The first 200 lines.
PERJANJIAN PEMBAGIAN WARISAN PROPERTI
"Perjanjian Pembagian Warisan Properti"?
SUN HEE-YEON
Sun Hee-yeon?
Kenapa ada stempel orang mati di sini?
Sun Han-gyul?
Siapa kau?
Aku?
Ituβ¦
"Sun Hee-yeon".
Itu nama ibuku, yang konon mati dalam kebakaran.
Han-gyul.
Kenapa ada stempel orang mati di sini?
Aku akan jelaskan. Tenanglah dahulu.
- Semua sedang tidur⦠- Apa dia masih hidup?
Katakan, dia masih hidup?
Apa ini? Ada apa?
Bukan apa-apa.
Kurasa tak begitu.
Masuklah. Kuambilkan selimut hangat.
EPISODE 9
Makanlah, Han-gyul.
Pamanmu memasak bubur gaengsigi kesukaanmu.
Han-gyul.
- Aku berangkat sekolah. - Tunggu.
Aku belum memberi undangan ultah nenekku.
Kau berangkat sekolah? Ini masih pagi.
Hei.
Han-gyul Jahat.
Kenapa?
"Sun Hee-yeon".
Itu nama ibuku, yang konon mati dalam kebakaran.
Apa dia masih hidup?
Katakan, dia masih hidup?
Kubayar biaya menginap.
- Tak usah. - Aku harus bayar.
Aku tak suka berutang budi. Situasi ini tak nyaman bagiku.
Kita buat impas di sini.
Akan kutraktir es krim atau semacamnya.
Hubungi aku saat tiba.
SEJARAH DUNIA
Kau sudah pulang.
Aku sudah pulang.
Han-gyul.
Pikiranmu sedang kacau, pasti sulit fokus ujian.
Jika kau ingin bertanya, jangan dipendam. Tanyakan saja.
Aku akan jawab sebisaku, mengerti?
Aku bisa berharap apa dari Paman, yang membohongiku 18 tahun?
Han-gyul.
Dong-pyo minta bantuan untuk pesta besok.
Aku akan berangkat saat fajar. Aku harus tidur.
Baik, istirahatlah hari ini.
Kita bicara setelah pesta besok, ya?
Kau boleh tanyakan apa pun.
Aku tak akan tanya Paman.
Aku akan tanya dia langsung.
"Seocho-gu, Balpo-dong 33-5."
Apa ini?
Ini trik pemasaran baru dari pengacara kota kecil tanpa klien.
ANALISIS HUKUM
PUTUSAN KASUS PENYERANGAN
Kau pernah berkata rekannya rekanmu
diserang oleh orang tua siswa.
Aku membuat analisis hukum dan mengumpulkan putusan perkara klien.
Mungkin bisa berguna untuk rekanmu itu.
Aku menghargainyaβ¦
Tetapi kurasa dia ingin mengubur dan melupakannya.
Tak ada hal yang layak dikubur.
Setelah dikubur, sulit untuk menggalinya lagi.
Tolong sampaikan ini.
Semua akan kutangani sendiri.
Jangan lupa,
Pengacara Choi I-junβ¦
Selalu memihakmu.
Sun Jae-gyu membuat semua ini sendiri?
Mana mungkin.
Awalnya, kukira dia bujangan bermasalah,
tetapi rupanya dia calon suami terbaik.
Terima kasih.
Sebelumnya,
kuucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada Ibu Yang Bok-hee.
Karena aku tahu banyak lansia akan hadir,
aku fokus menyeimbangkan rasa dan kesehatan.
Lihat ini. Untuk marinasi ikan,
demi menjaga kadar gula darah, aku pakai sari buah pir, bukan gula.
Lalu untuk jeon,
aku pakai setengah minyak kedelai dan minyak perilla
agar titik asap tetap rendah dan rasanya keluar.
Anggap saja rumah sendiri. Ada banyak makanan.
Makanlah sepuasnya.
Satu hal lagi.
Iga akan kupanggang di tempat.
Galbi LA. Berikutnya. Selamat menikmati.
Berikutnya.
Ada apa? Kau tak membalas pesanku.
