The first 200 lines.
SERIAL TELEVISI INI DIBUAT UNTUK TUJUAN HIBURAN
SEMUA KARAKTER, LATAR, ENTITAS
DAN LATAR BELAKANG DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Betapa manisnya Engfah dan Earn di lokasi syuting.
Ciuman sungguhan, tanpa pemeran pengganti.
Apa itu menyenangkan bagimu? Kau mempermainkanku.
Dokter, kenapa kau melakukan itu?
Kau mempermainkan perasaanku.
Ini salahku.
Aku akan memperbaikinya.
Cepat katakan yang perlu kau katakan.
Aku ingin kau dan Earn berbaikan.
Apa itu cukup cepat?
Aku serius soal mendekati Earn.
Tapi dia menolakku
karena dia mencintaimu.
SEBELUMNYA
Aku datang.
Boleh aku duduk denganmu?
Boleh?
Ya.
Boleh kubantu
dengan teka-tekinya?
Potongan itu tidak muat.
Masih tidak benar.
Aku tahu.
Aku tahu aku salah.
Kau bisa menghukumku...
atau
menciumku...
jika mau.
Apa yang lucu?
Apa?
Apa yang lucu?
Apa menciumku itu lucu?
Tidak.
Kau sungguh berusaha berbaikan denganku?
Ya, aku berusaha semampuku.
Kau payah.
Kau payah sekali.
Dokter.
Mari mulai dari awal.
Maukah kau menjadi pacarku?
Ya.
Gadis nakalku.
- Selamat pagi. - Selamat pagi, Sayang.
Selamat pagi.
Silakan.
Kau tampak berbeda hari ini.
Sudah lama Ayah tidak melihatmu sebahagia ini.
Ayolah, Ayah.
Ayah pikir aku selalu marah,
jadi, senyumku tak biasa bagi Ayah?
Ayah hanya terkejut.
Apa Ayah tidak boleh terkejut?
Baiklah, Ayah menang.
- Ayah. - Ya?
Mengenai syuting iklan, aku berubah pikiran.
Aku akan syuting iklan itu sesuai keinginan Ayah.
Kau belum syuting iklannya?
Ibu kira kau sudah melakukannya.
Aku belum siap sebelumnya,
tapi sekarang sudah.
Kalau begitu, lakukanlah.
Itu keputusanmu.
Baiklah.
Jangan bekerja terlalu keras.
Luangkan waktu untuk Nu.
Ibu merasa kasihan kepadanya.
Dia sudah menunggumu.
Lihat berita saham dari Amerika ini.
Semuanya naik.
Ingat apa yang Ayah minta untuk kau beli?
Harganya naik tinggi.
Ayah benar.
Lihat.
Aku akan membelinya besok.
Kita akan kaya.
Baiklah, sepakat.
Kenapa kau mengubah topik?
Apa maksudmu?
Soal itu.
Kuakui
aku tidak mau kau menekannya soal Nu.
Jika aku menekannya, dia pasti sudah menikah.
Dia pasti sudah menikah sekarang.
Dia tidak mencintainya.
Dia tidak punya pilihan.
Lada akan mengelola rumah sakit kita suatu hari nanti.
Dia butuh orang tepercaya untuk mendukungnya.
Nu kandidat yang sempurna.
Yang terpenting, dia pria yang baik.
Hal-hal itu tidak penting.
Kau tidak bisa memaksakan perasaan orang.
Jika terus memanjakannya...
kau akan punya menantu perempuan.
Aku tidak keberatan selama itu membuatnya bahagia.
Apa kau tahu
lebih dari 80 persen pegawai kantor menderita sindrom kantor?
Astaga, sebanyak itu?
Bagaimana cara mengobatinya,
Dokter?
Ada banyak metode.
Dia memanggil Fahlada "Dokter" dengan lancar.
...mengubah lingkungan kerja,
olahraga, atau pengobatan alternatif.
Rumah sakit kami memiliki pusat rehabilitasi
terkhusus untuk sindrom kantor
dengan peralatan canggih.
Astaga, kedengarannya sangat menarik.
Bisakah kami melihatnya?
Tentu saja.
Berhenti.
Tidak, aku tidak lelah.
Kedekatan mereka luar biasa.
- Apa aktingku kaku? - Sama sekali tidak.
Kau serius?
Kau pikir aku punya waktu untuk bercanda?
Lada bilang dia tidak akan rujuk dengan gadis itu.
Dia bilang sudah melupakannya.
Dia berputar-putar.
Mau lihat apa aku benar?
Cepat sekali.
Tunggu aku.
Jangan khawatir, kami akan menjagamu.
Berhenti.
- Sudah selesai. - Terima kasih.
Minumlah ini.
Terima kasih.
Apa aku terlihat cantik?
Syalmu cantik.
Terima kasih. Ini pemberian pacarku.
- Benarkah? - Ya.
Mantan pacarmu
atau pacarmu saat ini?
Hanya ada satu.
Apa?
Boleh aku minta air?
Apa kataku?
Astaga.
Ternyata kalian,
dr. Bow dan dr. Tan.
Kalian menonton syutingnya?
Ya.
Kami sedang lewat dan memutuskan untuk melihat.
Begitu rupanya.
Ceritakan pada kami.
Tidak ada apa-apa.
Kami hanya rujuk.
- Benarkah? - Benarkah?
Ya.
Begitu rupanya.
Kau mau makanan anjing?
Kau suka rasa apa?
Rasa hati.
Lada.
Kau lupa bagaimana kau hampir tidak lulus
dan hampir menghancurkan hidupmu?
Kau lupa semua itu?
Kau baru saja mabuk berat karena patah hati beberapa hari lalu.
Aku membahasnya
karena tidak mau melihatmu seperti itu lagi.
Dengar, aku tahu kau mencemaskanku,
- tapi... - Tapi kau mengulangi kesalahan yang sama.
Kau berputar-putar.
Aku mencintainya.
Bagaimana dengan masa lalu?
Masa lalu...
Aku sudah memaafkannya.
- Kau suka rasa hati? - Ya.
Aku suka rasa daging sapi.
Haruskah kita berlatih melolong?
Ya.
Pelankan suara kalian.
Teman-Teman, maaf. Aku tahu aku tak pernah jera,
tapi aku mencintai Earn.
Aku kehabisan kata-kata.
Terserah kau saja.
Kau sudah memutuskan.
Kami bisa apa lagi?
Semoga berhasil.
Jika butuh bantuan, beri tahu kami.
Aku ingin kau tahu
bahwa kau teman kami.
Meski menurut kami itu bukan ide bagus, kami mendukungmu.
Teman-Teman.
- Terima kasih. - Tentu.
Aku sangat menyayangi kalian.
Aku tahu.
Sudah selesai bicara?
- Ya. - Kalau begitu, aku akan pergi.
Sampai jumpa.
Rasa hati, bukan?
Ya, mari kita beli sekarang.
Ya.
Kau menghela napas lagi.
Untung aku tidak menghitung
atau jari tangan dan kakiku tak akan cukup.
Aku mengkhawatirkan Lada.
Aku juga, tapi dia sudah memilih.
No comments yet. Be the first to leave one.