The first 200 lines.
Ini seram. Ayo kembali ke trailer saja.
Kita tidak boleh di sini.
Di mana kita?
Ayo pergi.
Tidak, apa kau tidak mau kita...
Apa?
Kau memang payah memahami petunjuk.
Dengar itu?
-Apa? -Tunggu.
Ayolah, jangan ketakutan!
Itu baru saja bergerak, sungguh!
Astaga! Kau serius?
Kau takut dengan itu?
Ini?
Lihat.
Kau tak akan bisa kabur dariku.
WAHANA PEMBUNUH
Musim panas 1998, Palavas-les-Flots.
Tiap musim panas, ribuan orang datang untuk berjemur.
Kota itu tempat yang tenang dan bahagia.
Penduduknya sedang menikmati musim panas.
Untungnya, aku sedang menjaga wargaku yang tercinta.
Mereka kulindungi dari bahaya.
Tidak jika ada aku.
Mereka selalu bisa mengandalkanku.
Sandrine Laplace, nomor lencana 19031006.
Aku malaikat pelindung kota.
-Masih melakukan sulih suara? -Tidak.
Kau memang baru, tapi di sini tak begitu.
Kita memberi tilang parkir 130 franc.
-Kita menjaga warga kita. -Tidak.
130 franc. Itu saja.
TILANG PARKIR
Kalau bosan, hitung sampai 1.000, lalu beres!
Pagi sudah berlalu.
Kalian, orang Paris, sangat tegang.
Tahu kau perlu apa? Malam perempuan.
Kita akan keluar, berdandan, dan cari penis.
-Apa? -Penis Luzenac.
Makanan khas setempat.
Itu masalahmu.
Kau sudah tiga bulan di sini, tapi belum bercinta.
Itu tidak normal.
Kau harus membuat jimat scoubidou, minum bersama kami.
Seperti yang biasa dilakukan orang di sini.
Ini bukan Paris. Orang-orang di sini santai.
Kau sangat tegang.
Hei! Kau!
-Kita harus panggil polisi. -Akulah polisi itu.
Atas nama hukum, berhenti!
Maaf!
Maaf! Maafkan aku!
Kau tak akan bisa kabur dariku.
Tindakanmu melewati batas!
Kau gila, perlu dapat teguran!
Teguran!
Siapa pun bisa menangkap
dan membawa tersangka ke polisi terdekat.
-Itu hanya karangan. -Pasal 73 KUHP.
Aku tak peduli, Laplace!
Sejak kau pindah ke sini, semuanya berantakan.
Lingkaran penyelundup roti fougasse ini,
geng moped ilegal yang terkenal kejam.
Kau perlu lebih santai. Bersikaplah seperti Véronique.
Empat ratus...
Dia profesional yang hebat. Terbaik.
Kuminta memberi tilang, dia memberi tilang! Selesai.
Sudah kubilang.
Tunjukkan lencanamu.
Lencana yang bagus.
Apa tulisannya?
-Pembantu polisi. -Tepat.
Pembantu polisi.
Jangan bertindak melebihi tugasmu. Paham?
Mengingat perbuatanmu di Paris,
jika jadi kau, Laplace, aku akan kerjakan tugasku saja.
Bagus sekali.
-Bagus sekali. -Bagus, bukan?
Di sini tak pernah terjadi apa-apa.
Ingat ini. Kau tidak sedang main film.
Perhatian, Pendengar Sekalian,
kencangkan sabuk pengaman, mari bersukaria,
-ini dia... -Tidak!
-Apa? Itu bagus! -Tidak bagus!
Kita keluarga Jimenez!
Suara kita paling indah! Kau memalukan!
Kau belum siap.
Aku yang bicara, kau menemani.
Kata Ayah, kau perlu mengajak Tyson.
Apa? Lagi? Aku selalu mengajaknya jalan-jalan.
-Kau saja, Paco. -Anjing kampung itu menakutkan.
Dia membenciku, dia suka denganmu.
Coba lihat. Lihat badut itu.
Benar, badut itu.
Dengan wajahnya yang jelek. Benar,
pergi, enyah!
Kami bilang, pergi!
Pulang saja!
Poissonnet menjijikkan.
Kalian tahu apa yang kulihat? Kita kuat,
percaya diri, berani, termotivasi. Itu yang kulihat.
Kita sulit bertahan musim ini.
Kita tidak punya uang. Tamat riwayat kita.
