Pervert: Hunting the Strip Search Caller

Pervert: Hunting the Strip Search Caller

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Dont Pick Up the Phone S01 WEBRip NF
A Commentary by tedi
Retail NF

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-14
Downloads: 12
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Beralih ke hoaks luar biasa

yang disebut makan banyak korban.

Penelepon yang mengaku polisi cukup meyakinkan

untuk membujuk manajer agar menganiaya seksual pegawai restoran.

Jika tak mengizinkan pencarian ini,

maka aku akan ditahan, dipecat, atau keduanya.

Dua polisi bilang

ada video kejadiannya.

Belum pernah kulihat hal ini, dan masih belum selama 30 tahun.

Aku di telepon dan dia memberitahuku prosesnya.

"Buka blusnya."

Sepotong baju lepas, lalu sepotong lagi.

Kurasa tak ada yang tak dia sentuh.

Periksa belahannya untuk narkoba?

Dia minta gambarkan payudaraku, bentuk kelaminku,

bahkan nomor bra-ku.

Aku terkejut.

Siapa dia?

Psikologi yang dipakai penelepon luar biasa.

Aku tak tahu pria ini mampu apa.

Aku hanya tahu dia jahat.

Penelepon melakukan kejahatan sempurna

karena dia anonim.

Burger King dan Taco Bell...

Semua restoran yang kau tahu adalah korban penelepon ini.

Ada pemangsa seksual berkeliaran

dan telepon masih terus berdering.

Hidup di sini cukup nyaman.

Tempat bagus untuk keluarga, sekolah bagus.

Sedikit kejahatan.

BUDDY STUMP PENSIUNAN DETEKTIF

Malam kuterima telepon soal kasus McDonald's,

aku di rumah sendirian.

Wakil ketua saat itu berkata,

"Buddy, sedang apa?" Kujawab,

"Duduk di sofa, bersantai, menonton TV."

Katanya, "Kemarilah.

Aku ada di McDonald's dan tak tahu cara menjelaskannya.

Ada hal buruk terjadi di sini

dan aku butuh kau."

Itu tanggal 9 April 2004.

Aku baru dipromosikan sekitar tiga minggu.

Bisa dibilang aku detektif baru.

Aku tiba di McDonald's,

tak tahu ada apa.

Banyak mobil polisi, orang datang dan pergi.

Aku masuk dan McDonald's masih buka.

Kami ke dapur dan lorong belakang.

Gila.

Orang berlarian panik.

Terasa suasana di mana semua bingung,

dan melihat atau melakukan sesuatu

yang sulit dipercaya.

Kulihat korban di kantor belakang.

Dia tampak bingung, kepala tertunduk.

Manajernya juga bingung. Asisten manajernya bingung.

Benar-benar kacau.

Kupikir, "Aku terlibat apa?"

Mereka coba menjelaskan kepadaku,

tetapi ucapan mereka tak masuk akal.

Aku hanya paham

ini terkait panggilan telepon.

Lalu satu polisi memberitahuku,

"Ada video kejadiannya."

Kataku, "Apa?"

Ada CCTV yang merekam semuanya.

"Baik, berhenti dahulu.

Cukup membahasnya. Kita terlalu banyak bicara.

Kini kita lihat yang terjadi."

Aku mulai menonton videonya. Tak ada suara.

Hanya yang bisa dilihat, seperti menonton film bisu.

Donna Summers, si asisten manajer,

bicara di telepon.

Pada hari ini,

ada panggilan ke restoran.

Asisten manajer di restoran,

Donna Summers, 51 tahun, menerimanya.

Pria yang menelepon, mengaku polisi.

Dia bekerja untuk Kepolisian Mount Washington,

yang tak jauh dari restoran.

Dia bicara dengan manajer McDonald's

di telepon,

bersama perwakilan korporasi.

Dia mau membahas hal serius.

Satu pegawainya dituduh

mencuri dompet pelanggan di situ.

Dia gambarkan mungil, rambut cokelat,

dan Donna Summers bilang, "Ya, ada pegawai itu.

Aku tahu persis siapa."

Saat menonton videonya,

wanita muda masuk ke ruangan.

Terlihat mereka berbicara.

Louise Ogborn, 18 tahun,

bekerja di McDonald's

karena ibunya baru dipecat,

punya masalah kesehatan,

dan dia ingin membantu keluarga mencari nafkah.

