Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel

Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel

Download Indonesian Subtitle

Release info

[๐—–๐—ผ๐—ณ๐—ณ๐—ฒ๐—ฒ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐˜€๐—ผ๐—ป] ๐—ข๐—ญ๐—ข๐—ฅ๐—” ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฟ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฒ๐—น (๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฑ) ๐—ก๐—™๐—ซ ๐—ช๐—˜๐—•
A Commentary by Coffee_Prison
๐‘ซ๐’–๐’“๐’‚๐’”๐’Š : ๐ŸŽ๐Ÿ:๐Ÿ’๐Ÿ—:๐Ÿ๐Ÿ‘ || ๐‘บ๐’–๐’ƒ๐’•๐’Š๐’•๐’๐’† ๐‘น๐’†๐’•๐’‚๐’Š๐’ ๐‘ต๐‘ฌ๐‘ป๐‘ญ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘ฟ (๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช ๐˜๐˜) || *|| เชกเฑฟแฅฃษ‘แƒษ‘๐— ๐–ฌเฑฟ๐“ฃ๐—ˆ๐“ฃ๐—๐—ˆ๐“ฃ

Tags

webdl
Published on: 2026-04-09
Downloads: 112
Hearing Impaired: No
FPS: 25

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

MEMPERSEMBAHKAN

SEBUAH FILM KARYA ANGGY DAN BOUNTY UMBARA

PENAFIAN

Ini.

- Terima kasih. - Kau tidak bosan baca buku itu terus?

Sampai lecek bukunya.

Buku boleh lecek, Ren, tapi tidak dengan pemikiran.

Gus Dur, 'kan?

Satu-satunya presiden yang pemikirannya terbuka banget.

Bukan cuma buat semua agama,

tapi buat semua suku dan lapisan masyarakat. Bahkanโ€ฆ

Bahkan buat orang-orang minoritas yang tidak dianggap sama negara sendiri?

Aku hafal.

Ayo ikut aku sekarang.

Aku mau kasih pelajaran kepada Wareng.

Tahu Wareng, 'kan? Wajah Kureng, si anak PL.

Lewat dulu, Sobat. Aku lagi tidak enak badan.

PESAN BARU

Lalu, aku pergi ke kantin dan makan.

Biar aku tidak sebal lagi.

Oke.

Ya, kenapa?

Tidak asyik banget.

PESAN BARU

Kord lagu "Kuning" apa, ya? Habis C. Aku lupa.

Tadi sudah kukirim kordnya.

Oh, ya?

Siapa?

Astrid.

Mau apa lagi dia?

SUDAH DI JALAN

Kartu pelajar.

Padahal ada di rumahku.

Aku sudah bilang kirim instan saja, tapi dia bersikeras mau ke sini.

Mungkin dia masih menyukaimu.

Masa bodoh. Tidak peduli.

Bagaimana ini? Malas banget. Bilang apa, ya?

Tanya mobilnya apa.

Camry katanya.

Suruh dia foto pelatnya.

Kalau aku tak beri tahu sekuriti, dia tak bisa masuk.

Ya, silakan, Pak.

Itu siapa?

Bukannya anaknya Pak Hadi?

Yang mana?

Nah, itu motornya.

Ya sudah.

Aku parkir di depan saja.

Bagaimana? Sudah dibalas?

Katanya sudah di depan.

Kok bisa? Coba aku yang chat.

Hei, kartu pelajarnya tidak ada.

Ini rumahku. Kompleksku. Bisa tidak jangan cari ribut?

Ini.

Ini Dennis.

Aku sudah jauh-jauh kemari. Rumahmu itu jauh.

Hargai aku dan waktuku. Ya? Turun.

Turun sekarang. Aku tunggu.

Hati-hati, Reng.

Aku juga sudah malas.

Reng, aku beri tahu ayahku saja, ya. Biar lapor sekuriti.

Tidak usah, Ren. Biar aku saja.

Santai, ini ayahku.

Biar kutangani sendiri saja.

Untuk apa pakai bohong?

Aku cuma mau mengobrol, Reng.

Biar sama-sama enak.

Boleh, 'kan?

Bisa tidak jangan mengobrol di rumahku?

Bisa. Aku justru mau mengobrol di sana.

Yuk.

Reng.

Tidak apa-apa, Ren.

Aman.

Cuma mau mengobrol saja.

Ayo, Sayang!

David mana?

Ada, lagiโ€ฆ

Lagi mengobrol samaโ€ฆ

temannya di luar.

Renjiro, ada apa?

Piโ€ฆ

Boleh panggil sekuriti?

Ada yang resek di luar.

Kenapa?

Ada mantannya David.

Masa harus panggil sekuriti dan diusir? Namanya juga mantan. Tidak apa-apa.

Tolong, Pi.

Telepon sekuriti, ya?

Ya, Papi telepon.

Halo, Pak Rasyid?

- Bisa datang? - Habiskan, ya?

Ayo, ke sini sebentar, Pak.

Untuk apa kau menghalangi? Aku tidak takut! Anjing!

