Season 1

Release info

I Wanna Be Suptar S01 THAI WEB-DL NF
A Commentary by tedi
Retail NF (8 eps)

Tags

webdl
Published on: 2026-06-27
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

CERITA INI MUNGKIN DIDRAMATISASI DAN BERTUJUAN UNTUK HIBURAN SEMATA.

TIM PRODUKSI TIDAK BERMAKSUD MEMPROMOSIKAN NILAI SEKSUAL AMORAL

ATAU BERMAKSUD MENYINGGUNG GENDER ATAU KELOMPOK MANA PUN.

KAMI MOHON MAAF ATAS SEGALA KESALAHAN.

BANDARA SUVARNABHUMI

Ini panggilan terakhir untuk keberangkatan penerbangan…

Apa itu Win Pawee?

Mana aku tahu kalau itu Win.

Apa itu Win Pawee?

- Benar, 'kan? - Apa itu sungguh dia?

Win Pawee? Atau mungkin…

- Win Pawee? - Benarkah?

Cepat, ke sana! Cepat!

Itu sungguh Win Pawee!

Aku penggemar beratmu!

Win, ke mana saja kau selama ini?

Boleh kita berfoto bersama?

Maaf, aku harus pergi sekarang. Terima kasih.

Win Pawee! Win!

Tolong lihat ke kameraku.

Percaya diri, cantik sekali.

Maaf, permisi. Maaf.

- Win. - Tom.

Maaf.

Maaf.

Win!

Win.

Permisi.

Win.

Win.

Penggemarmu masih sangat banyak.

Penggemar atau penguntit?

Jadi, mau langsung pulang?

Tidak. Aku lapar.

Halo, Para Penggemarku!

Wanneung di sini.

Boleh aku minta berfoto?

Tempatnya di depan Gedung A, 'kan?

Aku salah gedung.

Oke, aku segera ke sana.

Apa dia selebritas?

Permisi.

Aku sedang buru-buru. Bisa beri sedikit privasi?

Aku menemukan dompetmu.

Terima kasih.

Win Pawee!

Kapan kau kembali ke Thailand?

Apa ini milikmu?

Aku menemukan dompetmu.

Aku menemukan dompet superstar.

- Win. - Win!

Win!

Win Pawee.

Aku sangat gembira.

Dompet Win Pawee.

Tanganku sungguh gemetar.

Terima kasih sudah menemukannya.

Win Pawee berterima kasih.

Astaga.

Boleh aku minta berfoto?

Boleh satu swafoto saja?

Hei.

- Halo? - Apa ini Wanneung?

Kau ada syuting hari ini. Tidak lupa, 'kan?

Tidak. Aku sedang di jalan.

- Pemeran pengganti cuma untuk lengan. - Ya.

Setelah hitung mundur dari lima, mulai bergerak, ya?

- Mengerti. - Siap? Tiga, dua, satu.

Kamera mulai, ya.

Angkat sisi kiri.

Permisi.

Di mana sutradaranya?

Sutradara? Dia sedang mengarahkan juru kamera di depan set.

Beri tahu mereka Wanneung sudah tiba.

Kalau ada arahan, aku siap.

Tentu.

Bisakah aku minta air minum?

Air mineral yang tak dingin, ya.

Soalnya, aku mau pakai suaraku hari ini.

- Oke. - Terima kasih.

Siapa kau?

Hai, aku Wanneung. Aku aktor untuk iklan hari ini.

- Tunggu, kau pengganti bagian ketiak? - Ya.

Kucari ke mana-mana. Sedang apa kau di sini?

Di mana naskahku?

Naskah?

Tidak ada naskah. Kau cuma pengganti bagian ketiak.

Karena kau sudah di sini,

angkat lenganmu agar diperiksa sutradara.

- Tentu. - Oke.

Jiw, bisa kau periksa ketiaknya?

- Aku harus melakukan itu? - Benar.

Apa sudah cukup mulus?

Sedikit bedak lagi akan bagus.

Mengerti.

- Cepat, agar kita bisa ambil selingan. - Kita mulai dengan selingan.

- Selingan dulu. - Selingan.

- Cepat, Wutt. - Hei, ayo pergi.

Baiklah.

- Oke. - Cepat!

Kak,

pastikan ketiak pemeran pengganti terlihat bagus.