Pada hari ini mereka sibuk,

dan Louise menawarkan tinggal dan membantu menangani jam makan.

Saat itu Donna Summers membawa Louise Ogborn ke kantor.

Katanya

aku dituduh mencuri uang dari dompet pelanggan.

Aku ingat merasa cemas.

Aku sedih sekali

karena dituduh melakukan hal buruk.

Penelepon itu, si polisi,

lalu memberi tahu Nn. Summers, "Ini yang bisa dilakukan.

Kita bisa menahannya di restoran,

atau jika kau mau bantu,

lakukan penggeledahan telanjang, dan lihat apa uang ada padanya."

Dia mulai memintaku mengosongkan saku

dan aku mengeluarkan isi sakuku...

menaruhnya di meja.

Saku kukosongkan.

Tahu-tahu,

asisten manajer lain masuk,

membawa kantong sampah, menaruhnya di pintu...

MANAJER

...agar tak terlihat dari lorong

ada apa di dalam kantor.

Menurutku aneh,

tetapi kurasa mau membuat korban lebih nyaman

dengan yang akan terjadi.

Sulit membayangkan yang dipikirkan Donna Summers.

Umumnya orang bilang tak akan percaya

orang di telepon meminta penggeledahan telanjang.

Namun, penelepon ini terdengar sangat resmi.

Dia sangat tenang,

memberi perintah dengan tegas,

dan Donna Summers mematuhi semua perintah polisi itu.

Bahkan Louise patuh,

walau dia tak mau.

Dia protes terus dan menyangkal.

Mungkin dia berpikir, "Mereka akan sadar bukan aku.

Aku akan patuh saja

dan semoga bisa bebas dari situasi ini."

Namun, saat itulah menjadi aneh.

Mendadak satu potong baju dibuka,

lalu sepotong lagi.

Aku berpikir, "Wah.

Ada apa ini?"

Aku terkejut.

Tahu-tahu,

korban hanya berbaju dalam.

Mendadak

mereka juga membukanya.

Dia berdiri telanjang.

Tanpa sehelai benang pun, dan aku berpikir,

"Kita di kantor McDonald's dengan wanita telanjang?

Apa berikutnya?"

Mungkin sejam setelah panggilan.

Aku berdiri sambil menganga.

Tak percaya dengan yang kulihat.

Setelah membuka bajunya,

mereka memberinya celemek, dan dia coba menutupi diri

sebisanya.

Aku telanjang bulat dan malu.

Tahu-tahu segala benda miliknya dimasukkan kantong

dan dibawa keluar ruangan.

Polisi di telepon memintanya

membawa semua baju Louise,

mengambil kunci mobilnya,

membawa dan menaruhnya di mobil.

Ini Louise Ogborn,

duduk telanjang bertutupkan celemek,

sadar walau dia mau keluar dari situasi itu,

restorannya penuh pelanggan

dan dia harus lari telanjang.

Lalu apa?

Jadi, dia terkurung di sana.

Aku tak tahu ada apa di balik pintu.

Aku tak tahu apa ada yang menungguku.

Aku tak mau keluar telanjang dan aku takut sekali.

Apa pilihan Louise saat itu

kecuali patuh?

Wanita ini bukan digeledah telanjang.

Dia tawanan di tempat kerjanya.

Dia bingung. Mimiknya jelas

bahwa dia merasakan trauma akibat situasi ini.

Bisa kubayangkan, usia 18 tahun, apa yang dia pikirkan.

Orang ini selalu mematuhi aturan

mungkin dalam hidupnya.

Hidupnya soal aturan.

Pergi ke gereja, ikut Pramuka, sekolah.

Tumbuh di rumah militer, sangat disiplin.

Aku diajari saat orang tua beri perintah,

aku harus patuh.

Jika orang dewasa lain menyuruhku,

kulakukan, tanpa membantah.

Lalu mendadak,

pria ini... Mereka ke kantor...

Pria paruh baya.

Dia tak pakai seragam pegawai, celemek, atau apa pun.

Kataku, "Dia bukan pegawai.

Kenapa ada di kantor utama McDonald's?"

Kami juga tak tahu dia orang macam apa.

Mungkin dia terlibat dengan penelepon?

Semua ini sudah berjam-jam

dan Donna Summers...

Dia coba menjalankan restoran yang sangat sibuk saat itu.

Pervert: Hunting the Strip Search Caller subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left