Platinum End

Platinum End

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Platinum End S01 JAPANESE WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (24)
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2023-08-22
Downloads: 42
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Manusia dilahirkan untuk bahagia.

Manusia bertahan hidup agar lebih bahagia.

Aku juga ingin masuk SMA Shuei.

Sudah, jangan menangis lagi.

Sampai jumpa besok pukul 15,00.

Saat liburan musim semi, ayo pergi karaoke.

Yashiro, setelah masuk SMA kita tetap bersahabat, 'kan?

Jangan seperti ini. Menggelikan!

Aku akan kesepian.

Baiklah.

Aku akan lompat.

Aku ingin...

bahagia.

Aku masih sadar.

Apa aku berada di dunia lain?

Apakah surga dan neraka benar-benar ada?

Apa ini?

Apa?

Ini pasti mimpi...

Malaikat?

Malaikat ternyata sungguh ada.

Jika dia membawaku ke surga, kurasa tak ada salahnya.

Syukurlah aku datang tepat waktu, Mirai Kakehashi.

Tepat waktu?

Aku menangkapmu sebelum kau jatuh ke tanah.

Jadi, kau tak mati.

Lihat ke bawah, kau akan paham.

Bawah?

Lihat dengan jelas.

Bagaimana?

Tak ada mayat dan tak ada keributan.

Bagaimana mungkin?

Ini kehidupan nyata?

Apa...

aku tak mati?

Benar.

Aku adalah penolong hidupmu.

Lebih tepatnya malaikat pelindung. Mengerti?

Jangan bergurau.

Jangan ikut campur. Cepat lepaskan aku.

Tidak!

Aku datang untuk membawa kebahagiaan padamu.

Kebahagiaan?

Benar.

Bukankah sebelum melompat kau mengatakannya?

Kau bilang ingin bahagia.

Aku tak pernah mengatakan itu.

Tidak! Kau mengatakannya.

Meskipun aku mengatakannya, aku sudah lama menyerah.

Kumohon.

Biarkan aku mati saja.

Aku tak sanggup lagi.

Sejak hari itu,

aku sudah...

Aku tahu.

Keluargamu meninggal saat usiamu tujuh tahun, 'kan?

Kau...

Lalu kau diadopsi oleh bibimu.

Semuanya dimulai saat itu, 'kan?

Setiap hari kau hidup dalam penderitaan.

Kau pikir siapa yang baik hati mau mengadopsimu?

Maaf.

Maaf.

- Jangan bersuara. - Maaf.

Aku tak punya keluarga

atau teman.

Aku tak sanggup lagi...

Aku hanya akan menderita jika terus hidup.

Tak ada harapan lagi untuk masa depanku...

di dunia ini...

Karena itulah malaikat kelas khusus sepertiku akan memberimu harapan hidup.

Harapan?

Hei!

Harapan untuk terus hidup

yaitu kebebasan atau cinta.

Bicara apa dia?

Aku hanya ingin mati.

Membosankan.

Menurutmu begitu?

Begini saja.

Aku akan membebaskanmu dari terikat seperti budak,

jadi, kau bebas pergi ke mana saja dan kapan saja.

Sementara untuk cinta,

aku akan membuatmu, yang tak punya teman dan keluarga,

untuk mendapatkan cinta dari orang-orang.

Kedengarannya memang indah...

Apa?

Bagaimana kau bisa memberikan hal-hal itu kepadaku?

Kebebasan dan cinta.

Keduanya tak kasatmata, tak ada bentuknya.

Tidak!

Kau sudah lihat salah satunya.

Lihatlah! Sayap ini!

Ini bisa terbang dengan kecepatan yang tak tertangkap mata manusia.

Kau bisa pergi ke mana pun kau mau. Inilah kebebasan.

Atau, ini adalah cinta.

Panah Malaikat.

Siapa pun yang terkena bidikan panah ini, baik pria atau wanita,

akan sangat menyukaimu.

Bukankah ini hebat?

Pilih satu.

Sayap atau panah?

Salah satu bisa memberikanmu harapan hidup.

