The first 200 lines.
Apa yang kulakukan?
Mengikuti pria cabul untuk membuat daftar perselingkuhannya.
Pekerjaan menyebalkan! Hidup yang menyedihkan!
Dua tetes air saja. Oke?
Cukup. Sudah kubilang, dua tetes.
Apa-apaan dua tetes air ini?
Aye poda.
Aye poda? Apa artinya?
Enyahlah!
TAMIL KE INGGRIS
Apa arti dari aye poda?
Itu bukan "enyahlah". Tapi "pergilah".
-Ada pavi, kau mau bir? -Ada pavi! Bir. Ya. Kenapa?
ADA PAVI - BAJINGAN
Berengsek, kau sebut aku bajingan?
Hai!
Sembilan gadis dalam sembilan malam! Dan pria ini masih baik-baik saja.
Berhenti cekikikan seperti gadis.
Itu sangat seksisme!
Kebetulan, biar kutunjukkan kepadamu kekuatan seorang gadis.
Hei, Meenakshi!
Hei, Meena, ayolah!
Aku mulai lagi.
Ini lucu. Mungkin idenya agak bodoh.
Mungkin juga ceroboh.
Sebenarnya, sangat ceroboh!
Bagaimana lagi?
Aku kakakmu yang ceroboh!
Permisi.
Meena!
Aku minta maaf!
Detektif Meena
Ini hari yang baru, tapi hidup tetap membosankan.
Saat melihat mesin-mesin raksasa di dunia ini sedang bekerja,
kau merasa kecil.
Kecil seperti setitik debu.
Tidak signifikan.
Tapi saat butiran debu kecil ini saling bertabrakan,
maka itu bisa mengarah pada hal signifikan, bukan?
Tampaknya itu tak akan terjadi hari ini.
Tiga puluh dua derajat. Peluang hujan sepuluh persen. Kelembapan 39 persen.
Tidak ada yang aneh.
Tetapi ada beberapa misteri yang tak bisa diprediksi oleh ramalan ini.
Saat kau menyadarinya,
kau sudah berada di tengah masalah.
Tolong!
Dokter!
Dokter!
Seseorang tolong aku, kumohon!
Dokter,
apa dia selamat?
Operasi sudah selesai. Tapi tak ada kepastian.
Silakan duduk.
Tidak, tak apa.
-Punya KTP-nya? -Ya.
Kau harus tunggu lebih lama. Pernyataan polisi.
PRITAM SEN MEMANGGIL...
-Maaf, aku harus terima ini. -Silakan.
-Halo! -Meenakshi! Di mana kau?
Rumah sakit.
Apa yang terjadi?
-Kecelakaan. -Kau terluka?
Pelankan suara!
Tabrak lari. Aku ke rumah sakit.
Bunda Meenakshi! Kau...
RS menunggumu di sana. Pergilah!
Aku akan pergi setelah pernyataan selesai.
Tidak! Kau tidak akan memberi pernyataan apa pun.
Keluar saja dari sana sekarang dan temui RS. Paham?
Baiklah.
Pasien kini kritis.
-Dokter? -Ya?
Aku harus pergi. Ini agak mendesak.
-Oke. -Ini. Ini kartuku.
Meenakshi Iyer.
Konsultan Keamanan.
Tolong bagi dengan polisi. Aku harus ke pertemuan.
Pertemuan? Dalam keadaan begitu?
PRITAM SEN MEMANGGIL...
-Apa? -Kau sudah pergi atau belum?
Dua menit lagi.
Jangan keras kepala!
Kita akan kehilangan klien penting, berkat dua menitmu.
Dia menelepon berkali-kali. Pergi!
Dia pasti mengumpatimu, Sayang.
Bajingan!
KEDIAMAN JAIN
Gadis panggilan?
Pak.
Sembilan gadis.
Semua detailnya di sana.
Jangan menikahkan putri Anda dengannya.
Aku hanya meminta laporan, bukan pendapatmu.
Anda akan menikahkannya dengan dia?
Aku yang bertanya di sini.
Kirim fakturmu ke kantorku. Pembayaranmu akan diselesaikan.
Cek no. 661 ditahan karena DANA TAK CUKUP.
Silakan kunjungi cabang.
Anna! Anna, berhenti!
Meenakshi!
Pergilah!
Gajiku?
Tak ada laporan pengeluaran tiga bulan terakhir.
