The first 200 lines.
Sudah kuperiksa. Kamu sudah bilang pada Shin Jae?
"Hyun Jin"
Ra Young! Yoon Ra Young!
Hei, Ra Young, buka pintunya!
Hei, apa yang sebenarnya terjadi?
Tidak apa-apa. Aku sudah tidak apa-apa.
Coba kulihat lukamu.
Bedebah mana yang melakukan ini?
Kamu melihat wajahnya?
Bagaimana dengan polisi?
- Belum. - Ayo ke rumah sakit dulu.
Kamu bisa jalan?
"Episode Tiga"
Tetap saja, bukankah lebih baik kamu di RS saja?
Kamu yakin bukan si penguntit yang dahulu mengikutimu?
Dia bukan penguntit.
Kalau bukan perampok, lalu sebenarnya apa?
Penggemar Kang Eun Seok?
Mungkin ulah pemberi komentar jahat. Belakangan ini sentimennya memburuk.
Ini Do Jun.
Ya. Bagaimana hasilnya?
Maafkan aku.
Maksudmu tidak terekam satu pun di CCTV atau kamera dasbor?
Sepertinya dia kabur lewat belakang melalui pintu darurat
dan sepertinya dia merencanakan rute pelariannya sebelumnya.
Siapa yang nekat berbuat sejauh ini dan kenapa?
"Suami"
Aku khawatir. Rumah berantakan dan kamu tidak ada.
- Kamu pergi begitu saja? - Maaf.
Pikiranku sedang kalut.
Bagaimana keadaan Ra Young?
Ya.
Lukanya tidak parah, tapi sepertinya dia sangat terkejut.
Apa ini ulah penguntit tempo hari atau orang gila semacamnya lagi?
Aku belum tahu pasti.
Apa kamu sungguh harus melanjutkan pekerjaan ini?
Bukan soal pengacaranya, tetapi L&J.
Kamu bisa melakukan banyak hal lain selain menangani kejahatan wanita.
Aku melihat lima mayat sebulan. Lebih dari 70 persennya perempuan.
Di dunia seperti ini, bagaimana aku tidak khawatir padamu?
Di dunia seperti ini, justru bagaimana aku bisa berhenti?
Hyun Jin. Aku tidak suka kamu dihina oleh orang yang tidak kamu kenal
dan aku tidak suka kamu terus dihina seperti itu
dan aku benci harus khawatir kalau kamu jadi sasaran balas dendam.
Dulu kamu bilang aku keren. Kamu puji caraku berjuang tanpa takut.
Kamu anggap keren sebelum nikah, kenapa sekarang mau kamu hentikan?
Kamu sungguh mengkhawatirkanku? Atau mengkhawatirkan dirimu sendiri?
Tadi aku bertemu Ra Young di rumah sakit.
Katanya kamu tidak lagi membela Jo Yoo Jeong. Itu benar, 'kan?
Tadinya memang begitu.
Tetapi sekarang tidak lagi.
Kamu akan menangani pembelaan Jo Yoo Jeong?
Kamu tahu siapa detektif yang menangani kasus ini, 'kan?
Aku mengumpulkan bukti agar Jo Yoo Jeong dihukum,
tapi kamu cari bukti agar dia bebas? Saat kita tidur seranjang?
Bisa jadi bukan dia.
Apa?
Yang membunuh Jun Hyeok
mungkin bukan Yoo Jeong.
Apa itu masuk akal? Pengakuan dan bukti fisiknya ada.
Bisa saja itu direkayasa oleh pelaku sebenarnya, 'kan?
Apa ucapanmu ada dasarnya?
Kenapa? Apa kamu tidak sanggup memercayainya?
Apa yang dilakukan Lee Jun Hyeok pada Jo Yoo Jeong?
Bukan begitu...
Sayang!
Aku tidur di sebelahmu, ya.
Tidak perlu repot-repot. Aku tidak apa-apa.
Siapa bilang ini untukmu?
Aku yang tidak bisa tidur.
Nyaman sekali.
Jadi teringat masa lalu.
Kamar kos Hyun Jin saat kuliah.
Kamu ingat kita bertiga tidur sesak di satu kasur sempit itu?
Bagaimana kita bertiga bisa muat di sana?
Benar juga. Dulu kamu kalau tidur lasak sekali.
- Aku masih lasak. Mau kubuktikan? - Di tempat seluas ini? Tidak mau.
Kurangi siaranmu.
Hindari juga sorotan media untuk sementara.
Shin Jae.
Ya.
Aku tidak bisa berhenti.
Aku tak peduli siapa yang menusukku. Penguntit, pembenci, atau yang lain.
Jika aku berhenti,
aku yang akan mati, Shin Jae.
Lanjutkan. Teruslah.
Aku yang akan menanggung akibatnya.
Sudah kubilang, aku hanya bertemu orang lalu pergi.
Maaf. Sesuai aturan busana kami, Anda tidak diizinkan masuk.
Siapa bilang aku mau makan di sini?
Sial, lepaskan! Kamu meremehkanku?
Nak!
Apa kubilang? Putriku ada di sini, 'kan?
Kenapa kamu mengabaikan pesan Ibu? Ibu datang karena khawatir.
Maafkan aku.
Berapa gajimu di sini? Padahal tempat ini bukan levelmu.
Ibu sudah gila? Kenapa datang kemari?
Begitukah caramu bicara pada ibumu?
