The first 200 lines.
VILA YUSEONG
EPISODE DUA
Ayo.
KUNJUNGAN RUMAH SAKIT WOO-JOO
KONSULTASI PENITIPAN ANAK WOO-JOO
PENGUMUMAN PEGAWAI TETAP
UNTUK PEKERJAAN HYUN-JIN
HYUN-JIN DATANG
TES BAKAT PANGAN BS
KUNCI SESUNGGUHNYA UNTUK MENDAPATKAN PEKERJAAN
HYUN-JIN, MAAFKAN AKU
Apa Kakak harus menjadikanku duri di sisi Kakak?
Kenapa kau menjadi duri di sisi Kakak?
Tapi aku memang duri.
Duri menusuk dalam di sisi Kakak.
Hyun-jin.
Kakak sudah membutuhkan banyak hal untuk Woo-joo.
Namun, Kakak masih membuat kamar untukku di rumah Kakak.
Aku tidak akan tinggal di sini.
Jadi, kumohon
tinggalkan aku sendiri.
PENDAFTARAN ANDA UNTUK PANGAN BS TELAH DITERIMA
Kenapa pesan ini tidak datang lebih awal?
Maka aku tidak akan bertengkar dengan Kak Hyun-joo.
Aku tidak akan mengatakan hal-hal buruk itu kepadanya.
Apa aku duri di sisi Kakak?
- Kata siapa? - Hanya saja
Kakak masih belum menikah
dan Kakak selalu menongkrong denganku
meskipun aku bukan anak kecil lagi.
Astaga, Sayang.
Kau menjadi sangat perhatian.
Aku akan menjadi orang tua Kakak mulai sekarang.
Benarkah?
Ya.
Meski aku tidak bisa memberi Kakak yang terbaik
aku akan melakukan yang terbaik.
Jadi, Kakak bisa mengundang semua tamu yang Kakak inginkan
dan serahkan semuanya kepadaku.
Maafkan aku.
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Ibu!
STUDIO EUNHASU
Kami sudah tutup.
Hei, singkirkan semua ini dari meja.
Apa terjadi sesuatu?
Tidak.
Kita minum untuk merayakan.
Akhirnya aku meninggalkan apartemen studio kecilku
untuk rumah baru tempat aku bisa
memaku dinding dan mendekorasi kapan pun aku mau.
Kurasa bukan begitu.
Kau selalu membawa soju setiap kali hal buruk terjadi.
Benarkah?
Kau juga membawa soju di hari kau kembali
dari pertemuan prapernikahan kakakmu.
Kali ini pemakamannya.
Aku
ketua pelayat Seon Woo-jin.
Tampaknya, dia pria yang baik.
Semua orang menangis saat membicarakannya
tapi aku tidak meneteskan air mata.
Lagi pula, aku tidak tahu banyak tentangnya.
Itu juga kali pertama aku tahu dia punya anak.
Dia punya anak?
Ya.
Mereka bahkan bertanya apa aku bersedia mengasuhnya.
Aku pasti sudah gila.
Aku orang
yang tidak pernah mengurus
atau berniat mengurus siapa pun kecuali diriku sendiri.
Kau baik-baik saja?
Aku tidak melihat alasan untuk tidak baik-baik saja.
Aku menghabiskan lebih banyak hari tanpa Seon Woo-jin
daripada dengan dia.
Namun
ada satu hal yang menggangguku.
Apa itu?
PANGGILAN MASUK
Sampai jumpa.
- Jaga dirimu. - Terima kasih.
Tae-hyung, ini Kak Woo-jin.
Ada yang harus Kakak katakan kepadamu.
Hubungi Kakak jika sempat.
Orang terakhir
yang dihubungi Seon Woo-jin
adalah aku.
Aku penasaran kenapa dia meneleponku.
Dia bilang ada sesuatu yang harus dia katakan kepadaku.
Apa itu?
Sudah lama
aku tidak tertarik dengan itu.
Hujan juga turun seperti waktu itu.
Menyebalkan sekali.
Ada hidangan yang kupikirkan
jika diterima di Pangan BS.
BUBUR SAYURAN, BUBUR DAGING SAPI SAYURAN...
Baiklah.
Aku yakin
makanan menawarkan banyak keuntungan.
