The first 162 lines.
Meong!
Aku menebak iblis!
- Bagaimana kau melakukannya? - Sama sekali tak tahu.
Kau lihat lompatan itu?
- Apa yang dia lakukan? - Kurasa dia mengejar ekornya.
Gol!
Meong!
Bagus. Iblis dengan kekuatan super?
Ya. Kurasa pertarungan ini sudah berakhir.
Rubi Kitti!
Safir Kitti!
Zamrud Kitti!
Kitti Katz!
KITTI KATZ
SEBELUMNYA HARI ITU
SI SISWI BARU
Selamat pagi, Tabitha.
Aku hanya, kau tahu…
Kau tak akan tahu. Namun, lupakanlah.
Pagi, Bibi Lulu.
Cleo!
Kucingmu?
Cleo malang. Kau tak apa-apa?
Aku ingin Cleo jadi kucing rumahan,
tapi dia selalu keluar di malam hari, berkeliaran di jalanan.
Jadi, kau masih mencemaskan hari pertamamu di sekolah?
Apa yang harus dicemaskan?
Orang tua bekerja di luar negeri, aku di kota besar,
tak kenal siapa pun.
Memulai SMA baru di mana semua orang saling mengenal?
Jadi, khawatir. Ya. Mungkin. Begitulah.
Dengar, aku sudah tiga tahun melatih sepak bola SMA Los Gatos.
Aku kenal anak-anak ini. Mereka anak baik.
Yah, sebagian besar.
Kau akan bersenang-senang.
Ada karyawisata ke museum. Kau akan baik saja.
Seperti kukatakan pemainku.
Bermain seperti hidup, hidup seperti bermain
Biarkan kepercayaan dirimu menunjukkan jalannya
Tunjukkan dirimu di luar sana , berusaha keras, percaya diri.
Ingat yang kusuruh? Ayo. Mari kita lihat.
Hai. Aku Tabitha, si siswi baru. Senang bertemu denganmu.
Sempurna! Kau akan menjadi Bulldog Los Gatos sejati dalam waktu singkat.
Apa yang bisa salah?
Hai, aku Tabitha, si siswi baru. Senang bertemu denganmu.
Hai. Aku Tabitha. Baru siswi…
Maksudku, si siswi baru. Senang bertemu denganmu.
Hai, Cisco.
Aku Tabitha.
Si siswi baru. Senang bertemu denganmu.
Dah, Cisco.
Hei. Aku Kia. Kau pasti Tabs.
Bukan, aku si siswi baru. Maksudku, aku Tabitha.
Itu yang kukatakan. Tabs!
Dia menyingkat nama semua orang.
Kia kependekan dari Shakia. Aku Azami. Dia memanggilku Zami.
Aku anggota tim sepak bola Bulldog. Pelatihku adalah bibimu.
Menjijikkan! Bau apa itu?
Baunya seperti sapi atau babi.
Pasti si siswi baru.
Ya. Baunya seperti peternakan.
Kalian tahu dia dulu tinggal di peternakan?
Bukan peternakan seperti itu. Ladang angin.
Kilap bibir bagus, kutu buku teknologi.
Ini, perbaiki ini, ya? Laman MeBook-ku.
Aku punya lebih banyak pengikut.
Sudah. Itu hanya…
- Terima kasih kembali. - Siapa…
Itu Charity.
Namanya memang ironis. Seorang penerima, bukan pemberi.
Nona Populer dalam pikirannya sendiri.
Dia tak berbahaya, tapi sangat menyebalkan.
Ingat, mari kita tetap bersama dalam satu kelompok dan…
SMA LOS GATOS
Menurutmu itu lucu?
Dengar ucapanku saat bibiku bertanya apa aku mau jadi Bulldog.
- Kupikir… - Bisa kita bicara?
DILARANG MASUK
Entah kau pikir kau siapa, tapi kau bukan aku.
Hanya ada satu tempat di sekolah ini untuk orang sepertiku, dan itu aku. Paham?
Sebenarnya, tidak, aku tak mengerti.
- Jangan sok pintar denganku, Anak Baru. - Hei, Char. Hentikan.
Ingat ucapanku, Gadis Petani.
Itu ladang angin!
Suvenir.
Lupakan soal Charity. Dia hanya menjadi Charity.
Kita mungkin harus beri tahu seseorang tentang itu, bukan?
Lalu itu?
Mumi macam apa itu?
Itu gadis atau kucing?
Pertanyaan lebih besar, kenapa ia hidup?
Kenapa ia menghampiri kita?
Oke, cukup. Kita pergi dari sini.
Apa yang kau inginkan? Siapa kau?
Aku Meeyah sang Kucing Penjaga.
Aku menangkap Anubia yang jahat dan menjaga permata tempat dia dikurung.
Namun kini, tampaknya iblis telah mencuri batu permata itu.
Kau bukan penjaga yang hebat, ya?
Dia tidak serius.
Tidak, dia benar.
Waktuku sebagai Kucing Penjaga telah berlalu.
Saatnya memilih yang baru.
Bagus, beri tahu kami hasilnya nanti.
Aku tak percaya aku bicara dengan mumi gadis-kucing.
Ya, ayo pergi!
Sekarang kalian Safir Kitti,
Zamrud Kitti, dan Rubi Kitti.
Baiklah. Ini aneh.
Ya. Kenapa dia memberi kita nama kucing?
Meong.
Kalian berubah menjadi anak kucing.
Kita semua berubah menjadi anak kucing!
Wah! Kita anak kucing dan bisa bicara. Itu keren, bukan?
Keren? Apa maksudmu?
Kita anak kucing. Anak kucing berbulu dengan cakar berbulu dan ekor.
Ini sangat tidak benar.
Itu! Di sebelah sana!
Kemarilah, kucing-kucing.
DILARANG MASUK
Ada yang lihat Azami, Shakia, atau si siswi baru, Tabitha?
- Kami di sini! Pak O'Keeffe! - Ini kami!
Kucing! Aku alergi.
Hus. Pergilah!
Aku akan mencari mereka.
Kita selamat. Itu Cisco. Dia mengagumiku.
Dia bahkan tak tahu kau ada.
Tak sekarang, tapi nanti.
Tak akan ada.
Mereka naik skuter. Katanya mereka mau beli smoothie di mal.
- Itu tak benar. Charity bohong. - Dia bohong! Ini kami!
Aku benci karyawisata.
Baiklah. Mereka bertiga akan dihukum selama sebulan.
Ayo. Semua naik ke bus.
- Tunggu kami! - Tunggu kami!
Hentikan busnya!
Tidak.
Kita harus lari.
- Permisi. - Maaf.
- Minggir! - Maaf.
Permisi!
Ikanmu, Pak.
Aku akan mengambilnya.
Kenapa kulakukan? Aku bahkan tak suka ikan.
- Ini tak masuk akal. - Semua ini tak masuk akal.
Jadi, bolehkah aku memakannya?
Selalu penasaran rasanya jadi anak kucing.
Aku juga.
Berhenti.
Aku senang kalian punya aspirasi yang sama, tapi aku?
Aku ingin jadi pemain sepak bola profesional. Mungkin dokter.
Dan cakar? Tak akan membantu.
Ini tak mungkin terjadi!
Hei, hentikan itu!
Turun dari mobilku!
Itu kucing-kucing dari museum.
Ayo! Pergilah, kucing-kucing.
Menjijikkan!
Apa ini?
Apa ini bola bulu?
Apa-apaan…
Firasatku tak akan suka kucing-kucing ini.
Hei, lewat sini.
No comments yet. Be the first to leave one.