The first 200 lines.
Berisik...
Aku sulit untuk bangun pagi.
Sudah saatnya bangun.
Jika ini rumahku,
aku mungkin akan lanjut tidur.
Sayangnya, ini asrama sekolah.
Sarapan disediakan mulai pukul 06,30.
Aku sangat mengantuk.
Sebenarnya aku bisa tidur lebih lama,
tapi ada yang ingin kulakukan.
Alangkah baiknya jika dia sudah bangun.
Namun, ternyata dia memang belum bangun.
Hei! Jangan bersembunyi di dalam selimut! Cepat bangun!
Akira Kagiura.
Pagi hariku dimulai dari membangunkannya.
Dia adik kelas yang sekamar denganku.
Juga termasuk anggota klub basket.
Kagi, cepat bangun. Sudah pagi.
Dia adik kelas yang sangat ramah.
Dia juga sangat rajin.
MENGGELIAT
Jangan menggeliat.
Namun, dia susah untuk bangun.
Cepat bangun! Bukankah kau mau olahraga pagi?
Hei!
Hei, seperti ini sangat berbahaya.
Senior Hirano, kau tidak memakai anting.
Apa?
Aku tidak memakainya saat tidur.
Anting...
Kalau kau tak pakai, aku tak mau bangun.
Merepotkan.
Pakai anting yang kuberikan ketika kau ulang tahun.
Baiklah, akan kupakai.
Tunggu sebentar.
Kau harus bangun setelah aku memakainya.
Dia sangat lembut.
Aku sudah memakainya. Cepat bangun!
Sudah puas?
Senior Hirano sangat cantik.
Apa kau linglung setelah tidur?
Anting itu cocok untukmu.
Karena kau memilih secara khusus untukku, 'kan?
Kalau seperti ini, kau akan terlambat untuk olahraga pagi.
Aku bangun.
Selamat pagi.
HIRANO AND KAGIURA
Tidak ketinggalan sesuatu, 'kan?
Sudah kubawa semua.
Bukankah sebaiknya Senior Hirano ikut aku ke sekolah?
Aku tidak ada urusan, untuk apa tiba di kelas sebelum pukul tujuh?
Aku hanya akan bosan.
Cepat pergilah.
Aku berangkat.
Bocah keras kepala...
Hati-hati di jalan.
Semangat untuk latihannya.
Aku sangat ingin menikah.
Kagiura, kau punya pacar?
Kami tidak berpacaran.
Apa?
Kali pertamaku bertemu Senior Hirano
adalah saat aku pindah ke asrama karena rumahku jauh dari sekolah.
Mengerikan.
Permisi, aku baru pindah masuk hari ini...
Apa? Kau Kagiura?
Maaf, aku tidur kesiangan.
Pakailah ini.
Dia mungkin tidak begitu menakutkan.
Kemudian,
ketika aku kali pertama makan di kantin asrama...
Sejak tadi gerakanmu tidak berubah.
Kau tidak suka makan paprika?
Ya, ternyata aku masih tidak berani makan.
Kau harus mengatasinya sebelum lulus.
MENGUNYAH
Enak sekali.
Terima kasih.
Senior ini...
JANTUNG BERDETAK CEPAT
Aku mungkin menyukainya.
Begitu juga setelah itu.
Kagi,
kalau kau susah bangun pagi, aku akan membangunkanmu.
Tolong alarmnya cukup diatur satu kali saja.
Baik.
Ada yang melapor.
Maaf.
Begitu juga setelah itu.
Soal-soal ini pernah diujikan ketika aku kelas satu.
Maukah kau jadikan contoh?
Mau.
Setelah itu juga...
Membangunkanku setiap pagi,
makan makanan yang kubenci,
mengawasiku belajar,
sifatnya lembut, sangat berbeda saat tersenyum.
Tentu saja aku pun jadi suka padanya.
Bahkan saat liburan musim panas, dia juga keluar bermain bersamaku.
Kagiura,
kau memamerkan pacarmu pagi-pagi?
