The first 200 lines.
TTUKBAEGI JINNY
SEPULUH TAHUN LALU, DI JEONGSEON
Ini luar biasa.
ADA SEPANCI GOMTANG...
DAN SEORANG PRIA JATUH CINTA DENGAN GOMTANG
-Rasanya lebih enak dari H... -Sungguh?
Dengar, 'kan?
Katanya lebih enak dari H... Dengar?
Benar.
Apa aku perlu membuka restoran gomtang di sini?
Apa?
PROYEK UNTUK MENEPATI JANJI SATU DEKADE LALU
DI NEGERI MUSIM DINGIN DI TENGAH BADAI SALJU,
MEREKA BERSIAP MENYAJIKAN HIDANGAN HANGAT KOREA
DAN
SEPULUH HARI SEBELUM WAMIL TAE-HYUNG
Jaga dirimu, Tae-hyung.
-Baiklah. -Selama wamil.
Aku punya mimpi yang ingin kucapai saat kembali.
Aku ingin rutinitas harianku lebih sehat.
Aku juga ingin lebih sehat secara fisik.
Aku juga ingin pikiranku jernih.
Aku ingin semuanya berubah
saat aku kembali.
Kau punya pola pikir yang sehat.
Kubilang kepadanya
itu hanya akan bertahan sebulan.
Tetap saja, aku menantikannya.
Dapur Jinny Musim 2.
Aku ingin punya koki junior.
KEPADA KRU BARU
Baiklah.
Beberapa kata untuk juniornya.
-Boleh melipat lengan? -Tentu saja.
Mereka juniormu, siapa pun mereka.
-Beri kata-kata penyemangat. -Pertama-tama,
jangan terlalu lambat.
Kau harus lebih cepat.
Bergerak cepat
dan penuhi tugasmu sebagai yang termuda.
Saat aku kembali,
kuharap kau sudah beradaptasi di sini.
TERSENYUM BANGGA
Siapa pun dirimu,
sampai bertemu nanti.
Itu akan menyemangatinya.
Aku tak sabar melihat pesan ini disiarkan.
TAE-HYUNG TAMPAK BAIK-BAIK SAJA, TETAP SEHAT JIWA DAN RAGA
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
MARKAS EGGISCOMING
-Halo. -Halo.
MANTAN PENGUSAHA MUDA TELAH TIBA
Apa itu Festival Musik Telur?
Mau ikut?
-Astaga. -Lee Juck jurinya.
Bukankah kalian bertindak tanpa standar?
Saluran YouTube kami...
Apa itu Festival Musik Telur?
Cobalah.
Astaga.
Kita berapa orang?
Ada berapa orang?
Empat orang.
Karena Tae-hyung sedang wamil.
Silakan duduk di tengah.
-Halo. -Hai.
-Halo. -Kau potong rambutmu.
Agar tetap rapi.
-Halo. -Halo.
Halo.
Halo. Aku terlalu sering ke sini.
-Astaga, Woo-shik. -Halo.
Kenapa kau lama, Woo-shik?
Maaf.
Woo-shik berpakaian seperti manajer hotel.
Apa ini?
Kursinya cukup banyak.
Ada berapa kursi?
Kenapa kau begitu ceria?
Ada kabar baik?
Tidak.
Woo-shik, kau tampak terlalu rapi.
-Ayolah. -Kau menunggu seseorang?
Halo, Sutradara Na.
Kau berpakaian formal.
Benar. Kupikir hari ini satu-satunya kesempatanku.
-Direktur kita di sini. -Halo. Apa kabar?
-Halo. -Hei, Yu-mi.
-Halo -Kau memakai rok?
Namun, cuacanya...
-Namun, -Aku tampak panas?
rokmu tak akan terlihat.
Tidak apa-apa.
Dia benar.
Saat acara ditayangkan, akan panas.
Pasti ada yang akan mengisi kursi ini, bukan?
Kenapa bajumu begitu berkilau?
Pak Lee.
-Berliannya... -Pasti mahal.
Jangan perhatikan aku. Kau kenapa?
Mari bicarakan yang ditunggu.
Kau ingin membicarakan apa?
Di sini...
Bagian terpenting...
Sekarang...
Kenapa kursi ini kosong?
-Kau penasaran soal itu? -Ya.
Dia harus datang agar kita bisa mulai.
Maksudku, siapa dia dan siapa yang kita mau.
Woo-shik, siapa yang kau mau?
Ada standar untuk anggota termuda baru kita?
Daripada itu,
aku lebih penasaran
dengan posisi baruku.
Apakah dia juniorku
-atau selevelku? -Kau penasaran.
Kau sangat egois.
Itu karena
aku ingin tahu apa aku bisa memelonconya.
-Memelonco? -Maksudku...
Jika ada yang bergabung...
Di zaman sekarang,
orang baru bisa dipelonco?
-Bukan. -Hati-hati dengan ucapanmu.
Apa dia akan bekerja di dapur?
Atau jadi pelayan?
Karena jika dia bekerja di dapur,
kami takkan bertemu...
Namun, aku mungkin di dapur kali ini.
Benar.
Kenapa kau yang memutuskan posisi kerjamu?
Astaga.
Dia lucu.
Kenapa kau yang memutuskan?
-Kutarik kembali. -Itu lucu.
Dia benar.
Benar.
Jadi, aku... sebenarnya...
Dia benar.
Tetap saja, katakan pendapatmu.
Kau mau apa?
Entah di dapur atau tempat lain,
aku ingin berbagi pengalaman
mengerjakan hal sulit dengannya.
Jadi, kurasa dia harus
lebih muda dariku.
Jadi, di musim sebelumnya,
kau menahan diri
pada saat sulit karena kau yang termuda?
Jadi, jika dia...
Dia jelas ingin orang yang lebih muda darinya.
Dia tak butuh hal lain.
Dia hanya ingin nyaman.
SEMENTARA ITU
SI ANAK BARU TIBA DI MARKAS
Bagaimana rasanya?
Aku tak bisa tidur sedikit pun semalam
karena aku sangat gugup.
Tak ada yang tahu aku datang, 'kan?
-Sudah datang? -Ya.
Baiklah.
Anggap saja ini wawancara untuk anggota baru.
Ajukan banyak pertanyaan jika ada.
Rasanya menegangkan.
Aku tahu betul perasaan ini.
Itu karena...
Dia pasti sangat gugup.
Kenapa aku gugup?
Kau harus menjaganya.
-Siapa pun... -Tunggu.
-Biar kupanggil. -Kita yang lebih tua.
Seo-jun datang seperti ini.
-Benar. Saat dia masuk... -Benar.
-Ya. -Ketegangan itu...
Aku sangat gugup saat dia berbalik.
Aku sangat gugup.
Dia sangat gugup.
Si pemula sudah datang.
Astaga...
Astaga.
Si pemula.
-Ko Min-si. -Halo.
Halo.
-Ko Min-si. -Halo.
-Ko Min-si. -Halo.
-Apa? -Halo.
Halo.
Siapa dia?
-Siapa itu? -Halo.
Ko Min-si!
-Apa? -Ko Min-si!
Halo.
Halo.
Halo.
-Halo. -Min-si.
Halo, Semuanya.
Senang bertemu kalian.
Halo.
-Pak Lee. Coba tebak. -Sudah lama.
Katanya dia Ko Min-si.
No comments yet. Be the first to leave one.