The first 200 lines.
Selamat datang di acara Too Hot To Handle
di mana Harry dan Francesca memperoleh hadiah uang.
Yang tanpa malu dihabiskan, tak peduli perasaan orang lain.
Tanpa basa-basi lagi, saatnya bertemu para bintang menawan acara ini.
- Sapalah, Semuanya. - Hai, Desiree.
Jujur saja, aku mau tahu di mana tangan kalian.
Bijak sekali, Desiree. Senang bertemu kalian semua.
- Halo! - Kuharap kalian terus membangun hubungan
yang lebih dalam dan bermakna.
Pertama di kursi panasku pasangan yang hubungan seksualnya
seheboh kecerobohan keuangannya.
Sebelum bicara dengan mereka, mari lihat bagian terbaiknya.
Sial!
Francesca mungkin gadis tercantik yang pernah kulihat.
Berapa menurutmu untuk anal? Agak panas!
Kalian berciuman?
Apa? Tidak!
Dia menciumku.
- Kau menciumku bukan aku. - Itu tak terjadi.
Licik dan brengsek.
- Lana! - Jika aku tak bergairah,
ini akan lebih mudah.
Retret ini seperti kereta luncur.
Jika kesal, apa pun itu, katakan padaku.
Aku tak mau habiskan waktuku dengan orang lain selain kau.
Terima kasih, Lana, kau posum kecil nakal.
Francesca!
Tiap situasi yang dihadapi, kami tumbuh,
dan lampu hijau kami menyala menunjukkan bahwa kami punya sesuatu yang nyata.
Kalian melanggar peraturan lebih dari siapa pun.
Seluruh pengalaman ini sungguh ajaib.
Aku suka semua tentangmu dan tak mau kehilangan itu.
Aku siap pindah ke mana pun dia mau.
- Astaga! - Hei, Desiree.
- Apa kabar? - Halo, Harry dan Francesca.
Astaga, kalian tampak menawan, bahkan di video.
Hentikan!
Aku punya masalah pribadi denganmu, Harry. Saat pertama kali berciuman,
kau berbohong pada semua orang di depan Francesca,
lalu kau tak pernah minta maaf karena melakukan itu.
Baiklah,
- bagiku dan seluruh dunia, - Dia berkeringat.
aku mau dengar permintaan maafmu karena berbohong.
Aku akan minta maaf.
Ini dia.
Baik. Baiklah.
Dari lubuk hatiku, Francesca,
aku sangat menyesal telah berbohong kepada semua orang soal menciummu,
tapi kita tahu, aku berubah. Terlahir kembali sebagai perjaka.
Benar!
Kurasa kita bisa bilang hampir semua orang di dunia
kini menyaksikan kisah cinta kalian berkembang.
Jadi, bagaimana hubungan kalian sekarang? Misalnya, apa yang terjadi sejak retret?
Harry saja yang jawab.
Begitu kami selesai retret. Aku mengunjunginya di Vancouver.
Aku menemui keluarganya.
Neneknya yang terbaik.
- Kau dari kota besar atau pedesaan? - Aku dari pedesaan.
Aku besar bersama sapi, banteng, dan kuda.
- Sebab itu kau tak tahu dunia. - Ya. Semua restoran tutup pukul 19.00.
Kami punya tato yang sama.
Apa itu? Ada di mana? Apakah konyol? Kami harus tahu.
- Manis. - Baiklah.
Gambar kilat di jari.
Kami merasakan banyak percikan, kami pikir sekaligus saja dibuat tato.
Sangat tepat.
Luar biasa. Indah sekali. Aku jatuh cinta dengan kisah cinta ini.
Lalu...
dia datang ke Australia, kemudian...
kami memutuskan lebih baik berpisah sejenak
karena ada beberapa hal yang tak sejalan. Delapan bulan kemudian, aku mabuk,
dan mengirim pesan ke Francesca bahwa aku mau menghubunginya.
Selanjutnya, kami kembali dan jauh lebih baik.
Dia mengirimiku...
kurasa ada 50 video manis tentang kami di awal hubungan, aku langsung...
Jujur saja, saat kami putus,
aku tahu sesaat kami putus, kami akan kembali bersama.
Kami butuh waktu masing-masing.
Saat kuterima, rasanya seperti nostalgia, dan kupikir itu sangat manis.
Kami makin kuat tiap kali bertengkar.
Jadi, kalian berada di kota berbeda? Harry di LA dan Francesca di Kanada?
- Benar. - Bagaimana mempertahankannya?
Kurasa dengan FaceTime 30.000 kali sehari,
dan selalu mengirim foto telanjang.
Maaf, Bu.
Baiklah. Aku mau membahas beberapa hal lainnya.
Yang pertama adalah Kori.
Jadi, Francesca, adakah penyesalan saat berkencan dengan Kori?
Aku akan melakukannya.
Kau seksi sekali.
Aku mungkin menyesali
betapa genit diriku.
Sangat sulit menontonnya lagi. Apa aku sungguh bilang begitu?
- Aku gugup dengan reaksi Harry. - Aku tak akan duduk saja dan bilang,
"Senang sekali menontonnya. Itulah sorotanku. "
Tapi aku sangat bangga padanya setelah menonton semuanya.