Seperti kau lihat, aku sibuk menyiapkan makanan.
Aku juga ingin membahas Han-gyul.
Kematangan sedang.
Baiklah.
Kau suka mentah?
Ini. Panggang sendiri.
Bu Bom, mari bicara sebentar.
Ada apa dengan Han-gyul?
Itu anehnya.
Dia tak bertanya sama sekali.
Mi itu wajib untuk pesta.
Benar.
Silakan menikmati.
Terima kasih.
- Mulai kini, ambil sendiri. - Maaf?
Di sini terlalu ramai. Kita tak bisa bicara.
Jadi, di mana Han-gyul?
Dia tak di sini?
Dia membantu Dong-pyo sejak fajar.
Aku tak melihatnya.
Lantas di mana dia?
Lihat kalian!
Berdiri berdampingan begini.
Kalian tampak serasi.
Bagaimana kabarnya?
- Hubungan kalian lancar? - Bu!
Bu.
Perkataan itu berbahaya di sini.
Tunggu!
Bukankah itu tuna?
Hanya ada satu tuna.
Siapa cepat, dia dapat.
- Sungguh? - Di mana?
Jadi, kalian berdua sudah mulai usaha membuat anak?
Bu, aku akan jelaskan nanti.
Tolong jangan keras-keras.
Ingin punya bayi bukanlah hal memalukan.
Kau kepala keluarga. Kau harus bekerja lebih keras.
Katamu kau mau punya putri.
Kau bilangβ¦
"Putri"?
Pak Choi, bukan begitu.
Ayah dan ibu Bom-sik juga ada di sini.
Mereka selalu lengket di klinik,
sama seperti hari ini.
Semua orang di pasar membicarakan kalian.
Saat si wanita membeli pot, pacarnya membawakan pot itu untuknya.
Sungguh pria sejati.
Kapan akuβ¦
Sudah kuduga.
Apa gunanya aku tutup mulut?
Kalian berkeliaran begitu, semua orang tahu.
Pak Jeong!
Tidak boleh.
Kau tak bisa melanggarβ¦
Paman Han-gyul, mari kita perjelas.
Aku, Jeong Jin-hyeok,
bersumpah kepada langit
aku tak memberi tahu siapa pun bahwa kalian berpelukan di tempat sepi.
Aku tak pernah memberi tahu orang
bahwa kau berlutut, memohon aku merahasiakannya.
Semua orang memberi kesaksian sendiri.
Paman Han-gyulβ¦
Berpacaran dengan Bu Bom?
Kenapa lama sekali?
Kenapa dia belum telepon?
Kak Se-jin.
Kenapa kau masih di sini?
Prasmanan ada di dalam.
Dong-pyo, kau lihat Han-gyul Jahat?
Dia pergi ke Seoul.
Seoul?
Katanya dia harus bertemu orang.
Dia tak bisa datang dan memberi kado untuk Nenek tadi pagi.
Aku lupa. Dia memintaku merahasiakan.
Paman! Paman Han-gyul!
Ituβ¦ Han-gyulβ¦
Diaβ¦
Dia kenapa?
Sun Han-gyul pergi ke Seoul.
Siapa?
Han-gyul?
Baguslah kau datang.
Keputusan bagus.
Kau pasti punya banyak pertanyaan.
Boleh aku bertanya?
Kau hidup dan sehat. Kenapa aku tinggal dengan Paman?
Saat itu,
Ibuβ¦
Ibu masih sangat muda.
Ibu tak tahu apa-apa saat melahirkanmu
dan harus membesarkanmu sendirian.
Uang untuk susu formula pun tak ada,
jadi, Ibu menitipkanmu kepada pamanmu
untuk pergi bekerja.
Saat Ibu kembali untukmu,
rumah sudah hangus terbakar
dan pamanmu pergi membawamu.
Itu alasanmu?
Kau bisa mencari tahu
di mana aku tinggal dengan menelepon orang.
Maksudmu, kau tak menghubungi karena tak bisa menemukanku?
Pamanmu
tak membiarkan kita bertemu.
Ibu tahu sulit bagimu untuk hidup tanpa seorang ibu.
No comments yet. Be the first to leave one.