The first 153 lines.
Hei, di mana gerbangnya?
- Di atas sana. - Apa?
Bagaimana kita bisa mencapainya?
Hei, Nanaue! Biarkan aku menaikimu!
Tidak.
Hei.
Bagian belakang leher kalian berkedip. Apa itu pertanda buruk?
Apa?
Jangan hanya berdiri diam saja! Kau harus menghentikan ini!
Tidak bisa! Aku tidak punya kendali untuk menyetel ulang alatnya.
Sial!
Lalu, bagaimana cara kita menyetel ulang pengatur waktunya?
Berdoa.
Berdoalah agar sinyal setel ulangnya datang dari sisi lain.
Tidak mungkin! Kau pasti bercanda!
Tenang.
Berdasarkan perkiraanku
kita hanya punya beberapa detik hingga semua kepala kita meledak.
Apa?
Begitu rupanya.
Jadi, jika kepala kita masih utuh setelah menunggu beberapa detik...
Itu bukti sinyal sedang dikirim.
Baik, berapa lama lagi waktunya?
Enam, lima
- empat, tiga - Beri tahu kami sebelumnya!
dua, satu.
Sepertinya mereka tidak membiarkan kita mati begitu saja.
Ya, dengan asumsi kau tahu cara menghitung!
Itu artinya kita baik-baik saja untuk saat ini, ya?
Hei, ada yang merasa lapar? Aku ingin roti lapis salad telur!
Masa bodoh.
Tetap waspada, Semuanya.
Penghitung waktunya perlu disetel ulang setiap 72 jam, bukan?
Jangan sampai waktunya mepet lagi.
Apa? Lihat siapa yang bicara.
Fakta bahwa mereka tidak membunuhmu
berarti kau diharapkan menyelesaikan misi.
Kau mengerti?
Apa? Aku sama sekali tidak mengerti.
Misi untuk membangun dan melindungi jembatan
yang dimaksudkan sebagai kerangka
demi perolehan sumber daya dan penelitian di dunia ini.
Ingatlah itu satu-satunya alasan kepala kalian masih utuh.
Intinya, untuk saat ini
membangun hubungan baik dengan kerajaan ini
adalah prioritas utama kita.
Kita akan mulai dengan membantu mengakhiri perang.
Jika maksudmu kita dalam misi untuk kedamaian, aku akan lakukan.
Cukup adil. Tidak ada yang lebih buruk
daripada film yang berakhir di tengah jalan.
Kurasa aku harus ikut bermain.
Aku tidak sembarang patuh pada siapa pun.
Tapi aku bersedia melepas stres dengan menghajar Kekaisaran.
Keren. Bagaimana kalau kita mulai?
Rasakan ini!
Apa?
Hei! Apa-apaan ini?
Pecundang.
Apa?
Sial!
Itu tidak akan membuat peluru muncul secara ajaib.
Aku tahu itu!
Aku berhemat, tapi tidak ada yang bertahan selamanya.
Hemat, katamu?
Lihat! Aku membuat bentuk hati! Manis, bukan?
Aku senang kau tidak bisa menggunakan senjata kotormu lagi.
Apa? Ayo katakan itu di hadapanku.
Menggunakan pistol itu kotor? Apa kau manusia primitif?
Jika kau ingin bertarung dengan adil
kirimkan surat tantangan kepada lawanmu.
Hentikan, Deadshot.
Maaf. Dia memang berengsek.
Tidak ada yang bisa memperbaikinya.
Tapi Peacemaker dan Harley juga menggunakan pistol.
Masalah ini menyangkut kita semua.
Skenario terburuknya, kita bisa pakai wajan atau semacamnya.
Itu cukup.
Apa maksudmu?
Orang yang memakai wajan di film zombi biasanya yang terkuat.
Tidak ada zombi di sini.
Jika bisa mengalahkan zombi, itu bisa mengalahkan apa saja!
Menyedihkan. Dewan orang bodoh ini tidak akan menyelesaikan masalah.
Kita mungkin akan hancur.
Apa?
Aku punya ide.
- Benarkah? - Ya.
Aku dikirim ke sini sebagai tim awal, ingat?
Begitukah?
Tidak cukup penting bagiku untuk mengingatnya.
Pesawat tim awal kami tidak jatuh saat tiba di sini.
Artinya helikopter dan perlengkapan kami seharusnya tetap utuh.
Kalau begitu, mari cepat ke sana.
Aku tidak bisa melakukan apa pun tanpa peluru.
Cepat isi kembali persediaanmu.
Kami akan pergi tanpamu.
Masalahnya adalah helikopter kami
mendarat di gunung di sisi barat.
Kita harus kembali ke benteng dulu.
Walau berangkat sekarang, kita akan tiba di sana malam hari.
Siapa peduli. Aku butuh peluru.
Jadi, aku akan pergi baik kau suka atau tidak.
Hei, bisakah menunggu sampai aku selesai mandi?
Hei! Tidak ada yang memberitahuku pemandiannya sangat jauh!
Kabar baik. Kita hampir sampai.
Kita harus menunggu hingga besok pagi untuk menuju helikopter.
Kita akan menginap di sini.
Tolong beri aku pondok sendiri.
Juga pijatan setelah mandi.
Itu tidak akan terjadi!
Apa? Kalian kembali?
Sebentar.
Omong-omong, aku kelaparan.
Kami akan mengadakan pesta makan malam.
Bergabunglah dengan kami.
Pesta makan malam?
Dalam rangka apa?
Kesatria berisik bersuara keras
memberi kami alkohol sebagai hadiah bertarung.
Apa? Betapa murah hatinya dia.
Ada apa dengannya?
Entahlah. Tapi alkohol tetaplah alkohol.
Sayang jika tidak diminum.
Ayo, Nona, minumlah bersama kami.
Bukankah menyebalkan mendapatkan kesepakatan seperti itu?
Kalian dipaksa datang ke sini hanya untuk bertarung.
Awalnya memang menyebalkan, tapi sekarang tidak lagi.
Sebagai imbalan atas pertempuran di garis depan
mereka bilang kami bisa bebas menguasai tempat ini.
Mereka tidak peduli selama Kekaisaran tidak mengendalikannya.
Kupikir kami para penjahat akan tetap menjadi penjahat
tapi rasanya lumayan bagus jika Kerajaan bergantung pada kami.
Apa maksudmu?
Penjahat tetaplah penjahat.
Apa kalian minum terlalu banyak sampai menjadi bodoh?
Semua ini hanya karena Kerajaan menunjukkan sedikit kebaikan padamu.
Ketidaktahuan benar-benar suatu kebahagiaan.
Greenbean!
Kenapa kau tertawa?
Tidak ada apa-apa. Sudah kuduga kalian akan merasa seperti itu.
Apa maksudmu?
Kalian kuat.
Itu sebabnya kalian tidak bisa memahami perasaan orang lain.
Itu berarti kalian istimewa.
Tentu saja, kami istimewa.
Pikirmu, kau bicara dengan siapa?
Apa kau yakin ini yang kau inginkan?
Kau tidak tahu? Wajan adalah senjata pemungkas!
Kami akan mempertahankan benteng.
Aku mengandalkan kalian, Pelayanku.
Penjahat tidak pernah tunduk pada siapa pun.
Bukankah begitu?
Kami juga penjahat, sama seperti kalian.
Baiklah, kami berangkat!
No comments yet. Be the first to leave one.