The first 200 lines.
Awal Juni 2025.
Aku ingin bercerita tentang sutradaraku bernama Layar,
yang ingin menemukan cerita untuk film musikalnya.
Namun, masalah manusia selalu sama,
ingin bercerita, tapi kebingungan menemukan cerita.
Ya, begitulah, Tante Kenes.
Orang-orang mencariku sampai ke ujung dunia.
Di sinilah ujung duniaku.
Yang penting buat Tante,
ini waktu yang tepat, Layar.
Kamu ada di sini. Ini adalah kota asal-usul buyutmu.
Dan yang terpenting, tidak akan ada wartawan yang mencarimu ke sini.
Itu yang paling aku rindu dari rumah ini dan kota ini.
Kota yang penuh dengan kisah tentang kopi.
Aduh.
Tante sampai lupa.
Kamu pasti lelah, ya?
Kamu mau minum? Mau minum apa?
Kopi susu gula pasir.
Siapa, coba, yang pandai bikin kopi?
Komar!
Kopi susu gula pasir
Kopi susu gula di panci
Kopi susu gula pasir
Kopi susu gula di panci
Kalau kita mau menulis cerita
Janganlah lupa kisah-kisah buyut kita
Sejarah penuh cerita
Kisah penuh cinta melahirkan kita semua
Kopi susu gula pasir
Minuman di cangkir buyutmu
Kopi susu gula pasir
Minuman di cangkir buyutmu
Kutitipkan pesan indah leluhur kita
Agar setiap anak menulis kisah hidupnya
Inilah menu hidup kita
Agar jadi bekal jalan drama manusia
Tapi, 'kan, ini bukan zaman mesin ketik.
Dan aku tidak pernah jatuh cinta.
Kamu itu tidak usahlah mencari-cari lagi.
Layar.
Kamu sudah terlalu banyak hidup di cerita-cerita filmmu.
Saatnya kamu menulis ceritamu sendiri.
Surat-surat cinta dan kehidupan buyut, kakek, dan ayahmu
ditulis dan disimpan di koper ini.
Ini rahasia besar hidup keluarga besarmu.
Kopi hitam rempah hangat
Saatnya Tuan punya pacar
Kalau kita mau mencari diri
Wujudkan rumah agar bahagia abadi
Jangan lupa diri
Agar Tuhan memberkati kita di hidup ini
Akhir Juni 2025.
Ini hari pertama kerja persiapan produksi film.
Saya, sebagai asisten sutradara,
diajak masuk studio yang dibuat di tengah bekas pabrik gula.
Awalnya, saya hanya bekerja dengan Mbak Denok,
pimpinan produksi dan sahabat lama Layar.
Kata Layar,
"Pabrik gula ini akan membawamu ke zaman Buyut."
Dibangun ketika mesin uap menggerakkan era industri pertama
membangun kota dan pabrik-pabrik di Jawa.
"Buruh-buruh lahir membutuhkan hiburan."
Kini aku mengerti.
Era Buyut adalah era awal industri hiburan.
Namun, selebihnya aku kebingungan
karena tidak ada skenario.
Layar mengatakan,
"Kamu bisa mulai dengan mengalami isi koper."
Aku dan Mbak Denok ngobrolin apa saja dari isi koper.
Juga tentang film Terang Bulan,
yang menjadi film populer pertama Indonesia kesukaan Buyut.
Ternyata, isi koper dan obrolan itu membawa imajinasi tentang buyut Layar.
Terang bulan
Terang bulan di kali
Yuk.
Kita sama-sama perhatiin, deh,
apa kira-kira yang unik dari film Terang Bulan ?
Film ini segalanya Hawaii.
Bajunya, lagunya,
dan musik keroncong.
Itulah cirinya.
Itu tadi ocehan Layar, Rintik.
Kenapa? Mirip banget ya, aku?
Aku juga sebenarnya bosan dengar ocehannya.
Tapi, kalau bukan aku, siapa lagi yang mau dengerin?
Terang bulan
Terang bulan di kali
Buaya timbul
Disangkalah mati
Jangan percaya
Mulutnya lelaki
Berani sumpah
Tapi takut mati
Terang bulan
Terang bulan di kali
Kilau sinarnya
Bikin terang hati
Jangan terbuai
Cinta yang abadi
Jiwa gelisah
Tiada yang ngerti
Jiwa gelisah,
Tiada yangβ¦
Enggak ada yang ngerti.
Ngerti
Manusia adalah makhluk bercerita,
selalu ingin bercerita.
Namun, manusia sering kebingungan menemukan cerita.
