The first 200 lines.
-Aku mencintaimu, Bodoh. -Aku juga mencintaimu.
Episode sebelumnya
Davia menyarankan aku tes DNA.
Bagaimana jika kutemukan seseorang yang seharusnya bisa merawatku?
Aku menemukan uang di dana diskresiku untuk membangun pusat wanita.
Perkemahan bagaimana?
Wali kota memerintahkan razia. Aku tak bisa melangkahinya.
Jika kau tak mau bertindak, aku saja.
Pelayanan, bukan razia.
Aku Anggota Dewan Lucia Morales. Aku tak mengizinkan razia ini.
Jazmin dan Spencer bersedia jadi rekan orang tua bersamaku.
Jadi bayi kita akan dapat cinta dan dukungan tiga orang tua.
Aku akan senang jika kau dan Spencer mengadopsi bayi kami.
Sepertinya aku berubah pikiran.
Selamat datang di peternakan. Halo, Mariana.
Senang bertemu juga.
Dia hilang? Apa dia akan ke peternakan tanpa mengabari siapa pun?
-Aku teman Joaquin. -Kurasa Jenna masuk kultus.
-Aku mau pergi. -Dia akan kembali.
Kau harus tetap di mobil dan bersiap untuk kabur.
-Joaquin. -Hei!
Baiklah, ayo.
Lari.
Berhenti! Kataku berhenti!
Berhenti! Kataku berhenti!
Jangan tembak!
Evan!
Astaga.
-Sial. -Mariana.
-Kau akan baik-baik saja. -Apa yang kau perbuat?
Sial!
-Hei. -Ini. Tekan dengan ini.
-Apa yang terjadi? Ada yang terluka? -Menjauhlah dari kami!
-Kularang dia menembak. -Pergilah sebelum kau kuhajar.
Jenna, ambilkan trukku.
-Di mana? -Di sana, di balik pepohonan. Cepat.
Tidak. Jangan mencoba bicara. Kita harus memanggil ambulans.
Kita tak punya waktu untuk tunggu ambulans.
Tenang. Kami akan mencari bantuan, membawamu ke rumah sakit.
-Kau akan baik-baik saja. -Kita harus angkat dia ke truk.
Ini. Pegang kakinya.
-Kaki satu lagi. -Sudah.
-Angkat. Ini dia. -Tidak. Aku akan ke bawah.
Hati-hati.
Baiklah.
Ini dia.
Cepat. Pelan-pelan.
Ke ruang gawat darurat terdekat.
-Pelan-pelan. Dia tak bisa tahan. -Terus tekan itu.
Bertahanlah, Evan. Kumohon, jangan tidur, ya? Jangan tidur.
-Dia cantik sekali. -Ya.
Maafkan aku
atas semua rasa sakit yang kusebabkan karena ingin melahirkan bayinya.
Namun, aku...
Kuharap kalian bisa mengerti.
Tentu saja.
Ini.
Terima kasih.
-Cukup. -Sudah punya nama untuknya?
Mungkin kita bisa memanggilnya Lyric.
Kau tak suka.
Tak apa-apa.
Jika kau tak keberatan.
Lyric.
-Ya. -Ya, itu nama yang indah.
Itu cantik.
Bagaimana perasaanmu tentang Isabella yang berubah pikiran?
Aku sangat kaget.
Dia berantakan.
Sebelumnya dia yakin bahwa dia belum siap untuk jadi ibu.
Dia membuatku yakin dan aku masih yakin
bahwa dia tak mampu membesarkan anak kami.
Menurutku begitu gelombang emosi berlalu, dia akan menyadari itu.
Maafkan aku. Aku tahu ini pun sulit bagi kalian.
Hei. Tidak. Kami lebih mencemaskanmu.
Ini situasi yang penuh gejolak.
Kami ada untukmu dan bayi itu, apa pun yang terjadi.
-Terima kasih. Kuhargai itu. -Kemarilah.
Sampai jumpa.
-Kau akan jatuh. -Ya, itu terlalu jauh.
Hei, kapan kau akan beri tahu orang soal kita?
Haruskah? Semua berpikir hubungan Coterie akan kandas.
Mungkin kita bisa diam-diam dahulu. Itu bisa seru.
Beri tahu mereka. Pasti mereka akan ikut senang.
Aku tahu aku senang.
Ronde ketiga? Bagus, Pak Tua.
Aku lebih suka "berpengalaman."
Kenapa dia tak merawatku setelah orang tuaku wafat?
Kenapa aku ditinggal di sistem anak asuh? Dia tak pernah peduli.
Siapa orang bodoh yang melewatkan kesenangan memedulikanmu?
Luca dapat hasil DNA-nya. Dia punya bibi.
Baik. Dia menyebalkan.
Namun, bukankah ini tujuanmu mengambil tes itu, agar dapat akta kelahiran?
-Agar dapat KTP. -Lalu mulai bekerja.
-Mungkin sebagai penari. -Selamat pagi.
-Aku lapar. -Aku juga.
Rasanya kau merahasiakan sesuatu.
-Hentikan. Datang saja ke pertemuan. -Pertemuan apa?
