Release info

Hong Kong Family 2022 CHINESE BluRay x264-YTS
A Commentary by tedi
Retail VIDIO Resync for BluRay

Tags

BluRay
x264
TS
YTS
Published on: 2023-10-16
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Yeung!

Ayo, kemari.

Kenapa kau memegang pot itu?

Ini hanya perjalanan pendek. Tak masalah.

Berikan padaku.

Tn. Chan, tolong dengarkan Ny. Chan.

Akan kuserahkan padamu.

Tapi aku sebaiknya mengingatkanmu...

...bahwa pot itu akan terguling di bagasi.

Ini hanya perjalanan singkat. Tak masalah.

Nak.

Halo?

Ya.

Itu normal?

Noda air di dinding itu normal?

Sudah jelas ada yang bocor.

Dan bata keropos di dapur. Kau harus menggantinya.

Rabu pekan depan? Tentu!

Kita akan membicarakannya di apartemen.

Rabu pekan depan, pukul 15.00. Ikut denganku ke apartemen baru.

Aku tak bisa.

Kenapa?

Kau sudah tak bekerja lagi. Apa yang membuatmu sibuk?

- Ny. Chan. - Jangan bela ayahmu.

Kau selalu bermalas-malasan di rumah.

Apa terlalu merepotkan memintamu...

...untuk ikut denganku dan bicara dengan ahli renovasi?

Apartemen ini juga milikmu.

Kau sudah mencoba mencari pekerjaan?

Aku bertanya padamu. Kau sudah berusaha mencari pekerjaan?

Tanpa pemasukan...

...bagaimana kita akan membayar hipotek?

Jika tak bisa melanjutkan profesimu, cari saja pekerjaan sementara.

Tolong bersikap fleksibel.

Kau bisa jadi sopir taksi.

Akan sesulit apa rasanya?

Aku sudah memikirkannya.

Begitu apartemen siap di tempati aku akan mencari pekerjaan.

Apa kau bisa melakukan sesuatu?

Jangan hanya bergantung padaku.

Jual saja jika tak bisa membayar hipotek.

Kita memang tak seharusnya membeli apartemen...

...tapi kau bersikeras.

Baiklah, kalau begitu jual saja!

Kita akan kehilangan deposit.

Kehilangan uang...

- Kita akan tinggal di jalanan. - Awas!

Kau membuat kami terkejut.

Ny. Chan.

Tn. Chan tak bermaksud mengatakan kita harus menjual apartemen...

...atau tak mendukungmu.

Maksudnya, kita harus bersiap menghadapi kemungkinan terburuk...

...dan memintamu agar tak terlalu cemas.

Terlalu cemas?

Lalu kenapa dia tak ingin ikut dengan Ibu?

Tn. Chan, apa yang kau lakukan hari Rabu?

Potong rambut.

Potong rambut?

Apa bisa pergi di lain hari?

Aku ada wawancara pekerjaan hari Kamis.

Ibu masih ingin Ayah ikut?

Ki.

Jangan pikir kau bisa menghindar.

Kami butuh bantuanmu untuk hipotek.

Selama belum menikah, kau masih harus berbagi tanggung jawab.

- Kakak. - Di mana Ibu?

Ibu sudah marah sejak aku datang.

Sama sepertimu.

Paman Ming.

Sudah setahun. Kau makin tinggi.

Paman datang sendiri lagi?

- Ki - Paman Ming.

Nenek bilang kau punya pacar. Apa kau akan segera menikah?

Chun! Butuh bantuan?

Ibu, pot itu besar. Biar aku saja.

Kau? Aku lebih suka makan malam tepat waktu.

Aku akan memasak cepat. Untuk apa Ibu pakai ini?

Rebusan daging babi harus dipanaskan kembali.

- Bawa keluar. - Baiklah.

Aku mengikuti petunjuk Ibu.

Aku mengukusnya tiga kali.

Lihat, potongan dagingnya kecil sekali.

Dan terlalu tipis.

Ki, rebus air.

Hei.

Apa?

- Biarkan saja ayam itu. - Baik.

Potong sayurnya dulu.

Aku mengerti.

Jangan lupa wortel juga.

Apa kau sudah membuat pangsit manis itu?

Ki, mulai buat pangsit manis.

Pakai gula tebu untuk isiannya.

Bukan, yang di sebelahnya.

