The first 200 lines.
- Senang melihatmu lagi. - Kenapa kau lama sekali?
Bersiaplah. Akan kujemput lagi.
Baik, Dottie. Aku pastikan kau dapat kamar favoritmu.
Terima kasih. Aku sangat butuh ini.
Santailah. Aku akan kembali lagi.
Terima kasih.
Akhirnya.
Masuklah, Kai.
Aku siap.
Betisku butuh jempolmu.
Seandainya kau punya lebih dari dua.
Baik.
Kenapa tidak? Taruh saja di lantai. Tak masalah.
Ini dia. Terima kasih.
Ini dia.
Apa Ibu melihat pengendaliku?
Kau harus lebih spesifik.
Yang untuk drone S750-ku dengan gimbal tiga sumbu.
Entah kenapa Ibu bertanya. Itu tak bantu.
- Kucari ke semua tempat. - Kau tak boleh
bawa itu ke sekolah.
Selamat pagi. Ibu butuh bantuan?
Chloe, sarapan apa?
Pisang tumbuk.
"Pisang tumbuk"? Apa yang terjadi?
Kau punya kabar bagus?
Bagaimana Ibu tahu? Apa sejelas itu?
Ibu adalah ibumu, tapi ya.
Sekarang Ibu harus mengantarku tiap Sabtu pagi,
- mulai dari Sabtu ini. - Tak mungkin.
Ke mana?
Pusat Desain Oberlin. Aku masuk kelas seni yang kudaftar.
Mereka bilang aku mengalahkan 60 siswa lain.
Ava, Ibu sangat bangga padamu.
Selamat, Ava. Rasio penerimaannya 1,67 persen.
Itu lebih kompetitif daripada Ivy.
Entah kenapa kau tahu itu, tapi terima kasih.
Selamat pagi, Letnan. Punya kabar bagus untukku?
Hei, bagaimana keadaannya?
Tak sadar, tapi stabil. Pemindai CT tak menunjukkan gegar otak.
Kita hanya harus menunggunya bangun.
Pemijatnya menemukannya tak sadar.
Dia melakukan CPR. Andai dia tak di sanaβ¦
Aku ragu dia melihat pelakunya karena dia ditindih di meja.
- Aku tak tahu mereka dekat. - Ya.
Dottie sudah jadi mentor Daphne sejak dia bergabung di LAPD.
- Hei. - Daphne, dengar,
jika kau tak nyaman ikut penyelidikan iniβ¦
Tak apa-apa.
Aku senang mendengarnya
karena aku ingin kau memimpin kasus ini.
Aku tak pernah memimpin investigasi, dan aku dan Dottie dekat.
Kau tahu konteks yang tak kami ketahui.
Aku tahu kau tak akan biarkan perasaanmu
mengganggu kemampuanmu untuk menemukan pelakunya.
- Tidak, kita akan temukan dia. - Bagus.
Karadec dalam perjalanan untuk kasus overdosis mencurigakan di area timur.
Kusuruh Oz ikut dengannya dan kita bisa kabari mereka tentang Dottie.
Tapi untuk sekarang, Morgan, aku ingin kau ikut Daphne.
Tentu saja.
Dia akan baik-baik saja.
Dia wanita tangguh. Pasti akan baik-baik saja.
Aku tak tahu kau dan Dottie dekat.
Dia petugas pelatihan lapanganku.
Lima tahun kami bersama di mobil patroli
melihat berbagai macam kekacauan yang bisa kau bayangkan.
Aku jadi detektif
saat Dottie mulai mengajar penuh waktu, tapi kami tetap dekat.
Dottie seperti ibu angkat bagiku.
Dan layaknya ibu dan anak lainnyaβ¦
Hubungan kami rumit.
Dia ingin aku mengambil ujian sersan.
- Kupikir itu yang kau mau. - Tadinya.
Apa yang terjadi?
Aku melihat apa yang harus Soto dan Dottie alami bertahun-tahun,
prosedur rumit, standar ganda.
Kupikir, apa gunanya?
Dottie tak setuju?
Dia mengatakan sesuatu.
Aku mengatakan sesuatu.
Kami tak bicara sejak saat itu.
Dottie datang tiap Selasa pagi untuk pijat selama 60 menit.
Sepertinya tempat ini lebih dari sekadar pijat.
Ya, kami menawarkan perawatan infus,
injeksi botoks, penghilangan dengan laser, perawatan kimia.
Sensor apa yang di tangan orang-orang?
Sensor tanda vital eksklusif.
Melacak hidrasi, suhu. Kami pakai itu untuk perawatan.
Makanya ada bekas perekat di tangan Dottie.
Bisa jelaskan apa yang terjadi setelah Dottie masuk ke kamar pijat?
Aku dipanggil ke resepsionis.
Ada kurir yang mengantar minyak yang tak kupesan,
tapi dia bersikeras aku membayarnya.
- Berapa lama kau pergi? - Sekitar sepuluh menit.
Aku kembali ke kamar. Mengetuk pintu.
Saat aku tak dengar apa pun, aku masuk dan menemukannya pingsan.
Tak ada yang dengar Dottie diserang? Dia pasti melawan.
Kamar pijatnya kedap suara.
Terima kasih. Jika ada pertanyaan lagi, akan kami hubungi.
Alasan lain untuk tak dipijat.
- Bukan begini caramu rileks? - Bukan.
