The first 200 lines.
Satu pilihan saja bisa memisahkan Surga dari Neraka.
Orang yang ingin kuajak pergi ke Surga bersamaku…
Aku mau di Surga bersama…
Aku mau ke Surga bersama…
Wanita yang mau kuajak ke Surga…
Apa ini?
Aku merinding.
- Bukankah semua ada? - Ya.
Ini adalah Neraka…
NERAKA
…tempat kau mencari cinta tanpa tahu profesi atau usia calonmu.
Para jomlo yang tak menemukan pasangan akan menghabiskan malam menyiksa di sini.
Aku ditinggalkan.
Sudah kuduga pasti berat secara emosional, tetapi ini lebih buruk dari dugaanku.
Kami bertengkar.
- Ada apa? Kenapa menangis? - Tak apa-apa.
Kau mendadak berubah, aku bingung.
Ini sangat berat bagiku.
Kurasa aku suka orang lain.
Jujur, ini mengecewakan.
Rasanya aku mau pulang.
Aku sedih.
Ini adalah Surga…
SURGA
…tempat kau bisa ungkapkan profesi dan usia, serta jatuh cinta.
Para jomlo yang menemukan pasangan akan menikmati malam
yang luar biasa di sini.
Aku mau tahu apa kau punya preferensi soal penampilan.
Kau.
Kenapa kau terus tertawa sendiri?
Karena kau lucu.
Bagaimana hari ini?
Kurasa ini akan menarik.
Para jomlo yang rupawan…
baru saja tiba di sini.
Saat matahari musim panas membakar hatimu,
apa pilihanmu?
Jika aku menjadi diriku yang asli, semua orang pasti memilihku…
Tak pernah ada yang direnggut dariku.
Inilah neraka terpanas di dunia.
Single's Inferno.
SINGLE'S INFERNO
Kita kembali.
Neraka terpanas di dunia,
Single's Inferno, akhirnya kembali.
Tadi cuplikan singkat,
tetapi bukankah lebih panas dan menstimulasi dari musim lalu?
Apa pendapatmu soal cuplikan pertama?
Jujur, aku belum bisa melihat wajah para anggota,
tetapi tubuhnya seperti musim lalu, ya?
- Aku terkejut… - Ya?
…saat mereka tunjukkan satu bagian tadi.
- Maka Single's Inferno sukses. - Ini Neraka terpanas.
- Ya. - Benar. Ya ampun.
Aku sempat lihat Surga sekilas.
Musim lalu hanya ada satu kamar,
kali ini, tampaknya ada satu hotel.
Ada komidi putar.
Omong-omong, kudengar Single's Inferno musim pertama
peringkat keempat internasional di Netflix.
Benar.
- Acara ini… - Mendunia.
…tampaknya dapat respons bagus di Eropa dan Amerika Selatan.
Aku lihat platform luar negeri,
banyak orang asing memberi rating dan ulasan Single's Inferno,
lalu aku sadar ini ditonton pemirsa di seluruh dunia.
- Sungguh? - Ya.
Saat episode dirilis,
teman-temanku langsung bertanya kepadaku.
Benar.
- Responsnya luar biasa. - Ya.
Aku datang kemari seperti mau menonton film yang lama ditunggu.
- Aku sangat menantikannya. - Ya.
Mari putar videonya dan lihat para peserta rupawan di musim ini.
- Ya. - Ya.
NERAKA
HARI PERTAMA
- Dia sangat cantik. - Ya.
Ada ciri khas Korea…
- Dia sangat elegan. - Ya. Tampak polos.
Namaku Shin Seul-ki.
Sudah lama aku tak berpacaran,
dan aku mau bertemu orang baru, makanya datang ke acara ini.
Orang sekitarku berkata
aku terkesan dingin dan angkuh,
tetapi begitu mengenalku, katanya aku sebenarnya santai
dan ternyata asyik.
Yang paling membuatku percaya diri tentang tubuhku adalah mataku.
Kurasa mata bulatku adalah daya tarikku.
Kata para pria, ada…
bintang di mataku.
Astaga, rayuan itu sudah basi.
Barusan ekspresinya menggemaskan.
Aku suka pria baik.
Aku mau orang yang perhatian dan punya kepribadian ramah.
Saat kubilang aku suka mereka, semua berkata juga menyukaiku.
- Dia sangat berbeda. - Setuju.
