The first 200 lines.
Setelah kembali ke masa ini, kau tak pernah cari Hong De, 'kan?
Tidak.
Kita tak pernah cari Hong De,
maka artinya dia disuruh orang untuk memfitnah.
Tapi dilihat dari trik Selir Rou,
dia seharusnya tak bisa dapat ide ini.
Kemungkinan besar
Su Rongqing bantu Selir Rou.
Maksudmu…
Tuan Putri.
Tuan Muda Su.
Kenapa kau di sini?
Pernikahan Putra Mahkota.
Kementerian Hukum menjaga keamanan.
Kami pun agak sibuk.
Awalnya, aku mau memanfaatkan pekerjaan
untuk melepas penat di Taman Kekaisaran.
Tak disangka,
aku bertemu Tuan Putri di sini.
Aku melepas penat di sini
karena sedang pikirkan pernikahan Chuan juga.
Pernikahan Chuan segera tiba,
tapi kini dia tampak muram.
Aku bahkan agak bingung,
apa sebenarnya
menikah dengan keluarga Shangguan
akan berdampak baik atau buruk.
Rasanya setiap orang
dan termasuk aku,
seperti memaksanya menentukan.
Maka, apa Tuan Putri pernah berpikir
mengundur pernikahan Putra Mahkota
agar Putra Mahkota ada waktu memilih?
Itu ide bagus.
Namun…
Tapi pernikahan Putra Mahkota
urusan terpenting dinasti ini.
Tak bisa ganti hari begitu saja.
Maka,
aku punya ide.
Aku ingat waktu itu,
kau cuma bahas sekilas denganku
dan tak pernah bertindak lebih lanjut.
Masalah memanfaatkan Hong De untuk mengundur pernikahan Putra Mahkota,
menurut logika, seharusnya tak ada yang akan tahu.
Selain itu, kali ini kita sama-sama tak pernah cari Hong De,
tapi Su Rongqing manfaatkan Hong De menyerang dahulu.
Yang lebih penting bagaimana dia bisa tahu
kau mau mengundur pernikahan Putra Mahkota?
Inilah masalahnya.
Alasan ini sama persis dengan yang kupikirkan dahulu.
Kenapa harus pakai alasan ini untuk mengundur pernikahan itu?
Selain itu, setelah kembali ke masa ini,
dia selalu bisa menebak yang akan terjadi.
Apa semua ini kebetulan?
Jadi, maksudmu,
- Su Rongqing juga kembali. - Su Rongqing juga kembali.
IA MENJANJIKAN BUNGA PERSIK TAHUN DEPAN
Tuan Putri,
aku menahan diri seperti ini
karena Langit mempermainkanku.
Takdir memaksaku memilih antara Tuan Putri dan keluarga Su yang paling kusayangi.
Aku harus mencegah tragedi keluarga Su
dan menstabilkan situasi,
baru berani melamarmu.
Tuan Putri.
Kau tahu
pemikiranku ini?
Kerinduan
mampu mengejar matahari dan bulan.
Ia menjanjikan
bunga persik di tahun mendatang.
Orang yang pada dasarnya terhormat
memang sulit menikmati kebahagiaan duniawi.
Jika kau tak ingin buku-buku itu,
besok, mereka akan jadi milik orang lain.
Buku-buku itu terlalu berharga.
Kini kedudukanku masih rendah,
belum pantas memilikinya.
Jika suatu hari nanti,
aku bisa…
Ternyata begitu.
Ternyata dia sudah lama menyembunyikannya.
Pantas saja, kenapa sebelumnya dia tak berani menikahiku.
Kini semuanya sudah jelas.
Rong,
yang kutakuti bukan
Su Rongqing yang bisa menebak hal yang akan terjadi seperti kita
bahkan bisa buat rencana mendahului kita.
Yang kutakuti,
hubungan di antaramu dengan Su Rongqing,
kau meninggalkanku 17 tahun.
Aku yakin bisa kalahkan Su Rongqing sekarang.
Tapi bagaimana jika
dia Su Rongqing yang menemanimu selama 17 tahun?
Pei Wenxuan.
Pei Wenxuan.
Kau jangan berpikir berlebihan.