Baiklah. Pilih mana?

Apa ini semacam penipuan kekuatan gaib?

Sudah kubilang, tak ada hal seperti itu.

Meski disuruh memilih, aku tak ingin keduanya.

Aku hanya ingin mati.

Kalau begitu, berikan keduanya kepadaku.

Dengan begitu, aku bisa pertimbangkan.

Kalau begitu, kuberi keduanya.

Bukankah seharusnya aku pilih salah satu?

Itu hanya pertanyaan standar.

Baiklah kalau begitu.

Tidak. Aku tak butuh.

Aku hanya ingin mati.

- Terimalah! - Jangan pedulikan...

Apa ini?

Kalungnya bisa berubah menjadi sayap.

Gelangnya bisa berubah menjadi panah.

- Tunggu... - Terlambat.

Itu sudah tidak bisa dilepaskan lagi.

Tak bisa dilepas?

Memakai gelang ini ke mana-mana terlihat aneh, 'kan?

Jangan khawatir. Tak ada yang bisa melihatnya.

Tapi manusia yang didampingi malaikat bisa melihatnya.

apa?

Manusia yang didampingi malaikat?

Apakah masih ada malaikat lain sepertimu?

Ya, tentu ada.

Sampai Dewa terpilih.

Dewa?

Kita akan membicarakan ini lain kali.

Bagaimana?

Cepat coba keduanya!

Tunggu. Aku belum...

Mirai!

Cobalah untuk terbang. Ya?

Astaga... Ada-ada saja.

Kita mulai dari sayap.

"Keluarlah! Sayap malaikat" atau semacam itu?

Berhasil! Bagus sekali!

Apa? Besar sekali.

Besar pun tak apa-apa.

Lagi pula, manusia tak dapat melihatnya, juga takkan menabrak benda.

Cobalah untuk terbang.

Mudah sekali kau bicara...

Jika kusuruh terbang, apa akan langsung terbang?

Dia sudah bisa terbang.

Apa ini?

Hebat...

Luar biasa.

Ternyata sangat nyaman.

Meski aku pernah bermimpi terbang di langit,

tapi ini melampaui bayanganku.

Dan ini bukan mimpi...

Kenapa aku menangis?

Indah sekali.

Apakah ini harapan hidup?

Ini adalah kebebasan.

Kenapa semuanya hijau?

Ada apa ini?

Ini punyaku, untukmu.

Benarkah?

Ya!

Aku memberikannya karena kau temanku.

Terima kasih.

Hari ini adalah upacara kelulusan.

Untuk pemula sepertimu, kau hebat.

Dan kau sama sekali tak takut.

Mungkin karena aku pernah lompat dari gedung tanpa sayap.

Bukankah bisa terbang bebas sangat menyenangkan?

Ya, 'kan? Luar biasa, 'kan?

Karena sangat cepat sampai orang tak bisa melihatmu,

kau bisa mencuri apa pun. Baik roti ataupun uang.

Panah itu juga hebat. Asalkan mengenai seseorang,

dia akan mencintaimu. Kau bisa mengontrol pikiran mereka.

Kau benar-benar malaikat?

Tentu saja! Tingkat khusus.

Di atas tingkat dua dan tingkat satu.

Kau bicara tentang mencuri dan mengontrol pikiran.

Bicaramu seperti iblis.

Beraninya kau...

Kau bahkan belum pernah melihat malaikat dan iblis.

Lagi pula, iblis itu tak ada.

Iblis hanya ada di dalam hati manusia.

Hati manusia?

Dengan kata lain,

aku yakin mungkin ada iblis dalam hati paman dan bibimu karena mereka membunuh

demi keinginan sendiri.

Apa?

Membunuh seseorang?

Keluargamu dibunuh oleh mereka dan dibuat seperti kecelakaan.

Apa yang kau bicarakan?

Aku selalu mengamatimu.

Aku tahu semua hal tentangmu.

Mereka yang menyebabkan keluargaku...

Apa maksudmu...

Apa maksudmu...

Aku kesakitan, tapi aku merasa tak berdaya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left