Last Chance U: Basketball - Second Season

Last Chance U: Basketball - Second Season

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Last Chance U Basketball S02 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-13
Downloads: 3
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saat aku bermain basket, semuanya menghilang.

Semuanya.

Di sana terasa damai,

kurasa itu sebabnya aku sangat menyukainya.

Kurasa itulah sebabnya mengapa ini bentuk terapiku.

Rasanya sangat menyenangkan.

Aku tak bisa menjelaskannya. Itu salah satunya.

Jika merasakannya, kau tahu. Jika pernah ke sana, kau tahu.

Saat aku dalam momen itu, aku merasa bisa melakukan apa pun.

Tak ada yang bisa menjagaku. Siapa pun itu.

Bron tak bisa menjagaku, aku merasa seperti itu.

Aku terbaik di sini, di lapangan, di gimnasium.

Itu yang kurasakan. Saat kau di momen itu,

kau merasa kau orang terhebat yang pernah ada.

Perasaan semacam itu. Rasanya aku mahir bermain.

Aku bisa melakukannya di tiap pertandingan jika aku diberikan kesempatan.

Jika kau percaya, aku bisa melakukannya. Aku tahu aku mampu.

Kau punya visi tentang bagaimana harusnya hidupmu,

dan ketika itu tak terjadi,

kau merasa seperti hidupmu ditunda

sampai kau memenuhi harapan orang lain.

Ini tingkat di mana sudah tak ada tempat untuk dituju.

Taruhannya sangat tinggi di tingkat kampus junior

karena ada stigma tentang atlet mahasiswa junior.

Tentang, "Ada apa dengannya? Kenapa dia di sana?"

Aku punya beban di bahuku untuk para atlet pelajar ini.

Aku ingin menjadi rekan mereka semua,

agar menjadi pemenang,

dan mengajari mereka cara memanfaatkan motivasi itu.

Jika seseorang meninggalkanmu, jika kau punya masalah kepercayaan,

beginilah caramu meresponsnya.

Kau keluar dan latihan. Ambil yang kau punya. Kesempatan.

Kau punya alat ini untuk membuktikan orang lain salah.

Itu pola pikir untuk mengorbankan diri demi hal lain.

Hanya itu.

Pergantian posisi!

Harus mundur selangkah sebelum bisa maju dua langkah.

Jalan yang kujalani sekarang adalah jalan yang seharusnya.

Hanya kau dan latihan.

Kau harus melakukannya, dan kau tak punya pilihan.

Kau punya satu pintu. Harus melaluinya.

Semua pemuda ini akan menerima pukulan. Tepat di rahang.

Semua orang akan kena hantam di rahang.

Apa kau akan siap menerima pukulan dan bisa bangkit dan tampil

saat kau punya kesempatan sempit?

Akan kuhajar kau!

Mereka mencari peluang lebih baik di East,

dan mereka panik.

Tapi kau masih bisa mulai sekarang.

Jika ya, aku yakin kau akan punya momen yang akan membuatmu melupakannya.

Hanya itu yang mereka butuhkan. Hanya momen yang mengubah hidup mereka.

Aku ingin semua orang bersenang-senang.

Terkadang, butuh empat bulan latihan bagimu untuk memiliki momen

yang akan menjadi momen terpenting dalam hidupmu.

Tapi karena kau tahu cara berlatih, karena kau siap,

karena kau tangguh,

kau siap untuk momenmu.

Kami habiskan semua energi ini, selama ini, untuk momen-momen ini.

Dan saat menyatu, itu indah.

ELAC

LAYANAN SISWA DAFTAR MASUK

PUSAT MAHASISWA KAMPUS

Siapa yang mengira mereka akan memimpinmu

Kembali ke sini Tempat kami membutuhkanmu?

Kami sering menggodanya Karena kami mengerjainya

Selamat datang

Selamat datang

Apa yang bisa menuntunmu

DC

Kurasa ini saatnya Pelatih Rob punya loker.

Itu baru.

Ada perasaan senang saat memasang nama-nama itu.

Ada perasaan senang melihat mereka berkompetisi dan membangun sesuatu.

Tak ada yang dinanti selain melihat musim depan, pastinya.

Tak sabar.

AGUSTUS 2021

Dia melewati celah.

- Kalian harus meninggalkan gimnasium. - Pak Turner?

- Kalian sedang belajar? - Ya.

- Siapa gurunya? - Turner.

Ini Pelatih Mosley. Ini Mo. Ini berbeda.

- Kau di gimnasium lain. - Oke.

Kau mau pemanasan lima baris? Mau kulakukan dan peregangan?

Seberapa baik dia?

- Jika dia benar orang yang kuingat? - Ya.

Kau mungkin ada benarnya.

Kau mungkin ada benarnya.

Hei. Kemarilah.

Ini, cepat isi ini.

- Kau pernah lihat permainan anak itu? - Ya, dia monster.

- Ya, Shemar? Dia monster. - Aku bahkan tak tahu siapa dia.

Bung, anak itu bintang empat atau lima.

Kenapa dia ada?

Ada dua anak 204 cm muncul hari ini.

Sudah berapa lama sejak kau punya tim yang siap bermain satu musim?

Maret 2020, jadi sekitar 16 sampai 18 bulan.

