The first 200 lines.
Lalu 45, 46, 47, 48, 49, 50...
Aku datang!
SELAMAT ULANG TAHUN
Kutemukan kau!
- Darwis, mainlah di dalam rumah. - Kutemukan kau!
Lebih cepat!
Itu sangat jelas, Zai!
Zai.
Sapa Hortense, putri Bibi Doreen. Katakan halo.
Dia tinggi untuk usianya
- Kutemukan kau! - Dia akan jadi model saat dewasa.
Kutemukan kau!
Kau di sana!
Halo!
Kau di sana!
Darwis, kenapa kau bermain dekat dapur?
Mainlah di luar!
Aduh, anak ini.
Zak! Jangan, Zak!
Darwis!
Jangan masuk ke sini, Sayang. Pergilah.
- Baiklah. - Terima kasih.
Ada yang sembunyi di sana?
Tidak.
Sekakmat.
Kutemukan kau!
Astaga.
Kutemukan kau!
Bagaimana kau temukan aku?
Ini persembunyian favoritmu.
Bapak!
Allahu Akbar.
Asyhadualla ilaha illallah.
Allahu Akbar.
ASOSIASI JURNALIS NASIONAL MENGANUGERAHKAN JURNALIS TERBAIK 1970
PADA LICHE KAMARUDDIN ZAMAN
KAMI MEMBERIKAN PERNGHARGAAN INI PADA DATU KAMARUDDIN ZAMAN
KARENA MEMENANGKAN PENGHARGAAN JURNALISME PENYIARAN
BERDASARKAN DRAMA ASLI KARYA JIT MURAD
Bagi para pendengar yang baru mendengarkan Radio Kuala Lumpur,
selamat pagi dan kabar baik.
Ramalan cuaca untuk hari ini adalah...
Hari ini tampaknya mendung.
Matahari akan muncul? Atau akan hujan?
Tak bisa diprediksi. Mungkin akan muncul, mungkin tidak.
...tapi cuaca tak bisa diprediksi.
Kau tak pernah tahu apa yang akan terjadi.
Jadi, jangan lupa membawa payung.
Tak peduli langitnya biru dan semua indah atau hal buruk terjadi,
jalani harimu seolah itu hari terakhir dalam hidupmu.
Merokok, minum, dan makan sebanyak kau suka.
Kau tetap akan mati. Kini, nikmatilah musik ini.
KEDATANGAN
Hei, Pak Zakaria. Baru pulang?
Hei!
Berpisahnya pasangan yang tampak bahagia ini
terus membuat Hollywood terkejut.
Suami pemenang Oscar itu terlihat
sedang makan siang intim dengan seorang wanita misterius...
Ibu! Bangun, Ibu!
Bisa mengantarku ke sekolah, Ibu?
Ibu, kumohon.
Sam, bisa tolong antar dia?
Ibu.
Ibu tak bisa.
Ikut Ayah, Lily. Ayah akan antar kau sekolah.
Halo, Lily? Kenapa kau belum ada di sekolah?
Ibu akan antar aku balet nanti, 'kan?
Sampai nanti, Sayang. Dah.
Dah, Ibu!
Dah, Lily.
Terima kasih.
- Pagi, Paman. - Jadi, apa kabar?
Selamat pagi, Pak.
Selamat pagi, Concepcion.
WAYANG MELALUI ENAM DEKADE
Ada apa? Ada masalah?
Tidak, Paman.
Hei!
Setelah menjalani hukuman untuk tuduhan berkendara saat mabuk terakhirnya,
mantan aktris anak-anak ini kini kembali jadi sorotan media.
Selamat pagi.
- Pagi. - Bagus, kau bawa koran.
- Nasi lemak? - Terima kasih.
- Di mana? - Aku tak tahu.
Hai.
Hai.
Ada pesan untukmu.
Dan duduk perlahan. Mata fokus pada satu titik
dan diam selama lima napas.
Eh, maaf.
- Dah. - Dah.
Tiga.
Hai.
Kakakmu, mengingatkanmu tentang makan malam di rumah ayahmu besok.
Kau sudah baca omong kosong ini?
DARWIS KAMARUDDIN PEMBERITAHUAN PENTING - MENANG BESAR!
PENGINGAT! MAKAN MALAM BESOK, PUKUL 20,30 DI RUMAH BAPAK. JANGAN TELAT!
Sial, di mana aku menaruh kunciku?
Bapak bangun pagi.
Mereka membangunnya di tanah Teck Hua.
Ya, Bapak, tapi setelah anaknya menjual rumahnya.
Rasanya baru kemarin Teck Hua membangun rumahnya di sana.
