The first 136 lines.
Kita semua, debu bintang,
disatukan oleh cinta untuk sesaat.
BUKU 6 - BINTANG-BINTANG BAB 1 - PENGARUH PERI BINTANG
Halo, Teman Hutan.
Menantangku adu bersiul, ya?
Lain kali, ya. Maaf.
Malam yang panjang dan aneh. Seseorang telah hilang.
Bukan hilang "tiada". Dia tersesat.
Entah apa dia tak apa-apa, tapi terima kasih menghiburku.
Astaga.
Astaga.
Lord Viren...
Kau masih hidup?
Benarkah?
Benar.
Kau masih hidup!
Aku masih hidup!
Aku masih hidup!
Kau masih hidup!
- Aku bebas! - Sangat bebas!
Claudia! Ayah masih hidup!
Ayah tak pernah merasa sebebas ini!
Kata Aaravos Ayah akan mati jika menolak ritual gelapnya.
Tapi itu tak benar.
Ini Ayah, bukti nyata.
Selama ini dia berbohong.
Aaravos tak berbohong.
Claudia...
Apa...
Apa yang kau lakukan?
Yang seharusnya.
Aku melakukan ritualnya. Berkurban...
Merapal mantra.
Darah bocah.
Claudia.
Gadis manis Ayah.
Kenapa?
Seperti kata Ayah.
Rela apa pun demi keluarga.
Betapa pun berbahayanya, kejinya.
Tidak, itu tidak tepat. Bukan itu maksud Ayah.
Rela apa pun demi anak. Bukan sebaliknya.
Tak ada orang tua yang mau anaknya menderita untuknya.
Ini cinta.
Ini berlebihan. Menyakitkan melihatmu seperti ini.
Claudia.
Apa yang terjadi?
Tak penting. Kita harus bebaskan dia.
Ayah diselamatkan. Kini kita selamatkan Aaravos.
Tidak.
Apa?
Ayah tak bisa.
Terlepas dari semua ini, Ayah sudah berubah.
Ayah terbangun bebas pertama kalinya setelah sekian lama.
Ayah telah membawa putri yang manis dan cerdas ke jalan yang salah.
Ayah menuntunmu dan memberi teladan.
Mungkin sekarang, jika Ayah berjalan di jalan kebebasan,
kau juga akan temukan jalanmu.
Apa maksud Ayah "jalan kebebasan"?
Jalan kebebasan adalah jalan kebenaran.
Aku harus menghadapi kebenaranku
di Katolis.
Apa? Tidak! Ayah justru dapat sebaliknya di sana.
Ayah akan dipenjara di bawah tanah.
Ayah tahu.
Ayah tahu.
Tolong, Ayah, jangan. Jangan lakukan itu. Jangan pergi.
Ini kesalahan...
Ayah tak boleh!
Ayah kuselamatkan! Ayah berutang nyawa padaku.
Ayah harus bertahan di sini!
Claudia, Ayah sangat mencintaimu.
Ayah mencintaimu.
Tidak!
Tidak!
Ada apa ini, Soren? Apa aku perlu menutup mata?
Percayalah, Opeli. Hanya prosedur Penjaga Mahkota.
Ini rapat Dewan Tinggi rahasia
dan bahkan lokasinya pun rahasia.
Cepat selesaikan ini.
Baik, kita sudah sampai.
Akan kubuat ketukan rahasia, lalu kusebutkan nama kode rahasia.
Meminta izin masuk untuk Lord Roti Lapis
dan Lady Wajah Bos.
Soren, masuklah.
Bukan rahasia, ini ruang penyihir besar...
Tunggu, apa Bait punya
anak Bait?
Bukan.
Katak bercahaya yang diselamatkan. Sebutannya Baitling.
Sneezles, Jellybug,
dan Hat.
Kau tahu, misi kita menghentikan Claudia dan Viren
melepaskan makhluk jahat kuno ke dunia, Aaravos.
Kita berpacu menemukan penjara sihir.
Lalu? Hasilnya?
- Kami menemukannya. - Ceritakan sisanya.
Kami bawa ke sini.
Ta-da!
Tunggu. Maksudmu, Aaravos...
Ya. Dia di situ.
Apa?
Kenapa dibawa ke sini? Itu ide buruk!
Kini kau tahu kenapa ini rahasia.
Untuk memutuskan Pearl mau kita apakan, penjara sihir ini.
Bagaimanapun, Aaravos tak boleh kabur.
Lindungi dengan segala cara.
Kita kabari Pentarki,
kumpulkan pasukan elite kerajaan untuk amankan.
Mungkin lebih aman jika kerajaan lain tidak tahu.
Rahasiakan, sembunyikan.
Bagaimana, Callum? Lindungi atau sembunyikan?
Tidak keduanya. Kita harus musnahkan.
Selama itu di sini atau di mana pun, itu ancaman.
Aaravos bisa menipu orang di luar, seperti menipu Lord Viren.
Juga aku.
- Bagaimana memusnahkannya? - Entahlah.
Hantam, lempar dari tebing, ambil kapak raksasa,
dan tebas, begitu?
- Cari segala cara. - Begini saja.
Kita bentuk Para Pembawa Pearl,
berjalan jauh melintasi dunia,
lempar ke gunung berapi.
Semuanya ide bagus.
Tapi apa menghancurkan Pearl akan membunuh Aaravos,
bukan membebaskannya?
Seperti telur menetas.
Kurasa aku...
Tidak, aku... Aku tak tahu.
Itu terlalu riskan.
Jadi, kuputuskan simpan di sini di Katolis dan kita amankan.
Tersembunyi dan terlindungi.
Zym?
Kau di mana?
Halo? Ada siapa, ya?
Aku tahu kau mencemaskan ibumu.
No comments yet. Be the first to leave one.