Survive

Survive

Download Indonesian Subtitle

Release info

Survive 2021 INDONESIAN WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF | 1h 35m Fix common errors

Tags

webdl
Published on: 2024-07-27
Downloads: 44
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Tolong!

Bangsat lo, Bacot!

Mana muka lo?

Tunjukin ke gue kayak mana muka lo!

Bangsat!

Tolong!

Halo!

Halo!

Peraturan nomor satu, nurut.

Kalau kamu nggak mau nurut, kamu bakal dihukum.

Peraturan nomor dua,

nurut.

Kalau kamu masih nggak nurut,

ya kamu bakal dihukum lebih lagi.

Peraturan nomor tiga,

nurut!

Kalau emang kamu nggak mau,

dan nggak nurut lagi,

aku nggak punya pilihan lain.

Hukumannya

kamu mati.

Seenggaknya,

kamu juga mengurangi jatah oksigen buat orang lain

di bumi pertiwi ini.

Kalau kamu nggak bisa diam,

jangan sampai aku tusuk.

Jangan pegang gue!

Jangan pegang gue!

Tolong!

Habis ini,

kamu mandi,

pakai gaun merah yang ada di sana, oke?

Oke?

Gadis baik!

Lo udah gue suruh mandi, tapi susah banget, ya?

Buka!

Lo ngerti gue bilang apa? Mandi!

Susah banget sih dibilangin?

Masuk!

Nggak mau.

Vina.

Duduk dulu.

- Nggak! - Lo mau gue hajar?

Ampun.

Ampun!

Jadi, sekarang gue ngomong apa,

nggak ada ampun-ampun lagi!

Dengerin gue!

Dan kali ini gue ngomong apa aja,

lo cuma boleh jawab iya!

Sudah.

Vina, sudah ngerti?

Vinanya sudah ngerti?

Bagus.

Tapi, yang paling penting,

taat dan patuh sama laki-laki.

Setia.

Jadi, kamu kelihatannya punya sopan santun dan tata krama.

Jangan kayak perempuan zaman sekarang.

Maunya terima enaknya saja.

Gampangnya saja.

Lembek.

Aku nggak mau kamu jadi perempuan yang kayak gitu.

Kamu harus jadi perempuan yang kuat.

Soalnya, tahu nggak kenapa?

Pelacur,

pecun, perek murahan kayak kamu,

nggak pantas ngomongin emansipasi, ya.

Kamu mau makan apa?

Jawab!

Apa saja.

Gadis cantik seperti kamu,

gimana dengan steik?

Tenang saja.

Aku sudah tahu kok kamu diet.

Kalau pagi, kamu makan buah.

Kalau siang, kamu makan karbonya dikit.

Kalau malam,

kamu makan daging putih saja.

Tenang saja.

Aku bakal jagain diet kamu.

Ya? Yang paling penting,

kamu jangan depresi.

Jangan stres, oke?

Oke?

Selesai.

Rambut sudah oke.

Tapi, mukanya kok pucat, ya?

Sekarang kan sudah cantik.

Sudah kayak putri.

Dani!

Dani.

Perkenalkan,

ini ibu baru kamu.

Surti.

Mulai sekarang,

kau harus dengar dia, ya.

Sayangi dia.

Jadi anak berbakti.

Dan satu lagi...

kau anggap dia seperti ibu yang melahirkan kamu.

- Paham? - Iya, Pak.

Halo, Dani.

Kelas berapa kamu sekolahnya?

Kelas enam SD.

Berarti kamu

umurnya 12, ya?

- Kenapa bengong? - Iya.

Entar gedenya ganteng nih kayak Papanya.

Sekarang, kau pergi, ya.

Jangan ganggu Bapak. Kau pergi.

Nanti kalau sudah lapar, sore kau pulang.

Sana pergi.

Hei, jangan lupa tutup pintu!

Sebentar, tunggu.

Kau manis sekali, Surti.

Kenapa malu-malu?

Sudah, dibuka.

Saya tutup muka.

Lagi.

Nggak apa-apa. Cuma ada kita.

Surti.

Halo.

Waktunya makan malam. Sini.

Sini.

- Mas. - Ya?

Saya boleh nanya?

Kenapa saya diculik

dan disekap di sini?

Untuk menebus dosa-dosa kamu.

Dosa apa?

Dosa apa?

Menurut kamu,

kamu nggak punya dosa apa pun yang kamu lakuin?

Saya tahu

saya punya banyak dosa.

Tapi, ini untuk menebus dosa yang mana?

Menurut kamu?

Apakah...

ini omongan saya atau perbuatan saya terhadap seseorang?

Kalau memang itu,

saya minta maaf sedalam-dalamnya.

Saya nggak pernah sengaja

melakukan hal yang tidak baik terhadap seseorang.

Baik itu omongan,

atau perbuatan, saya nggak pernah.

Segampang itu?

Saya harus melakukan apa lagi?

Mas, tolong.

Saya harus pulang.

Tolong.

Tolong, Mas.

Saya punya anak.

Pembohong!

Dasar perempuan murahan!

Dasar pembohong!

Kamu itu tukang bohong. Kamu ngerti nggak?

Dengar, ya. Dengar!

Dengar.

Anak kamu sudah nggak ada!

Dengar!

Ravi udah nggak ada!

Kalau Ravi sudah nggak ada,

kamu pikirin deh.

Gara-gara siapa?

Nggak punya perasaan.

Gara-gara siapa?

Gara-gara siapa?

Coba pikirkan.

Gara-gara siapa?

Ravi?

BUNUH AKU

Kamu tampak cantik.

Gimana?

Sudah mengakui dosa kamu apa saja?

Apa saja dosa-dosa kamu?

Saya benar-benar

ibu yang buruk buat Ravi.

Kelakuan saya,

omongan saya di depan media,

media sosial,

dan di lokasi syuting.

Dosa terbesar kamu?

Wah.

Kamu ini pura-pura nggak tahu dosa kamu,

atau kamu menyangkal,

atau kamu nggak berbesar hati buat mengakui itu semua?

Oke.

Tak masalah. Tak apa.

Mungkin kamu butuh waktu rileks untuk kontemplasi,

Survive subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left