Jadi, sudah lama.

Jadi, mulai dari awal.

- Maaf, Kawan. Mereka membatalkannya. - Itu saja?

Sudah selesai.

- Mereka membatalkannya? - Ya, kita batal.

- Sial! - Masuk ke ruang ganti.

Baru saja naik bus.

Kalian akan menang, tapi...

Begitulah.

- "Keluarga" hitungan ketiga. - Keluarga.

Pengalaman Covid tak mengubah caraku berpikir.

Itu tak mengubah kecintaanku pada basket.

Itu membuatku sadar bahwa mereka butuh bantuan.

Oper lebih awal, Tyrelle. Oper padanya.

Operan bagus.

- Berhenti padanya. - Berhenti, Justin.

- Ulang. - Hei!

Kalian terus melangkah. Kau melakukan ini.

Kau berjalan. Jadi, kita akan terus sampai kau berlari kencang.

Setiap kali... Aku sedang bicara.

Kenapa kau menyelaku?

Aku bicara dan kau bicara.

Tujuannya adalah berlari cepat dan kencang.

Kita harus memperbaikinya. Ayo.

Kalian punya 20 detik untuk bolak-balik. Ayo!

Lari cepat. Jangan terburu-buru. Lari!

Lari cepat! Ini tak akan lebih mudah.

- Ini hari termudah dalam setahun. - Ya.

Sekarang, kami sudah dua tahun tak bermain basket.

Kami memulai dari awal.

Ayo. Cepat.

Ayolah. Itu sampah, Gary. Angkat.

Seberapa rendah bokongmu bisa turun?

- Ayolah! - Lagi!

Dalam hal perekrutan, ada beberapa D2, D1 yang berbicara dengan ayahku.

Lebih rendah, Brandon.

Setelah Covid menyebar, dan para senior kembali,

tak ada lagi beasiswa yang tersisa untuk apa pun.

Jadi, aku duduk di sofa,

mengobrol dengan orang tuaku, "Apa yang akan kulakukan tahun depan?"

Sial!

Aku bersenang-senang di rumah, bermain gim dan semuanya,

tapi aku sadar aku harus membuat hidupku berarti.

Jadi, aku bilang, "Baiklah."

- Lebih kuat! - Tak masuk.

Tentu saja.

Jika aku dapat kesempatan ini, aku harus mengambilnya.

Aku tak mau ke JUCO,

tapi itu pilihan bagus untuk membawaku kembali ke D1.

Aku hanya seseorang yang luntang-lantung selama tiga bulan.

Entah melakukan hal buruk,

atau benar-benar miskin, jadi,

aku kembali ke basket.

Kesan pertamaku tentang Mosley,

Entahlah. Aku pasti mengira dia itu iblis.

Kupikir dia orang paling kejam. Serius.

Semua orang lemah mundur. Apa pun pikiran kalian, akan terjadi.

Beberapa dari mereka tak mau bertarung.

Mereka menemukan si lemah, dan berdiri di sampingnya.

- Jelas siapa yang lemah. - Sudah jelas.

- Ayo, basket pria dewasa. - Ya, ini bukan Eropa.

Berikan padaku!

Blokiran bagus.

Dengan adanya Covid dan segalanya,

pilihannya adalah JUCO, bagaimanapun aku ikut.

Itu sesuatu yang harus kulalui

sampai aku bisa kembali ke D1.

Jadi, aku terpaksa duduk dan merenung.

Jalannya berbeda, jelas. Itu tak termasuk Juco.

Tak termasuk John Mosley.

Itu bukan sesuatu yang kuduga aku bisa tahu.

Satu, dua, tiga...

Bagus.

Aku di Hawaii di Divisi II.

Kau biarkan si bodoh itu melakukan itu padamu.

Ayahku sakit saat Covid pertama, Maret 2020.

Aku ingat duduk, melihat jumlah kematian meningkat.

Kau baik-baik saja?

Duduk berdoa seperti, "Kuharap ayahku tidak termasuk."

Aku kembali ke sini untuk merawatnya.

Setelah itu, aku ingin berada di dekatnya.

Jadi, datang ke ELAC... mulai kembali lagi.

- Inhaler. - Di mana inhaler- mu?

- Ranselku. - Di mana ranselmu?

Akan kuambil. Aku saja.

Di sini, aku hanya perlu tampil maksimal dan pulang.

Lari cepat!

Enam, lima,

empat, tiga, dua...

Sebastian Kane, aku ingin...

Ceritakan tentang Sebastian,

sebelum kuceritakan tentang kemungkinan kita kehilangan penjaga poin.

- Siapa? - Damani.

Apa yang terjadi?

Masuk IGD semalam. Lima jam, Pak.

Hasil EKG parah.

Mereka pikir ada pembengkakan jantung yang beberapa tahun lalu terlewat.

Wah.

Jadi, dia sudah diberi tahu, sampai kau menemui spesialis, tak boleh ada apa-apa.

Ayahnya melarangnya main basket.

Jadi, saat aku pulang, aku bicara dengan orang tuaku.

Masih ada rasa sakit di dadaku, bahkan setelah aku merasa baik-baik saja.

- Ya. - Bahkan sekarang, masih sakit.

- Ya. - Sulit bicara, menggambarkan diriku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left