Apa Bapak terkena flu?
Darwis.
Sudah beri tahu kakak dan adikmu soal makan malam di sini besok?
Ya, Bapak, aku mengingatkan mereka.
Bapak, bisa beri tahu Concepcion aku akan kembali untuk makan siang?
Baiklah, dah.
Lily, Ibu tak bisa.
Ibu tak bisa, Lily.
Ibu tak bisa mengantarmu balet. Ibu tak bisa.
Sayang, karena itu kita punya sopir, ya?
Berikan ponselnya pada Rose dan kembali ke kelas, ya?
Dah.
Berengsek! Ada masalah apa?
Aku baru bicara dengan kontraktormu. Dia bilang mereka sedang merenovasi
rumah istri mudamu yang cantik.
Kenapa aku tak tahu soal ini?
Bukankah "aku" istri mudamu yang cantik?
Apa? Hanya teman? Kau pikir aku bodoh?
Jika selalu ingin istri yang lebih muda, lakukan sendiri saja.
Dasar berengsek!
Kau kesal. Siapa dia?
Pria berengsek itu.
Aku lakukan bagianku.
Bekerja keras, tampil cantik. Kau harus lakukan bagianmu.
Dia hanya perlu merawatku. Apa itu sulit?
Malaikat baru lewat.
Ah, apa itu?
Kami percaya saat terjadi keheningan canggung,
saat orang tak tahu apa yang harus dikatakan,
itu artinya "malaikat"...
Malaikat sedang lewat.
Oh, sungguh? Manis sekali.
Kau tak apa?
Sudahlah, itu sudah selesai. Saatnya mencari yang baru.
Sebenarnya, kau bisa dibilang sangat beruntung.
Bisa lari dengan mudah.
Aku? Aku harus memikirkan Lily, Sam, ayahku.
Entah kenapa dia ingin makan malam dengan kami semua besok.
Mungkin dia mulai pikun.
Aku harus pakai apa?
Hei, ayahmu masih cukup muda, bukan?
Berapa usianya?
Usianya? Dia selalu seperti seusiaku.
Berjiwa muda, seperti aku. Karena itu, aku anak favoritnya.
Berapa banyak kakak dan adikmu?
Tiga saudara dan satu saudari.
Semua orang mengenal saudariku.
Aku tak mengenal saudarimu.
- Itu konyol. - Ya.
Bisa kau bayangkan?
- Halo, Kalsom. - Hai.
Apa semua kakak lelakimu sudah menikah?
Yah, Zakaria yang tertua. Dia belum menikah.
Tapi dia sangat sulit.
Saat masih muda, dia dikeluarkan dari angkatan udara,
lalu dikeluarkan dari ini, lalu dari itu, dan sekarang,
tak ada yang tahu apa yang dia lakukan.
- Hai, Michelle. - Astaga, Kakak Zak!
Zakaria itu seperti kambing hitam dalam keluarga.
Kenapa? Apa kulitnya gelap?
Tidak, sebenarnya kulitnya putih.
Ibunya adalah orang Eurasia.
Oh.
Lalu ada Darwis. Dia sudah bercerai.
- Sungguh? - Ya, dia mengajar di suatu tempat.
- Hanya guru sekolah? - Tidak, dia mengajar di universitas.
Sama saja, muridnya lebih tua.
Selamat pagi. Tolong duduklah.
Selamat pagi, Semuanya.
- Selamat pagi, Pak Dosen. - Selamat pagi.
Silakan duduk.
Ada satu kakak laki-laki lagi, 'kan?
Ya, Husni. Husni seorang arsitek.
Dia yang paling sukses dan paling tampan.
Sudah menikah atau belum?
Belum menikah.
Sepertinya dia butuh istri sempurna.
Muda, seksi, ramah.
- Maksudmu kau, Hortense? - Ya.
Hai.
Halo.
Tapi kau tak akan pindah agama, bukan?
Apa pun untuk penyelamatan, bukan?
Bagaimanapun, dia harus menikah.
Lihat sekelilingmu. Aku pilihan terbaik.
Hmm... Ya, kurasa lebih baik kau, bukan?
Daripada ipar materialistis yang memperebutkan warisan.
Lebih baik aku menikahi kakakmu daripada ayahmu, bukan?
Aku harus ganti baju.
Baik, apa yang kau pakai?
Pakai celana akan bagus.
Kuharap ini belum terlambat.
Ini baru pukul 08,30, Sayang. Kau bosnya, bukan?
Kau bisa masuk kantor kapan pun, tak ada yang berani bertanya.
Bukan itu maksudku.
Aku cemas.
Soal apa?
No comments yet. Be the first to leave one.