The first 200 lines.
Beraninya dia menolak. Ini keterlaluan.
Dia bahkan tidak mau meninggalkan kamarnya!
Aku ibunya dan aku yang memutuskan.
Kau akan bicara dengannya?
Aku akan berusaha.
Aku tidak perlu bantuannya.
Aku tidak akan pergi sampai semuanya beres!
Ibumu bilang kau tak mau pergi ke Newport.
Ya.
Ada yang harus kuselesaikan...
Sebelum aku bisa meninggalkan New York.
Tentu saja itu terdengar berlebihan...
Tapi ini tidak bisa menunggu sampai akhir musim panas.
Ini akan memengaruhi sisa hidupku.
Kau membuatnya terdengar serius.
Tentu saja kau ingin membuat lelucon dari ini semua, tapi aku tak bisa.
Sejujurnya, kukira semuanya sudah beres...
Tapi hari demi hari berlalu...
Apakah ini ada hubungannya dengan Oscar van Rhijn?
Kenapa kau bilang begitu?
Dia menulis surat kepadaku, meminta waktu bertemu.
Aku menyuruhnya melakukan itu.
Tapi karena kau tak membicarakannya...
Memang tidak, karena aku tahu ini tentang apa.
Aku ingin cukup yakin apa jawabanku seharusnya.
- Kau sudah mengirim balasan? - Belum.
Tapi aku akan menulis surat hari ini dan memintanya datang ke ruanganku.
- Kau sudah memberi tahu Ibu? - Belum, tapi akan kulakukan.
Tentu saja, yang kukatakan kepada ibumu, atau kepadanya...
Akan bergantung pada apa yang kau ingin kukatakan.
Dia memberiku alasan kenapa aku harus menerima tawarannya.
Dia pintar.
Dia bertanya apa aku ingin menjauh dari Ibu...
- Dan tentu saja aku mau. - Astaga.
Aku tidak mau menjauh darimu.
Tapi aku harus diberi kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.
Pernikahan bukan tempat untuk mencari kebebasan.
Boleh aku bertanya apa kau mencintainya?
Itu penting, tapi belakangan ini, banyak orang menikah tanpa cinta.
Kurasa itu berarti jawabannya tidak.
Dia berasal dari keluarga baik-baik dan punya uang...
Dan aku akan masuk dalam Society, itu yang Ibu inginkan.
Dia bisa sangat menghibur. Dia membuatku tertawa.
Kuakui itu kualitas yang berguna...
Tapi itu tak cukup sebagai dasar pernikahan.
Boleh aku mengajukan penawaran?
Bagaimana jika aku berjanji akan mendukung pilihanmu...
Kapan pun kau datang dan memberitahuku...
Kau telah jatuh cinta?
- Meski Ibu menentangnya? - Meski begitu.
Aku berjanji.
Apa yang akan kau lakukan dengan Tn. van Rhijn?
Tolak dia dengan lembut.
Lalu kusarankan kita melupakan semua ini.
Jadi, maukah kau pergi dengan ibumu ke Newport?
Baiklah.
Jika kau sungguh berpikir kita tak membuat kesalahan.
Satu hal yang kuyakini.
Kau bisa dapat yang lebih baik daripada Tn. Oscar van Rhijn.
- Pukul berapa ini? - Pukul 09.30.
- Apa? - Aku meminta Tn. Bannister...
Untuk membiarkanmu tidur.
Jangan khawatir. Dia mengurus semuanya.
Lagi pula, tidak banyak yang perlu dikerjakan saat sarapan.
Di sana kau rupanya, John. Apa yang terjadi?
Alarmku tidak berbunyi. Lagi.
Aku selalu bangun sebelum alarmku berbunyi.
Kami tak sehebat dirimu, Nn. Armstrong.
Kenapa alarn jam tak bisa diandalkan?
Kau benar. Jam beker tidak pernah berfungsi.
Aku beruntung aku mudah terbangun.
Aku penasaran kenapa alarmnya tak bekerja.
Seseorang akan menemukan penyebabnya.
Kau siap mulai, John?
Bukankah dia harus sarapan dahulu?
Tidak, aku siap, Tn. Bannister.
Bisa berikan ini kepada Nn. Marian?
Nn. Scott sudah membalas suratnya.
Dia bisa datang besok untuk menemuimu.
Bagus. Aku menantikannya.
Bagaimana keadaannya?
Kita akan tahu besok.
Semua kejadian itu pasti masih menyedihkan.
Benar, tapi waktu adalah penyembuh yang hebat.
Kuharap begitu.
Apa itu?
Ny. Bauer menyiapkan makan siang untuk dibawa Nn. Marian ke sekolah.
Tinggalkan di sana.
Bekal makan siang?
Kau sungguh membawa bekal makan siang?
Akan lebih mudah jika membawa bekal.
Kenapa Ny. Bauer tak pernah memberitahuku?
Apa semua orang terlibat dalam konspirasi ini?
Aku bekerja dengan baik. Kau tidak perlu malu karena aku.
Aku malu karena dirimu sekarang.
Baiklah, aku harus berangkat...
Jika tak mau keterlambatan ditambahkan ke daftar pelanggaranku.
