The first 186 lines.
Lagi-lagi dia melakukan hal yang tidak biasa.
Sungguh sulit dipercaya.
Tidak hanya menjadi Raja Iblis, Slime itu bahkan
mengalahkan Hinata sang Orang Suci.
Jaga bicaramu, Vaughn.
Lantas, apa laporan ini benar-benar bisa kita percaya?
Laporan ini benar adanya.
Sekitar seratus Kesatria Suci berhasil dikalahkan.
Tuan Rimuru memenangkan duel satu lawan satu dengan sang Orang Suci.
Hasilnya, kini Ruberios
mulai menjalin hubungan diplomatik dengan Tempest.
Sudah, tidak perlu marah, Anrietta.
Aku sendiri cukup terkejut mendengarnya.
Vaughn pasti hanya bisa tertawa mendengar laporanmu.
Hal ini sama sekali bukan bahan tertawaan.
Yang Mulia, saya rasa Raja Iblis Rimuru kini lebih kuat dibanding Anda.
Ini adalah ancaman.
Nona Jaine!
Evolusinya menjadi Raja Iblis memang merupakan ancaman,
tapi aku tahu betul sifatnya Rimuru.
Menurutku, dia tidak akan mengkhianatiku.
Jadi, bagaimana langkah kita?
Soal hari pengumuman resmi dirinya sebagai Raja Iblis?
Dasar Rimuru, entah apa yang sebenarnya dia pikirkan.
Apa ada masalah?
Tidak.
Menurutku festival saja tidak cukup, kita butuh sesuatu
yang bisa menarik orang untuk terus berkunjung ke negara kita.
Meski sudah meminta Mjolmile mengurus turnamen bela diri,
kurasa kita tidak bisa mengadakannya beberapa kali dalam setahun.
Aku ingin ada hal lain yang bisa membuat orang datang setiap hari.
Begitu rupanya.
Kenapa enggak boleh?
- Eh? - Kenapa enggak boleh?
Kenapa enggak boleh?
- Pokoknya enggak! - Ada ribut-ribut apa, ya?
- Kenapa, sih? - Apa terjadi sesuatu?
Sudah kubilang, tempat ini sudah kami ambil alih!
Meski begitu,
kami tetap tidak bisa membiarkannya.
Dia Gobukyuu, muridnya Myrd dan seorang arsitek berbakat.
Akan kutanyakan pada Tuan Rimuru,
jadi tolong tunggu dan jangan bertindak seenaknya, ya.
Enggak mau! Kami sudah meninggalkan labirin yang lama untuk datang ke sini!
Kalian... Apa kalian tega mengusir kami yang malang ini
dan sudah tak punya tempat tinggal?
Meski bilang begitu, tetap saja ini wilayahnya Tuan Rimuru.
Tangisanku tidak mempan rupanya.
Kalau sudah begini, aku terpaksa pakai kekerasan!
Kamu, kalau kamu terus mempermasalahkannya,
Beretta-ku tidak akan tinggal diam.
Sedang apa kamu di sini?
A-A-A-Ah, Rimuru! Apa kamu sehat?
Nona Ramiris!
Saya suda menyiapkan kayu baru untuk Anda.
Kamu sedang apa di situ, Treyni?
Oh, Tuan Rimuru rupanya. Senang berjumpa dengan Anda.
Apa maksudnya ini, Treyni?
I-Ini... bisa kujelaskan.
No-Nona Ramiris tidak salah apa-apa, eng...
Tolong jelaskan, Beretta.
Ah, ternyata harus aku yang jelaskan, ya.
Sebenarnya, tempo hari...
Menurutku, kita tidak bisa terus seperti ini!
Kita juga harus pindah!
Nona Ramiris memang hebat! Itu ide yang sangat bagus!
Iya, kan? Iya, kan?
Tunggu sebentar.
Terlepas dari apakah itu ide yang bagus atau tidak,
memangnya kita mau pindah ke mana?
Lalu, bisa katakan alasannya padaku?
Pertanyaan bagus!
Beretta, apa kamu tidak bosan di sini?
Di sini tidak ada hiburan dan yang seru hanya membuat golem.
Jarang ada orang yang datang ke sini.
Tapi, ada banyak hal seru di Tempest!
Jadi, kenapa kita tidak pindah dan tinggal di sana saja?
Tapi, Nona Ramiris,
bukannya Tuan Rimuru sudah menolak permintaan itu?
Beretta, hal itu tidak usah terlalu dipikirkan.
Tuan Rimuru merupakan sosok yang baik.
Tidak mungkin beliau akan menolak
permintaan Nona Ramiris yang manis ini.
Sekutu ini...
Mereka sangat cakap kalau bukan hal yang menyangkut Nona Ramiris.
Begitulah ceritanya.
Kamu mengkhianati kami, Beretta.
Lalu, seperti yang sudah Nona Ramiris katakan,
pintu labirin yang ada selama ini sudah disegel sebelum dibawa ke sini.
Nah, karena itulah, Rimuru,
kalau kamu mengusirku, aku tidak punya tempat tinggal lagi.
Ah, kasihan sekali Nona Ramiris!
