The first 200 lines.
Semua ini idenya Grace.
Dia dalang semua ini.
Ndu, minggir.
- Tidak, Zinhle! Jangan! - Minggir!
Nak?
Nak?
Apa-apaan kau?
Jalang!
Zinhle...
Sial!
Kembali!
Zinhle! Kembali!
Sial!
Zinhle! Zinhle, kembali!
Zinhle, kembali!
Secara medis, Don gila.
Keputusan sudah dibuat.
Aku maju sebagai CEO.
Laporan medis ini tak bisa jadi keputusan akhir kondisi kejiwaan Don.
Reputasi Bhengu Beauty terancam hancur.
Kita tak sanggup menghadapi masalah hukum publik.
Tidak. Kak Don harus ada di sini.
Bapak dan Ibu,
karena Don tak mampu secara kejiwaan, aku turun tangan.
Itu tertera di MOI.
Nak...
Nak...
Nak...
Sial.
Jangan bergerak.
Penembaknya mencuri mobilku. Namanya Zinhle,
Wajah Bhengu.
Temukan dia
dan tahan.
Besok Don menikahi anak kecil,
yang baru dia lamar beberapa hari lalu.
Tolong hidup. Kumohon.
Cintai keluarga Ayah.
Aku...
Hanya kami yang Ayah punya.
Ndumiso...
Bantuan sudah datang.
Dia ibarat bom waktu,
suka berbuat seenaknya.
Jika orang gila ini tetap jadi CEO,
Bhengu Beauty bakal bangkrut beberapa bulan lagi.
Permisi.
Ya?
Keputusan untuk mengangkatku sebagai CEO
harus ditetapkan.
Yang menyetujui penetapan jabatan baru Bu Bhengu?
Ada masalah di rumah.
- Kenapa berhenti? - Maaf, Pak, dia meninggal.
Tidak!
Bangunkan dia.
Bangunkan dia!
Dia akan selamat, 'kan?
Tidak.
Tidak! Tidak, Ndumiso, tidak!
Tidak!
Tidak!
Aku tahu Zinhle adalah penjahat
yang berkomplot dengan saudaranya untuk menghancurkan keluargaku.
Aku keluar dari bagasi mobil dan mengambil pistolku dari dasbor.
Saat mendekati pintu rumah, aku mendengar suara.
Aku pikir...
dia bersama kaki tangannya, ternyata
itu Ndumiso.
Aku bahkan tak tahu kenapa dia kembali.
Karena kau ingin menikahi pacarnya!
Entah apa yang dia katakan padanya, tapi dia ingin bicara.
Dia meminta kami menjatuhkan senjata.
Aku menurut
dan Zinhle melihat peluang,
tapi meleset, dan menembak...
Menembak Ndumiso.
Bahkan setelah itu, dia terus menembak.
- Ndumiso coba menghentikannya... - Kau bisa menghentikannya, Don!
Ini salahmu! Putra kita jadi mati!
Ini bukan salah Ayah.
Tidak, Phila!
Sudah kubilang, Don, jangan memercayai gadis itu.
Kau malah mengusirku dan Phila
karena ingin anak lagi.
Kini putra kita tewas.
Sudah. Ibu, tolonglah.
Sudah. Sudah cukup.
Aku punya beberapa pertanyaan lagi, Pak.
Aku sudah menceritakan semuanya.
Maaf, Pak.
Waktunya tak pas untuk kami.
Ini pekerjaan kami.
Aku mengerti,
tapi jujur, kami hanya butuh sedikit waktu, kumohon.
Kami sangat menghargai jika kau kembali besok.
Oke, Tim, kita sudahi malam ini dan kembali besok.
Zinhle salah satu anak dari uji pemutih itu.
Peluncuran Bhengu Beauty, skandal pemutih,
pengkhianatan Kolobe...
Dia mau balas dendam.
Kebakarannya bagaimana?
Dia selamat.
Ada yang kututupi dari polisi.
Zinhle membuatku mengakui semuanya.
Uji pemutih dan kebakaran itu.
