The first 200 lines.
Berabad-abad lalu
di hutan utara,
lahirlah sekte pemuja Bhairawa,
Dewa Kekacauan.
Di tahun 1935,
seorang arkeolog menemukan kuil itu,
lalu menghilang.
Tak ada yang pernah menemukannya lagi,
bahkan bayangannya pun tak tersisa.
Mereka percaya
daging manusia membawa keabadian.
Kini, mereka bersembunyi
di balik kekuasaan.
Kaum Labinak masih hidup.
Mereka ada di sini.
Bu. Lihat, deh.
Orang-orang ini tuh beruntung banget, ya.
Udah cantik, pendidikannya tinggi.
Aku bisa, enggak, ya, kayak gini?
- Anjing! - Hei.
Udah berapa kali, sih, Ibu bilang? Ngomongnya jangan kayak gitu, gak sopan.
Ya, maaf, Ibu.
Lagian sopirnya jahat banget, sih.
Masa aku mengkhayal aja enggak boleh?
Ya, tetap aja, enggak boleh ngomong kasar kayak gitu. Ya?
Iya. Maaf, ya, Ibu.
Nah, ini reda. Ya udah, yuk.
- Yuk. - Jalan, yuk.
Yahβ¦
Bu.
Tasnya rusak lagi.
Sabar, ya, Nak.
Nanti kalo uangnya udah turun, kita beli tas baru,
terus benerin atap yang bocor. Ya?
Kita tuh kenapa miskin, ya, Bu?
Ya, tapi 'kan, kita kaya hati.
Bu Najwa.
Barangkali Bu Najwa masih ingat dengan saya?
Tapi sepertinya Bu Najwa sudah lupa, deh, sama saya.
Enam belas tahun yang lalu, di Jakarta,
saat Bu Najwa menerima penghargaan beasiswa itu,
saya ada di panggung itu dengan Ibu.
Ini⦠Ini Bu Diana?
Aduh, gimana, sih, ini?
Jago buat modul, tapi pelupa.
Maaf, Bu. Soalnya Ibu kelihatan muda banget.
Rahasianya makan sehat, olahraga teratur, meditasi,
terus botoks?
Tanam benang?
Kamu pasti Yanti.
Iya, Bu.
Terima kasih.
Kamu pintar banget, ya?
Pialanya banyak.
Nanti mau kuliah di mana?
Di Jakarta banyak, lho, universitas yang bagus.
Bu Najwa, sekolah kami eksklusif.
Hanya merekrut tenaga pengajar terbaik
untuk anak-anak para anggota yayasan.
Dan kami berkomitmen untuk berkontribusi besar dalam pendidikan.
Guru-guru yang mengajar di yayasan akan mendapatkan gaji yang layak,
tempat tinggal yang bagus,
dan anak-anak mereka akan diberikan beasiswa.
Maaf, Bu, tapi sayaβ¦
Tapi saya sangat berharap Bu Najwa bisa menerima penawaran ini.
Karena mengingat 16 tahun yang lalu yayasan kami yang mensponsori kuliah Ibu.
Bu.
Pikirkan baik-baik.
Mau sampai kapan Bu Najwa bertahan menjadi guru honorer?
Untuk kamu, semangat terus belajarnya.
Makasih, Bu.
Saya pamit.
Ibu Najwa,
anak itu mewarisi kecerdasan dari Ibu,
dan kami tentu tidak ragu untuk memberi beasiswa untuk sekolah Yanti,
dan di universitas mana pun yang dia mau.
Ini juga kesempatan bagus untuk Yanti tumbuh di lingkungan yang baik.
Terpelajar, dengan relasi dari kami.
Dan tentu saja, masa depannya akan cerah.
- Ibu! - Yanti?
Ibu!
Ibu.
Ibu.
- Uang kuliah⦠- Ya ampun.
Uangnya
Ibu.
Nanti buat aku kuliah gimana, Bu?
Ibu!
Uang kuliahβ¦
Uang kuliah, Buβ¦
- Bantuin, ya. - Iya.
Ini taruh sini aja, ya?
Senang, enggak?
Makasih, Bu.
Pak, ini kita enggak salah jalan?
Enggak, kok, Bu. Ini gerbangnya di depan.
Ibu Najwa, Yanti.
Selamat datang di perumahan kami.
Gimana perjalanannya? Lancar?
Lancar, Bu.
Tapi itu di depan kenapa ada tulisan pemakaman umum, ya, Bu?
Itu sudah lama, tapi sengaja dibiarkan.
Alasan keamanan.
Yanti, ini rumah kamu.
- Makasih, Bu. - Dibuka.
Wah.