Bagus. Sekarang, perhatikan di mana cahaya menyinari lemon itu.
- Tepat sekali. - Tidak.
Ada apa, Frances?
Aku merusaknya. Aku menyerah.
Tidak.
Kau tidak boleh takut gagal, atau kau tidak akan pernah berhasil.
Jadi, aku harus mencoba lagi?
Tentu saja.
Coba lagi pekan depan.
Biar kuingatkan...
Meski penting untuk meniru mangkuk buah ini...
Yang kucari adalah visi kalian sendiri akan buah itu.
Perasaan kalian sendiri.
Nah, sebelum pergi, pastikan untuk tulis nama di gambar kalian...
Lalu biarkan mengering. Aku akan mengumpulkannya.
Baik, Nn. Brook.
Nn. Brook!
- Boleh kami mengantarmu? - Sampai jumpa besok!
Jika begitu, aku akan membuat kalian mengambil arah lain.
Tidak masalah. Kami akan senang mengantarmu pulang.
Lagi pula, kami memang harus mengunjungi Bibi Agnes.
Dia akan senang bertemu denganmu.
Maukah kau melindungi kami?
Itu tidak perlu.
Bibi Agnes agak marah kepadaku, tapi tidak kepadamu.
Meski begitu, hanya kau di New York yang berani menentangnya.
Dia pasti menganggap itu sensasi baru.
Ini dia.
Terima kasih sudah menemuiku.
Aku agak gelisah karena kau perlu waktu lama untuk menjawab.
Kau benar untuk gelisah.
Apa tak terpikir olehmu untuk berbicara denganku...
Sebelum bicara dengan putriku?
Kurasa aku terbawa suasana.
Jawabannya tidak.
Gladys tak akan setuju untuk menjadi istrimu.
Itu saja?
Apa aku tak punya kesempatan untuk mengajukan lamaran?
Aku membawa dokumen yang membuktikan status keuanganku...
Dan aku akan mewarisi kediaman ibuku di 61st Street...
Jadi, rumah Gladys akan tepat di seberang rumahmu.
Kau boleh tunjukkan apa pun yang kau mau.
Aku tidak terburu-buru.
Tapi tidak akan ada yang mengubah kesimpulanku.
Kau tahu aku sangat mencintainya?
Itu yang tidak kuketahui.
Tapi kau berhak mengeklaim hal itu...
Karena perjodohan adalah satu hal yang kuinginkan untuknya.
- Maka aku bisa meyakinkanmu kalau... - Sudahlah.
Kau belum meyakinkannya dan kau tak akan meyakinkanku.
Kurasa kau mungkin tulus menyukainya...
Dan kau ingin dia bahagia dalam hidupnya bersamamu...
- Lebih daripada yang aku bisa... - Biar kuselesaikan.
Aku mengerti pernikahan demi kenyamanan ini...
Terjadi di setiap gereja modis di kota ini...
Tapi aku ingin lebih daripada itu untuk anakku.
Tentu saja, dan aku bisa pastikan...
Kita sudahi saja, Tn. van Rhijn.
Sekarang kau harus pergi.
Kami sangat sedih saat Marian menyampaikan kabar tentang dirimu.
- Terima kasih. - Doa kami menyertaimu...
Tapi jika ada hal lain yang bisa kami lakukan...
Jika kau serius, aku sangat ingin sibuk lagi.
Aku akan sangat senang untuk menyambutmu kembali di sini...
Jika itu membantu.
Hore.
Aku sudah mencoba beberapa orang lainnya...
Tapi tak ada yang bisa menandingimu, Nn. Scott.
Apa kataku?
Aku ingin kembali...
Tapi masih ada masalah Nn. Armstrong.
Serahkan Armstrong kepadaku.
Aku akan menjelaskan kepadanya bagaimana situasinya nanti.
Jadi, kapan kau bisa mulai?
Kurasa segera.
Tapi aku perlu bicara dengan orang tuaku.
Tentu saja.
Kalian baik sekali mau membuang waktu untukku.
Tidak, Ny. Blane.
Kau baik sekali mau memberi Tn. Russell kesempatan.
Mari kuperkenalkan dia dan ibunya, Ny. George Russell.
Tn. McAllister benar. Kau sangat murah hati.
Dengan senang hati.
Ayo masuk.
Kurasa kita harus mulai lewat sini, di kamar pagi.
Ruangan kecil ini hanya cukup untuk empat orang.
Apa gunanya?
Suamiku suka kamar kecil.
Dia bilang itu satu-satunya cara untuk tetap hangat...
Tanpa mengeluarkan banyak uang.
Ruangan-ruangan ini menjadi tidak terasa ramah.
Dia juga tidak.
Kandang kelinci lagi.
Dia membuatnya tertawa...
Itu selalu pertanda awal yang menjanjikan.
Kau baik sekali mengatur ini.
Apa gunanya teman?
Biar kutunjukkan ruang tamu.
Ruangannya tak terlalu sempit, kurasa itu bagus.
Ini tak terlalu buruk.
Tapi ini sangat...
Apa kata yang kucari?
Membosankan? Suram?
No comments yet. Be the first to leave one.