The first 200 lines.
Tes Frekuensi Susunan Laser 19-B,
dimulai.
Periksa level.
Level siap.
Baik. Kita operasional.
- Aku akan keluar. - Baiklah.
Yamato? Kau keluar?
Aku datang.
Masuk ke 44 kilohertz.
Masuk ke UHF.
Tak ada perubahan.
Kita bisa atur amplitudo.
Kenapa tak berfungsi?
Sial.
Aku kalah taruhan. Kukira paling cepat besok.
Apa ini?
Terkadang, alien menyiarkan sinyal ini.
Kami tak tahu sebabnya tetapi selalu sama.
Ini. Lihat.
- Dan sekarang. - Dan sekarang.
Selesai.
Sedang apa itu?
Entahlah.
Kirim ke Nikhil.
- Sudah. - Mungkin napas terakhir.
Pesawat ini seperti organisme hayati raksasa yang rusak.
Kentut alien.
Sesering apa ini terjadi?
Kadang berselang hari, kadang berselang jam.
Nikhil senang sekali awalnya,
tetapi kini hanya masuk tumpukan besar data.
Tak terlalu banyak rentang frekuensi dalam kiamat.
Markas Kamp Tiga, masuk.
Markas Kamp Tiga di sini.
Minta Mitsuki Yamato ke klinik.
Baiklah. Selesai.
Saatnya otakmu dipindai.
Ini tak perlu. Aku baik-baik saja. Aku harus kembali.
Ada kegiatan meningkat di girus angular dan area Wernicke.
Bunyi atau suara tanpa sumber yang dikenal?
Aku belum katakan apa-apa. Kenapa kau menulis?
Jika katamu kau akan menjawab pertanyaanku saat ini selesai...
Maka aku akan menjawab pertanyaanmu saat ini selesai.
Aku baik-baik saja. Akan kukatakan bila tidak begitu.
Sebenarnya, aku akan katakan bila kau tak baik-baik saja.
Tetapi aku akan biarkan kau bekerja.
Bagaimana itu?
Pekerjaannya.
Ada kemajuan membuat komunikasi?
Tidak juga.
Tetapi aku bisa...
Kadang aku merasa...
Seperti aku bisa merasakannya mengamatiku.
Hati-hati di sana, ya?
Kau tak mau itu memasuki pikiranmu
lebih dari yang diinginkannya darimu untuk mengungkapkan rahasianya.
Mitsuki?
Aku mengenalnya.
Oleg Varga.
Menang Hadiah Nobel dalam bidang fisika tiga tahun yang lalu.
Kau baik-baik saja?
- Ya, aku... - Baik-baik saja.
Begini,
sekarang mungkin saatnya bertanya kepadaku.
Kurasa mereka lebih memerlukanmu daripada aku.
Apa yang kaulakukan?
Tak ada. Kami menganalisis data. Masih belum ada jawaban.
Jalankan yang terakhir lagi.
Apa?
Ulangi.
Kujalankan 92. Mulai.
Pembacaannya stabil.
Sedang apa dia?
Aku tak tahu.
Mundur satu lagi.
Kujalankan 91, mulai.
Stabil.
Kujalankan 90, mulai.
Yang itu. Ulangi.
Hei, Yamato.
- Ada apa? - Turun ke sini.
Bawa pemancarnya.
- Apa ada kelelahan lagi? - Ya. Kita lihat saja.
Hal ini membuatku ngeri.
Yamato, ada apa?
Jalankan lagi.
Kujalankan 90.
Mulai.
Astaga...
Kenapa kau menandai mobil curian seperti itu?
Bagaimana jika mereka melihat?
Mereka lebih peduli orang menemukan kita daripada sembunyi.
Perintah nomor satu Pergerakan adalah kita tak mengabaikan orang.
Itu aturan bagus.
Dari mana kalian?
Marion, Ohio.
Kota kecil tak penting, tempatnya terpencil.
Tetapi kurasa di mana-mana agak terpencil saat ini.
Kau bagaimana?
New York.
Bahasa apa yang digunakan olehmu dan ibumu pagi ini?
Dia mengajari kami bahasa Farsi.
Dia tumbuh di Suriah tetapi ibunya orang Iran.
Entahlah. Kurasa dia rindu rumah atau entah apa.
Ry, Sayang. Suruh semua orang naik kendaraan.
Kurasa ibumu tak akan suka kau melakukan itu.
Hei, berikan aku kaleng itu sebelum ibumu tahu.
- Sam. - Terlambat.
Ayo masuk.
Pastikan barang adikmu semua dikemas.
Kutemui kau di sana.
Di sana. Dalam dua menit. Ayo.
Apa ini?
