The first 200 lines.
Dokter Al?
Dokter Al.
Pasien trauma sudah tiba.
Kabari saat hasil lab lainnya keluar.
Pacarnya tidak banyak membantu.
- Dia tidak kooperatif? - Tidak juga.
Dia baru pacaran
dengan ayah Kylie beberapa bulan ini.
JAM KEDUA PUKUL 08.00 - 09.00
- Di mana ayahnya? - Kerja di New Castle.
Kukirim pesan dia agar kemari.
Panggil aku saat dia tiba.
Kau bicara ke penasihat trauma?
Baru mau ke sana.
- Janji. - Bagus.
- Ambulans tiba. - Segera ke sana.
Bagaimana kabar gadis yang jatuh dari tangga?
Akan kuperiksa pendarahan internal dengan USG.
Apa firasatmu?
- Firasat tentang dia? - Ya.
AI tak akan pernah memilikinya.
Aku tak ingin memikirkan apa kata firasatku saat ini.
- Kabari aku. - Kami, kalau boleh.
Boleh. Kami. Kabari kami.
- Mau menangani trauma ini? - Aku sibuk.
Aku tak mau lewatkan kesempatan ini.
Kita belum tahu apa itu. Jangan buru-buru putuskan.
Aku tidak buru-buru, cuma merawat pasienku.
Ada yang harus kuketahui soal Santos?
Sangat percaya diri, selalu siap bekerja,
orang sabar yang kuat, pemberani.
Sepertinya kau ingin dia bergegas memutuskan.
Tidak. Aku cuma menyarankan atau mengingatkan agar tak begitu.
Pria usia 58 tahun jatuh dengan fraktur skafoid,
epistaksis, neuro nonfokal,
menyangkal trauma kepala.
Setiap kali kuperiksa, sikapnya berubah drastis.
Menurut firasatku, ada yang tidak beres.
- Apa? - Tidak ada.
Rencanamu?
Mulai lakukan CT kepala. Jika normal, PL, bukan ensefalitis.
Catat di prosedur.
- Dia pernah ke sini? - Tidak.
Sudah tanya kerabat
- soal kejiwaan? - Akan kuhubungi.
Mau tangani trauma ini dahulu?
- Apa itu? - Kejutan.
Luar biasa.
- Mel, mau ikut? - Pasien apa?
Ini kejutan.
Ada info apa, Amboy?
Allen Billings. Palet genteng jatuh setinggi 2,5 meter,
kena lengan atas dengan dislokasi terbuka.
Aduh.
Dua dosis fentanil, satu lalu 0,5 per kilo.
Sadar dan fokus, vital baik.
- Mel, pegangi lengannya. - Ya.
Pak Billings, aku dr. McKay.
Aku dr. Garcia dari bagian bedah.
- Lalu ini dr. King. - Hai.
Sakit sekali.
Beri kami waktu, lalu kami redakan nyerinya.
- Sakit kepala, dada, perut? - Cuma tangan.
Saturasi 99. Denyut 104. Tekanan darah 116/78.
Pendapatmu, dr. King?
Ini dislokasi terbuka.
Bisa lebih spesifik?
Menurutku, itu inferior.
Ingat namanya?
Namanya mirip mantra Harry Potter.
Luxatio erecta.
Benar. Cek sirkulasi darah.
Pak, bisa rasakan sentuhanku?
- Baik. Bisa goyangkan jarimu? - Ya.
- Denyut radial baik. - E-FAST negatif.
Selanjutnya, dr. McKay?
Ancef dan gentamicin. Bius untuk traksi dan kontraksi.
Perlu CT angiogram untuk cek cedera vaskuler.
Rencana bagus.
Sendinya harus dibersihkan di ruang operasi oleh ortopedi.
- Setuju. - Daripada lama di sini,
lebih mudah dikurangi dengan anestesi, risiko lebih kecil.
Mungkin.
Mari minta opini dokter ortopedi.
Kau memang orang baru. Itu mustahil.
Dokter ortopedi biasanya santai.
Prosedur bius, dr. McKay.
100 mcg propofol. Titrasi sampai ada efek.
Akan kusiapkan.
Permisi.
Apa kabar, Dok?
Ya, sangat baik.
Sepertinya albuminmu meresap.
Mahasiswa Ogilvie dan Kwon
- akan kerja denganku. - Halo.
- Mahasiswa kedokteran. - Kau suruh mereka coba?