Dia membiusku dan videonya
ada di laptop Bhengu Beauty-nya.
Ada apa dengan laptop?
Zinhle juga mencuri laptop.
Aku butuh angin segar.
Aku tak bisa bayangkan penderitaanmu.
Aku akan mulai mengatur pemakaman.
Ibu mau apa sebagai...
Suruh Modali Mutale menunda pengumuman CEO.
Pastikan tak ada yang memberi tahu ayahmu
sampai waktunya tiba.
Bu,
Ndu meninggal, tapi Ibu mencemaskan...
Jangan sok tahu perasaan Ibu!
Ndumiso meninggal karena salah ayahmu.
Mau dia menguasai semuanya juga?
Mutale dulu...
baru...
atur pemakaman.
Lanjutkan meriasku, Noni.
Kau hampir menemukan Zinhle dan videonya?
Dia tak ada di rumah Soweto.
Bos Bonga mungkin memberikan petunjuk.
Bagaimana dengan polisi semalam?
Mereka tak lagi terlibat.
Aku dan anak buahku kini yang memimpin.
Kenapa masih di sini?
Pergilah.
Cari Zinhle dan videonya.
Chancer...
Aku butuh bantuanmu.
Seperti saat kau ingin memenangkan Wajah Bhengu?
Atau saat kau suruh Bonga mengambil pistol dariku?
Kau tahu, jika bukan karenamu, dia mungkin masih hidup.
Dia saudaraku.
Kematiannya tak akan sia-sia.
Aku hampir menyelesaikan ini.
Kehidupan yang direnggut secara tragis
dalam usia belia.
Bu Mutale,
ayahku tak boleh tahu tentang perubahan kepemimpinan
sampai setelah pengumuman dibuat...
Ada embargo soal pengumuman itu.
Kenapa kau memikirkan ini? Kau baru kehilangan adikmu satu-satunya.
Istirahatlah sejenak dari tugas-tugas ibumu.
Anggota dewan harus tutup mulut,
terutama Lovers.
Yah,
aku bisa memperbaiki layarnya,
tapi harus kubuka untuk mengecek apa cakram kerasnya masih bagus.
Chancer, aku butuh video itu.
Oke, lalu apa?
Dunia akan tahu siapa keluarga Bhengu sebenarnya.
Tolonglah, lakukan apa pun untuk memperbaikinya.
Selamat datang di berita...
- Kau akan kubayar. - Oke.
...putra jutawan kecantikan, Don Bhengu,
ditembak mati di rumah Bhengu tadi malam.
Tersangka, yang saat ini Wajah Bhengu Beauty, Zinhle Manzini,
kini buron.
Detail lebih lanjut terkait berita ini...
Aku perlu bersih-bersih dan meminjam pakaian.
Sebelah kiri.
Aku harus pergi dari sini.
Apa?
Kita perlu bicara, Kak Don.
Lovers, aku malas bicara.
Mutale menelepon, tapi...
Pembunuh Ndumiso sudah ditemukan?
Nanti kutelepon balik.
- Sudah diurus. - Kapan, Don?
Kubilang sedang kuurus!
Linda dan Thando ingin di sini selama...
Aku...
Aku tahu Zinhle merencanakan sesuatu.
Andai aku berjuang lebih keras.
Maaf, perencana pemakaman menuju ke sini untuk membantu merancang acara.
Bu,
Anda belum bilang apa yang harus disiapkan untuk tamu.
Cari tahu sendiri, Regina.
- Akan kubantu. - Terima kasih.
Aku tahu kau suka terima beres.
Kami semua sayang Ndumiso.
Akan kubantu atur pemakaman dengan Phila.
Linda...
Ayah tahu kita sempat berselisih.
Ayah senang kau di sini.
Ini tidak cocok.
Tidak cocok. Mana semua fotonya yang tersenyum?
Aku sudah lihat, tapi foto itu memberikan kesan gembira.
Gembira?
Pakai saja yang kami suka.
Terima kasih.
- Coba lihat yang berikutnya. - Oke.
Ini pilihan bunganya.
No comments yet. Be the first to leave one.