Telungkup, tak memikirkan apa pun selama sejam,
tak bisa lihat orang yang menyentuhku.
Dottie sering bilang, "Kau tak bisa bantu jika lelah."
Dia harus temukan tempat rileks baru
karena spa ini tempat sempurna untuk diserang.
Ya, dan tanpa senjatanya, dia rileks dan rentan, target yang mudah.
Ya, dan kurir itu sepertinya distraksi daripada kesalahan.
Jadi, siapa yang tahu dia dipijat?
Seperti katanya, jadwal spa ini rutinitasnya.
Jadi, banyak orang di LAPD. Bisa dimulai dari kelasnya.
Dottie mengajar 51 kelas di akademi polisi.
Forensik, interogasi, etika.
Dia pantas dipijat sepekan sekali.
Kau tahu orang yang ingin dia mati?
Dottie sangat taat peraturan.
Tiap kali dia lihat pelanggaran, dia melaporkan, dan ituβ¦
Tak semua orang suka itu.
Tak suka dia lakukan pekerjaannya?
Tak semua orang suka diatur.
- Terutama oleh wanita. - Wanita berkulit gelap.
Ini ruangannya.
Morgan, mau mulai dari sana? Aku akan periksa ini.
Tentu.
- Tak mungkin. - Apa?
Lihat kalian berdua.
Wah, dia membingkainya.
Itu diambil pada hari aku jadi detektif.
Imut sekali. Tak ada yang aneh.
Mungkin tak terlihat, tapiβ¦
Kita akan selalu jadi pembedaβ¦
Saat aku ikut kelas Dottie, semuanya selalu teratur.
Barang-barangnya ditumpuk rapi.
Kertas dijepit dengan cara yang sama, kiri atas.
Tapi kertas itu dijepit di kanan atas.
Penjilid ini tak sesuai abjad dan nampan itu berantakan.
LOG BARANG BUKTI
Kau tahu apa? Untuk Dottie, ini berantakan.
Jadi, ada yang menggeledah barangnya,
lalu mencoba merapikannya?
INFORMASI RAHASIA
- Apa ini? - Biar kulihat.
Ini laporan wajib. Tapi belum diserahkan.
Tiap kali dia melihat pelanggaran, dia akan melaporkannya.
Tak semua orang suka itu.
Aku tahu siapa yang ke sini.
Itu dia, si rambut merah.
Bukan kau, dia.
Berikan tanganmu.
Kau baru menangkap tersangka pertamamu sebagai pemimpin investigasi?
Kau tak akan terus katakan itu sepanjang penyelidikan, 'kan?
Mungkin akan.
Ada info soal Dottie?
Aku baru menelepon RS.
Masih menunggu kabar.
Jadi, orang ini akan jadi interogasi solo pertama Daphne.
Ya, dan tak akan mudah karena dia harus interogasi sesama polisi.
Daphne bisa menanganinya. Mentornya bukan hanya Dottie.
Waktunya melihat hasil pelatihanmu.
Pelatihan kita.
Omong-omong, aku dapat kabar soal penyerang Arthur.
Namanya Eric Hayworth dari New Jersey.
Dia di RS di seberang kota setelah dipukuli Arthur.
Begitu dokter memberi izin, kita akan interogasi dia.
Ini dia.
Saat kubangun pagi ini,
aku tak kira akan diajari tentang tindakan kekerasan berlebihan.
Aku tak kira akan mengajarkannya.
Petugas Hoff, kami menahanmu hari ini
atas kecurigaan percobaan pembunuhan pada Dorothy Reynolds.
Bisa jelaskan hubunganmu dengan korban?
- Apa? Kau baca itu di buku teks? - Fokuslah pada pertanyaanku.
Carikan aku orang yang kompeten.
- Aku menangkapmu, 'kan? - Kau hanya beruntung.
Menginterogasi polisi sepertiku di investigasi seperti ini,
aku tahu itu di luar kemampuanmu.
Haruskah kitaβ¦
Karena kau mengungkitnyaβ¦
Ayo kita bicarakan soal polisi, maksudku, polisi dalam percobaan macam apa
yang kehilangan pistolnya di pertandingan Rams.
Satu kesalahan dan Reynolds melaporkanku, tiba-tiba aku jadi berbahaya?
Kau tahu pengaruh ini pada karierku, hidupku?
Bukan hidupmu yang kukhawatirkan, tapi hidup Dottie.
Kudengar dia belum melaporkan berkasnya, jadi aku panik,
tapi apa kau tahu rasanya
saat semua yang kau usahakan di ambang kehancuran?
Tidak, tapi aku tahu kau punya motif,
kemampuan, dan sejarah kehilangan kesabaran dengan kolega.
Hei! Itu tak benar!
Kau tahu apa yang kupikir?
Menurutku, ketakutan membuat orang melakukan hal bodoh.
Dan sekarang, kau tak terlihat marah bagiku.
Kau terlihat ketakutan.
Katakan, Petugas Hoff, di mana kau pagi ini?
Aku di rumah bersama pacarku.
Aku membuat kopiβ¦
Tidak, tunggu.
Dia membuat kopi. Aku memanggang roti. Gosong lagi.
Kerja bagus, pura-pura jadi anak baru agar dia merasa pegang kendali.
Kupikir akan kucoba, melihat apa itu berhasil.
No comments yet. Be the first to leave one.