Inside the World's Toughest Prisons

Inside the World's Toughest Prisons

Download Indonesian Subtitle

Season 7

Release info

Inside the Worlds Toughest Prisons S07 NF WEB h264 EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

web
Published on: 2023-09-15
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Penjara Kylmäkoski, Finlandia.

Rumah bagi banyak tahanan yang sangat kejam.

Kakakku tewas. Kutembak pembunuhnya.

...mengambil pisau dari sakuku, dan menikam leher pria itu.

Di balik pintu sel, para tahanan berkuasa.

- Kau mau? - Tidak, terima kasih.

Gila.

Bagus. Sedikit lagi.

- Sudah lurus? - Ya!

Saat tahanan menolak mematuhi aturan...

Pemilik narkoba terbanyak berkuasa. Entah kenapa.

...dan tak tampak sesali kejahatan kekerasan mereka...

Kau apakan dia?

Menabraknya dengan mobil.

Menembaknya dengan busur panah.

...bagaimana cara penjara mulai membina mereka?

Aku akan terkurung di sini sepekan ke depan untuk mencari tahu.

Ini bukan kali pertamaku dipenjara.

Namaku Raphael Rowe.

Aku dihukum di Inggris atas pembunuhan yang tak kulakukan

dan dipenjara seumur hidup tanpa bebas bersyarat.

Aku butuh 12 tahun untuk membersihkan namaku.

Kini aku berkeliling dunia

untuk melihat kehidupan sebenarnya

di dalam penjara terkeras di dunia.

Finlandia.

Negara yang tingkat pembunuhannya termasuk yang tertinggi di Eropa.

Finlandia sering dianggap negara paling bahagia di dunia,

tapi punya sisi gelap dengan tingkat kejahatan kekerasan tinggi

yang sering dilakukan oleh para pria termarginalkan

yang didorong oleh alkohol dan narkoba.

Menghadapi para penjahat ini menjadi tantangan besar bagi sistem penjara.

Aku menuju ke Penjara Kylmäkoski di Finlandia Selatan,

tempat aku akan tinggal sepekan ke depan.

Orang Finlandia punya pendekatan progresif terhadap hukuman,

jadi kebanyakan tahanan menjalani hukuman komunitas

atau dikirim ke penjara terbuka.

Hanya penjahat paling berbahaya dengan kasus terberat

yang dikirim ke penjara tertutup seperti yang aku tuju kini.

Saat ini, entah harus berekspektasi apa.

Aku merasa sedikit cemas. Agak gugup.

Di Finlandia, tujuan utama sistem penjara

adalah pertumbuhan dan perkembangan pribadi tahanan,

bukan hukuman.

Namun, yang terpenting bagi penjara, yang coba membina mereka,

tahanan tak diwajibkan menjalani rehabilitasi.

Bisakah rehabilitasi berhasil bagi tahanan paling berbahaya?

Karena jika mereka tak mau berubah, sistem progresif

dengan pendekatan rehabilitasi liberalnya akan percuma.

Orang-orang itu harus mau berubah.

Meskipun sudah sering melakukannya,

aku agak khawatir soal orang-orang yang akan dikurung bersamaku.

HARI PERTAMA

Sebelah sini.

Kau bisa taruh jaketmu di atas meja.

Aku akan memberimu kantong plastik untuk menaruh semua pakaianmu.

- Baik. - Kami akan menyimpan ini.

Lalu akan dikembalikan.

Baiklah.

Taruh di sini.

Angkat lenganmu... Ya. Bagus.

Silakan kenakan kausnya.

Ya. Lalu celanamu.

Demi melindungi hak asasi tahanan,

Finlandia tak mengizinkan penggeledahan tubuh rutin.

Jadi, meskipun 90 persen tahanan baru

punya masalah narkoba, penggeledahannya tak menyeluruh.

Sering temukan banyak selundupan selama proses ini?

Terkadang, ya. Narkoba atau...

Narkoba apa yang coba mereka selundupkan?

Subutex.

Terkadang seseorang mencoba menyelundupkan ponsel

atau semacamnya.

Subutex digunakan untuk mengobati kecanduan,

tapi obat itu pun adiktif.

Lurus ke arah kamer a.

Setelah aku diproses, aku dibawa ke paviliunku.

Pelaku kekerasan tak dipisahkan dari tahanan lain di sini.

Aku dibawa ke paviliun tahanan umum 2,1.

- Jadi, aku di sini sendiri? - Ya.

Apa saranmu untukku tentang tahanan lain di luar sana?

Jangan bahas hal yang terlalu pribadi.

Serta gunakan akal sehatmu.

Penjahat macam apa yang akan tinggal bersamaku?

Blok sel ini menampung berbagai penjahat.

Pelaku kekerasan, pembunuh,

dan banyak penjahat terkait narkoba.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Dengan 14 sel untuk 18 tahanan,

beberapa harus berbagi kamar.

Area umum dan dapur dipantau oleh kamera pengawas,

yang diawasi oleh penjaga di ruang kendali di ujung paviliun.

