The first 200 lines.
Ake! Ake! Ake!
Apa yang salah denganmu?
Aku ngantuk sekali.
Haruskah kita mencari orang baru?
Dia mungkin tahu kalau ia tidak sebanding denganku.
Kau sebaiknya mengambil ucapanmu kembali.
Meskipun aku pasti akan kalah, aku masih ingin mencoba.
Aku siap sekarang, Jerd.
- Jangan, Toh! - Dasar curang!
Kau tidak sportif sama sekali.
Hei, ingat apa yang kau janjikan pada ibumu?
Ada yang tahu dari mana maskot ini?
Halo.
Semua diam dan angkat tangan ke atas.
Ini perampokan.
Hahaha, maskotnya punya senjata juga!
Sial!
Hei, kenapa kau menembak?
Hei, ini perampokan serius.
Aku sangat serius!
Phuak, masuk ke dalam mobil!
Apa lagi yang kau tunggu, Kai?
Masuk!
Kai! Cepat!
Hei!
Kai! Cepat!
Tolong aku!
Tolong!
Jangan tinggalkan aku!
Tolong aku!
- Kai! - Cepat!
Kenapa kau cemberut seperti itu?
Kau pasti kalah.
Kau tahu siapa aku?
Jika kau menang, kenapa kau membuat muka seperti itu?
Aku muak dengan mereka yang tidak menerima kekalahan.
Apakah kau sudah selesai mempersiapkan barangku?
Kau tahu siapa aku?
Ya...
Kaset dan pemutarnya ada di dalam amplop.
Dan kereta malam tidak ada gerbong kelas pertama,
Jadi aku memesan gerbong kelas kedua untukmu.
Tolong jaga tokoku. Aku harus mengantarkan barang ke pelanggan
- Bolehkah aku meminjam sepeda motormu? - Oke.
Hati-hati. Motornya bertenaga.
Aku tahu.
Joke, apa kau ambil banyak uang?
Jalankan saja mobilnya.
Itu bukan urusanmu.
Tapi aku punya hak untuk tahu, 'kan?
Aku bilang kau mengemudi saja!
Joke, kau harus ingat kau mengarahkan pistolmu ke kepalaku
dan kau menembakku.
Kau harus ingat ini!
Hei!
Kau menghancurkan semua barangku! Dasar sialan!
Kenapa dia memarahiku?
Kai, apa yang baru saja aku tabrak?
Katakan padaku apa itu.
Aku tidak peduli apa kau menabrak seekor anjing atau orang.
Bawa aku kabur dari polisi-polisi itu!
Lihat! Mobil polisi!
Kita sungguh beruntung! Kita masih hidup!
Semua orang baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Bagaimana kau mengemudikan mobil?
Bahasa TIK, mungkin?
Lain kali kau jadi supirnya.
Hei, apakah mukaku masih oke?
Ayo, Kai! Lihat mukaku.
Siapa itu?
Bos!
Bawa dia sebagai sandera.
Aduh!
Aku tak tahu ke mana jalan ini akan membawa kita.
Kenapa kau tidak pergi, bodoh!
Sana!
Bagaimana bisa hujan?
Aku benar-benar kebingungan! Sial!
Bagus kalau hujan
jadi polisi tidak bisa menemukan kita.
Mengapa mereka tidak mengejar kita?
Polisi-polisi sialan itu mungkin pecundang sama seperti kau pecandu narkoba?
- Urgh! - Hei, ikut dia.
Phuak, ikut aku.
Kau punya masalah, Anak Muda?
Ayo bunuh dia, maka masalahnya akan berakhir di sini.
Tak bisakah kau urus urusanmu sendiri sekali saja?
Di mana kita sekarang?
Aku tidak tahu.
Aku tidak tinggal di sekitar sini.
Kenapa kau ingin tahu?
Kau harus bersamaku
sampai aku aman dari polisi.
Dan jangan pernah berpikir untuk membuat masalah lagi.
Aku akan balas dendam suatu hari nanti.
Apakah kau merasakannya seperti aku, Ake?
Merasakan apa seperti kau?
Merasakan seperti kau saat ini?