Ini dia.
Ini, cobalah, Woo-joo.
Ini. Buka yang lebar.
Hei, Seon Woo-joo.
Bibi bekerja keras untuk ini saat menyiapkan wawancara Bibi.
Sesuap saja, ya?
Ini.
Buka yang lebar.
Bagaimana? Enak, bukan?
Kali ini akan ada daging juga.
Ini.
Buka yang lebar.
Astaga.
Sayang sekali.
Tidak.
- Kau tidak menyukainya? - Tidak.
- Hyun-jin. - Se-yeon!
Kalian berencana tinggal di ruang tamu selamanya?
Lihat kondisi rumah ini.
Kalian berdua juga.
Tidak mudah mengurus anak.
Katakan apa yang harus kubantu.
Aku bisa membantu menjalankan robot penyedot debu.
Kau punya mesin pencuci piring?
Kau sudah menyalakan pembersih udara? Katakan saja.
Aku pandai menekan tombol.
Kalau begitu, Se-yeon
bisakah kau...
Apa rasanya jauh lebih baik sekarang?
Ya, benar.
Rasanya menyenangkan.
Syukurlah.
Sudah selesai.
Benar juga.
Bagaimana persiapan wawancara perusahaan kami?
Itu berjalan lancar.
Aku bersumpah akan lolos wawancara.
Aku pasti akan mendapatkan pekerjaan itu
agar aku bisa membesarkan Woo-joo dengan semua kebutuhannya.
Itu baru semangat.
Aku akan menanyai si mulut besar perusahaan dan meminta saran
tentang tim yang kau lamar.
Terima kasih, Se-yeon.
Tunggu, tapi ada satu masalah.
Ada apa?
Siapa yang akan menjaganya di hari wawancara kerja?
Aku bisa mengasuhnya hari itu.
Tapi bukankah kau harus bekerja?
Tiga puluh menit di ruang istirahat dan 30 menit di kafe.
Aku akan bilang akan pergi ke bank dan mengasuhnya
jadi, jangan khawatir.
Kau yang terbaik!
Baiklah, Woo-joo.
Astaga.
Kau baik-baik saja?
Woo-joo.
Sudah saatnya kau...
Tidak, jangan di sini.
- Berhenti. - Jangan di sini.
Jangan di sini!
- Tidak! - Pegang yang erat!
- Ini sulit sekali. - Ini sulit sekali.
Lebih baik jika sesekali terlihat.
Lebih baik jika dilihat dari jauh.
Woo-joo juga seperti itu.
Hyun-jin.
Bagaimana kau akan menangani ini sendirian?
Kau sungguh akan baik-baik saja?
Aku kesulitan bahkan hanya dengan beberapa jam.
Aku akan baik-baik saja.
Saat pergelangan tanganku membaik
aku yakin semuanya akan lebih mudah ditangani.
Aku jadi ingat.
Apa pria Paprika yang melakukan ini kepadamu
tidak menghubungimu setelah itu?
Dia tidak punya hati nurani
dan rasa tanggung jawab.
Lupakan dia.
Woo-joo dan aku akan hidup dengan baik bersama.
Aku yakin dia juga akan hidup dengan baik sendirian.
Dapurnya akan seperti ini.
Ruang tamu seharusnya seperti ini.
Dan untuk sisi ini...
Aku ingin stopkontaknya dibangun di dinding.
Seharusnya ada empat
karena aku berencana memasang televisi dan pelantang suara di sini.
Sudah kubilang, tidak semudah itu.
Lagi pula, tidak akan terlihat jika kau menaruh televisi di sana.
Aku tidak mengerti kenapa kau ingin stopkontak di dinding
di unit apartemen tua ini...
Kudengar itu mungkin jika kau membongkar lantainya.
Aku ingin semuanya bersih, apa pun yang terjadi.
Jika kau tahu, lakukan saja semua ini sendiri.
Anggap saja kita membongkar lantainya seperti katamu.
Itu bisa memengaruhi pipa
dan menyebabkan air bocor ke mana-mana.
Apa kau akan bertanggung jawab jika bukan hanya rumahmu yang kena
tapi juga rumah di bawahnya?
No comments yet. Be the first to leave one.