The first 200 lines.
Pembuat film mana yang lima filmnya menjadi nomor satu di box office
dalam empat tahun terakhir?
Spielberg? Tarantino?
Scorsese?
Bukan.
Rekor ini milik Tyler Perry.
Saat orang bilang, "Ada yang seperti Tyler Perry."
Jawabku, "Apa dia tur 280-300 hari setahun untuk mengenal audiensinya?
"Jika tidak, maka dia tidak seperti Tyler Perry."
Jangan meremehkannya,
karena dia bukan sekadar orang negro kaya dan beruntung
yang berubah menjadi pria kulit hitam.
Kami tumbuh di Dapil Ketiga Uptown New Orleans.
Sekitar Proyek Magnolia.
Orang kembali ke kejahatan.
Pencurian, perampokan, pemakaian dan penjualan narkoba.
Kau percaya bahwa tujuh tahun lalu kau masih tunawisma?
Ya.
Dia adalah aktor, penulis, sutradara, dan produser.
Aku akan tambahkan, hartawan hiburan.
Tyler Perry Studios. Studio terbesar di Amerika Serikat.
- Itu kata orang, ya. - Seluruh negeri.
Beri dia planet.
Kau tak tahu seperti apa rasanya
membeli aset dari Angkatan Darat AS.
20 film layar lebar, lebih dari 20 sandiwara,
9 acara TV, buku terlaris New York Times.
Sulit dipercaya.
Dikenal sebagai produser, terutama untuk kulit hitam,
tetapi makin banyak kritikus komunitas hitam
mempermasalahkan karya Perry.
Jangan berharap semua orang akan langsung memujinya
karena kulitnya hitam dan dia mulai dari nol di Hollywood.
Kisah dan plot mendasar yang dia pakai,
stereotipenya, aku mempermasalahkan itu.
Ini yang terpenting.
Tyler Perry tak peduli pendapat orang tentang pekerjaannya.
Dia melayani audiensinya.
Kurasa jika menjadi pelopor atas sesuatu, pasti tak akan mudah.
Selalu ada formula baru dan dia sodorkan kepada kita.
Entah apa yang dia coba pecahkan dalam film.
Mungkin perlu dipecahkan dalam terapi.
Pesannya sangat mengerikan.
Bagai miras sinematik untuk massa.
Jika mewakili suatu budaya,
ada tanggung jawab dan terkadang sebuah beban yang menyertai.
Kenapa kau bekerja keras?
Kenapa aku bekerja keras?
Tak banyak yang berbuat lebih untuk memperluas cakupan TV.
Di film terbarunya, dia melewati batas.
Pembuat film asal Afrika-Amerika paling sukses dalam sejarah.
Begitu mencapai Hollywood,
saat itulah menjadi masalah.
Dia jelas orang luar.
Sulit menyangkal
bakat
dan kekuatan
Tyler Perry.
Prestasimu banyak.
Apa keinginanmu yang belum tercapai?
MAXINE'S BABY kisah Tyler Perry
Hei, ini untukmu.
Kau kakaknya miliarder. Bagaimana rasanya?
Tuhan itu baik, Sayang. Lihat.
Baik, Sayang.
Baik, Sayang. Bicara lagi nanti. Sampai jumpa.
SEPUPU TYLER (PUTRA BIBI JERRY)
Sepupuku, Melva, kakak perempuan Tyler.
Kami memanggilnya "Junior" saat kecil.
"Ada apa, Junior? Junior."
Namun, kini menjadi "Tyler." Bukan "Emmitt."
Itu nama lahirnya, Emmitt Perry Jr.
Dia ganti menjadi Tyler Perry,
memang seharusnya karena hubungan dengan ayahnya tak dekat
selama bertahun-tahun.
Dia tak ingin dikenal sebagai Emmitt Junior.
Kuberi tahu saja...
Ini hanya aku. Inilah perasaanku.
Traumanya terlalu berat, lukanya terlalu mendalam.
Kita melukai orang dan mereka mulai sembuh, lalu kita...
Lalu kita korek lagi lukanya.
Tiap kali dia terluka, dia terus mengorek lukanya.
Lukanya tak kunjung sembuh.
Tak akan sembuh.
Sabtu malam penuh dengan bintang, pesohor membanjiri Atlanta
untuk merayakan pembukaan resmi Tyler Perry Studios.
Studio 133,5 hektare ini berdiri di lahan
bekas Pangkalan Angkatan Darat Fort McPherson di Atlanta Barat Daya.
Tyler juga mendedikasikan 12 panggung suara,
mengikuti nama artis kulit hitam inovatif
seperti Oprah Winfrey, Will Smith, dan Halle Berry, di antaranya.
TYLER PERRY STUDIOS PEMBUKAAN RESMI - OKTOBER 2019
Bagaimana perasaanmu saat ini, Pak?
Aku merasa... bersemangat,
tenang,
siap, bersyukur, berterima kasih, dan penuh harapan.
Juga siap beraksi.
Berusaha menenangkan diri. Kau tahu perasaanku soal waktu.
Aku mencoba berpikir,
"Mengalir saja, TP. Nikmati momennya."