Alice kujadwalkan pertemuan untuk posisi penulis di acara TV.
-Ya, tetapi aku komedian. -Itu acara komedi.
Banyak komedian yang mulai sebagai penulis naskah,
seperti Mindy Kaling, Conan O'Brien, dan... Bayi itu!
Astaga.
-Bagaimana tidurnya? -Bagus sekali.
-Ini janji temu dokter pertamanya. -Aku suka topi mungilnya.
Aku berbakat.
Sial. Apa yang terjadi kepadamu?
Dia stabil, tetapi harus dibuat koma.
Sepertinya dia mengalami banyak strok
dan ada pembengkakan di otaknya.
Namun, dia akan dipindahkan ke rumah sakit lebih baik.
-Dia punya keluarga? -Satu saudari, tetapi dia di London.
Apa kata polisi?
Mereka mewawancarai kami di rumah sakit.
Asumsiku, mereka menuju peternakan untuk menangkap Adam dan Silas.
Kecuali kalau mereka sudah kabur.
-Tekanan darah 84-47. -Dia akan baik-baik saja?
Dia kehilangan banyak darah. Kami usahakan sebisanya.
Apa yang Evan lakukan di peternakan?
Hei.
Bagaimana kondisimu?
Aku hanya sangat mencemaskan Evan.
Sebaiknya aku ke rumah sakit.
Hanya aku yang diizinkan menemuinya.
Apa ada yang bisa kami lakukan?
-Ya. -Ya. Bagaimana kami bisa bantu?
Terima kasih, tetapi tahu kalian ada saja sudah sangat membantu.
Hei, menurutmu Evan akan selamat?
Entahlah.
Kau menghubungi Callie Adams Foster. Aku sedang tak bisa menjawab.
Jika ini urusan pekerjaan, hubungi aku...
Hei, Malika.
Hei, rupanya dia di sana, sang ahli penyetop razia kita.
Terima kasih. Namun, semua berkat Lucia.
Terima kasih.
Di samping fakta bahwa kita membuat wali kota marah,
umpan balik konstituen kita sangat positif.
Namun, razia tak bisa kuhentikan selamanya.
Perlu cari tempat tinggal untuk orang di perkemahan.
Hubungi semua agensi pendukung,
lihat apa mereka bisa membantu kita menyelesaikan ini. Ya?
Ayo kita selesaikan.
Lucia.
Aku punya ide.
Bisa pakai dana diskresi untuk membeli gedung apartemen itu?
Apa masih bisa dapat kesepakatan?
Kenapa tidak? Itu sudah kosong.
Itu akan mendatangkan banyak liputan positif untukmu.
Buat perbedaan nyata di hidup mereka
dengan dana sendiri menyelesaikan krisis, memberi tempat tinggal.
Itu bukan ide buruk.
Benar, bukan?
Bagaimana dengan pusat wanita?
Kita kembali mengusahakan dananya lewat dewan kota.
Itu masih sangat penting bagiku,
tetapi prioritas utama, tempat tinggal penghuni perkemahan
sebelum mereka diusir.
Aku kagum kau bersedia melakukan itu, Malika.
Terima kasih.
Mau menjadi deputi direktur kebijakanku yang baru?
-Deputi direktur kebijakan? -Itu kenaikan pangkat besar.
Benar sekali. Mungkin kita perlu istirahat dahulu.
Instingmu bagus tentang prioritas pemberi suara.
Aku sangat tersanjung dan tertarik.
Namun, bisa minta sehari untuk mempertimbangkannya?
Tentu saja.
Baik. Terima kasih.
Sehari untuk mempertimbangkan.
Andai aku punya sehari untuk mempertimbangkan,
atau pemberitahuan awal.
Aku tak mau berdebat. Malika bekerja keras.
Bagaimana dengan semua yang bekerja keras dan lebih senior?
Tak ada staf yang lebih peduli dan lebih giat dibanding Malika.
Itu tak akan jadi masalah.
Kau baik-baik saja?
Ya. Hanya lelah.
Astaga.
Tidak, Nak. Kemarilah.
Benar begitu.
Ya. Ayah menjagamu. Tak apa-apa.
Menurutmu dia harus panggil kita apa?
Ada Ibu dan Ayah, Mama dan Papa.
Bagaimana dengan Papa G Besar dan Mama Izz?
Aku suka Mama dan Papa.
Aku juga.
Ya, kau juga suka itu? Mama dan Papa?
Ayo! Satu, dua...
Hebat, bukan?
Ya. Mereka luar biasa.
-Aku Yaddy, pengelola tempat ini. -Luca.
Aku sering melihatmu di sini, menonton.
-Kau penari? -Ya.
Maksudku, itu cita-citaku.
Kenapa tak ikut kelas? Apa ruginya?
Aku tak mampu membayarnya. Sedang tak punya pekerjaan.
Aku sedang mencari bantuan untuk meja resepsionis.
Masuk dan mendaftarlah. Ayo.
-Musang dan Teman Terlucu Amerika? -Hei, kau yang di lorong.
Kau bawa makan siang?
-Makan siang? -Tidak.
No comments yet. Be the first to leave one.