penilaian.
Akan berlangsung seminggu penuh.
Maka sulit bagiku karena aku tak tahu siapa yang menjadi juri.
Juri?
Ini tanggung jawabmu, G.
Ini tantanganmu, G.
Jadi, kau harus menerima tantangan ini, G.
Target!
Bos, seharusnya bukan hanya aku yang dimarahi.
Sama halnya dengan Ali. Dia tak mencapai target, 'kan?
Ali adalah karyawan baru, dia tak tahu apa-apa.
Tak seperti kau,
malas,
ceroboh...
Ceroboh! Tak berguna!
Baiklah, Bos.
Dan kau harus memastikan
bahwa semua juri akan diperlakukan dengan baik oleh kita!
Untuk memastikan kita mendapat bintang lagi.
Jika kita tak dapat bintang, aku akan mengakhiri kontrakmu!
Kontrakmu akan berakhir!
Nyonya.
Jika dalam waktu satu minggu kau tak mencapai targetmu,
kau akan dipecat!
Dipecat!
Bo... Bos...
Tak usah panggil bos.
- Panggil saja aku Pak Lang. - Pak Lang.
- Pak Lang sudah akan pergi? - Ya.
- Aku mau cium tangan. - Cukup.
Jangan ciuman seperti ini kecuali kita di rumah.
Begini. Jadi, malam ini, kau datang ke rumah Pak Lang, ya?
Ha? Untuk apa?
Kemarilah.
Mak Lah membuat Asam Pedas untuk malam ini.
Mari kita makan malam bersama malam ini.
Sabarlah, Johari.
Kita capai target bersama-sama.
Oper sajalah!
Rekanmu lebih dekat!
Ah! Gol!
Ya! Gol...
Kau menonton apa?
Bulu tangkis!
Tim mana yang main?
Malaysia dan Vietnam. Saingan yang hebat.
Berapa skornya?
Saat ini dua lawan satu.
Dua lawan satu?
Oh, offside !
Ada pemain di sisi ini juga.
Wasit! Ayolah, Wasit!
Apa ini? Kartu kuning!
Begitu saja kartu kuning?
Kau terlihat stres setiap kali pulang dari kerja.
Apa masalahmu? Beri tahu aku!
Eh, kalau aku beri tahu, takutnya kau yang stres!
Tahukah kau, Sabri?
Sepeda motorku kehabisan bensin.
Dan hari ini, aku dimarahi Pak Kassim
karena tak mencapai target.
Wah! Jadi, kau dimarahi karena tak mencapai target?
Berapa lama waktumu?
Satu minggu.
Oh, sekarang sudah berapa?
- Nol. - Wah, bagus sekali!
Eh, kalau nol,
waktunya tak akan sempat, Jo.
Saranku untukmu adalah kembali memperbarui resumemu.
Kau buat lagi resumemu,
dan kirim ke pabrik kapas, pabrik kain, dan lain-lain.
Cari pekerjaan lain.
Kau tak membantu situasi ini.
Aku kehabisan bensin, dan dimarahi hari ini.
Dan kau mengkritikku.
Aku menyatakan kebenaran!
Semua tenaga penjualan
yang hebat adalah wanita.
Tahu? Jo, ini Sabri. Aku temanmu.
Kalau aku bukan temanmu, teman mana lagi yang bersedia membantu?
Aku akan membuat Pak Kassim tahu siapa kau yang sebenarnya.
- Benarkah? - Ya.
Tunggu. Biarkan aku melakukan panggilan video dengan temanku.
Itu dia. Dia ahli dalam memecahkan masalah seperti ini.
Halo...
Halo, Suamiku.
Bagaimana kabar maduku di sana?
Sehat, 'kan?
Kau ini...
Mimimimi Periperiperiperiperi...
- Nama dia Mimi Peri. - Oh.
Kau bagaimana di sana? Sehat?
Sehat.
Aku makin cantik.
Pasti kau merindukan aku, ya?
Aku memang merindukanmu, tapi aku ingin minta bantuanmu, Mimi.
Minta tolong apa, Sayangku?
Demi kau,
akan aku serahkan jiwa dan ragaku.
Janji, percintaan kita akan tetap bertahan di kayangan nanti.
Ingat, jangan beri tahu siapa pun.
Jadi, bisakah kau membantuku?
Gampang.
Eh, ada apa dengan "gampang" ini?
Kau perlu memahami,
kita ini berbicara dengan orang Indonesia.
Jadi, dalam bahasa mereka,
"gampang" berarti "mudah".
- Oh. Jadi, seperti "bisa". - Bisa.
Artinya, dia mau membantu.
Aku tahu. Aku hanya bertanya, jangan marah.
Jadi, "gampangnya" bagaimana?
Sahur!
Sahur.
Eh, apa yang terjadi dengan tokoku?
Astaga!
Apa yang terjadi?
- Ada apa? - Pak Lah!
- Apa yang terjadi? - Ada apa dengan tokoku?
- Malang sekali! - Jangan khawatir.
Kami ada acara besar.
- Acara besar? - Di sana.
Eh, kenapa kau mengadakan acara seperti ini?
Oh, ini acara penting...
- Penting? - Penting.
Hei!
Masih ada stok tersedia di sini!
Apa?
- Serius? - Ya.
Kontrak akan diakhiri.
Dipecat.
Menganggur. Kau mengerti?
Bisa jadi aku berikutnya. Kontrakku akan diakhiri juga?
Diputus, dipecat!
Menganggur!
Sama denganku.
Kontrakku juga akan diakhiri.
Eh, tidak bisa. Aku staf tetap.
Staf tetap juga akan diakhiri.
Ya Tuhan! Hancur aku!
Habis! Yang ini macam...
Baiklah, harap sabar!
Satu per satu!
- Ini untukmu, Nak. - Terima kasih!
Sama-sama!
Itu salah. Ini yang benar!
Beri jalan!
Oke. Jadi, begini caranya.
Kita harus segera menyelesaikan masalah ini.
Bagaimana kalau kita mencari bantuan dari orang lain?
Itu tak mungkin.
Tak ada cukup waktu.
Kita kekurangan waktu.
Kau sekarang telah mencapai target satu tahun.
Hanya dalam waktu satu hari!
Wow!
Hebat! Luar biasa!
Biarkan saja.
- Johari, aku ingin mengundangmu ke rumah. - Ya.
Istriku sudah menyiapkan masak lemak siput.
Siput laut! Sedap.
Wah, siput laut!
Aku ikut!
Kita berdua!
Kau tidak perlu datang!
Kau teruskan pekerjaanmu.
Rapikan rak-rak di luar, ya?
- Johari, ayo. - Iya.
Ke mana, Pak Kassim?
Jadi, kita akan bahas,
dan kita akan buat yang lebih hebat lagi!
Dan yang lebih besar lagi!
Tapi kita perlu bicara di luar, ya?
- Ah... Di luar? - Ya.
- Kita tak bisa bahas di sini? - Ayo pergi ke luar.
Lakukan saja di sini!
Kau tega, Pak Lang.
Sabarlah, Ali.
No comments yet. Be the first to leave one.