Baiklah. Kita akan pindah dari Kori ke Kelz.
Senyumanmu manis. Aku suka saat kau tersenyum.
- Diam! - Aku suka.
Itu menerangi hidupku. Setiap kau tersenyum...
Francesca, boleh aku bertanya,
apa itu agar seseorang cemburu? Atau sungguh tertarik?
Aku hanya melihat ke arah lain. Jujur, aku hanya mengisi kekosongan
dan itu Harry.
Aku berharap dia akan cemburu. Bukan itu alasanku melakukannya.
Aku tertarik kepada Kel,
tapi setelah kencan, bukan itu yang kumau, dan sejujurnya aku terus memikirkan Harry.
Kel berusaha mencobanya tapi gagal, jadi, aku selalu...
Pria atraktif muncul dan telah merebut wanitanya.
"Pria atraktif." Kau sudah cukup lama tinggal di LA.
"Pria atraktif!"
Apa?
Baiklah. Kini aku mau tahu tentang masa depan kalian berdua.
Tentu, kita harus lewati pandemi global dan lainnya,
tapi adakah sesuatu
yang mau diceritakan soal rencana masa depan?
Francesca ingin pindah ke LA, dan kami juga sedang mencari...
cincin.
Astaga! Ini sungguh terjadi.
Apa pertanyaannya sudah ada?
- Kurasa harus dilakukan secara langsung. - Bisa lakukan di Zoom?
Baiklah, kita lakukan di sini. Francesca, aku berlutut.
Astaga!
Kubelikan kau Ring Pop.
Dari mana kau dapat itu?
Maukah... Entahlah. Aku gemetar.
Seharusnya aku latihan dulu.
Aku hanya mau bilang
kau mengubah hidupku. Aku sangat mencintaimu,
dan aku tak sabar ingin seumur hidup bersamamu.
Kau mau lakukan ini?
Kau mau menikah?
Baiklah, tahan dulu.
Jangan dijawab.
Biar dia harap-harap cemas.
Anggap itu balasan karena telat meminta maaf.
Selanjutnya di saluran virtualku,
meski gadis ini sangat cantik dan punya banyak pelamar,
dia tak pernah temukan cinta di retret. Dia adalah Chloe!
Kau harus bersabar denganku
karena aku bukanlah orang...
yang pintar.
Aplikasi kencan itu seperti sampinganku.
Aku ingin menguji batasanku.
Kurasa David bisa jadi hubungan iseng yang asyik.
Pikirkan nenekmu.
Pikirkan nenekmu.
Astaga!
Kau seperti dewa piano.
Bryce...
Bukan letupan rasa.
Lebih seperti...
Siapa...
dewa seks ini?
Kau tak jujur kepadaku, Kori.
Tidak, aku tak mau lebih jauh. Itu saja, selesai.
Tak akan kuberi kau kesempatan.
Aku tahu nilaiku,
dan tak akan kubiarkan Kori lainnya
membohongiku.
Pemberdayaan perempuan.
- Tak kusangka aku berbincang denganmu! - Astaga!
Senang melihat wajah cantikmu.
- Kau tampak fantastis. - Kau baik sekali.
Pertama-tama,
untuk kepentingan orang yang tak besar di Inggris,
bisa jelaskan apa artinya olok-olok.
Baik. Benar. Singkat saja. Ini dia.
Olok-olok adalah...
NOMINA (U) BAN-TER (BAN'TER)
seperti lelucon kasar.
Jadi, anggaplah aku punya lelucon,
bisa balas, Desiree?
Karena akan kuarahkan padamu dan harus kau balas.
Apa aku mau menangkapnya? Apa olok-oloknya jahat?
Itu tak akan menyakitimu. Sekadar olok-olok.
Baik, aku paham. Ini tak kejam sama sekali.
Itu seperti mencolekmu.
- Ya. - Seperti anak sekolah.
Aku suka kau, tapi aku akan sedikit menyebalkan.
Ya.
- Baik. - Paham?
Jadi, kutangkap umpan olok-olokmu.
Kau pikir kau licin, seperti gel di rambutmu.
Apa ini? Tahun 1993.
Agak kasar, Desiree, jika aku boleh jujur kepadamu.
Baiklah. Jadi, itu terlalu kasar?
Kau tahu artinya geezer ?
Baik. Ini muncul saat acara, karena kau bicara soal mencari geezer .
Dari yang bisa kutangkap, geezer ... Karena di Amerika, geezer itu pria tua,
- dan bukan itu maksudmu. - Bukan!
Jadi, geezer itu seseorang yang penampilannya bagus.
- Yang sikapnya sopan. - Baik.
Ayahku itu geezer , paham maksudku?
Kurasa dari situ aku mendapatkannya. Tidak, jangan. Kedengaran aneh, bukan?
Aku tak suka ayahku.
Geezer itu seperti Kori, atau bisa jadi orang yang baik.
Seperti apa hubunganmu dengan Kori?
Saat pertama kali bertemu Kori, aku jatuh cinta.
- Hai. Apa kabar? Aku Chloe. - Hai. Kori. Senang berkenalan.
No comments yet. Be the first to leave one.