Hantu macam apa yang muncul di siang hari?
Bodoh kau!
Ikut aku!
Kau harus mengawasi bajingan itu.
Ake, ayo pergi!
Oke.
Hei, berdiri yang benar.
Hei, Ake!
Bos.
Aku lebih baik tidak mengatakannya.
Kau tidak akan berada dalam masalah yang lebih besar,
jika kau tidak menakutiku lagi.
Kita tunggu sampai malam hari
sebelum kita berpisah dan melarikan diri.
Apakah kau lupa harus melakukan apa sebelum kita berpisah?
Kita akan membagi uangnya sebelum berpisah.
Kau puas sekarang?
Mantap!
Bagaimana dengan anak muda itu?
Apa yang akan kita lakukan dengan dia?
Aku pikir aku akan memberikannya sedikit uang.
Jadi dia bisa tenang.
Apakah itu ide bagus?
Keledai bodoh!
Hei, kau mengarahkan senjatamu padaku di mobil.
Satu tembakan?
Jadi kau tidak perlu membayar dokter untuk memotongnya.
Itu bukan ide bagus.
Polisi akan tahu di mana kita berada.
Jika bukan kau yang mengemudi mobil,
kau tidak mungkin ada kesempatan untuk mengonggong seperti ini.
Tak adakah dari kalian merasa apa yang kurasakan?
Joke!
Di luar gelap.
Dan juga hujan.
Terus?
Tolong biarkan aku pergi.
Kalian tidak perlu memberi aku bagianku.
Dia benar-benar berpikir kalau kau akan memberinya sedikit uang.
Hahaha...
Itulah perawatan anak bayi.
Bagaimana kau bisa muncul ide itu?
Aku suka anak-anak! Hahaha...
Tidak. Tidak, aku tidak percaya.
Aku kira itu seperti inferioritas kompleks.
Orang tuanya tidak punya uang untuk menitipkannya ke tempat penitipan bayi.
Hahaha...
Pantatmu pintar sekali, Kai!
Kai, pergi periksa.
Kenapa aku?
Kalian semua meninggalkanku.
Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau ditembak.
Aku melihatnya juga.
Ya...
Bagaimana kau bisa tahu kami bersembunyi di sini.
Bahkan jika kalian bersembunyi di neraka, aku akan menemukan kalian.
Hanya bercanda.
Aku akan pulang ke kampung halamanku naik kereta ini.
Aku akan membawa kalian semua bersamaku.
Kau tertarik, Kai?
Sampai jumpa Bangkok, kota malaikat.
Akhirnya, kita berhasil!
Kau punya uang sekarang. Apa kau mau memotong kelaminmu?
Aku June. Siapa namamu?
Waktumu hampir habis.
Beri tahu kami namamu.
Namamu, sekarang!
Toh.
Namaku Toh.
Kuharap kau tidak akan melakukan apapun terhadap dirinya.
Aku belum tahu apa yang akan kulakukan terhadap Tuan Toh.
Aku mendengar sesuatu.
Tentu saja, kau tidak tuli.
Ya. Seseorang mengadakan pesta di kereta ini.
Ake!
Tidak ada polisi di sini.
Tidak ada yang memperhatikan kita.
Lihat! Ada pesta di sana.
Aku pernah mendengar tentang kapal pesiar.
Aku tidak pernah tahu ada kereta pesiar juga!
Fantastis! Kereta Thailand luar biasa!
Mewah, bukan?
Bos.
Bos!
Wow, kamar tidur ini pasti untuk kelas atas.
Di dalam sangat mewah, Bos!
Ini seperti kemenangan ganda!
Maaf, permisi.
Aku akan merampok kereta ini.
Benarkah?
Apa?
Kau pikir aku akan bergabung dengan pesta mereka atau apa?
Bagaimana kita akan keluar dari kereta ini?
Urus saja urusanmu.
Aku ada rencana.
Apa rencananya?
Rencanaku adalah kau harus menjaga anak sialan itu.
Bagus! Jadi aku tidak perlu melakukan hal buruk lagi.
Itulah mengapa aku mencintaimu.
Kau sungguh supel.
Ayo pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.