The first 200 lines.
MISS NIGHT AND DAY
Kau.
Kau...
Kau Sun, kan?
Kau Sun?
Sayang.
Tunggu, Sayang.
Kau Sun, kan?
Benar, kan?
Sun.
Kau itu dia, kan?
Benar, Sun?
Lihat, Sayang! Sudah kubilang Sun masih hidup.
Dia masih hidup. Dia tidak mati.
Sun.
Ke mana saja kau selama ini?
Ke mana saja kau? Kau sehat?
Kau datang karena rindu aku, tetapi aku tak mengenalimu.
Aku terus mengusir dan mengejarmu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku tak mengenalimu.
Aku bukan Bibi Sun.
Aku Mi-jin.
Kau bicara apa?
Kenapa? Kau marah aku tak mengenalimu?
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Maafkan aku tak mengenalimu.
Maafkan aku, Sun.
Astaga.
Sun.
Maafkan aku.
Ayah.
Mi-jin?
Apa?
Kau...
Ke mana Sun? Apa?
Sun pergi ke mana?
Mi-jin? Di mana bibimu?
Bibimu.
Di mana?
Bu.
Dia tak bisa kembali.
Ibu juga lihat.
Bibi Sun...
Mari kita makamkan dia.
Itu satu-satunya cara dia bisa beristirahat dengan damai.
Ya?
Namun, Mi-jin...
Kenapa kau...
Kenapa?
Sayang?
Mi-jin, kenapa?
Kenapa?
Kenapa putriku seperti ini?
Kenapa?
Tunggu, apa ini?
Apa yang terjadi kepada putriku?
Astaga!
Tuhan di surga!
PENGADILAN DISTRIK SEOHAN
Terdakwa mengaku bersalah dan menyesal.
Dia kooperatif dalam penyelidikan, mengabdi kepada masyarakat,
dan kesehatannya buruk.
Mempertimbangkan permintaan korban penculikan untuk keringanan
serta faktor lainnya,
kami menjatuhkan vonis tiga tahun penjara.
Aku penasaran apa dia hadir,
tetapi kurasa Bu Lee tidak hadir.
Dia tak akan bisa.
Dia ada di sidang Gong Gi-Cheol.
Apa?
Kau tak tahu? Bu Tak memanggilnya sebagai saksi.
Dia harus ajukan pernyataan ketidakhadiran saksi.
Kenapa? Kurasa sulit baginya untuk hadir.
Dia punya alasan tak bisa hadir saat siang.
Kau dengar?
Lee Mi-jin akan hadir di sidang Gong Gi-cheol.
Aku penasaran.
Apa istimewanya dia?
Kenapa Gye Ji-ung yang hebat rela melindunginya?
Tunggu, apa yang terjadi?
Aku harus berusaha kembali ke keadaanku asliku.
Demi diriku
serta ibu dan ayahku.
Namun, untuk berjaga-jaga,
aku harus bersiap-siap.
DAFTAR KEINGINANKU
Nomor satu.
- Bu, bangun. - Baiklah.
Bawa Ayah dan Ibu ke rumah sakit
- untuk periksa kesehatan. - Aku?
- Kita mulai jika kalian siap. - Baiklah.
Nomor dua.
Batasi minum.
Hanya boleh minum satu kali seminggu.
Atau dua kali seminggu?
Ya, dua kali seminggu!
Ayo, Ibu-Ibu. Nikmatilah!
- Kiri, kanan! - Nomor tiga. Pergi ke pusat kebugaran
- agar tidak cepat tua. - Kiri!
- Sedikit saja. - Baiklah, teruskan. Ayo!
Satu, dua, tiga, empat!
Baik!
- Sampai jumpa! - Kerja bagus!
Kerja bagus.
Bagaimana jika tiba-tiba aku menjadi sangat tua atau sakit?
Bagaimana dengan ibu dan ayahku?
Nomor empat.
Ambil polis asuransi.
Nomor lima.
Untuk berjaga-jaga,
cari panti wreda.
Nomor enam.
Berbuat baik.
- Ini dia. - Sukarela mengurus kucing jalanan?
Meski kau tak suka, wajahmu harus bersih.
Kucing pintar.
Lihat ekormu berdiri!
Ini makananmu.
Kucing ini sepertiku.
Lihat wajahnya.
Itu kau.
- Nomor tujuh. - Awas terbakar!
Bepergian dengan orang tuaku selagi mereka sehat.
- Panas! - Enak!
Ayo makan daging.
- Manis dan asin! - Gigimu akan busuk!
- Tenang. - Ini perlu bawang putih.
Enak sekali.
Satu, dua, tiga!
- Bersulang! - Bersulang!
- Nomor delapan. - Baik.
- Berfoto sebanyak mungkin. - Satu, dua, tiga.
Pose cium! Satu, dua, tiga.
Cium Ibu! Satu, dua, tiga.
Astaga!
Aku akan kirim ini.
- Sembilan. - Ya!
Dah, Ayah.
- Cari pekerjaan. - Butuh daging semur.
- Semur? - Ya.
Usaha? Bersih-bersih?
Terima kasih.
Atau gantikan Ibu?
Ya, sudah kukerjakan.
Urus toko dagingnya?
Apa dua ini 600 gram?
Lebih sedikit.
- Aku ambil dua ini. - Dua ini?
Kau tahu yang lebih menakutkan dari belajar lagi?
Menghadapi kembali keadaan ketika aku harus menyerah.
Itu sebabnya aku ingin kau melakukan hal yang kau suka.
Apa pun itu,
meskipun bukan belajar,
kuingin kau melakukan yang kau suka
dan merasa semangat, bukan takut.
Ya, aku harus melakukan apa yang benar-benar kuinginkan.
Nomor sepuluh.
Melakukan apa yang benar-benar kuinginkan.
Mi-jin, ayo makan...
DAFTAR KEINGINAN
Astaga.
Mi-jin!
Bangun.
Apa yang kau lakukan?
- Bangun. - Kenapa?
Kita harus pergi.
- Ke mana? - Ayolah!
Bu, ada apa ini?
- Kita mau ke mana? - Ayo!
Beri tahu aku dahulu!
Ada syaman hebat di kaki gunung Obongsan.
Astaga, aku pernah mencobanya!
Semuanya sudah aku coba!
Astaga! Apa pun yang kulakukan gagal!
Syaman itu berkata, "Tunjukkan kepadaku."
Namun, tak melihat apa pun dan tak bisa membantu!
Hebat apanya? Aku tak mau.
Kau akan terus hidup seperti ini?
Katamu kau menua!
Bagaimana jika kau lebih tua dari Ibu?
Bagaimana hidupmu nanti? Bagaimana?
Bagaimana menurut Ibu?
Aku akan tinggal dengan kalian sampai aku mati.
Kenapa kau akan mati, Manja?
Itu sebabnya kau menulis yang ada di bukumu?
Hal sebelum mati yang kau tulis. Apa? Daftar keinginan?
Itu hanya...
Aku bisa berakhir terus hidup seperti ini.
Aku ingin menyiapkan diri.
Kenapa kau hidup seperti itu?
Ibu ingin aku melakukan apa?
Astaga.
Ini membuatku gila.
- Sungguh. - Astaga!
Ini konyol.
Aku keriput jika menangis.
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.