Mereka harus belajar.
Sebaiknya mereka menonton yang pertama.
- Biar kusiapkan dan balut. - Ya.
- Setelah albumin masuk. - Benar.
Untuk mencegah hipotensi,
berikan albumin bila perkiraannya lebih dari lima liter.
Sebelumnya, enam liter.
Sekitar satu setengah galon.
Bisa untuk bahan bakar.
Butuh apa lagi, Pak Louie?
- Tak ada, Bu. - Baik.
- Panggil aku saat kau siap? - Ya.
Whitaker, istri lansia pagi tadi ada di Tengah 8.
Dia tahu suaminya meninggal?
Kau yang beri tahu.
Aku segera ke sana.
Ya, selalu pastikan titik masuknya aman
dengan mencari kantong cairan.
Itu bukan kantong, tapi danau.
Ya, jangan sampai kena vena atau arteri.
Jadi, periksa dengan Doppler berwarna.
Joy?
Aku tak bisa melihat apa pun.
- Matamu terpejam. - Tak bisa dibuka.
Ada lemnya. Aku hendak memakai bulu mata.
Astaga.
Astaga. Aku akan buta?
Tidak, ini bisa diperbaiki.
Tarik napas dalam-dalam.
Baiklah.
Jadi, apa yang kau gunakan saat memejamkan mata?
Lem super.
Itu yang biasa kau pakai untuk memasang bulu mata?
Tidak, lem itu biasanya dipakai
untuk rekatkan benda pecah, seperti cangkir.
Kau paham maksudku. Itu lem super.
Ya. Aku paham.
Bisa bicara dengan dr. J? Dia tahu harus apa.
Dia dokter mata?
Tidak, dia bekerja di IGD.
Kurasa dia tak ada.
Namun, aku paham pekerjaanku,
seringnya begitu.
Untuk metode jalur Z,
tarik kulit sebelum masuk ke rongga peritoneum.
Kelihatannya bagus.
Cairannya bening.
Apakah itu sakit?
Sakit sedikit.
- Ogilvie, tusuk botolnya. - Ya.
Cairan itu mau dites apa?
Jumlah sel untuk cek peritonitis bakteri spontan.
Benar! Kenapa kalian membuat diagnosis itu, Joy?
Jumlah neutrofil absolut 250 lebih.
Keadaan di sini?
Mereka bekerja baik.
Mereka bisa.
Dana, bisa panggilkan Kiara?
- Dia tak jawab panggilan. - Dia tidak bekerja hari ini.
Aku lupa. Akan kucari tahu.
- Kau butuh apa lagi? - Bagaimana espreso martini dobel?
Ide bagus.
Hai, Trudy, ini Dana. Ada apa di sana?
Ada apa, Crash?
Maksudmu, selain ibuku yang membuatku gila?
Bilang saja kepadanya bahwa upayanya akan lebih berguna
jika mendukung orang sepertiku.
Jika kau sungguh ingin residensi ganda,
biar kubantu. Kau tak mampu.
Kenapa? Karena kau tak bisa?
Jujur saja, ya.
Karena kau genius.
Ya.
Berapa akar kuadrat dari 841?
Aku bukan kalkulator manusia.
Dylan Easton menggantikan Kiara akhir pekan ini.
Mereka menuju kemari.
- Terima kasih. - Ya.
Astaga.
Ada biarawati menderita konjungtivitis.
Hasil tesnya temukan bakteri diplokokus gram negatif.
Gonore?
Mengejutkan.
Hasil lab itu pasti salah.
Mungkin itu infeksi nonseksual.
Kupanggil kepala lab untuk klarifikasi. Hati-hati, Nona.
Ada biarawati dengan bakteri gonore di matanya.
Aku tak boleh ikut menanganinya?
Kalian berdua mengecewakan.
Dua puluh sembilan.
Apa?
Akar kuadrat 841.
Bagaimana kabar Pak Digby?
Dia pakai baju di Selatan 21.
Ada tempat untuk mencucinya?
Masukkan ke insinerator.
Kita beri dia pakaian baru.
Pernah pakai gergaji gips? Pasti belum.
Ini hari keberuntunganmu. Ikuti aku.
Dokter Mohan, punya waktu sebentar?
- Ya. - Sudah jumpa Emma?
Hari pertama, perawat baru.
- Hai. - Salam kenal.
Emma perlu belajar cara melepas gips.
No comments yet. Be the first to leave one.