The first 200 lines.
-Sepuluh detik! -Baiklah.
BERITA AKSI
Kami suka Berita Aksi .
Kami datang lebih awal hanya untuk menontonnya.
Itu menenangkanmu setelah ingin merusak
kaca spion seseorang di tengah lalu lintas.
Tapi wilayah Philadelphia terus menderita
suhu di pertengahan 32 derajat
dengan indeks panas mendekati 100...
Aku wanita Kristen yang bangga, sudah menikah,
dan aku mencintai suamiku.
Tapi ada sesuatu tentang Jim Gardner.
Diksi non-wilayah itu.
Kita belum pernah melihat yang seperti ini.
Sangat penting untuk mendukung dan mengakui
jurnalisme lokal. Tak ada agenda di sini.
Ini Ini di lapangan, di jalanan,
hal yang kuat.
Tidak akan mau melihat
-anjing dalam kemacetan. -Ya, Jim.
Aku suka berita, karena saat itulah aku bisa
mengatakan apa pun dan tak ada yang bertanya.
Mengambil cuti. Pergi memancing dengan teman-temanku.
Omong-omong, tisu toilet ada di lemari.
Aku pernah bertemu Jim Gardner di Chipotle.
Dia memesan semangkuk dengan sangat tampan.
SEKOLAH NEGERI WILLARD R. ABBOTT
Aku keluar masuk kota dengan saudaraku
Menggila dengan para jalang ini Mereka kontra, kami pro
-Tariq, astaga. -Itu sampel kecil.
Itu bagus sekali. Kau merekamnya semalam?
Ya. Kulakukan dalam 15 menit. Itu bukan apa-apa.
-Ya. Sangat cepat. -Astaga.
Tariq adalah pacarku selama lebih dari 10 tahun,
dan dia sudah menjadi artis musik sejak kami SMA.
Sudah jelas, dia sangat hebat.
Semua TikTok-nya menjadi viral,
yang saat ini adalah tanda sejati dari musisi hebat.
Aku akan pulang terlambat malam ini karena ada pertunjukan.
Tiket King's Lounge-ku habis terjual.
-Tidak mungkin. -Ya.
-Astaga! -Ya.
-Aku sangat bangga padamu! -Terima kasih.
-Mungkin aku bisa datang. -Tidak.
Kau tak bisa datang, karena kapasitas mereka ketat.
Dan itu 15 orang.
Jadi, jika kau datang,
maka ada 16 orang, dan itu bahaya kebakaran, lalu mereka menutupnya.
Tapi dengar. Kau mau makan malam nanti?
Aku akan pulang sekitar pukul 22.00. Akan kubawakan Bahama Breeze.
-Itu favoritku. -Aku tahu.
-Itu favoritku! Baiklah. -Aku tahu. Ya.
-Baiklah. -Baiklah, Sayang.
Baiklah.
Kau mendorong kursi itu jauh ke depan!
-Kau tahu aku pendek. -Sial. Baiklah.
Baiklah, Sayang, aku harus pergi.
Aku sangat lapar, dan meski rasa lapar itu
yang membuatku bertahan, aku harus makan sesuatu.
Baiklah. Kenapa kau tak makan saja roti lapis sarapanku?
-Ya. Aku akan beli sesuatu di sekolah. -Kau yakin, Sayang?
Ya. Aku akan membeli sesuatu di sana.
-Terima kasih banyak. -Sama-sama.
-Aku mencintaimu. -Aku juga mencintaimu.
Ya.
Dengar, kita tak sempat membahas ini semalam
karena kau membuat lagu hit,
tapi sewa kita naik, jadi, kita harus menghitung ulang anggaran.
Aku meninggalkan...
pengatur tagihan di kulkas.
-Ya. Akan kukerjakan. -Baiklah.
Ya, tapi tidak, aku hanya berpikir kau akan segera melakukannya
karena namaku ada di kontrak sewa
dan kita sudah terlambat membayar sewa sekali.
Aku mengerti, Sayang. Bisakah kita membicarakannya nanti?
Ini bahkan belum pukul 08.00 dan kau tahu
aku bahkan tidak bangun sampai tengah hari.
Ya. Tapi bisakah kau melihatnya?
Akan kukerjakan. Aku berjanji, Sayang.
-Baiklah. -Ya?
-Baiklah. -Aku mencintaimu.
-Aku juga mencintaimu. -Terima kasih untuk roti lapisnya.
Sama-sama.
Melina, ada apa?
Aku tidak mau berjalan di lorong, Bu Janine.
Menakutkan.
Aku tidak mau bersekolah.
Apa... Hei, Pak Johnson.
Lampu ini sudah menyala dan mati selama berminggu-minggu.
Apa kau akan melakukan sesuatu?
Anak-anak bahkan tak mau masuk.
Di atas gajiku, Janine.
Aku menyelsaikan sebagian besar masalah listrik
dengan sistem darurat yang kumiliki sejak tahun 1992.
Untuk ini, kita harus menunggu tukang listrik.
-Tapi... -Pergi memancing.
Aku akan melakukannya.
Jangan khawatir, Melina.
Sebenarnya aku akan melakukannya,
tidak seperti petugas kebersihan dan pacar.
Apa?
Hanya saja... Ayo.
