The first 200 lines.
SEBUAH KEGILAAN
Maksudku, ini di Heaven, di sebelah gerbang mutiara.
Itu bukan tetanggaku.
Ya, ada kolam renang di atas, itu ruangan utamamu.
Permisi, bisa aku minta bonnya?
Hei Arnie, berikan bon kepada pria yang di depan.
- Sudah jangan bercanda lagi. - Berikan aku waktu istirahat.
Kami mendengarnya, kami mendengarnya.
- Apa kau menikmatinya? Ini bonmu. - Terima kasih, Dottie.
Bagaimana kabarmu, Franchie?
- Aku mendapat luka di pankreasku. - Aku tidak mau dengar omongan...
...ngawurmu.
Hei, kau belum membayar makananmu.
Apa?
- Kau belum membayarnya. - Aku sudah membayarnya, bukan?
Bonnya ada di kantongmu.
Itu benar sekali.
Aku minta maaf, biar aku bayar bonnya.
Aku tidak tahu harus melakukan apa.
Aku sedang banyak pikiran, apa kau mengerti, masalah bisnis.
Kau ingin pergi, tanpa membayar.
Itu tidak benar, ini ambil uangnya dan simpan kembaliannya.
Baiklah, mungkin kau lebih suka jika kupanggilkan polisi.
Jangan, jangan melakukan hal itu.
Biar kutebak, kau kadang tidak membayar makan siangmu...
...atau kau kadang mencuri permen atau koran?
Kau pemberontak yang penuh rahasia.
Itu adalah penyerantaku, aku harus menghubungi kantorku.
Kau ingin pergi ke mana? Aku akan memberikanmu tumpangan.
Bukankah kau harus kembali bekerja?
Aku tidak bekerja di sana.
Lalu, bagaimana dengan semua omongan kita tentang bon ini?
Apa kau mau ikut?
Baiklah, tapi aku harus pergi ke bank, lalu...
- Kau ingin mati muda? - Maaf!
Setelah dari bank aku harus ke kantor...
- Aku akan mengantarmu. - Kantorku ada di pusat kota.
Aku melewati jalan itu.
Kau siap atau tidak, sayang?
Kau pikir itu lucu?
Caramu membohongiku di sana tadi.
- Tidak apa-apa. Aku Lulu. - Charles, senang bertemu denganmu.
Tunggu dulu, kita mau pergi ke mana?
Aku tahu jalan pintasnya.
Biarkan aku melihatnya.
Ini terowongan Holland, ini salah jalan.
Apa kau mendengarku? Ayo kita kembali.
Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila.
Kau sudah gila. Kau tahu hal itu?
Aku harus kembali bekerja. Banyak yang harus aku lakukan.
Hei, tenang Charlie. Istirahatkan dirimu.
Kau pantas mendapatkannya.
Aku tidak bisa beristirahat sore ini. Apa kau sudah gila?
Dengarkan, kau harus berbalik arah lalu kita keluar dari terowongan.
Kau ingin minum?
Tolong! Jangan minum, itu bisa berbahaya jika melakukannya.
Dengar, jika kau tidak membawaku kembali...
...aku akan melakukan hal yang tidak aku inginkan.
Aku bisa menunggunya, Charlie.
Cincin yang kau pakai bagus, Charlie.
- Terima kasih. - Apa kau sudah lama menikah?
Ya. Kita mau pergi ke mana?
- Berapa anakmu? - Itu bukan urusanmu.
Ayolah, kita lihat fotonya.
Kenapa kau berpikir aku memiliki foto anakku.
Apa kau takut denganku, Charlie?
- Aku tidak takut denganmu. - Ayo kita lihat mereka.
Baiklah, jika kau menginginkannya.
Ini dia.
Bagus sekali, Charlie. Aku sangat terkesan.
Terima kasih.
Charles Driggs. Manajer Regional.
Aku telah dipromosikan menjadi wakil presiden. Mulai Senin.
Wakil presiden?
Ini untukmu, Tuan wakil presiden.
- Ingin mencobanya? - Tidak.
Ayolah, Charlie. Minuman ini tidak akan membuatmu mabuk.
- Tidak usah. - Bersenang-senanglah, Charlie.
Baiklah. Berikan itu kepadaku.
- Aku mau membeli minuman lagi. - Aku akan menelepon sekretarisku.
Hai, aku perlu empat botol scotch.
Hei, kau bekerja di sini, kan?
Empat botol, baiklah.
Hai.
Dua.
Persediaan dibeli sebelum 1 Januari 1984. Tidak seharusnya...
...bertentangan dengan peraturan...
...mau tidak mau mereka akan memegangnya.
Kuharap tak ada yang mengakibatkan kecemasan yang berlebihan.
Terima kasih banyak.
Apa itu Glenlivet?
Itu Glenlivet, kan?
Aku harus beli itu. Maaf harus membuatmu naik, tapi itu favoritku.
- Tidak masalah. - Terima kasih.
Kurasa aku suka scotch karena orang tuaku berasal dari Skotlandia.
Nenekku namanya O'Conner.
- Sungguh? Menarik sekali. - Dan itu membuatku...
...blaster Skotlandia. Dan nenek dari ayah bermarga Hawthrone.
Hampir dapat.