Memamerkan pacar di sekolah laki-laki itu fatal.
Bukan pacar.
Aku mungkin sangat menyukainya.
Bagaimanapun melihatnya, aku merasa kau sangat menyukai dia.
Apa maksudnya "mungkin"?
Sekarang hanya "mungkin".
Miyano, kau kenapa?
Sepertinya aku mendengar topik yang sangat manis.
Tampaknya kau baik-baik saja.
ADA TELINGA FUDANSHI DI BALIK DINDING
Hei, kau boleh makan biskuit?
Boleh.
Baguslah.
Ini biskuit sisa dari kelas memasakku hari ini. Kau mau makan?
Aku lupa.
Biskuit yang dibuat oleh Senior Hirano?
Aku mau.
Bolehkah makan ini sebelum makan malam?
Harus jaga rahasia, ya?
AKU JUGA MAU MAKAN
Kau kenapa?
Biskuit masuk ke tenggorokan.
Apa?
Aku mungkin...
menyukainya.
Karena sangat enak,
jadi, aku tak sengaja makan terlalu cepat.
Sungguh? Bagus sekali.
Hentikan, Senior Hirano, kau tertawa berlebihan.
Astaga, kalau aku akan menikah,
aku ingin menikahi orang lugas sepertimu.
Saatnya makan malam.
Ayo!
SUARA "MUNGKIN" TERJATUH
Omong-omong,
aku yang diberi tahu oleh Senior Hirano, "aku ingin menikah denganmu".
Namun, aku, Akira Kagiura baru berusia 16 tahun sekarang.
Seperti apa tipe idaman Senior Hirano?
Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?
Bukankah kau pernah bilang kalau kau suka orang sepertiku?
Maksudmu itu, ya?
Jangan membahas basa-basi seperti itu.
Kau suka yang lebih muda darimu?
Tidak harus yang lebih muda.
Aku suka orang yang lugas.
Tidak menyembunyikan emosinya sendiri...
Hei, aku sangat malu membahas ini. Apa perlu diteruskan lagi?
Aku ingin mendengarnya.
Astaga...
Bagaimana, ya?
Itu...
Misalnya Kagi,
bukankah kau sangat berusaha untuk ikut kegiatan klub?
Aku suka orang yang berusaha melakukan hal yang mereka sukai.
Kalau begitu...
Aku tidak bisa?
Jelas aku yang dijadikan contoh.
Jangan terus bertanya padaku.
Bagaimana denganmu?
Apa?
Itu...
Aku mungkin menyukai orang yang bisa mengurus orang lain
dan tampan seperti Senior Hirano?
Jangan meniruku. Kau bahkan berkata dengan nada bertanya.
Sudahlah, waktu istirahat berakhir.
Aku harus kembali untuk belajar mandiri.
Baik.
Perasaanku tidak tersampaikan.
Terima kasih sudah menemaniku mengobrol.
Aku bisa mengurus orang lain?
Benar juga.
Aku tidak keberatan mengurus Kagi.
Awalnya, aku hanya kagum padanya.
Kemudian Senior
menjadi sering mengobrol denganku.
Turun salju.
Hei, Miya.
Di musim dingin tahun kedua SMA...
Apa kau ingin berpacaran denganku?
Ya.
Kami mulai berpacaran.
Hari ini Senior akan ikut ujian masuk universitas.
Miya.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Maaf, membiarkanmu datang sepagi ini.
Kau pasti kedinginan, 'kan?
Aku bawa penghangat, jadi, tidak dingin.
Apa Senior mau?
Terima kasih.
Ini juga untuk Senior.
Ini...
BL YANG TIDAK GAGAL, TIDAK AKAN GAGAL
Aku bukan menyuruh Senior membacanya langsung.
Katanya dua buku ini bisa beri keberuntungan, jadi, kujadikan jimat.
Senior pilih saja yang kau suka.
Kalau begitu, aku pinjam yang ini.
Ya, baik.
Kau sedang tertawa, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.