Kau pikir aku takut?

Apa?

Kau pikir aku takut sama polisi?

Lapor, Anjing! Lapor!

Hei!

Mi?

- Mami? Ada apa? - David, Pi!

- Mi? - Renjiro, kau tidak usah keluar.

- Kenapaโ€ฆ - Jangan keluar rumah.

Renjiro, dengarkan Papi. Tetap di rumah. Jaga Kimi.

- Pi, David kenapa? - Sudah.

Pi!

Siapa kau? Kenapa kalian di sini?

Kau apakan teman anakku?

Dia sudah melecehkan adikku, Tante.

Kenapa mukanya bonyok begini?

David!

Mami!

- Pi! - Astaga, David.

Kau apakan?

Hei, kau anggota?

- Bukan, Om. - Lalu, siapa?

- Tolong ambil mobil, Pi. - Ya. Tunggu, Mami.

Kemari kau! Pegangi kepalanya. Ayo!

Sini!

- Pi, mau ke mana? - Kau tahu nomor telepon papanya David?

- Tidak. - Tanya teman-temannya. Telepon.

- Ya, nanti aku cari. Pi? - Sudah.

- David kenapa, Pi? - Tidak apa-apa.

Pi!

- Davidโ€ฆ - Pak Ali, buka pintunya.

Pak, sebentar.

Pak, buka pintunya. Aduhโ€ฆ

- Pak, kepalanya. - Baik.

- Pelan-pelan, Pak. - David.

David, jangan pergi.

RUMAH SAKIT ANGGARA

- Hei, siapa kau? - Aku Jonathan.

- Bapaknya David? - Ya, benar.

- Crystalino David Ozora. - Aku yang bawa David kemari.

- David di mana? - Di IGD

Mas, bagaimana David?

- Bapak siapa? - Rudi. Bapaknya Renjiro, temannya David.

- David? - Kakakโ€ฆ

- David? - Kakak.

David?

Kakak? Kakak, bangunโ€ฆ

- Kakakโ€ฆ - Liv, kita tunggu di depan, ya?

- Tidak mau! - Olive, tunggu di depan sama Mama.

- Ya, kau tunggu di depan. - Kakak!

- Ya, Kakak dicek dulu sama dokter. - Kakโ€ฆ

- Yuk, Nak. - Pak, kami periksa dulu.

Ya?

- Mel. - Mbak.

David kenapa, Mel?

Kita tak ada yang tahu.

- Di mana Jo? - Di dalam.

Ayo.

David.

Bangun.

Papa di sini, David.

Sudah ada yang urus administrasinya?

Belum, Mbak.

- Aku urus dulu, ya? - Ya, terima kasih.

Davidโ€ฆ

Bismillahirrahmanirrahim.

Crystalino David Ozora bin Jonathan Latumahinaโ€ฆ

Ikuti kata-kataku, ya?

- Asyhaduโ€ฆ - Asyhaduโ€ฆ

- โ€ฆan laโ€ฆ - โ€ฆan laโ€ฆ

- โ€ฆilahaโ€ฆ - โ€ฆilahaโ€ฆ

- โ€ฆillallahโ€ฆ - โ€ฆillallahโ€ฆ

- โ€ฆwaโ€ฆ - โ€ฆwaโ€ฆ

- โ€ฆasyhaduโ€ฆ - โ€ฆasyhaduโ€ฆ

- โ€ฆannaโ€ฆ - โ€ฆannaโ€ฆ

- โ€ฆmuhammadanโ€ฆ - โ€ฆmuhammadanโ€ฆ

- โ€ฆrasulullah. - โ€ฆrasulullah.

Selamat, ya, David. Tinggal keislamannya yang digali lagi.

- Harus semangat! - Ya, Mbak. Terima kasih.

- Kami pamit dulu, ya? - Ya.

- Asalamualaikum. - Alaikum salam.

Dengar itu.

Cantik, ya, Pak?

Mbak Retno?

Ya. Pintar lagi.

Seperti itu kalau mau cari istri.

Papa tidak mau?

Boro-boro, Vid.

Mengurusmu dan Olive saja Bapak belum benar.

Bagaimana berpikir mencari istri?

Untuk apa mengurusku? Aku sudah keurus.

David.

Bapak tadi kaget.

Waktu dihubungi Gus Rifky, Bapak langsung cepat-cepat kemari.

Tidak menyangka kau langsung menjadi mualaf.

Sudah yakin dengan pilihanmu?

Bukan karena ikut-ikutan Bapak, 'kan?

Aku memilih jalan ini karena yakin ini jalan terbaik untukku.

Bukan karena ikut-ikutan Bapak atau siapa pun.

Bagaimana konsekuensinya?

Ibu kandungmu, nenekmu, kakekmu, saudara-saudaramu?

Insyaallah siap, Pak.

Ya sudah.

Tapi kau harus ingat satu hal.

Ujian itu akan selalu ada.

Tapi yang harus kau pegang adalah janji Allah.

Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle โ€” sync, quality, typos.500 characters left