The first 200 lines.
Ini adalah Glacier Express,
perjalanan kereta api luar biasa
yang melintasi pegunungan Swiss,
yang tiada duanya.
Dimulai di tenggara negara ini, di St. Moritz,
kereta itu melaju sejauh 290 kilometer di sepanjang puncak Alpen,
melewati ngarai-ngarai berbahaya
dan pegunungan,
berakhir di bawah Matterhorn yang terkenal di dunia
di Zermatt.
Serial yang direkam dari atas ini menampilkan
beberapa jalur kereta paling luar biasa di Bumi.
Kita akan melihat secara unik dari atas
kereta-kereta luar biasa ini,
begitu juga lanskap luar biasa yang dilewatinya,
menyingkap teknologi pembuatannya,
dan orang-orang berdedikasi yang membuatnya terus berjalan.
Kita akan menyingkap budaya, sejarah, dan teknik
yang menjadikan ini
perjalanan kereta terhebat di dunia dari atas.
Swiss yang terkurung daratan di Eropa Tengah
didominasi di perbatasan selatannya
oleh Alpen Timur.
Ini merupakan negara di Eropa Barat dengan pegunungan terbanyak,
dengan lebih dari 200 puncak,
di mana 48 darinya memiliki ketinggian melebihi 4.000 meter.
Tak heran turis datang dari seluruh dunia
untuk berjalan, main ski, dan mendaki
di tempat berpemandangan megah ini.
Banyak dari mereka datang ke sini, ke St. Moritz.
St. Moritz yang menjadi terkenal sebagai resor spa
pada abad ke-19
karena mata air mineralnya
dan sekitar 300 hari sinar matahari setahun
adalah tempat kelahiran
pariwisata Alpen
dan dua kali menjadi tuan rumah
Olimpiade Musim Dingin.
Ini juga titik keberangkatan
satu dari hanya empat jalur kereta di dunia
yang diberi status Warisan Dunia UNESCO,
Glacier Express.
Kini suhunya minus 20 derajat Celsius.
CARSTEN FISCHER Masinis Kereta GEX
Sangat dingin.
Hari ini, Carsten Fischer yang akan membawa kereta.
Dia akan menjalankan bagian pertama dari perjalanan delapan jam.
Sebelumnya, aku adalah sopir bus di St. Moritz.
Aku lebih suka mengemudikan kereta.
Itu impian saat aku masih kecil.
Akhirnya itu terwujud dan aku menyukainya.
Sebelum penumpang naik,
mesin harus dipasangkan dengan gerbongnya.
Jadi, sekarang, rekanku memeriksa
apakah roda sudah berisi rem.
Kabel-kabel ini sangat penting.
Itu membawa udara hidraulis untuk rem dan daya untuk pemanas.
Kesalahan bisa membawa bencana,
jadi ada cadangan untuk tiap kabel.
Sekarang kita siap berangkat.
Baik.
Dalam tahun rata-rata, kereta ini membawa
hingga seperempat juta penumpang,
yang 80 persennya datang dari luar negeri.
Dari atas, rute yang memukau ini
memiliki banyak tantangan di depan.
SWISS ST MORITZ - ZERMATT
Dari St. Moritz, jalurnya menempuh 291 kilometer ke barat, ke Zermatt,
melintasi lima lembah Alpen.
Menjaga kereta tetap berjalan dalam semua cuaca
membutuhkan tim khusus,
yang bekerja tanpa lelah
untuk memastikan tak ada yang mengganggu
kenikmatan penumpang dalam perjalanan spektakuler ini.
Persiapan untuk perjalanan hari ini
dimulai jauh sebelum kereta berangkat dari St. Moritz.
Salju tebal yang turun semalam menghalangi rute.
Menjaganya tetap aman sepanjang waktu adalah
tugas manajer pemeliharaan, Guido Monn.
Hari ini, yang penting, kami membersihkan jalur
dan itu akan membuatnya tetap bersih sepanjang hari.
Jika nanti tak ada salju lagi...
Itulah tujuannya dan semoga kami berhasil.
Sekitar 13 kilometer jalur saat ini tertutup,
jadi Guido memakai kekuatan untuk membersihkannya,
mesin penyapu salju kuat seberat 25 ton.
Empat bilah berjalan di tengah salju,
menggunakan gaya sentrifugal untuk meniupnya dari rel.
Namun, Guido harus mengawasi di mana salju kembali menumpuk.
Saat pohon berdiri seperti itu
dan banyak salju yang jatuh, pohonnya miring.
Makin banyak salju berarti itu bisa jatuh ke atas rel.
Ada cukup banyak hutan di sana
dan pohon selalu jatuh ke rel atas.
Hampir seluruh jaringan rel Swiss dialiri listrik
dan sebagian besar ditenagai oleh energi terbarukan.
Karena 15 persen populasi
mengandalkan kereta untuk berangkat kerja,
menjaga rel ini tetap terbuka penting bagi ekonomi
dan bagi wisatawan.
Lokomotif ini adalah salah satu dari sedikit kereta di Swiss
yang bertenaga diesel.
