The first 186 lines.
Arena di atas dan dungeon di bawah.
Kita berhasil merancangnya sebelum Festival Pendirian.
Hal itu cukup sulit, lo, Tuan Rimuru.
Mungkin butuh bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.
Betul banget, tuh.
Setidaknya butuh sebulan untuk bisa menyelesaikannya.
Yah, meski begitu...
Meskipun kita bilang begitu...
Benar-benar hampir selesai!
Tinggal sedikit lagi.
Biarkan kami turut membantu
pembangunan arena ini!
Tuan Carrion juga akan ikut berpartisipasi
dalam festival yang Anda adakan ini.
Tolong izinkan kami untuk ikut membantu.
Kalian sudah memberi kami tempat tinggal dan makanan,
jadi kalau butuh bantuan, kami siap membantu.
Berkat semuanya,
hanya butuh waktu sebulan untuk menyelesaikannya!
Kalau begini, pembangunannya akan selesai tepat saat Festival Pendirian.
Benarkah?
Serahkan saja pada kami!
Tadinya aku sudah membuang akal sehatku,
tapi setelah melihat pemandangan ini, aku jadi diingatkan kembali
kalau ini benar-benar dunia lain!
Baiklah, kita sudahi saja pekerjaan untuk hari ini.
Mari kita lanjutkan besok!
Sip! Kerja bagus, semuanya!
Wah, kamu benar-benar hebat, Ramiris.
Skill milikmu, "Dunia Kecil",
mampu memuat ruang yang besar
ke dalam labirin dengan utuh.
Area evakuasinya benar-benar dimuat semua di lantai satu.
Berkatmu, semuanya jadi senang.
Tidak perlu takut hujan dan suhunya stabil sehingga nyaman ditinggali.
Yah, begitulah.
Kalau mau, kita bisa menambah jumlah lantainya, kok!
Katamu kita bisa menambah satu lantai tiap satu jam, kan?
Iya.
Kalau begitu, tolong buatkan sampai seratus lantai.
Lo, memang kita butuh sebanyak itu, ya?
Aku ingin melakukannya semaksimal mungkin!
Akan ada berbagai macam mekanisme
dan kekuatan monsternya akan disesuaikan dengan tingkatannya!
Terus, bagaimana caranya kita bisa menambah monsternya?
Apa mau ditangkap satu per satu?
Nah, ini antara kita saja, ya.
Caranya begini, begini, begini.
Oh, begitu, toh!
Terus, terus...
Kalau begini, begini, begini, bagaimana?
Oh, kalau seperti itu, begini, begini, begini.
Boleh juga, tuh, idenya!
Baiklah! Akan kulakukan!
Kamu boleh istirahat dulu sekarang.
Mana bisa aku santai-santai setelah mendengar ide menakjubkan itu!
Sip, selanjutnya tinggal...
Aduh, sakit!
Aku datang, Kurobe!
Ah, Tuan Rimuru rupanya.
Sudah saya tunggu.
Barang-barang yang ada di sini punya keunikannya sendiri
sehingga tidak semua orang bisa menggunakannya.
Apa sudah yakin?
Iya.
Tapi, banyak sekali kamu buatnya.
Eh? Apa ini?
Analisis. "Zirah Terkutuk".
Zirah ini mengisap kekuatan sihir pemakainya dan mengaktifkan pelindung sihir.
Kemampuan isapnya tidak terbatas
sehingga kemungkinan besar dapat membunuh pemakainya.
Waduh! Terus, kalau yang ini?
Analisis. "Pedang Terkutuk".
Pedang ini mengisap magi di sekitarnya dan mengubahnya menjadi daya ledak.
Meski menjanjikan kekuatan yang luar biasa,
keselamatan pemakainya tidak terjamin.
Hm, benda-benda di sini memang unik,
namun mereka memiliki kemampuan yang luar biasa.
Saya jadi malu mendengar pujian Anda.
Kalau tidak salah,
saat aku berevolusi menjadi Raja Iblis,
kamu mendapat karunia berupa Skill Unik "Dewa Perajin".
Perlengkapan yang kamu buat kualitasnya akan menjadi langka atau di atasnya.
Iya.
Rasanya sayang sekali
kalau benda-benda ini cuma disimpan di sini meski hanya purwarupa.
Mereka pasti ingin menemukan seseorang yang bisa menggunakan mereka.
Benarkah?
Kalau begitu, ambil saja sebanyak yang Anda butuh.
Sip.
Berarti isi peti harta untuk labirinnya sudah siap.
Pasti akan ada banyak petualang yang berkumpul di labirin bawah tanah itu.
Mereka akan masuk makin dalam,
mengalahkan monster yang makin kuat,
dan mendapatkan perlengkapan yang makin kuat.
Artinya, kita perlu menyiapkan penginapan dan toko perlengkapan untuk mereka.