Anak di bawah terasmu,
pernahkah dia berpikir akan punya semua ini?
Kau mau tanya itu kepadaku sekarang?
Tak akan berhasil, Kawan.
- Aku hanya perlu... - Tidak.
Telepon Gayle King, Oprah Winfrey, atau lainnya.
Tak akan berhasil.
Aku tak akan bahas itu.
Baiklah.
Kucoba saat akhir pekan.
Aku mencoba melewati momen ini.
Berusaha tak memisahkan diri.
Itu kebiasaanku.
Masalahku dalam menghadapi hidup, aku memisahkan diri.
Itu sejak kecil.
Dari pelecehan dan derita, aku hanya mencoba melewatinya.
Namun, kusadari aku melakukannya dalam segalanya,
bahkan sukacita dan kebahagiaan.
Indraku menjadi terlalu peka.
Aku hanya ingin melampaui itu.
Jadi, malam ini, tiap hari, tiap saat,
harus berpikir, "Tenanglah, tenang saja.
"Kau baik saja. Aman.
"Hanya emosi. Hanya perasaan.
"Semua beres. Kau baik saja.
"Itu cinta. Sukacita. Jadi..."
Konon, anggur terbaik ditanam di tanah paling keras.
Untuk anggur terbaik,
buah anggur harus didorong melalui bebatuan, dahan,
dan berbagai jalan memutar sampai menembus tanah.
Co-CEO & Direktur
Menurutku, itu memang menggambarkan pertumbuhan Tyler.
Dia melewati pengalaman mengerikan saat kecil
dan itu membentuk jati dirinya.
Pada akhirnya, berpengaruh kepada tokoh ciptaannya
dan imajinasinya,
karena dia tenggelam dalam pikiran.
Jadi, aku bisa memahami
kenapa dia menjadi seperti saat ini.
Memiliki tingkat ketekunan dan kegigihan
seperti ini, karena telah melewati banyak.
Dia harus menjadi anggur yang menerobos tanah.
Memang sulit hidup di New Orleans.
Sulit bertahan hidup, kotanya berbahaya.
Tembakan, perampokan, kekerasan geng.
Namun, sangat berbahaya. Jelas sangat berbahaya.
Tingkat kejahatan sangat tinggi.
Pernah menjadi ibu kota pembunuhan dunia.
Kekerasan bersenjata meningkat lagi di New Orleans.
Tingkat kejahatan meningkat...
Pembunuhan New Orleans naik...
Entah apa perasaan kulit putih di negeri ini.
Hanya bisa masukkan perasaan mereka dari situasi institusi.
Dia bilang mati itu sangat mudah.
Justru hidup yang sulit.
Dia diam saja.
Polisi di Bruce Grocery melepaskan tembakan ke arahnya.
Katanya, "Berdiri!" Jawabku, "Tidak.
"Agar kau menembakku?"
Statistiknya, di New Orleans mungkin tak akan hidup sampai 21 tahun.
Jika mencapai usia 21 tahun, artinya mengalahkan rata-rata.
Mengalahkan iblis. Mengalahkan statistik.
Tumbuh di daerah sini, yang paling kuatlah yang selamat.
Jadi, begitu keluar rumah, belum tentu kau akan pulang.
Mari kuputar. Lihat gedung ini?
Perumahan kumuh. Kami tinggal di sini juga.
Dua rumah dari sini, Bibi, Tyler Perry-ku, Yulanda, Emmbre, Melva,
mereka tinggal dua rumah dari sini, kita akan ke sana.
Ini rumah tempat Tyler dibesarkan.
Di belakang, dia membangun ruang bermain.
Kami ke sana, ke bawah rumah
untuk menjauh dari Paman Emmitt.
Di seberang tempat tinggalnya dahulu
dan kepedihan masa lalunya kembali.
Di sinilah aku dibesarkan.
Sudah bertahun-tahun aku tak memasuki rumah ini.
Dia membawa kami ke belakang, menunjukkan lubang kecil,
pelarian dari penganiayaan ayah.
Ini tempat persembunyianku, tempat amanku, tahu?
Saat sudah kewalahan, kau kemari?
Ya. Kuhabiskan seharian di situ.
Kadang aku turut sedih untuk Tyler karena masa lalunya sangat berat.
Jauh lebih berat daripada kami.
Seharusnya tak begitu.
Entah apa pesan Tuhan untuknya,
mungkin pesannya tersampaikan karena kini dia sukses besar.
Banyak masalah yang dia hadapi,
tetapi dia mengurus banyak orang dan memberkati mereka.
Namun, bagaimana tidur malamnya, sambil memikirkan masa kecilnya?
Ayah Tyler adalah pria kasar selama masa kecil Tyler.
Tipe pria serius.
Jarang tertawa, tak mudah anggap lucu.
Dia pria kuat dan pekerja keras,
tetapi juga pemarah dan penyendiri.
Pokoknya keras, paham?
Pendidikan kelas tiga SD, keluar negeri,
hanya dibimbing dengan bekerja keras.
Pulang kerja pukul 15.00, sampai rumah pukul 15.30.
Ada toko di pojokan, tak sampai setengah blok,
dia beli banyak bir.
No comments yet. Be the first to leave one.