Little Willy membayangkan pergi ke Skotlandia beberapa tahun lalu...
...dan itu saat yang menakjubkan.
Sial! Kita lihat apa kau bisa membantuku.
Bilang kepadanya... Lynn? Itu kantor...
Mau ikut?
Segala macam tindakan dan peraturan di kantor,...
...pasti akan mengurangi risiko.
Apa?
Charlie, apa yang kau lakukan untuk bersenang-senang selain...
...mencuri permen batangan?
- Kau benar. - Sungguh?
Ya, aku seorang perusuh.
Sungguh! Tapi aku hanya berfokus kepada konvensi kehidupan.
Contohnya, pada tahun 1981 aku ikut dengan Muni.
- Semua orang bilang aku gila. - Muni?
Kau tahu, Municipal Bonds, bebas pajak. Hampir 90%!
Mungkin aku terlihat kolot, tapi aku tetap tahu gaya.
Sungguh?
- Apa ini? - Pesan kamar.
Ada masalah, Charlie?
Mungkin memesan kamar bukan ide yang bagus.
Maksudku, apa kau tak punya tempat lain yang bisa kita kunjungi?
Bagaimana kalau rumahmu?
Aku hanya bisa melihat tetangga melihatmu turun dari mobil.
Kau punya uang?
Maksudku untuk memesan kamarnya. Sisanya gratis saja.
Biar kuperiksa dulu.
Tidak ada. Yang aku punya cuma kartu kredit perusahaan.
Akuntan kami pasti bingung apa yang kulakukan di motel murahan...
- ...di Jersey saat Jumat siang. - Pakai uang kontan saja.
- Tidak, aku tak bisa. - Kenapa?
Uang ini untuk klab Natal.
Charlie, maksudmu kita tak bisa memesan kamar karena...
...kau menyimpan uang untuk hadiah natal di tengah bulan Juni?
Lumayan juga. Rumahku lebih buruk lagi.
Tapi tanpamu, tentunya.
Tuhan.
Aku cuma ingin kau tahu, aku belum pernah melakukan ini.
Jangan khawatir, Charlie, aku sudah pernah.
Aku mau tetap memakai kaos dalam ini saja, ya?
Kenapa begitu?
Aku tak tahu. Aku hanya belum merasa nyaman saja.
Oh, Tuhan.
- Bagaimana perasaanmu sekarang? - Baik.
Kau mau?
Ya. Terima kasih.
Bisa kubantu mencari sesuatu?
Ch... Charlie.
Mau pakai?
Kau wanita yang lucu.
Ya, operator. 2127247270. ...70.
Tidak! Jangan! Tuhan! Jangan!
Tidak, jangan! Kumohon!
Siapa ini? Boleh aku titip pesan untuk Tuan Driggs?
Tidak, ini darurat.
Kau takkan kembali? Kenapa? Apa ada masalah?
Tidak, bukan masalah serius. Hanya tertahan rapat luar kantor.
- Kau pasti tahu. - Tadinya aku berharap kau bisa...
...ikut berkumpul sebelum hari penutupan hari ini.
Ya, maaf mengenai hal itu.
Tidak, Dillman bisa mengurus hal itu.
Ya.
Aku sedang menulisnya.
Baiklah, Richard. Akan kutaruh salinannya di mejamu Senin pagi.
Bukankah itu... Ya, tentu. Sampai nanti.
Ya Tuhan.
Ya, aku sedang menulisnya.
Seharusnya dia sudah kembali, sekarang sudah jam 3.30.
Hai, sayang. Aku tahu ini mendadak, tapi aku ada urusan kantor.
Ya, malam ini aku ada rapat di Philadelphia.
Kau tahu, apa yang akan kau lakukan?
Jadi, besok sore aku sudah pulang.
Atau mungkin besok pagi. Mungkin juga malam lusa.
Itu tergantung...
Tergantung. Aku juga mencintaimu. Dan sampai jumpa.
Kau yakin tahu apa yang kau lakukan?
Tidak.
Tapi aku tak peduli.
Ayah dan Ibu. Ini Ayah.
Mickey Lolich melempar ke arah Babe Ruth dengan Terry di basis kedua...
...dengan... Terima kasih, Ruth. Dengan Mickey Stanley...
- Kenapa? Apa yang lucu? - Kau.
- Kenapa? Apa yang kulakukan? - Memanggil pelayan dengan nama.
- Itulah gunanya tanda pengenal. - Ini dia.
Terima kasih, Rose.
Itu membuat jadi lebih bersahabat, lebih personal.
Aku suka itu.
- Charlie Driggs? - Ya.
Apa yang kita punya?
Ya Tuhan, aku tak percaya ini.
Uang Klab Natalku hanya tinggal satu, dua, tiga, empat dolar lagi.
Aku akan mengambilnya, Charlie. Kau sudah dapat kamarnya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Aku akan segera kembali.
Aku menyukaimu, Charlie.
Kau benar-benar pria yang baik.
Mungkin agak sedikit terlalu baik.
Tidak, maaf. Kami tak yakin masih ada kamar setelah jam 7.15.
Ya, itu tak apa-apa.
...mungkin main bisbol...
- Terima kasih, Rose. - Tuan, wanita itu memberimu ini.
No comments yet. Be the first to leave one.