Bagaimana kau dapat gaji?
Aku sibuk dan kau tahu itu. Transfer gajiku!
Bukan keputusanku. Bicaralah dengan Sen.
Kapan kau pernah memutuskan sendiri?
-Sayang! -Romeo!
-Di mana Juliet? -Di kantor penjahat.
-Bagaimana dia? -Amat buruk.
Mengapa?
Kecelakaan di jalan.
-Apa? -Ada anak lelaki ditabrak truk.
Juliet membawanya ke rumah sakit.
Ada darah di gaunnya. Aku meninggalkan gaun untuknya.
Pepatah Inggris,
"Kau dalam masalah!"
Anak itu meninggal?
Aku tidak tahu.
Aku harus pergi untuk rapat.
Rapat penting!
Oke. Aku pergi.
-Kalian lanjutkan. -Ya, baiklah.
-Aku akan hubungi nanti dan bahas itu. -Ya.
-Sampai jumpa. -Sampai jumpa.
Silakan duduk.
Gajiku belum masuk.
Tanpa lembar pengeluaran, bagaimana bisa?
Duduk.
Aku sibuk.
Tiga bulan, Meenakshi.
Aku punya tagihan rumah sakit.
Aku ingin gajiku.
Kirim lembar pengeluaranmu. Itu akan segera dilakukan.
Bagaimana hasilnya dengan RS?
Apa maksudmu? Seperti biasa.
Suasana hati RS buruk. Kau melewati batas, Meenakshi.
Batas apa?
Seorang penyelidik swasta harus ikuti arahan.
Bajingan itu tidur dengan pelacur yang berbeda setiap malam.
Apa kau mau putrimu menikahi pria macam itu?
Aku tak punya putri dan tak peduli.
Kucoba berbuat baik untuknya.
Tidak ada yang baik dalam bisnis, Meenakshi.
-Kau hanya perlu mencari yang benar. -Benar?
Untuk apa?
Untuk bisnis, Meenakshi. Apa lagi?
Kau tahu, Meenakshi?
Kau perlu memisahkan urusan pekerjaan dan emosimu.
Aku harus pergi.
Harus kirim laporan pengeluaran.
Ya, silakan.
Apa ini? Kenapa duduk di kursiku?
Semua berlomba demi jabatan.
-Pencetak berfungsi, Ashish? -Ya.
Meena, tahu apa yang kutemukan?
Salinan surat
yang ditulis oleh presiden petahana San Marino di Darknet.
Meena!
Di mana San Marino ini?
Tingkatkan pengetahuan umummu, Meenakshi.
Diam!
Mantel hitam ini harga diriku.
Enyahlah!
Apa kau marah?
Kepada Sen atau Jain?
Entah siapa yang lebih bajingan. Jain atau Sen.
Bu Meenakshi?
-Jangan memanggilku bu! -Maaf.
Ada apa?
Besok ada pesta Sinterklas Rahasia.
Pesta Sinterklas Rahasia? Natal sudah lewat.
Kita tidak mengadakan pesta saat Natal.
-Aku bangkrut. -Ini hanya 500 dolar untuk hadiah.
Aku tak punya.
Tolong ambil satu. Semua orang datang ke pesta.
Ayolah, Bu... Maaf, Meenakshi.
Kumohon.
Terima kasih.
Subho, jaga sikapmu.
Pritam... Pritam Sen!
-Kenapa kau di sini? -Apa?
Kenapa kau di sini?
Membahas proyek baru. Aku mau kau ikuti seseorang.
Isi cekmu yang tertunda, lalu akan kulakukan.
Benarkah?
NOMOR TAK DIKENAL MEMANGGIL...
-Halo. -Halo, Bu.
Aku Kunal Kumar Hazra dari kantor polisi zona tiga.
Selamat siang, Bu.
-Ya? -Kami harus merekam pernyataan Anda.
Anda harus datang ke sini.
Aku butuh sejam untuk ke sana.
Tak masalah. Kau harus datang, oke?
Pakar Penipuan di sini.
-Apa kabar? -Baik-baik.
-Aku mendiskusikan proyek baru. -Proyek apa itu?
Bicaralah. Tidak perlu cemas.
Pak, kita perlu mengawasi menteri, Nandan Sen, 24/7.
Hei, bagus!
No comments yet. Be the first to leave one.