Begitu pun dengan juru taksir untuk menilai benda yang mereka dapatkan.
Kabar soal labirin bawah tanah akan menyebar di kalangan petualang
dan Tempest pasti akan jadi terkenal.
Ide Anda menarik juga.
Sebelum saya lupa, akan kuserahkan ini pada Anda.
Saya sudah membuatkan pedang yang Anda minta, Tuan Rimuru.
Pedang ini tidak akan bengkok atau patah.
Saya memfokuskan kekuatannya dan menempanya
agar bisa menyesuaikan diri dengan kekuatan sihir Anda.
Ini adalah tempaan terbaik saya.
Ini kan...
Tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek.
Mengagumkan! Mengagumkan sekali, Kurobe!
Meski begitu, bukan berarti pedang itu sudah sempurna.
Sesuai usul Anda,
saya membuatnya agar dasar bilahnya bisa dilubangi.
Tapi, ini tidak ada lubangnya, tuh.
Itu karena pedang ini dibuat khusus untuk Anda.
Makin sering terpapar kekuatan sihir Anda, pedang itu akan makin tumbuh dan berevolusi
sehingga kemampuannya bisa setara perlengkapan tingkat legendaris.
Di saat itulah baru akan terbentuk lubang di sana.
Begitu rupanya.
Baiklah, akan kutunggu sampai pedangnya sempurna!
Oh, Ramiris!
Apa kamu sehat?
Lama tak jumpa, Guru! Saya sehat!
Mohon bantuannya untuk hari ini, ya!
Kalau begitu, biar kuantar.
Kalau Guru ada di sini, berarti rencanamu itu...
Iya, yang "itu", lo.
Hei, Veldora.
Aku mau minta tolong padamu. Bisa?
Ada apa? Enggak lihat aku lagi sibuk, nih?
Ya sudah kalau begitu.
Padahal ini soal tempat tinggal untukmu.
Apa? Tempat tinggal untukku?
Kena kamu.
Baiklah, akan kudengarkan.
Sebenarnya, Ramiris sudah pindah ke kota ini.
Kami putuskan untuk membuatkannya labirin di bawah arena.
Oh, Ramiris, ya?
Mumpung dia di sini, kuputuskan untuk membuat sesuatu
yang akan menjadi daya tarik terkenal negara ini.
Kalau cuma labirin biasa, pasti enggak seru, kan?
Terus?
Kita memerlukan
seorang raja penguasa dungeon!
"Raja," katamu?
Di lantai 100 bawah tanah, terdapat sebuah pintu menuju Labirin Peri
yang merupakan tempat tinggal Ramiris.
Kita membutuhkan sosok pelindung terkuat
untuk menjaga pintu tersebut.
Bukankah menurutmu begitu, Nak Veldora?
Aku mengerti! Kamu mau menyerahkan tugas itu padaku, kan?
Iya.
Selain itu, ada sebuah keuntungan lain kalau kamu
mau menerima peran penting ini.
Apa?
Kamu ingin sekali bisa melepaskan auramu, bukan?
Katamu kamu hampir mencapai batasmu, kan?
A- Maksudnya...
Betul! Kamu tidak perlu menahan auramu di dalam labirin itu.
Kamu juga boleh berubah ke wujud aslimu di sana!
Kuucapkan selamat karena berhasil sampai ke sini, para serangga!
Tidak akan ada yang bisa lolos dari sang Naga Badai!
Kuucapkan terima kasih karena sudah mengajakku, Rimuru!
Itu adalah tugas besar yang hanya bisa dilakukan olehku seorang!
Begitu katanya.
Gampang, kan?
Gampang banget.
Dengan ini, dia bisa melepaskan auranya di dalam labirin dengan bebas.
Tingginya kepekatan magi yang dikeluarkan Guru
akan membuat para monster langsung bangkit di dalam dungeon!
Iya, makin dekat letaknya dengan Veldora, monsternya akan makin kuat.
Kamu jahat sekali memanfaatkan Guru seperti itu, Rimuru.
Alah, toh kamu juga sama, Ramiris.
Jadi, Ramiris, bagaimana perkembangan dungeon-nya?
Ah, kami baru menambahnya menjadi 15 lantai!
Kalau terus begini,
kita akan mencapai tujuan kita, seratus lantai, dalam beberapa hari.
Karena lantainya bertambah secara otomatis,
kita tidak perlu mengubah setelan dari lantai yang sudah ada.
Baiklah, mari kita siapkan dulu ruangan untuk Veldora.
Apa ini... ruanganku?
Kok rasanya
tidak beda jauh dengan tempatku disegel dulu?
Tenang saja, Guru! Aku bisa membuatkan dinding atau tangga
dengan mudah sesuai keinginanku!
Oh, benarkah?
Kalau begitu, mari kita diskusikan
No comments yet. Be the first to leave one.