The East Palace

The East Palace (동궁)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The East Palace S01 KOREAN NF WEB H264-EDITH
A Commentary by tedi
Retail NF (8 eps)

Tags

webdl
Published on: 2026-07-17
Downloads: 343
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 148 lines.

- -

THE EAST PALACE

- -

Putra Mahkota.

Yang Mulia.

Arwah, arwah itu membunuh putraku!

Yang Mulia.

Sudah cukup.

Di mana Yang Mulia Raja?

- -

Saya tidak percaya Putra Mahkota berkeliaran sendirian saat fajar.

Bicara terlalu awal akan membuat kekacauan menjadi makin parah.

Istana tidak boleh menjadi yang pertama goyah.

Kepala Sekretaris.

Iya, Yang Mulia.

Segera laksanakan upacara pemakaman.

Baik, Yang Mulia.

Yang Mulia.

Apa Yang Mulia tahu bahwa musibah besar telah menimpa Putra Mahkota?

Saya sudah dengar.

Lalu kenapa Yang Mulia tetap tenang dan tidak terguncang?

- Kalian boleh pergi. - Baik, Yang Mulia.

Para putra mahkota terus berguguran.

Setelah Putra Mahkota Jangpyeong, Yunpyeong, dan Putra Mahkota saat ini,

- arwah kolam itu… - Sudah cukup.

Tidak ada yang namanya arwah.

Terutama di keluarga kerajaan yang menganut prinsip Neo-Konfusianisme.

Apa Yang Mulia lupa?

Tiga puluh tahun lalu, para putra mahkota gugur seperti saat ini.

Ya. Sudah 30 tahun berlalu, tapi ini tidak sama seperti dulu.

Putra pertama dan kedua saya meninggal karena sakit.

Sedangkan Putra Mahkota ketiga, karena penderitaan mendalam di hatinya,

dia pergi atas keinginannya sendiri.

Hal-hal aneh seperti arwah itu tidak nyata.

Jadi, tolong jangan pernah membicarakan hal-hal seperti itu lagi.

Apa Ibunda pikir omongan seperti itu ada gunanya?

Jika memang Yang Mulia berpendapat demikian…

maka mulai saat ini,

tetaplah diam seperti sekarang.

Biarkan saya yang melindungi para pangeran.

Saya akan mencari cara untuk mengusir arwah itu!

Yang Mulia Putra Mahkota!

Kembalilah!

Kembalilah!

Kembalilah!

Malangnya.

Malangnya.

Malangnya.

Malangnya.

Malangnya.

Malangnya.

Malangnya.

Berhentilah meratap!

Apa kalian semua juga percaya

bahwa arwah bisa membunuh para putra Raja?

Bahwa mendiang Raja dan aku kehilangan putra kami karena arwah?

Bahwa sang Raja sendiri takut pada arwah?

Pejabat dan rakyat mana yang tunduk pada raja seperti itu?

Yang Mulia.

Arwah biasa tidak akan bisa menyentuh keturunan kerajaan.

Siapa pun yang mengancam takhta, entah manusia, arwah, atau siapa pun…

harus dilenyapkan!

Apa kalian percaya arwah bisa ditundukkan oleh orang itu?

Katanya dia dukun paling sakti di ibu kota.

- -

Akan aku musnahkan garis keturunan raja.

- -

- -

Yang Mulia, Pangeran Yeongan…

- - Ada apa, Pangeran Yeongan?

Apa yang Pangeran rasakan?

- Ada apa, Pangeran Yeongan? -

- Pangeran Yeongan. - Apa yang terjadi?

Yang Mulia! Pangeran Yeongan tiba-tiba mengalami kejang.

Pangeran Yeongan! Pangeran Yeongan…

Pangeran Yeongan?

- - Kau lihat itu?

Kau lihat itu!

Aku akan ambil yang ini juga.

- Pangeran! -

Jangan. Pangeran Yeongan!

Tolong, jangan!

Tolong, tolong sadarlah, Pangeran Yeongan!

Selamatkan Pangeran Yeongan.

Akan aku habisi seluruh benih Istana Timur!

Kejadian 30 tahun yang lalu terulang kembali di istana ini.

Karena itu, ikutlah dengan saya dan selesaikan masalah ini.

Biksu rendahan ini sudah tua dan lemah,

serta tidak mampu untuk menghadapinya.

Namun, ada orang lain yang mampu.

- Siapa dia? - Seorang pemuda bernama Gu-cheon.

Ibunya adalah seorang dukun.

Tapi saat dia hamil, dewa yang dia layani menjadi murka dan mengutuknya.

- - Dalam penderitaannya,

dia menceburkan diri ke sungai bersama anaknya.

Akan tetapi, meski ibunya tewas,

anak itu berhasil selamat.

Anak itu berada dalam air selama lebih dari 15 menit

dan seharusnya dia sudah mati.

Mungkin karena dia kembali dari kematian, sejak saat itu, dia bisa melihat arwah.

Gu-cheon.

- - Hei, Bocah Bengal, bangun! Hei, bangun!

Hei, cepat bangun!

- Hei, ayo! Cepat bangun! -

Biksu sudah pikun?

Bertingkah begini di kuil yang dijaga Buddha dan Dewa Gunung?

Kenapa kau terus-terusan tidur di sini padahal punya kamar sendiri?

Aku tidur di sini karena banyak makhluk yang keluar dan menggangguku saat malam.

Astaga.

Gu-cheon!

Seseorang yang berkedudukan tinggi datang menemuimu. Ayo ikut aku.

Tidak mau. Bisa tinggalkan aku sendiri?

Berhenti tidur seharian dan mulailah cari uang!

Dengan satu-satunya keahlianmu itu!

Sudah aku bilang, aku tidak mau melakukan hal konyol begitu.

Seorang biksu bicara tentang uang? Kau seperti biksu palsu.

Apa? Biksu palsu? Baiklah.

Aku juga sudah lama ingin berhenti menjadi biksu palsu yang menyedihkan.

Kau tampak tidak sehat.

Apakah ada masalah?

Itu bukanlah urusanmu. Kau sendiri tampak menderita.

- Cukup. - Kau mau apa dariku?

Aku dengar kau bisa melihat arwah dan mengusirnya.

Astaga, kau sudah menyebarkannya ke seluruh kota.

- Sampai anjing dan sapi pun mendatangiku. - Gu-cheon!

Selalu ada alasan kenapa seseorang diganggu arwah.

- Itu karena mereka berbuat dosa. - Hentikan!

Berhentilah mengundang orang-orang yang berbau busuk seperti ini.

Jaga bicaramu, Bocah Bengal!

Beliau bilang anaknya sakit.

Anaknya diserang oleh arwah dan kondisinya kritis.

Lalu, apa urusannya denganku, ha?

Jangan panggil aku untuk hal-hal sepele. Aku mau tidur siang dulu.

Gu-cheon!

Apa?

- Apa kau melihat sesuatu padaku? -

Tangan kananmu.

Tidak bisa dipakai, kan?

Kenapa?

Ada bekas gigitan arwah di sana.

Melihat bagaimana dagingmu terkoyak,

jelas ada arwah pendendam yang menempel padamu.

Seharusnya kau hidup lebih baik.

Tapi itu bukan urusanku.

Saya mohon ampun.

Oh, ini istana, ya?

Raja…

- Kalian boleh pergi. - Baik, Yang Mulia.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left