The first 200 lines.
POLANDIA
Selamat datang, Jigen Daisuke!
Paham?
Ayo pergi.
Jigen Daisuke.
DAGING
Bangun!
Kyoko.
Yuya!
Kau tidak akan selamat!
Aku tidak bisa mundur sekarang!
Yuya... Yuya!
Yuya.
Anak yang ini.
Minggir!
MEKSIKO
Sepertinya masalahnya bukan pada diriku.
Aku tidak menemukan masalah pada senjata ini.
Reputasimu sudah dikenal.
Maaf sudah mengecewakan.
Kau pasti tahu bahwa reputasi didasari oleh gosip.
Pistol ini salah satu yang terbaik.
Bentuknya indah, sangat pas, serbaguna,
dan senjata kami yang paling efektif.
Tapi sudah rahasia umum keindahan tidak bertambah seiring waktu.
Ia menjadi antik.
Senjata ini tidak menyerupai karya seni,
tapi lebih unggul.
Aku tidak bermaksud membuang waktu kita berdua.
Tuan Jigen.
Apa aku harus pergi dahulu untuk merokok?
Aku akan merokok jika bisa keluar dari tempat ini.
Ada rumor yang sudah lama beredar.
Ahli senjata terhebat, yang terbaik di dunia
berada di tempat bernama Deigyo-gai di Jepang.
Mungkin kau tertarik untuk menemuinya.
Jepang...
Sudah lama sekali.
JEPANG
Pertama kali ke Deigyo-gai?
Ya, dan yang terakhir.
Orang bilang begitu, tapi mereka tetap kembali.
Dilarang merokok.
Makanlah permen.
KOTA DEIGYO-GAI
- Hei, mau buat tato? - Seperti ini.
Bagaimana, Pak?
Bagaimana?
Hei, Tampan.
Hei, Tampan.
Hei, mau bersenang-senang?
Hei.
Apa?
Aku mau pergi ke bar bernama Yamatomi.
Kau orang luar.
Kau tahu tempatnya?
Lurus terus di Aula Tengah.
Tapi...
orang luar tidak kusarankan ke sana.
Aku akan berhati-hati.
Kalau ada masalah, bilang kau disuruh Ruri.
Ini.
Aku tidak menarik biaya untuk kebaikan.
Terima kasih.
Dah.
Hei, Kakak.
- Kau tampan. - Apa?
- Ayo ikut aku. - Boleh?
- Tentu saja. - Sungguh?
Silakan.
Ini buatan sendiri.
Resep rahasia ayahku.
Selamat menikmati.
Maaf.
Menunggu lama?
Kudengar ini tempat perlindungan penjahat, tapi di sini lumayan juga.
Tidak boleh merokok di taksi?
Kau tampak sangat kesal waktu menyalakan rokok setelah turun.
Kata siapa?
Semua orang di sini.
Sungguh mengesalkan.
Aku memberi tahu bos kota ini bahwa kau adalah klienku.
Kau aman jika tidak buat masalah.
Jika buat masalah?
Semua akan jadi musuhmu.
Deigyo-gai hancur setelah rencana pembangunan gagal.
Orang buangan tanpa tujuan mengambil alih kota
dan dijadikan rumah.
Ini tempat perlindungan terakhir mereka, mereka akan melindunginya mati-matian.
Begitu rupanya.
Jadi, soal ahli senjata yang kau cari...
Namanya Yaguchi.
Yaguchi?
Tidak pernah dengar.
Gelandangan juga?
Dia tidak tinggal di sini.
Dulu pernah berbisnis di sini.
Dia menjual senjata ke penduduk Koinobori.
Koinobori?
Di sanalah bos kota ini tinggal.
Bos baru, yang baru saja mengambil alih,
mengumpulkan tentara bayaran dan pembunuh.
Semua senang dengan bos baru ini.
Jika berjalan lancar, tak perlu lagi lari dari hukum.
Jika tinggal di sini, kau bisa menyebabkan masalah.
Alamat si ahli senjata.
Toko jam di pusat perbelanjaan yang nyaris telantar.
Terima kasih.
PUSAT PERBELANJAAN HIBARI
- Kami pulang. - Selamat datang.
Berhati-hatilah.
Halo.
Datang lagi, ya.
Hei!
TOKO JAM YAGUCHI JUAL DAN REPARASI
- Sakit. - Ayo, lakukanlah.
Satu, dua, tiga, empat...
Mulai.
- Hei, ayo. - Cukup. Sakit.
- Aku pulang. - Hei.
- Cuci tanganmu. - Baik.
- Sakit. - Teruskan.
Tiga menit lagi. Atau aku dapat apel lagi.
Organ dalamku sudah sangat lemah.
- Ayo, teruskan. - Satu, dua, satu, dua.
Sakit...
Teruskan.
Sungguh? Ada pelanggan?
Apa Yaguchi ada di sini?
Itu aku.
- Punya suami? Putra? - Hanya aku.
Jadi, kau...
Hei, kau mau apa?
Apa yang kau inginkan dari Chiharu?
Apa?
Zenith El Primero A384.
Jam tangan yang bagus. Mau diperbaiki?
Bukan ini yang perlu diperbaiki.
Begitu rupanya.
- Ada apa? - Bukan apa-apa.
- Cepat kirim barangnya. - Benar, aku lupa.
Sampai jumpa.
- Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih.
Dah.
Jadi, kau ingin memperbaiki barang yang ada di pinggangmu?
Sungguh mengejutkan.
Apakah kau Jigen Daisuke?
Benar.
Hanya kau yang membawa Combat Magnum seperti ini.
Pelurunya meleset.
Sudah kuperiksa semua, tapi tak menemukan masalahnya.
Maaf, kau tidak seperti yang kudengar.
Apa maksudmu?
Jika kau mendengarkan senjatamu,
ia tidak akan separah ini.
Bawa pulang.
Tidak bisa kau perbaiki?
Jangan mengada-ada.
Aku sudah pensiun.
Sekarang aku pembuat jam.
Kau sungguh ingin menjual dia?
Itu lagi?
Ayo kita bertiga kabur.
Ke mana?
Tak ada tempat tujuan. Makanya kita tinggal di tempat kumuh itu.
Apa pun lebih baik daripada ini!
Dia bukan perempuan. Mengerti?
Aku akan beri tahu tempatnya begitu dapat kesepakatan.
Bawa anak itu, paham?
Yuya...
HIROSHIGE YASUHARU, KLUB GO TSUBAKI
Jam tangannya bagus.
Informan pasti bayarannya bagus.
Itu tiruan buatan Chiharu Yaguchi.
Bahkan kau mengira itu asli.
Sehebat itulah dia.
Wanita tua hebat.
Dia wanita tua yang malang.
"Malang"?
Dia mengasah keahliannya untuk jadi pembuat jam.
Tapi dahulu, membuat jam itu pekerjaan pria.
Dia tak hanya bisa meniru teknik yang paling sulit,
tapi jam tangannya juga lebih baik dari yang asli.
Tapi karena membuat tiruan,
dia makin dikucilkan dari industri ini.
Hanya dunia bawah yang menghargainya.
Menyadari kemampuannya, mereka menyuruhnya membuat senjata palsu.
Sungguh ironis.
"Sekarang aku pembuat jam."
Apa?
Bukan apa-apa.
Tidak usah.
Kalau begitu, mau bermain?
Aku taruhan uang, sedangkan kau...
jam ini.
Kau tahu aku pemain go profesional.
Aku juga tahu kau dikeluarkan karena kecanduan judi.
Kau sungguh gigih!
Aku datang untuk urusan lain.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.