- Tentu. - Buat agar sungguh mulus.

- Oke. - Maaf, May,

tapi aku harus memotong sebentar.

Kru harus ambil gambar selingan dulu.

Tidak apa-apa. Maaf merepotkanmu mencari pemeran pengganti.

Aku cuma tak percaya diri soal itu.

Jangan khawatir. Ini tak apa-apa.

Aku mau buat video ulasan dulu.

Sudah hampir saatnya mengunggah.

Tentu. Silakan, May.

Halo, May.

Hei, kau. Duduklah.

Duduklah di sini. Jadwal kita padat.

- Halo. - Ayo, cepatlah.

Kenapa kau condong ke depan?

Kita cuma syuting ketiak. Tidak perlu wajahmu.

Kak,

May baru selesai memakamkan orang tuanya yang kecelakaan, 'kan?

Kenapa sudah kembali bekerja?

Itulah profesionalisme kerja.

Karena itulah dia menjadi superstar.

Jadi, apa sekarang dia lajang?

Menurut gosip yang kutahu,

suaminya tak datang ke pemakaman.

- Apa mereka sungguh bercerai? - Diam!

Jangan bergerak.

Selesai.

Terima kasih.

Terima kasih.

Apa harus seprofesional ini untuk menjadi superstar?

Bagaimana dia bisa melakukannya?

"Kalau pertemuan pertama adalah kebetulan,

yang kedua adalah takdir yang mempermainkan kita."

Kau sudah parkir, Tom?

Percaya diri di setiap pertemuan.

Selesai. Ayo bertemu di restoran Thailand di lantai tiga, ya.

Oke.

Kau pesan makanan dulu. Aku ke sana sebentar lagi.

May.

Win.

Apa?

Bukan apa-apa. Itu saja.

May?

Kau bisa ganti baju sekarang.

Lewat sini.

- Pengganti sudah siap? - Siap.

Kamera siap.

- Siap, Jiw. - Oke.

- Pemeran pengganti? - Ya?

- Ikuti akting yang disepakati. - Mengerti.

Wutt, siap jalan.

- Siap. - Pengambilan gambar satu.

Siap, mulai.

- Berhenti! - Berhenti.

Kenapa kau melompat?

Jangan bergerak. Aku cuma syuting ketiak. Mengerti?

- Mengerti? - Begitu, ya. Mengerti.

- Wutt, pengambilan gambar dua. - Pengambilan gambar dua.

Ulangi dan kembali ke posisi.

Bagus.

Berhenti!

Kenapa melambai? Jangan bergerak.

Aku cuma butuh ketiak, bukan yang lain.

Jangan bergerak.

- Jangan bergerak. - Ya.

- Mengerti. - Lagi. Pengambilan gambar tiga.

Oke, pengambilan gambar tiga.

Siap,

mulai.

Tahan.

Tahan.

- Kalau kita bertemu… - Berhenti. Oke, selesai.

- Oke. - Sudah selesai?

- Panggil May masuk. - Tunggu, begitu saja?

Aku belum menyelesaikan dialogku.

Tunggu, aku belum mengucapkan dialogku!

Hei, ke mana semua orang?

Aku belum menyelesaikan dialogku.

Kalau pertemuan pertama adalah kebetulan,

yang kedua adalah takdir yang mempermainkan kita.

lalu yang ketiga pastilah suratan takdir.

Bagus. Berhenti. Disetujui.

- Ayo, lanjut. - Disetujui?

- Oke. - Sudah disetujui?

Kurasa penjiwaannya tadi belum pas.

- Itu tadi sempurna. Disetujui. - May.

Bisakah kita lakukan sekali lagi?

Menurutku,

gerakan lengan tadi kurang mulus.

Kalau kau pikir bisa lebih baik, sutradarai saja sendiri.

Atau kalau merasa hebat, cobalah menjadi superstar seperti May.

- Terima kasih. - Itu tadi…

Itu sikap sangat angkuh sebagai figuran.

Win, lihat ini.

Berita kepulanganmu ke Thailand menjadi tren nomor satu.

Ini menyebalkan. Padahal, aku tak mau menjadi pusat perhatian.

Seharusnya aku lebih berhati-hati. Kukira mereka sudah melupakanku.

Jangan stres memikirkan itu.

I Wanna Be Sup'Tar subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left