De De Pyaar De 2

De De Pyaar De 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

[π‚π¨πŸπŸπžπžππ«π’π¬π¨π§] πƒπž πƒπž 𝐏𝐲𝐚𝐚𝐫 πƒπž 𝟐 (πŸπŸŽπŸπŸ“) π‡πˆππƒπˆ 𝐍𝐅 𝐖𝐄𝐁
A Commentary by Coffee_Prison
π‘«π’–π’“π’‚π’”π’Š : 𝟎𝟐:πŸπŸ”:𝟎𝟎 || π‘Ίπ’–π’ƒπ’•π’Šπ’•π’π’† π‘Ήπ’†π’•π’‚π’Šπ’ 𝑡𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || *π‘ͺπ’“π’†π’…π’Šπ’• 𝒕𝒐 𝘌𝘭𝘭π˜ͺ𝘦 𝘞𝘩𝘰 (π‘·π’†π’π’†π’“π’‹π’†π’Žπ’‚π’‰) || ΰͺ‘ΰ±Ώα₯£Ι‘ოɑ𝗍 π–¬ΰ±Ώπ“£π—ˆπ“£π—π—ˆπ“£

Tags

webdl
Published on: 2026-01-29
Downloads: 53
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Apa tak kejauhan? Waktu tempuhnya jadi bertambah.

Rumahmu cukup bagus.

Kita akan menikah lalu punya anak.

Anak-anak akan butuh kamar sendiri.

Kau membujuknya, ya?

Langkah cerdas. Kau teliti mengatur hidupmu.

Tahan saja beberapa tahun, lalu klaim separuh hartanya.

Hidupmu akan mapan mendekati usia 40.

Salah. Akan kuklaim semuanya.

Tak kusisakan sepeser pun untuk Manju dan anak-anak.

Kemungkinan Manju sudah tak ada 15 tahun lagi.

Setelah pernikahan, tak kutunggu lama-lama.

Ada banyak obat tak terdeteksi dalam tes biopsi.

- Dia akan menikahimu? - Apa dia punya pilihan?

Aku mau perkenalkan dia ke keluarga.

Begitu bayi Kittu lahir, semua akan ceria.

Tawa akan memenuhi rumah.

Ayah pasti girang!

Waktunya akan pas!

Menusuk hati bahagia mereka?

Benar!

Hadirin,

kalian menyaksikan sendiri wanita ini menyihir

pria paruh baya ini

dengan kemudaannya yang memikat.

Si wanita terpikat harta, si pria terpikat kemudaan.

Mereka jatuh cinta mengejar yang hilang dalam hidup.

Apa kau bisa jatuh cinta setelah satu malam?

Mungkin bukan karena tidurnya,

tapi justru karena kurang tidur.

Mereka jatuh cinta dan memenuhi hasrat romantis.

Namun, saat masa depan diragukan, mereka sadari kenyataan.

Ayesha mau menikah, punya anak.

Namun, Ashish tak mau semua ini terulang lagi.

Akibatnya, adegan sedih. Mereka putus dan menyanyi sedih.

Ikutlah…

Ikutlah…

Saat lagu sedih berakhir, mereka sadar cinta mereka sejati.

Mereka rujuk lagi.

Setelah rujuk, Ashish punya ide gemilang

yaitu Ayesha bertemu keluarganya.

Maka dia pun membawanya bertemu.

- Manju. - Ayesha.

Istriku.

Sekretarisku.

Kebohongan itu menuju kekacauan besar.

Dia tak suka lentil.

Dia suka punyaku.

Saat kebenaran terungkap…

Pernikahan putrinya nyaris batal.

Saat mau menghibur Manju dalam duka,

Ashish jadi terlalu nyaman.

Si bodoh mengungkap ini kepada Ayesha.

Pertengkaran menuju ke pengungkapan bahwa Ashish dan Manju tak bercerai.

Ayesha pergi dengan marah,

dan Ashish tetap tinggal demi putrinya.

Belakangan, Ashish mengatasi perkawinan putrinya.

Melihat pengorbanan itu, Manju jadi emosional.

Dia pergi membujuk Ayesha.

Sulit diterima, tapi…

Jika cinta tak bisa tumbuh dari satu malam,

maka bagaimana memudar dalam satu malam?

Ashish emosional dan berjanji melalui seluruhnya lagi.

Semua mengira ini akhir ceritanya.

Semua sudah teratasi.

Jadi, siap menikah?

Maksudmu?

Aku bukan yatim, tahu?

Aku juga punya keluarga.

- Maksudmu? - Kau harus bertemu mereka.

Kini lihatlah kelanjutan ceritanya.

Ya, Ibu. Aku keluar hari ini.

Tak perlu kirim orang. Aku bisa.

Baik, kututup. Aku harus selesai berkemas.

Baiklah, dah.

Gugup?

Sedikit.

Tenang, keluargaku tak terlalu dramatis.

Kau kenalkan sekaligus atau satu per satu?

Satu per satu.

Ibumu yang pertama?

Agar dia mengatur yang lain?

Ibuku tak seperti ibu lain.