Namun, tak ada kamera di dalam sel.

Kini aku sendirian dengan para tahanan.

Kesan pertama. Di sini tenang sekali.

Ketenangan yang membuat bergidik.

Dibandingkan penjara biasanya, tak ada hiruk pikuk,

jeritan, dan teriakan.

Tentu saja, sebagai orang baru,

kita akan agak ragu bergaul dengan orang di luar sana.

Mereka pasti akan

ingin menilai kita begitu kita keluar.

Aku sudah melewati beberapa pria besar

yang dari penampilan mereka saja bisa sangat mengintimidasi.

Namun, aku akan mencari tahu

apa yang akan terjadi padaku sepekan ke depan.

Halo. Perkenalkan.

- Aku Raphael. - Toni.

- Toni? Salam kenal. - Ya.

- Aku Fuzzy. - Fuzzy?

- Raphael. - Selamat datang.

- Terima kasih. Salam kenal. - Ya.

- Ya. - Boleh aku ke sana?

- Aku Michael. - Michael?

- Ya. - Hai. Aku Raphael.

Baik. Selamat datang.

- Terima kasih. - Ya.

Apa kabar? Aku Raphael.

- Aku Jani. - Jani. Salam kenal.

Aku dapat piring dan alat makan. Baik.

Ya. Kau perlu ini saat baru kemari.

- Baik. - Kembalikan...

Jani dan si besar Toni tampak cukup ramah,

tapi bisa dengan mudah mengintimidasi tahanan baru,

terutama di sel yang tak bisa dilihat penjaga.

Mereka memberi semua orang ini?

- Itu untuk... - Ya.

- Ya. - Baiklah.

Beri tahu aku soal aturan di blok ini.

Jadi diri sendiri dan jangan ikut campur.

Saat seseorang datang ke sini, jika kita tak saling kenal,

aku bertanya kenapa kau di sini.

- Apa kejahatan atau kesalahanmu? - Ya. Tentu saja.

Kenapa itu penting?

Jika kau pelaku kejahatan...

- Kejahatan seksual. - Atau pedofil.

Kau akan dihabisi.

Ya. Langsung.

Apa ada pemimpin di paviliun ini?

Apa aku perlu tahu apa ada orang yang harus lebih dihormati?

Tidak. Itu tak ada.

Urus urusanmu sendiri dan jadilah diri sendiri. Itu cukup.

Ya.

Ayo pergi.

Toni, pria besar. Muda, tapi besar,

berkuasa, punya banyak tato,

dan Jani, mereka menyambutku, tapi aku rasa

jika kita orang yang sejak awal

mereka tak suka, apa pun bisa saja terjadi.

Kita sendiri di sel. Penjaga sudah lama pergi.

Jadi, itu adalah pengingat

bahwa saat suasana hati seseorang berubah, kekerasan bisa terjadi.

HARI KEDUA

Sel dibuka pukul 07:00 di sini.

Bubur ini bukan sarapan terburuk. Benar, Jani?

Tentu saja.

Beberapa tahanan, seperti Jani, punya pekerjaan dan kegiatan di penjara

dan mereka pergi lebih awal.

Namun, yang lain memilih untuk tetap di paviliun.

Mereka tak memanfaatkan proyek yang ditawarkan,

jadi aku ingin melihat apa waktu mereka produktif.

Aku merasa seperti anak kurus di antara kalian.

Namun, mereka ingin melihat kemampuan orang baru di sasana.

Sedikit pemanasan.

Ya, nikmatilah.

Bergabunglah.

- Satu. Lima kali. - Tidak.

- Kau tahu tekniknya, ya? - Aku...

- Baik. - Ya?

Ya, sangat bagus. Lima kali.

Baiklah. Tiga lagi.

Dua.

Bagus. Satu.

Ya. Yang terakhir.

Angkat sedikit lagi. Bagus.

Kau sebut itu pemanasan?

Tidak, itu sedikit pemanasan.

Astaga.

Berapa bobotnya itu?

- Sekarang, 70 kg. - 70 kg?

- Ya. - Kau bisa berapa?

- Kurasa 220 kg. - Astaga.

Sedikit lagi. Bagus!

- Sudah lurus? - Ya!

Bagus.

Sejauh ini, Toni sangat ramah, tapi aku tak mau bermasalah dengannya

atau teman satu selnya, Olli.

Itu sangat sulit. Dia bahkan tak bisa berjalan.

Mereka bilang mereka ditangkap bersama

sekitar dua tahun lalu usai kejar-kejaran mobil dengan polisi.

Kau sedang apa saat ditangkap?

- Penculikan. - Menculik seseorang?

Ya. Kami menagih utang.

Penagih utang?

Itu sebabnya kau begitu besar.

Tidak, itu bukan tugasku.

Baiklah.

Namun, itu utang lama dan pria itu berkata,

"Cium bokongku. Aku tak mau membayarmu. Kau berengsek dan..."

Kenapa tak lapor polisi?

Inside the World's Toughest Prisons subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Inside the World's Toughest Prisons

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left