Hanya anak menjadi anak, kurasa.
Antar kami ke pusat pengungsi berikutnya.
Jangan bicara dengan anak-anakku.
Baiklah.
Kau pernah bersantai?
Apa?
Kataku, "Apa kau pernah bersantai?"
Bagaimana kau ingin anak-anakmu bersantai jika kau tak bisa melakukannya?
Tetap waspada menjaga kami tetap hidup.
Kami akan terima tumpangannya, terima kasih.
Kami tak akan mengganggumu.
Baik, ayo pergi!
Pagi, Wade.
- Pagi, Rosey. - Kau sudah tanya dia?
Rosey, dia sibuk. Kau tahu militer minta sheriff sibuk bertugas.
- Aku bersusah payah dengan sia-sia, Wade. - Hei, ada pria ditangkap semalam.
Dia ada di sel. Transportasi menjemputnya siang ini.
Aku harus bagaimana? Memberinya makan?
Ya. Maksudku, itu manusiawi.
- Tiga puluh tujuh, jumlah kemarin, Wade. - Aku tahu, Rosey. Aku tahu.
Aku tak tahu apa yang bisa...
Akan kutanyakan dia.
Tolong.
Terima kasih.
Sudah waktunya!
Aku di sini semalaman. Kalian tak punya petugas yang bertugas?
Ayolah. Kenapa ini terjadi?
Maaf. Kami kurang pegawai karena ada serangan alien.
Transportasi akan datang dalam beberapa jam.
Tunggu saja di sini.
Selamat pagi, Nona Jilly.
Baiklah. Kau tahu aku akan menelepon jika ada kabar, ya?
Maaf, tidak.
Kau bisa mengatasinya?
Aku baik-baik saja, Bu. Terima kasih sudah bertanya.
Baik, aku bicara denganmu besok.
Kalian tak punya cukup bukti untuk menahanku. Periksa arsipmu.
Ayo, periksa saja.
Kau bicara dengan orang yang salah. Aku cuma menjawab telepon.
Baiklah. Begini.
Kumohon, aku datang ke sini membawa buku gambar.
Aku cuma ingin tahu di mana itu dan tahu itu aman.
Kupastikan barang-barangmu aman,
dan akan dikembalikan kepadamu saat van datang.
Akan kuambilkan sarapanmu nanti. Aku ada tugas.
Baik, seperti melacak semua orang hilang ini?
Pasti ada setidaknya 30-an poster di tembok ini
dan tampaknya kau akan perlu semua bantuan yang ada.
Bagaimana jika kau bebaskan aku dari sel ini dan ambilkan buku gambarku
sebelum kau kehabisan warga karena hilang dan tembokmu penuh.
Kenapa? Karena kau akan membantuku menemukan mereka?
Jika buku gambarku dikembalikan, ya.
Kau kehilangan seseorang.
Kau punya tatapan itu.
Yang mana orang hilangmu?
Mungkin aku bisa membantumu menemukan mereka.
Itu tak lucu.
- Aku tak mencoba melucu. - Baik.
Aku mengalami sindrom penyelamat.
Aku berharap orang tak kukenal di bui punya jawabannya,
tetapi sayangnya Pak... Maaf, siapa namamu?
Cole. Trevante Cole.
SEAL AL. Dua penugasan di Afganistan, satu penugasan di Irak.
Anggota mereka.
Biar kutunjukkan sesuatu.
Pria ini favoritku.
Pria ini berjalan jauh-jauh dari Alaska
karena dia mendengar kami punya brigade tempur alien
dan dia ingin bergabung.
Wanita ini melihat pria hijau kecil dalam mimpinya,
ingin memastikan kami punya sketsa.
Wanita ini bicara kepada orang yang baru diculik.
Apa kau bisa melakukan itu?
Kau tahu apa satu kesamaan dari semua orang ini?
Semua orang ini mencari jawaban, alasan, gambaran yang lebih besar.
Tetapi tak satu pun yang peduli dengan kota ini.
Jacquelyn mengurus bisnis perawatan hewan di kota selama 20 tahun.
Nels punya tiga putra, tujuh cucu, dan istrinya masih menelepon tiap pagi
untuk memastikan tak ada kabar.
Eileen Grady di sana, kami teman satu sekolah.
Dia Deputi di sini.
Itulah orang-orang hilangku. Semua orang di tembok ini.
Dan mereka di luar sana yang berusaha menjalankan hidup mereka,
itulah yang berusaha kuamankan.
Jadi kau dan buku gambar ajaibmu
bisa menunggu beberapa jam selagi aku kembali bekerja.
Dan akan kupastikan kau naik transportasi itu.
No comments yet. Be the first to leave one.