Dia takkan atur apa pun.

Dia hanya setia kepada satu orang.

Suaminya.

Begitu kuberi tahu, dia akan langsung beri tahu Ayah.

Lalu Ayah akan pura-pura tak tahu

dan mencoba cari detail dariku.

Dia mau kuberi tahu sendiri.

Lalu beri tahu semua orang.

Bagai pendaftaran resmi lewat banyak orang.

Semua tahu untuk siapa dan siapa beri persetujuan akhir.

Namun, penting mengikuti prosesnya.

Jika kuberi tahu bersama yang lain, Ayah merasa tak dianggap.

Jika reaksi aslinya keluar?

Percayalah, lebih baik ditutupi.

Ibu memberi reaksi pertama dan kita mendapat pidato Ayah

yang progresif, berempati, dan pengertian.

Kukira keluargamu tenang.

Aku tak bilang mereka dramatis.

Intinya pada proses.

Penting mengikuti prosesnya.

Aku bisa.

Aku tak pengecut sepertimu.

Tenang saja.

Siapa ayahmu? Ayahmu?

Kubilang, "Siapa ayahmu? Ayahmu?"

- Kau datang. - Terlihatnya apa?

Ibu pukul kau!

Jangan sok pintar.

Dia latihan untuk bertanding?

Fitnes. Untuk Ibu.

Ibu, ayolah! Aku tak mau dengar.

Energi berlebihan itu bisa berbalik.

Akan ada saingan jika fokusnya beralih.

Pria belum dewasa mudah teralih.

Pria berpengalaman fokus pada satu tujuan

sepanjang hidupnya.

Ayeshu!

Tidak, Ayah penuh keringat!

Latihan untuk Olimpiade?

Sejak tahu dia akan jadi kakek,

fitnes menjadi obsesi.

Dia antusias, tapi agak terguncang.

Dia masih menyangkal akan jadi kakek.

Hentikan, Rajji.

Semua ini untukmu.

Apa?

Kita orang progresif dan terdidik. Kita modern.

Dia kekasih Ayah sejak kuliah.

Begini cara dia menjadi ibumu.

Berikan itu.

Dengar…

- Di mana Kittu? - Di kamarnya.

Apa yang kakakku perbuat kepadamu?

Kenapa kau biarkan?

Aku suka perbuatannya,

tapi aku sedang melalui siksaan.

Tak ada yang mendengarku!

Semuanya sibuk sendiri.

Dengar, aku tak mau bersalin di rumah kita di Gurgaon.

Aku mau ke rumah orang tuaku daripada kemari.

Aku ke sana setelah ritual hari keenam.

Aku serasa bola ping pong! Kakakmu selalu diam!

Dia selalu bekerja pakai headphone di rumah. Benci!

Lampiaskan saja.

Lampiaskan frustrasimu kepadaku.

Aku mau membantumu relaks.

Kuminta dokternya siaga.

Bisa kapan saja.

Hei! Tenanglah, Sayang.

Jangan paksakan diri.

Kenapa berdiri saja? Tak bisa bantu dia?

Kau mau sarapan apa?

Aku tak ditanya juga? Aku terbang sembilan jam kemari.

Tak ada makanan di pesawat?

Ayah Mertua, putrimu datang.

Beri dia perhatian.

Dia jadi cemburu.

Maksudmu?

Rajji, bukannya dia putriku juga?

Kenapa bilang begitu?

Ibu Mertua, bawa dia pergi.

Aku yang hamil, tapi dia yang emosional.

Kau tahu bagaimana. Dia sedang merasa rapuh.

Buat telur dadar spesialmu.

Segera.

Buatkan juga untuknya.

Beres.

Ibu, suruh Ayah tambahkan keju.

Bilang saja kalau mau bicara berdua.

Ibu tampak bodoh?

Kak, perlu kukatakan lagi?

Ada kabar soal tanggal lahirnya? Apa kata dokter?

Hari ini atau tidak?

Tak ada pembaruan waktu nyata untuk hal begini.

Katanya hari ini, tapi tergantung suasana hati bayinya.

Apa yang terjadi?

Mau kembali?

Mau menelepon paman si bayi.

Bagus, memanfaatkan situasi.

Ada apa? Telepon dia.

Aku di sini. Kutangani semuanya.

Kau sudah lihat betapa pentingnya aku.

Mereka semua menurutiku.

- Dia asal mana, India atau London? - London.

- Sudah berapa lama bersama? - Enam bulan. Kami serumah.

Enam bulan?

Kalian serumah…

Kalian serumah dan tak cerita?

Baik, aku kakak ipar.

Aku bisa beri tahu kakakmu. Aku tak bisa dipercaya.

Kenapa ragu memperkenalkannya?

Dia lebih tua.

Setua apa?

Cukup tua sampai tak disetujui tanpa kericuhan keluarga.

Kabar buruk ini kusisipkan di antara kabar baik.

Takkan terlalu buruk.

Kalau tak suka kabar baiknya? Bisa dibalikkan kepadamu.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle β€” sync, quality, typos.500 characters left