Kapan ayahmu kembali?
Segera. Dia menikmati liburannya.
Ini sudah berminggu-minggu.
-Kita mau makan apa? Batu? -Sudahlah.
Dia boleh beristirahat.
Patoche, utak-atik mesin capitnya.
Jangan ada yang dapat boneka, kecuali anak-anak.
Mereka berharga, berhak dapat satu boneka beruang, itu aturannya.
Sudah kuutak-atik. Jangan mengajariku.
Ide lain. Astaga, ini bagus sekali. Aku genius.
Kini masa Piala Dunia. Kita pasang TV di mana-mana.
Anak-anak bersukaria selagi orang tua menonton.
Semua tetap berada di wahana kita.
Juga percepat gulalinya.
-Aku akan urus. -Kau belum siap.
Sudah! Aku buat rasa tropis. Bukankah itu bagus?
Crookie, desak orang membeli. Penjualan kita kurang.
Akan kuusahakan. Bisa panggil nama asliku?
-Baik. -Siapa namaku?
Namamu adalah...
-Jean Crookie? -Bukan.
-Philippe? -Bukan.
-Louis? -Bukan.
-Sébastien? -Bukan.
-David? -Bukan.
-Simon? -Bukan.
-Christophe? -Bukan.
-Jean-Luc? -Bukan.
-Lucas? -Bukan.
Siapa yang peduli?
Buatku dan anak-anak, kau Crookie.
Namaku Tony.
To-ny, dua suku kata.
Tetap jalani peranmu.
Berpikir dan hidup bagai buaya.
Jojo?
Beri garam lagi kentangnya.
Sepupumu, Dolorès, akan datang?
Entah. Siapa yang peduli? Kita tak butuh dia.
Atau orang lain! Kita tak akan kalah, bukan?
Kita adalah Poissonnet! Paham?
Kita punya reputasi.
Kita pasti bisa, percayalah. Mulailah bekerja.
Ayo!
Ingat tersenyum!
Sialan.
Kausnya tersangkut di gigi Kereta Hantu.
Dia tercekik tudungnya sendiri.
Anak malang.
Dia polos dan tak bersalah.
Dia bawa beberapa dompet.
Pencopet yang sudah dikenal polisi.
Anak malang. Sebenarnya dia murni bersalah.
Pekerja menemukannya.
Kebetulan sekali.
Dasar Gipsi sialan.
Dia sudah tergantung 24 jam lebih.
Kau biarkan dirimu terbawa emosi, Bercot.
Rambutmu keren, tapi di dalamnya, otakmu tak bekerja.
Menurutku, dia sudah di sini setidaknya sehari.
Aku mau bicara dengan pemiliknya.
Nn. Poissonnet, ayahmu tak bisa dihubungi.
Kau tahu dia di mana?
Dia keluar kota.
Tak akan segera kembali. Aku mewakili dia.
Tahu kenapa kau ada di sini?
Kami akan menutup Kereta Hantu sialanmu itu.
Jika ditemukan ada yang rusak,
kau akan didakwa pembunuhan.
Tidak mungkin, sudah kuservis.
Dia hanya bermain-main di sana.
Entahlah...
Mungkin dia bunuh diri.
Atau permainan seks yang jadi kacau. Itu biasa.
Untuk orgasme hebat.
Dengarkan aku. Satu, jangan mencoba memperdayaku.
Dua, berhenti berteriak.
-Aku tak berteriak. -Tiga,
jika ada keajaiban ayahmu kau temukan,
ajak ke sini secepatnya.
Empat, jelaskan permainan seksual ini dan bagaimana bisa orgasme lebih intens.
Aku ikut sedih.
Lepaskan, Jimenez, atau jarimu yang akan sedih.
Wahana ini penting bagi keluarga Poissonnet.
Aku ingin membantu.
-Demi menghormati ayahmu. -Jangan bicara tentang ayahku.
Lihatlah kondisi wahana ini.
Jual semuanya kepadaku.
Astaga, Fraco.
Ada anak mati dan kau membahas akuisisi?
Uangmu masih kurang?
Sungguh tak tahu malu.
Kau dan jas kasmir bodoh itu.
Ini sutra. Tapi bukan itu intinya.
Pikirkan proposalku.
Keluarga Poissonnet tak pernah lupa.
Aku tak akan pernah bekerja untuk Jimenez.
No comments yet. Be the first to leave one.