Bagiku, Su Rongqing
hanya kenalan lama.
Kau tahu,
hatiku sudah jadi milikmu.
Ini tak ada kaitan dengan siapa pun.
Kau adalah istriku.
Benar.
Mohon tanya, kalian ada urusan apa?
Aku menangani kasus atas perintah Tuan Putri Pingyue, Divisi Inspektorat.
Mohon panggil Pendeta Hong De di kuil kalian.
Menjawab Tuan.
Beberapa hari lalu, ada yang datang
menjemput Pendeta Hong De masuk istana.
Ternyata sesuai dugaan Tuan Putri,
dia di dalam istana.
Maaf mengganggu.
Hal harus segera dilaporkan ke Tuan Putri.
Baik.
Tuan Muda.
Tuan Putri sudah masuk istana.
Antarkan ini ke sana.
Katakan saja,
- mangsa sudah muncul. - Baik.
Selir.
Apa ini?
Tuan Muda Kedua mengantarnya kemari.
Selir diminta memberikannya pada Pendeta Hong De.
Guru sudah bilang,
kini Pendeta Hong De tak bisa ditutupi lagi.
Kini yang terpenting
tak boleh biarkan Pei Wenxuan jadi Wakil Menteri Pegawai.
Tuan Su memang punya banyak akal.
Kenapa keluarga Xiao
tak punya orang yang banyak akal seperti ini?
Pergilah.
Berikan ini diam-diam ke Pendeta Hong De.
Suruh dia berbicara begitu.
Baik, Selir.
Salam pada Ayahanda.
Berdirilah.
Kudengar,
kau masuk istana untuk menangkap orang?
Benar, Ayahanda.
Belakangan, saat tangani kasus,
banyak orang melapor.
Katanya Hong De dari Kuil Qingfeng
mengaku sebagai pendeta untuk lakukan banyak kejahatan keji.
Jadi, aku mulai menyelidiki orang ini.
Sudah hampir tiga bulan aku mengumpulkan bukti,
kini semuanya sudah lengkap.
Jadi, aku ke Kuil Qingfeng untuk menangkapnya.
Tak kuduga,
ternyata dia sudah masuk istana.
Apa Ayahanda pernah dengar fitnah?
Memang tak ada fitnah.
Tapi ada satu hal menarik.
Hal menarik?
Ada orang yang bilang,
kau menyuruh Hong De berbohong
untuk mengundur hari pernikahan Putra Mahkota.
Apa hal itu benar?
Mengundur hari pernikahan Chuan?
Ayahanda,
jangan bahas apa aku berbuat seperti itu atau tidak.
Dia cuma pendeta,
bagaimana bisa dia pengaruhi pernikahan Putra Mahkota?
Ayahanda tak percaya padaku?
Aku percaya.
Namun, kudengar,
orang yang bernama Pendeta Hong De ini
cukup dihormati masyarakat.
Ramalan darinya bisa dapatkan dukungan banyak orang.
Jika dia sungguh bilang
Putra Mahkota tak cocok untuk menikah,
lalu ada banyak rakyat yang percaya,
maka demi ikuti kemauan rakyat,
pernikahan Chuan
juga terpaksa harus diundur.
Ayahanda.
Aku tak tahu kenapa dia harus memfitnahku.
Karena kau bilang dia memfitnahmu,
maka kita panggil dia kemari
agar kalian berhadapan langsung.
Baik.
Tuan Muda, aku sudah bawa orang ini kemari.
Tahu harus bilang apa?
Menjawab Tuan,
kakak ini sudah memberitahuku dengan jelas selama perjalanan.
Antar masuk ke istana.
Baik.
Aku memberi salam pada Kaisar.
Salam pada Kaisar.
Berdirilah.
Terima kasih, Kaisar.
Selir Rou, Pingyue bilang Hong De telah berbuat jahat,
dia ke istana untuk menangkapnya.
Jika ada kesalahpahaman,
kalian jelaskan secara bertatap muka.
Setelah dengar kabar ini,
aku langsung kemari dengan Pendeta Hong De.
Aku yang mengundangnya.
Jika tak ada kesalahpahaman
No comments yet. Be the first to leave one.