Tampak sangat bugar dan menarik.
Namaku Park Se-jeong.
Yang ingin kutemui di acara ini adalah orang seseksi diriku.
Daya tarikku adalah mataku, tubuh seksiku,
dan sifatku yang periang.
Aku berlatih beban tiga sampai empat kali sepekan,
dan main tenis sekali atau dua kali sepekan.
Aku merawat tubuhku dengan berolahraga, makanya aku percaya diri dengan tubuhku.
Bisa lihat, bukan?
Supaya aku tertarik, mereka harus tipeku dahulu.
Dari penampilan, aku suka mata tanpa kelopak dan senyum indah.
Juga orang yang bisa menjagaku.
Kalau mengejar pria, aku jarang gagal mendapatkannya.
Halo.
Halo.
Ada yang datang.
Halo.
- Halo. - Halo.
Harus cepat putuskan mau duduk di mana.
Benar.
- Keputusan pertama ini penting. - Ya.
Aku akan duduk di sini.
Halo.
Halo.
Namaku Choi Jong-woo.
Aku tak pernah pacaran serius
atau benar-benar yakin bahwa aku menyukai orang itu.
Jadi, aku kemari mencari orang itu.
Kata biksu yang meramalku, kalau bergabung di acara ini,
aku bisa saja bertemu calon istriku.
Itu sebabnya kuputuskan untuk melakukan ini.
Biksu pun tahu soal acara ini.
- Biksu. - Menonton ini?
- Diramalkan. - Tak mungkin menonton.
Benar.
Aku suka olahraga.
Dahulu, aku pemain sepak bola.
Aku main sepak bola sejak SD.
Namun, kini aku main sepak bola atau futsal sebagai hobi dengan teman.
Karena aku atlet,
kurasa aku sangat kompetitif.
Aku percaya diri dengan tenagaku saat bertanding.
Aku biasanya mengincar wanita bermata indah.
Jika bertemu wanita yang tipeku dari Single's Inferno,
kurasa aku akan mengekspresikan diri, walau membuatku gugup,
dan berusaha keras agar dia menyukaiku.
Daya tarikku adalah empatiku, kepekaanku,
dan kedua ujung bibirku yang melengkung naik secara alami.
Senyumannya indah.
- Benar, bukan? - Ya.
Ya.
Ini canggung.
Lumayan canggung.
Kau gugup?
Ya, sangat gugup.
- Ada yang datang. - Benar.
- Wanita lagi. - Dia datang.
- Halo. - Halo.
Kurasa dia menggemaskan.
Dia manis.
Halo, namaku Lee So-e.
Kepribadianku tenang dan aku lumayan jujur.
Kata orang, kadang aku ceroboh.
Aku suka menari.
Menari itu menghilangkan stres dan bagus untuk menjaga kebugaran tubuh.
Tipeku adalah orang dermawan dan bisa diandalkan.
Kurasa aku suka pria yang tinggi dan punya fitur kuat.
Kurasa karena aku bisa merasa aman dalam pelukannya.
Daya tarikku adalah banyak tertawa, pendengar yang baik,
dan yang ini agak memalukan,
tetapi kurasa aku lumayan populer.
Aku pernah menaksir seorang pria, dan berhasil berpacaran dengannya.
Hanya satu kali itu saja, jadi, tingkat kesuksesanku 100%.
Bahkan jika orang yang diincar tak suka,
kalau pakai pola pikir,
"Mari lihat butuh berapa lama agar kau menyukaiku",
kurasa akan berhasil.
- Halo. - Halo.
Ada yang datang.
Dia datang.
Dia tampan.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Hai.
Halo.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
- Halo. - Halo.
Halo.
- Halo. - Halo.
Halo.
Hai.
- Astaga. - Dia duduk di antara mereka.
- Posisi yang bagus. - Benar.
Namaku Jo Yoong-jae.
Banyak orang mengira aku atlet
saat pertama melihatku, mungkin karena perawakan besarku.
Aku penasaran.
Dia keren. Ada yang alamiah darinya.
Kebugaran sangat penting bagiku,
aku rutin melakukan CrossFit dan mendaki.
Bahkan jika ada peserta lebih kuat dibandingkan Musim 1,
aku yakin akan menang.
Jujur, kurasa aku lumayan populer di antara wanita.
No comments yet. Be the first to leave one.