Tolong jangan terlalu memanjakannya, Treyni.
Aku sudah mengerti situasinya.
Gobukyuu, pasti kamu sudah kerepotan.
Tidak, saya, sih, tidak apa-apa.
Tapi lain cerita dengan para petugas keamanan.
Hei!
A-Aduh, sepertinya aku terlalu bersemangat.
Nona Ramiris tidak salah apa-apa!
Para petugas itu mengatakan hal yang kejam pada Nona Ramiris,
lalu saya pun membuat mereka tertidur dengan sihirku.
Berarti...
Saat mau membuat pondok kecil di sini, kalian dihentikan para petugas keamanan.
Karena menghalangi, kamu memerintahkan Treyni untuk membuat mereka tertidur
dan akhirnya kalian ditemukan oleh Gobukyuu.
Begitu, kan?
Eng... Tidak! Bukan begitu!
Kayaknya, sih, iya. Rasanya bukan begitu.
Entahlah!
Kamu ini ya...
Pintu...
Pintu labirin, ya?
Maksudnya yang ini, ya?
Yang Mulia, saya telah menerima undangan dari negara monster.
Tak kusangka dia akan benar-benar diakui sebagai Raja Iblis.
Yah, sebenarnya bagus, sih.
Tapi kali ini, aku jelas tidak bisa mengajak Yang Mulia.
Oh.
Yang Mulia?
Kamu pergi ke tempat semenarik itu sendirian?
Wah, pasti kamu bersenang-senang selama di sana, kan?
Ah-
Kamu juga menyatakan dirimu sebagai utusanku dan menjalin hubungan diplomatik
tanpa sepengetahuanku, padahal hal sepenting itu
bukankah seharusnya langsung kuurus sendiri, kan?
Te-Tetapi, Yang Mulia,
tempat itu merupakan negara para monster,
tentu saya tidak bisa mengajak Anda sebelum keamanannya bisa saya pastikan.
Kalau ada makhluk yang semenarik itu,
tentu saja aku ingin melihatnya langsung.
Apalagi, meski sudah hidup sangat lama, aku belum pernah
menyaksikan langsung kelahiran Raja Iblis.
Apa kamu tahu artinya "mendahului kuasa"?
Diperlakukan seperti ini oleh bawahanku sendiri,
aku ini benar-benar ratu yang malang!
Aku iri- Tidak,
bukankah ini perbuatan yang memalukan?
Ada keseruan apa- Tidak,
bisa-bisanya kamu bertindak sendiri
tanpa tahu bahaya apa yang mungkin ada di sana!
Sungguh tak termaafkan!
Jadi, apa tindakanmu?
Anda, bertanya pada saya?
Mau cari alasan, ya?
Omong-omong, Elalude,
aku memesan kue dari tokonya Tuan Yoshida,
tapi belakangan ini kualitasnya makin meningkat.
Apa kamu tahu sebabnya?
Tuan Yoshida itu...
Pembuat kue yang memiliki kedai di Kerajaan Ingrassia itu, ya?
Kenapa dengan dia?
Padahal kamu dikenal sebagai ahli siasat,
rupanya kamu tidak mengikuti kabar di masyarakat. Aku kecewa.
Maafkan saya.
Memang apa hubungannya
Tuan Yoshida ini dengan undangan Tuan Rimuru?
Astaga, kamu benar-benar tidak tahu rupanya.
Dulu, Eryune pernah membelikannya untukku sebagai oleh-oleh,
ternyata kamu tidak dapat, ya?
Apa katamu?
Baiklah, akan kuberi tahu.
Tampaknya, Tuan Yoshida mendapatkan bahan bakunya dari seseorang.
Berkat hal ini, sepertinya kualitas produknya meningkat.
Eryune memberikanku kue yang sangat enak sebagai oleh-oleh.
Kue...
Eren, kenapa kamu tidak memberikan oleh-oleh untuk Papa?
Karena itu, aku memintanya menjadi pembuat kue khusus di negara ini.
Tapi, dia menolak permintaanku.
Sebanyak apa pun uang yang kutawarkan, Tuan Yoshida tetap tidak mau ke negara ini.
Apa yang sebenarnya Anda lakukan, Yang Mulia?
Tapi, belakangan Tuan Yoshida bilang kalau dia akan menutup kedainya.
Entah dia mau membuka cabang atau pindah ke tempat lain.
Selama kedainya tutup, aku jadi tak bisa memakan kue buatannya.
Bukankah itu sangat gawat?
Menurut saya, sih, tidak. Memangnya kenapa?
Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu.
Eryune sangat menyukai kue di kedai itu.
Kalau dia bisa mendapatkannya dengan mudah di sini,
bukankah dia akan jadi lebih sering pulang?
Apalagi, dia sering mengikuti pesta teh di sini.
Dasar mereka! Padahal sudah kuperintahkan untuk melapor kalau Eren pulang!
Bukankah ini masalah serius?
Iya, kan?
Tapi, aku menggunakan uang dan kekuasaanku
untuk mendapatkan informasi penting ini.
No comments yet. Be the first to leave one.