Beliau ibu saya, Oma Ina.
Tapi suka dipanggil Oma Cantik.
Halo, saya Lusius.
Pimpinan yayasan.
Hai.
Dan itu Eva, anak saya.
- Oh, iya. - Nanti, mereka akan sekelas.
Saya cuma mau mampir untuk bilang selamat datang dan semoga Anda betah.
- Saya tinggal dulu, ya. - Terima kasih, Pak.
Oh, iya, Bu. Ini Jodas.
Tempat curhatan anak-anak sekolah.
Biasa dikenal dengan "pawang hantu anak-anak sekolah".
Hantu?
Bercanda. Enggak ada yang lihat hantu di sini.
Adanya gangguan disosiatif yang disebabkan oleh tekanan dan situasi tertentu.
Jadi, Bu Najwa, kalau ada anak sekolah yang kesurupan,
tolong jangan didoain, tapi panggil saya.
Mungkin cerita hidupnya berat.
Iya, Pak.
Oh, iya, Bu. Di gudang ada beberapa barang yang mungkin bisa dipake. Silakan.
Iya, baik, Bu.
Ini Ibu bukan sulap, ya.
Atau Ibu kebal, jadinya tuh enggak ngerasa sakit pada saat terbakar.
Ini adalah fisika.
Nih, kenapa tadi enggak sakit pada saat terbakar? Ada yang tau, enggak?
Enggak tau, Bu.
Enggak ada yang tau?
Karena yang terbakar bukan kulit kita.
Minggu depan, kalian bikin kelompok, ya.
Masing-masing satu kelompoknya lima orang,
lalu nanti kalian presentasi cara bikin api,
tapi tidak boleh bikin apinya pakai korek.
- Ya? Oke. - Oke, Bu.
- Oke, Bu. - Makasih, Bu.
- Sama-sama. - Makasih, Bu.
- Terima kasih, Bu. - Ya.
- Permisi, Bu. - Ya?
Maaf, Bu Najwa, boleh gak, untuk tugas minggu depan saya gak ikut kerja kelompok?
Soalnya minggu depan kakek saya ulang tahun.
Oh, iya. Enggak apa-apa.
Ulang tahun yang keberapa kakeknya?
Ke-120. Terima kasih, ya, Bu.
Selamat ulang tahun, ya, buat kakeknya!
Bu?
Panggil aja Ratih.
Saya ngajar Bahasa Indonesia.
Saya Najwa, ngajar Fisika.
Iya, tadi saya ngintip pas kamu ngajar.
Betah di rumah baru?
Masih adaptasi.
Nanti ngobrol lagi. Saya buru-buru.
Bu!
Tunggu, Bu.
Hari pertama?
Kamu orang baik.
Bu Najwa.
Boleh duduk sebentar?
Iya? Ada apa, Pak?
Ini dari Bu Diana.
- Oh, iya. Wah, terima kasih. - Sausnya enak banget.
Iniβ¦
Ini maksudnya semuanya buat saya, Pak?
Iya. Dari yayasan.
Biar ngajarnya lancar.
Oh.
PERAWATAN KULIT FOREVER YOUNG
Halo, Bu Najwa.
- Pak. - Gimana ngajar hari ini?
Lancar, Pak.
Ini mau dibangun apa, Pak?
Peternakan spesial.
Tau ini, 'kan? Daging Kobe? Gampang dikunyah, kualitas terbaik?
Karena belakang ini saya khawatir dengan kualitas daging yang menurun terus
karena terkontaminasi racun, mikroplastik, dan masih banyak lagi.
Tapi sementara ini, isinya masih suplai untuk yayasan.
Oh, iya.
Yanti suka dengan makanan dan buah-buahan yang saya kirim?
Makanan terbaik dan terenak yang pernah kami makan, Pak.
Senang saya dengarnya.
Saya akan ngirimin makanan organik setiap hari.
Terima kasih, Pak.
Ini kalo peternakan, bukannya enggak boleh dibangun di tengah pemukiman, ya, Pak?
Di lahan terbuka, iya.
Tapi belum ada aturannya jika dijalankan di bawah tanah, 'kan?
Oh, bawah tanah.
Bu Najwa, mau saya anter?
Kan, kita rumahnya searah. Jadi, sekalian aja saya turunkan.
Oh, iya. Makasih, Pak.
Iya, ini juga buggy -nya baru aja kita beli. Jadi, kalo saya masih agakβ¦
Kagok nyetirnya, saya minta maaf terlebih dahulu, ya.
Oke.
Bu. Lihat, nih.
Bioskop rumah.
Keren, ya?
No comments yet. Be the first to leave one.