The first 200 lines.
PALING DIGEMARI
PRIA AMBISIUS
FOTO EKSKLUSIF! OTOT PERUT TERBAIK DI DUNIA!
Hei, apa kabar? Aku Sean Evans dari First We Feast,
dan ini adalah Hot Ones.
Hari ini kita bersama Chris Cole.
Aktor yang terkenal akan waralaba pahlawan supernya Icarus Rush.
Dengan dibuatnya Icarus Rush Labyrinth, ini bisa menjadi tahun terbaiknya.
DI BALIK LAYAR FILM TERBARU
PERAIH KESUKSESAN
CHRIS COLE JAWAB PERTANYAAN PALING DICARI
LEBIH DEKAT DENGAN CHRIS COLE
EKSKLUSIF SEDANG TERBURU-BURU!
CALIFORNIA SINTING
...jelas bukan salahku
Aku pergi tepat waktu.
Orang normal akan maklum.
Dia akan maklum. Begitu juga semua orang.
LATIHAN
Silakan. Kau boleh jalan.
Ini pelajaran. Aku sedang diajari.
Aku sedang belajar kalau aku mengalah aku akan tiba lebih cepat.
Ini karma baik.
Astaga!
Kini kesabaranku habis.
Terima kasih sudah datang.
Terima kasih atas waktumu.
Tentu saja.
Aku akan selalu mendukungmu.
Maaf, aku disibukkan dengan persiapan film ini.
Tenang saja, Chris. Aku bukan pacar yang suka menuntut.
Hubungan kita baik.
Benar. Baiklah.
Omong-omong, aku jadi berpikir... apa peran Ashley dalam semua ini?
Apa peran wanita luar biasa yang bersyukur bisa kukenal ini dan...
Ini saatnya mengambil keputusan besar.
Mau tahu menu spesialnya?
- Ya, jelaskan. - Tidak.
Jika kau tak keberatan, aku kelaparan hari ini.
- Tunggu sebentar. - Baik.
Tentu saja, Pak, ada...
Pesan teks dari Chris Cole.
Bacakan.
Di mana kau?
Masa bodoh kau harus jual organ atau tidak.
Cepat kemari atau kupecat!
Astaga!
Hubungan kita istimewa...
dan luar biasa...
- Hai. - ...sehingga...
Lihat pria terkenal yang tampak marah itu?
Tampaknya aku akan dibunuh. Dia bosku.
Aku harus memberikan ini...
Aku benar-benar bahagia.
Ini harus kuberikan atau tamat riwayatku. Aku serius.
Boleh aku...
Kupanggil paparazi sebelum dia pergi.
Terima kasih.
- Astaga, itu Bradley Cooper? - Di mana?
Bukan, hanya orang biasa.
Tolong ambilkan air.
- Tentu. - Terima kasih.
Sayang, hubungan kita berjalan lancar.
Karena terlalu lancar, secara bersamaan, aku merasa
kita berjalan ke arah yang belum siap kita tuju.
Aku akan sibuk dengan film ini. Begitulah profesiku.
Jadi, menurutku ada baiknya
kita melangkah pelan-pelan.
Tunggu, apa?
Kau tadi bilang ambil keputusan besar.
- "Keputusan." - Keputusan besar.
- Memang. - Itu katamu.
Keputusan besarnya, mundur
dari hubungan ini.
Apa bisa dipahami?
Tunggu. Kau...
Tunggu, maksudnya kau ingin putus?
Ashley, aku dan kau tahu hubungan kita prospektif.
Namun, bukan prospek yang dimulai sekarang.
- Baiklah. - Hei.
Aku tetap ingin berteman.
Memangnya kau punya teman?
Namun, ini akan kuambil karena cantik sekali.
- Jadi... - Baiklah.
- Dah. - Dah.
Namun, setelah semuanya berakhir...
Simak lirik ini. Cher bernyanyi tentangku.
Percayakah kau bisa bangkit setelah putus?
Aku berusaha, Cher. Kuusahakan.
Kurasakan sesuatu dalam diriku berkata
Aku ragu kau setegar itu Tidak
Ke mana saja kau tadi?
- Astaga. - Aku tertahan di sana, mengulur waktu,
mengarang secara spontan.
Kau beruntung aku pemenang lomba improvisasi saat masih kecil
karena, percayalah, itu penampilan terbaik sepanjang masa.
Tetap saja, aku harus bicara lebih banyak dari yang kutulis semalam.
Itu berarti Ashley mungkin merasakan luka penolakan
yang lebih menyakitkan karenamu.