Sesungguhnya, setiap perjalanan manusia
untuk mencari cerita.
Tuan, bunga melati di halaman sudah tumbuh.
Dan Komedi Stamboel sekarang sedang berlatih
dan kami sudah amankan agar masyarakat tidak mengganggu latihannya.
Kenapa diizinkan, Tuan?
Para pemimpin Sarekat Islam, Tuan Tjokroaminoto dan Semaoen,
meminta buruh-buruh Stasiun Pusat Semarang untuk mogok.
Sudah tiga hari.
Kereta api untuk mengangkut hasil bumi tidak bisa berjalan.
Pemerintahan Nederland sangat marah.
Kalian tahu, cokelat dan kopi dari Tanah Jawa sangat populer di Eropa.
Kekayaan alam negeri ini meningkatkan ekonomi Nederland sampai enam kali lipat.
- Hei, Komar, Kenes. - Ya?
Kalian turuti perintah Tuan Tjokro diam-diam.
Liburkan sebagian buruh kita.
Sudah kami laksanakan, Tuan.
Lantas, kenapa Komedi Stamboel diizinkan pentas di stasiun?
Afleidingspolitiek.
Politik alih perhatian.
Biar rakyat terhibur,
seolah tidak terjadi apa-apa.
Ini semua politik Mooi Indie.
Hindia Timur yang indah dilihat dari luar.
Kalian baca koran?
Lihat badan-badan turisme sudah menjadi komoditas dunia.
Jawa dan Bali sudah menjadi tujuan para diva
dan orang-orang penting dunia.
Permata dari Timur.
Melihat negeri yang elok ini
Permata Timur, itu julukannya
Bagaimanakah negeri ini dikisahkan?
Serba Mooi Indie
Ayun, ayun, ayun
Kisah Permata Timur
Diperebutkan sejak dulu kala
Bibit yang bagus akan tumbuh di tanah apa pun.
Kalian harus tahu, di seluruh Asia,
sudah muncul gerakan bangsa-bangsa untuk memerdekakan diri.
Gerakan melawan kolonial sudah dimulai.
Ayun, ayun, ayun
Pekerja lelah terayun
Industri baru bersenjata api
Kalian tahu?
Anggota Sarekat Islam sudah mencapai dua juta orang.
Sepuluh persen dari penduduk Jawa.
Mereka kebanyakan petani dan buruh-buruh pabrik yang mulai marah
karena tanah tidak lagi milik mereka.
Revolusi sudah terjadi di mana-mana.
Di Rusia, di Cina.
Ayun, ayun, ayun
Jas Belanda dan kebaya
Bergaya di seluruh negeri
Ayun, ayun, ayun
Panggung hiburan
membalut cinta dan tragedi
Ayun, ayun, ayun, in die hoge klapperboom
Ayun, ayun, Mas Mira, Jangan main gila
Ayun, ayun, ayun, in die hoge klapperboom
Ayun, ayun, Mas Mira, Jangan main gila
Tuan Nicolas.
Perkenalkan, diva Stamboel kami.
Nurlela.
Nicolas.
Kepala stasiun.
Mohon maaf. Hanya ini yang bisa kami sediakan.
Berterimakasihlah kepada Tuan Nicolas.
Karena segala sesuatunya sudah disiapkan oleh Tuan Nicolas.
Tidak, sudah sepantasnya kami sediakan.
Orang-orang di sini merasa terhormat.
Tuan Nico tidak hanya menyediakan ruang kerjanyaβ¦
Tuan Nico tercuri hatinya.
Saya dengar Komedi Stamboel Cahaya Bulan sangat populer.
Mereka sudah berkeliling Singapura,
Malaya, Sumatra, Surabayaβ¦
- Semarang! - Semarang.
Kini, sudi mampir di kota kecil.
Ayun, ayun, ayun, in die hoge klapperboom
Ayun, ayun, Mas Mira, Jangan main gila
Nurlela.
Kamu harus menghipnotis tuan-tuan yang ada di sini.
Mereka mulai lelah, mereka marah.
Mereka marah karena petinggi mereka di Eropa
hanya duduk di kafe, menonton pertunjukan terkemuka di Eropa
sambil menikmati teh, kopi, dan rempah dari negeri kita.
Mereka juga ingin menikmatinya di sini.
Lihat Societed,
gedung pertunjukan dan gadung pertemuan dibangun di mana-mana.
Ingat, mandor dan sosialita butuh hiburan dan mimpi.
Hipnotis mereka!
Aku sudah tahu harus melakukan apa.
No comments yet. Be the first to leave one.