Makanya, angkat teleponmu dan baca pesan ibu.
Para bedebah itu sekarang sampai memukul wajah ibu.
Itu artinya riwayat ibu akan segera tamat.
Mereka bisa menjual atau membunuh ibu.
- Apa hubungannya denganku? - Berikan ponselmu.
- Sial, di mana kamu sembunyikan? - Apa yang Ibu lakukan?
Baik. Mari kita sama-sama untung.
Ada cara untuk mendapatkan uang.
Ibu kira mereka hanya sekumpulan pengacara rendahan,
tetapi setelah Ibu selidiki, seorang pengacaranya putri Haeil.
- Lalu? - Connect.
Sepertinya kita bisa untung besar jika kita bocorkan info soal itu.
Kamu hanya perlu berikan beberapa hal yang kamu tahu saja.
Nak.
Sikapmu membuat ibu kecewa.
Cukup, Bu. Sungguh. Aku masih melunasi
utang yang Ibu buat atas namaku.
Bagaimana lagi Ibu memanfaatkanku? Sampai kapan Ibu memanfaatkanku?
Kurang ajar! Kamu bayar sendiri? Ibu juga ikut membayar 5.000 dolar!
Jangan pernah datang menemuiku lagi.
Persetan dengan Connect.
Jika kamu tetap di sana, kamu juga akan mati, dasar jalang.
Semuanya hanya cerita yang sudah kita ketahui.
Apa kata Dong Jae?
Dia periksa semua komunitas daring, media sosial, dan basis data,
tapi katanya tidak ada temuan terkait prostitusi di aplikasi itu.
Ya.
Pengacara Hwang, suami Anda datang.
Seon Kyu di sini?
Kemarin kami bertengkar. Mungkin dia datang karena itu.
Masih pengantin baru, ya. Tidak sabar menunggu pulang kerja.
Kudengar kamu terluka. Kamu tidak apa-apa?
Bukan apa-apa. Kopi? Teh?
Kopi saja.
Tumben sekali kamu datang kemari?
Tentang kemarin...
Seharusnya aku tidak berkata begitu.
Maafkan aku.
Aku juga terlalu sensitif.
Maaf.
Aku
masih memimpikan hal itu.
Mimpi kamu meninggalkanku dan pergi ke Reporter Lee Jun Hyeok.
Padahal kamu ada di sampingku seperti ini.
Aku payah sekali, Hyun Jin.
Seharusnya aku tidak seperti ini pada orang yang sudah meninggal,
tetapi sepertinya aku sangat mencintaimu.
Aku yang minta maaf.
Karena sudah membuatmu cemas.
Aku sungguh minta maaf.
- Haruskah aku masuk nanti? - Sudah selesai.
Sisanya akan kukerjakan di rumah.
Terlalu banyak informasi.
Terima kasih.
Aku tinggal beres-beres, mau menunggu sebentar?
Mau ke sasana sebelum pulang? Sudah lama.
Tidak. Aku harus segera kembali. Aku mampir karena ada pekerjaan.
Pekerjaan?
Aku mau mengambil sampel DNA. Punya Ra Young dan punyamu.
Apa maksudmu? Untuk apa DNA kami?
Ditemukan DNA tidak dikenal di rumah Reporter Lee Jun Hyeok.
Di aksesori wanita, tapi bukan milik Yoo Jeong. Hubungannya tidak jelas.
Apa hubungannya dengan DNA kami?
Untuk mencocokkan dan menyingkirkan orang terdekat sebagai tersangka.
Karena kalian semua melakukan kontak dengan Jo Yoo Jeong baru-baru ini,
mungkin ada sesuatu yang menempel.
Siapa yang lebih dulu?
"Ruang pengambilan sampel DNA"
- Detektif Gu? - Ya, Kepala Bagian.
Anda datang untuk menyerahkan barang bukti?
Ya. Barang bukti dari rumah korban. Untuk menyingkirkan orang terdekat.
Sepertinya ini kasus itu, ya? Yang ditangani Pengacara Yoon.
- Anda kenal dengan Pengacara Yoon? - Ya, sedikit. Selamat bekerja.
Baik.
Rambutku mungkin saja tertinggal di rumah Jun Hyeok. Benar, 'kan?
Bisa saja menempel pada Yoo Jeong,
tetapi antingku...
Antingku bisa lekat di Yoo Jeong, lalu tersangkut di ranjangnya.
Hei, apa ini masuk akal?
Tidak.
Haruskah aku memohon? Menangis? Atau memelas saja?
- Hwang Hyun Jin, bagaimana ini? - Bukan itu masalahnya sekarang.
Jika polisi tahu anting itu milikmu,
langkah selanjutnya adalah penyelidikan polisi.
Di mata polisi, gerak-gerikmu cukup mencurigakan,
lalu seandainya polisi
memasukkan DNA-mu ke basis data kasus dingin dan memeriksanya...
Tidak mungkin.
Sekecil apa pun kemungkinannya.
Seandainya
kejadian itu terungkap...
DNA-mu
tidak boleh sampai ke tangan polisi.
Dia datang untuk mengambil sampel DNA?
Baik. Aku akan ke sana sekarang.
Jangan. Tunggu dulu.
Mungkin saja
ada cara lain.
"Kepala Bagian Forensik Hong Yeon Hui"
Ya?
Terima kasih karena bersedia bergabung dengan satgas kami.
Aku juga berterima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.