Karena... Kau menyalahkanku?
- Ya. - Serius?
Terkadang kau tak bisa diandalkan. Kau layak dipecat.
- Pecat saja. - Tidak.
Ini soal film itu?
Pikirmu aku paranoia. Jika ketiga gagal,
keempat digarap,
aku tak akan main film kelima dan keenam.
Lalu? Persetan. Biarlah.
Waktumu jadi lowong, kau bisa lakukan hal lain seperti aktor sungguhan.
Aku takut naskahnya absurd.
Memang absurd. Naskahnya memusingkan.
Plotnya tentang pasaraya dan Sinterklas menjadi teroris Nordik.
Mereka minta film Natal.
Gabungan Die Hard dan Miracle on 34th Street.
Sinterklas yang asli diculik.
Kenapa pergi ke Antarktika
sebelum menghadapi rusa yang meledakkan diri?
Sadarkah kau betapa bodohnya itu?
Tidak, itu Die Hard dan Miracle on 34th Street
dengan sentuhan Speed.
Speed itu Die Hard versi di bus.
Kau sengaja membuat bingung.
Naskahnya perlu diubah.
Aku menemukan penulis yang cocok.
Baiklah, aku ada ide.
Besok, kita cari penulis kompeten.
Akan kutelusuri semua daftar agen.
Datang ke rumah pukul 08,30.
Namun, pertama, urus kekacauan ini dan ambil barangku di rumah Ashley.
Astaga, kumohon tidak. Chris.
Saat Kimmy dan Whitney kau beri anting,
mengambil barangmu itu mengerikan bagiku.
Serasa merampok makam.
Maksudmu? Kutinggalkan sepatu bertanda tangan.
Kutinggalkan kaus bergambar motor.
Kutinggalkan buku The Courage to be Disliked.
Ada pakaian dalamku di sana dan orang menjualnya.
Rumahku, pukul 08,30. Bawakan kafelate dengan susu sapi.
Dari sapi sungguhan.
Menu itu masih dibuat, 'kan?
Apa sudah ditiadakan?
Memang banyak pengulangan. Aku tahu itu.
- Maaf, aku hanya... - Ada sesuatu di sini.
- Namun, bertele-tele. - Bertele-tele.
Ini menyiratkan kau berniat mencoba tantangan baru.
Entahlah.
Semua tulisanku terasa tak relevan.
- Kau merasa tak relevan? - Tidak.
Menurutku, diriku sangat menarik.
Kau memang menarik.
Aku takut.
Aku sudah lama tak menulis untuk diriku...
Itu hanya kesulitan sementara.
Kita melaluinya.
Hidup menghantammu.
Kau bangkit dari keterpurukan. Kau rawat gadis cantik itu, Zara.
Sekarang, kau hanya kehilangan arah.
Tidak apa-apa.
Ini menyenangkan.
Kau bisa tanya dalam hati. Siapa dirimu.
Siapa dirimu sebelum berguna bagi orang lain.
Kenapa kau menulis?
Kenapa aku menulis?
Untuk mencari tahu semua hal yang tak kupahami.
Begini...
Lalu, apa yang belum kau pahami saat ini?
- Saat ini? - Saat ini.
Hampir semuanya sejak kematian Charlie.
Kau tak pernah menulis tentangnya.
Karena sulit menulisnya.
Jika kutulis, kurasa kau tak akan kubiarkan membacanya.
Kenapa tidak?
Aku editormu sebelum menjadi mertuamu.
Ya, tapi kau ibu Charlie
sebelum jadi editorku.
Sebelum melahirkan Charlie,
aku wanita muda dengan ambisinya sendiri.
Impianku menjadi Stevie Nicks.
Kita masih tetap seperti dahulu, Nak.
Aku ingin sekali memercayainya.
Ibu?
Hey, Bu.
Hei, Sayang.
Indah, 'kan?
- Bagaimana kabar Nenek? - Dia sehat.
Ibu seusiaku saat menerbitkan buku pertama?
Tidak, usia Ibu 29.
Kenapa?
Aku penasaran kapan hidupku akan dimulai.
Usiamu 24, Sayang. Kau pintar dan berbakat.
Kerja kerasmu akan membuahkan hasil.
Chris menyiapkanmu untuk mengelola perusahaannya, 'kan?
Terkadang, kupikir dia lupa.
Jangan sampai dia lupa.
Katakan keinginanmu.
Jangan mau diatur hanya karena dia tenar.
Suarakan keinginanmu.
Kau pasti bisa.
Hai.
Aku sulit tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.