Jika ada mesin listrik dan listrik padam,
kami tak bisa bergerak.
Membersihkan tumpukan salju ini
berarti pemeliharaan kendaraan terus-menerus.
Kami selalu harus memeriksa saat salju menumpuk di atap.
Itu bisa merusak kabel listrik atau menariknya ke bawah.
Itu pekerjaan yang melelahkan,
tapi Guido tahu itu penting bagi kereta api dan penumpangnya.
Bagi turis, datang ke sini
dan melihat banyak salju tentu menghibur.
Namun, mereka tidak tahu pekerjaan yang perlu dilakukan
untuk menjaga rute tetap bersih.
Saat fajar tiba, Guido dan timnya sudah membersihkan jalur.
Semuanya sangat bangga dengan prestasi
yang bisa mereka capai
saat ada banyak salju.
Karena rel sudah bebas hambatan,
Glacier Express pun bisa melaju.
Kini kereta melewati Celerina,
desa abad ke-16
yang memiliki kancah jaz yang berkembang.
Begitu terkenalnya, sampai disebut sebagai "Swiss New Orleans."
Dengan kecepatan maksimal hanya 88 kilometer per jam,
kereta ini tak dibuat untuk menjadi cepat.
Empat motor listriknya ini justru mementingkan traksi,
kemampuan untuk mengangkut gerbong berat
menaiki lereng curam.
Di sepanjang rute, jalur ini meliputi
gabungan tanjakan vertikal hampir setinggi 2,4 kilometer.
Ini dibangun 130 tahun lalu
untuk menarik turis ke hotel-hotel spa
yang berjajar di Lembah Engadin.
Saat itu, hanya sedikit yang bersedia
naik kereta kuda selama 14 jam
melalui pegunungan.
Kereta bisa melakukan perjalanan yang sama hanya dalam dua jam.
Namun, saat merencanakan rutenya, para insinyur menghadapi masalah.
Pegunungan Crasta Mora.
Mustahil untuk melewatinya
dan menghindarinya akan menambah jam perjalanan,
jadi dibuatlah keputusan yang berani...
Sekarang kita memasuki Terowongan Albula.
...membuat terowongan menembus gunung.
Pada tahun 1898, 1.300 orang menggali
ke dalam batu padat sepanjang sembilan kilometer.
Setelah 1,5 kilometer,
mereka menemukan beberapa mata air bawah tanah,
yang menciptakan aliran lumpur
yang sepenuhnya menutup terowongan.
Butuh lebih dari setahun
untuk mengalihkan airnya melalui pipa dengan susah payah.
Pekerjaan ini sangat berbahaya
hingga 16 orang kehilangan nyawa
dalam pembangunannya selama empat tahun.
Abula, monumen untuk kegigihan para pekerja,
saat ini adalah
terowongan utama tertinggi di Alpen.
Namun, itu akan berubah.
Sekarang, karena terowongannya terlalu tua,
kami membangun terowongan baru.
Itu ada di sisi kanan medan kita.
Terowongan baru itu akan dibuka pada tahun 2024.
Dengan menggunakan peralatan modern
dan lebih dari 700 ton bahan peledak,
pekerja butuh sembilan tahun untuk membangunnya.
Bagian berikutnya dari perjalanan ini
mengarah ke Lembah Albula,
tantangan besar lainnya bagi para insinyur
dalam membangun jalur ini.
Sepanjang perjalanan indahnya di Pegunungan Alpen Swiss,
Glacier Express melaju di sepanjang Lembah Albula.
Sungai Albula adalah anak sungai Rhine.
Air ini mengalir sejauh 1.200 kilometer lebih
melalui Austria, Jerman, Prancis, dan Belanda,
berakhir di Laut Utara.
Namun, sebelumnya, sungai dan jalur keretanya
harus turun lebih dari 400 meter
hanya dalam jarak kurang lebih 4,5 kilometer.
Untuk kereta, penurunan ekstrem seperti itu
memberi tekanan besar ke rem dan roda.
Retak atau penyok bisa menyebabkan kereta keluar jalur.
Tugas Sven Moser adalah memastikan hal itu tak terjadi.
Dia bertanggung jawab untuk menguji dan memperbaiki
roda untuk seluruh armada,
di bengkel utama, di Landquart ini.
Saat mereka datang kepada kami, rodanya pasti aus karena rel.
Jika keretanya mengerem terlalu keras,
rodanya menjadi rata.
Ini berarti rodanya tak lagi bulat.
Gerbongnya diperiksa setiap tahun
dan Sven hanya punya satu jam untuk memperbaiki rodanya.
Masalah terburuk sebenarnya adalah masalah material,
seperti retakan atau tonjolan pada material.
Mungkin juga ada serpihan jika kita mengerem sangat keras.
Lalu rodanya menjadi sangat panas,
yang membuatnya lebih keras dan rapuh.
Pada masa lalu, satu tim diperlukan untuk melepas rodanya
sebelum itu bisa diperiksa dan diperbaiki.
No comments yet. Be the first to leave one.