Branzino siapa ini?
Itu ikan dengan aroma yang sangat kuat
-untuk dimasukkan ke kulkas bersama. -Jangan sentuh itu.
Aku memasaknya malam ini di rumah sepupuku, Annette.
Dia pikir dia koki terbaik di keluarga.
Aku akan menunjukkannya dengan cara yang tidak mengancam.
Aku juga akan terlihat lebih manis darinya.
Teman-teman, lampu di lorong belakang sudah padam selama beberapa pekan.
-Terima kasih atas kabarnya. -Apa yang kau kenakan?
Kita harus melakukan sesuatu. Mengerti?
Melina, dari kelasmu.
Ya, dia takut datang ke sekolah pagi ini.
Katanya itu seperti The Shining ,
dan aku bahkan tak mengerti bagaimana dia tahu referensi itu.
-Dia suka The Shining . -Itu film klasik.
Ini tak baik-baik saja. Aku sudah bicara dengan Pak Johnson,
dan dia bilang tidak ada yang bisa dia lakukan.
Kau ingin kami melakukan apa?
Itu tidak mungkin sulit. Hanya menyekrup beberapa bohlam baru.
Janine, pikirkan saja apa yang bisa dikendalikan.
Benar sekali. Yang bisa kita lakukan di hari panas seperti ini
adalah pekerjaan kita sendiri.
Aku tahu itu benar! Kenapa ini bulan Februari
dan di luar lebih panas dari lubang bokong iblis?
Perubahan iklim. Kita hidup di tengah efek bencana.
-Tanah beku abadi di Rusia... -Kutu buku.
Ava, bisakah seseorang dari kota
datang dan memeriksa lampu lorong belakang?
Tidak. Apa aku terlihat seperti Kool-Aid Man?
Aku tak punya cukup kuasa untuk memanipulasi pekerjaan dalam balai kota.
Mereka mungkin akan datang di musim panas.
-Di musim panas? -Sayang sekali.
Mau kudapan putih telur?
Aku tidak punya waktu untuk makan.
Itu hanya camilan putih telur. Dipanaskan di microwave.
Aku tak bisa menerima ini.
Mereka tak melihat wajah anak-anak itu.
Seolah-olah mereka masuk ke Haunted Mansion di Disney,
yang merupakan wahana yang sangat menakutkan.
Aku tidak peduli apa kata orang.
Baik, jadi, kita membahas hari-hari dalam sepekan. Sekarang kita...
Baiklah, Sayang, duduklah.
Ini pukul 09.00.
Benar.
Sekolah dimulai lebih awal dari itu.
Dengar, aku tahu kau hanya guru pengganti,
tapi anak-anak ini harus duduk pukul 08.00.
-Ini persyaratan sekolah. -Aku mengerti.
Kali keenam dalam dua pekan, anak itu terlambat.
Tampak seperti tetesan di ember,
tapi ember itu meluap dan semuanya menjadi lengket.
Kita tidak mau menjadi lengket, 'kan?
Kalian mengerti, 'kan?
Hei, Bu Howard. Boleh minta saran?
Aku ingin meminta Janine, tapi dia tampak sibuk.
-Tentu. Masuklah. -Terima kasih.
-Baiklah. -Duduklah.
Ya.
Jadi, salah satu muridku datang terlambat.
Pukul 09.00, tepatnya. Selama sepekan terakhir.
Sudah bicara dengan orang tuanya?
Tidak. Aku guru pengganti. Aku tak mau
bertengkar dengan orang tua. Itu tidak perlu.
Sayang, ini bukan happy hour .
Kau guru anak itu.
-Anak yang mana? -Williams.
Joel Williams!
Baiklah. Aku tahu keluarga itu.
Dengar, aku harus menjemput anak-anakku dari pusat kebugaran,
jadi, temui aku saat waktu luangku,
yaitu janji perawatan kukuku selama makan siang.
Aku akan makan di mobilku. Aku membawa roti lapis dari rumah.
Baiklah. Kalau begitu, bawa roti lapis Nissan kecilmu.
Makin banyak guru senior yang menyerah,
tapi aku masih muda, sigap,
dan tahu di mana tangganya.
Aku lupa takut tangga.
Itu hanya perutku.
Baiklah.
Lihat ini.
Itu hanya kabel longgar.
Astaga. Bisakah seseorang membantuku turun?
Kenapa kami harus melakukan itu,
karena kau jelas menyebabkan situasi ini?
Baiklah. Aku tidak tahu melakukan ini
akan menyebabkan semua listrik padam.
Listriknya tidak padam.
Menyala di beberapa tempat dan mati di tempat lain.
-Mati di ruanganku. -Menyala di ruang olahraga.
Ya, di ruanganku mati.
Syukurlah kita punya AC, atau kita semua sudah meleleh.
Baik, hal terbaik untuk dilakukan dalam situasi ini
-adalah tetap tenang dan... -Baik! Ini dia, Semuanya! Akhir zaman!
Tiga bulan lebih awal, tapi ini terjadi!
Jangan goyangkan tangganya!
Gregory satu-satunya orang yang bisa tinggal di bungkerku,
jadi, berhenti bertanya.
Ya, aku orang yang bersiap akan kiamat. Kenapa tidak?
No comments yet. Be the first to leave one.