Apa kau tahu yang mana tepung beras?

Kau butuh mangkuk untuk adonan.

Kau tahu harus menggunakan air hangat?

Aku tahu.

Kau mau ke mana?

Hewan ini tersesat.

Antar dia ke rumahnya.

Di mana rumahnya?

Paman tidak tahu.

Kau harus mengajarkan Ki memasak.

Ukuran pangsitnya tidak sama.

Aku akan biarkan Ibu mengajarinya.

Kapan dia akan menikah?

Usianya baru 20 tahun. Terlalu muda untuk menikah.

Kau seharusnya memikirkan hal ini lebih serius.

Jika Ibu tak mengatur perjodohan itu...

...kau tak akan punya keluarga bahagia saat ini.

Ya, berkat ibu. Menantu ibu luar biasa!

Bukankah Chun cukup baik?

Dia tak punya kebiasaan buruk, membelikanmu rumah.

Ming bernasib sial menikahi wanita itu.

Dia hanya pulang untuk meminta uang pada Ibu.

Ibu!

Apa?

Apa Ming sudah minta uang pada Ibu?

Belum, tapi akhirnya dia pasti minta.

Ibu akan menunggu dan melihatnya.

Aku seharusnya...

Kau ceroboh sekali! Ming!

Ibu baik-baik saja?

Suruh Paman Ming...

...mengambil plester dari kamar Nenek.

Ada di laci lemari.

Paman Ming.

Sakit.

Kau menemukan plesternya?

Ada banyak sekali kotak.

Banyak sekali kotak.

Ibu pikir aku mencuri uang Ibu?

Tidak.

Lalu, kenapa Ibu menghitungnya?

Ibu tahu!

Bisnismu dan wanita itu gagal...

...dan kau hanya pulang karena uang.

Dia istriku dan menantu Ibu. Jangan memanggilnya "wanita itu"!

Wanita itu kasar.

Dia tak izinkan aku menemui cucuku.

Dia hanya memanfaatkanmu.

Kini aku tahu kenapa Ibu marah.

Ibu pikir aku pulang karena uang Ibu.

Hei!

Ibu belum selesai. Kau mau ke mana?

Kenapa bilang pada Ibu bahwa aku ingin meminjam uang dari Kakak?

Aku tak punya uang. Tapi Ibu punya.

Kakak tak perlu menjelaskan.

Jika meminta baik-baik, Ibu pasti...

Aku tak ingin Ibu meremehkanku.

Bukan. Ini tak seperti yang kau pikirkan.

- Diam! - Ming, jangan pergi.

Diam.

Kita keluarga.

Ya, nikmati makan malam keluarga "kalian".

Ming.

Pergilah bersama wanita itu.

Lupakan saja ibumu.

Pergi sana!

Ki, temani Ibu. Aku akan mengambil plesternya.

Tak perlu.

Selesaikan masakannya.

Kau tak lihat jariku sakit?

- Aku lihat. - Kau lihat?

Kenapa kau tak membantuku?

Apa yang bisa kubantu?

Kau membuatku gila.

Aku ingin bercerai.

Kubilang, aku ingin bercerai.

Kau tak ingin mengatakan apa pun?

Baiklah, ayo bercerai.

Jangan bercanda soal hal ini.

Aku tak bercanda! Aku sudah lama memikirkannya.

Aku akan mencari pengacara besok!

- Aku tak melakukan kesalahan! - Kau memang tidak salah!

Aku yang salah karena menikahimu!

- Ada apa dengan kita? - Aku yang salah.

Tak seorang pun dari kita yang melakukan kesalahan!

- Aku ingin bercerai! - Kita tak akan bercerai!

- Aku ingin bercerai! - Kau sudah dengar aku! Tidak!

- Aku ingin bercerai! - Diam! Kubilang diam!

Yeung, tolong pulang!

Ayah dan Ibu bertengkar.

Diam!

Kubilang diam!

Diam!

Kubilang diam!

Kau dengar aku?

- Hentikan! Ayah akan melukai Ibu! - Diam!

Hentikan! Ayah sudah gila?

Letakkan pisaunya! Duduk!

Aku ayahmu.

Jangan atur aku!

Apa yang sudah kau lakukan sebagai ayah?

Sial!

Nak, sudahlah. Jangan.

Nak!

Ibu, jangan menangis.

Kami akan pulang, aku janji.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left