The first 200 lines.
Ini lezat!
Kau tampak terbiasa melakukannya. Apa kau sering memasak?
Aku mengikuti kelas memasak dengan ibuku.
Aqua, kau harus mempertahankannya!
Makanan lezat membuat orang bahagia. Jangan meremehkan itu.
Kau tidak makan?
Aku tak berselera makan...
Ini. Buka mulutmu.
Jangan perlakukan aku seperti anak kecil.
Aku akan membantunya.
Seperti kau yang menyelamatkanku, aku juga ingin ada di sisimu.
Jadi, kau murid Tn. Gotanda.
Yah, jika dia akan bekerja sebagai aktor,
dia seharusnya fokus pada akting sejak awal.
Aku ingin melihatnya. Bolehkah aku menonton acara yang diperankan Aqua?
Aku tak keberatan, tapi...
Tak apa.
- Hore! - Tonton saja tanpa aku.
Aku tak ingin mati!
Ayo pergi dari sini!
Manis sekali!
Saat itu, dia masih SD.
Kukira dia tak ingin orang lain melihatnya.
Kau tak punya video Aqua berakting?
Umm, ada, tapi...
Jangan tunjukkan.
Aku dulu hanya berkhayal, dan itu masa lalu yang memalukan.
Aku salah mengira aku memiliki bakat dan mempermalukan diriku sendiri.
Aku penasaran apa yang mengubah pikirannya.
Begitu rupanya. Kurasa aku bisa sedikit mengerti.
Dalam hal apa?
Penampilan ini sudah dipersiapkan, ya?
Dia tak menggunakan perasaannya. Jadi, reaksinya lambat.
Dia sudah persiapkan aktingnya sebelumnya.
Sejujurnya, saat kami syuting ini, dia pingsan seperti hari ini.
Sepertinya dia tak pandai dalam mengekspresikan perasaannya.
Ini kadang terjadi saat dia mencoba mengingat pengalaman masa lalunya.
Tapi dia anak yang terampil.
Jadi, bisa berakting dengan menghubungkan penampilan yang pernah dia lihat.
Kurasa itu bakat yang hebat,
tapi sepertinya dia tak menyukainya.
Dia selalu mengeluh bahwa dia tak punya bakat.
Aqua, kenapa kau melakukan teater?
Itu tidak penting, bukan?
Tentu itu penting.
Kau ingin terkenal? Apa ini untuk uang?
Atau kau ingin jadi seorang yang spesial?
Bagaimana denganmu?
Karena menyenangkan.
Aku bisa melihat itu.
Kau takkan mengerti alasanku meski aku katakan padamu.
Bukan berarti akan kuberi tahu.
Kau begitu lagi.
Kau selalu berkata penting untuk berkomunikasi dengan orang lain,
tapi kau sendiri sangat tertutup.
Mungkin itu bagian dari masalahnya.
Maka...
apa yang akan kau lakukan jika motifku adalah untuk membunuh seseorang?
Ada seorang yang berkedudukan tinggi di industri dunia hiburan,
dan aku ingin mencapainya agar bisa bunuh dia.
Apa yang akan kau lakukan jika aku berkata begitu?
Aku akan bunuh dia bersamamu.
Jangan katakan itu begitu saja.
Maksudku, itu seseorang yang bertekad kau bunuh, bukan?
Kau mungkin punya alasan bagus untuk itu.
Ini bukan soal benar atau salah.
Meski kau orang yang sangat jahat,
setidaknya aku harus menerimamu apa adanya.
Aku ingin memikul dosa-dosamu bersamamu.
Sejauh itulah aku bersedia bertindak sebagai pacarmu.
Meski kita hanya berkencan untuk tujuan bisnis.
Kau gila.
Kau pikir aku orang normal?
Tapi aku berharap kau juga melakukan bagianmu sebagai pacarku.
Bagianku?
Aku ingin kalahkan Kana Arima.
Tn. Himekawa juga.
Aku tak ingin kalah dari mereka, bagaimanapun caranya.
Tapi pasangan itu terlalu kuat.
Aku tak bisa menang sendirian.
Jika kalah, aku akan frustrasi hingga aku bisa mati.
Apa kau akan membiarkanku mati, Pacarku Tersayang?
Kau benar.
Tidak membiarkan pacarmu mati adalah tugas seorang pacar.
Cara untuk mengalahkan Himekawa dan Arima, ya?
Jika mungkin, tanpa gunakan akting penuh perasaan.
Aku sudah baca naskahnya. Dan ini cukup sulit mempertimbangkan skalanya.
Ini struktur yang cukup menantang.
Niat penulis naskahnya sangat jelas.
Sudah kubilang sebaiknya jadi aktor dengan akting sempurna
alih-alih akting hebat, bukan?
Dengan mengingat itu, apa pendapatmu tentang permintaan sutradara
dan niat penulis naskah?
Akting seperti apa yang sangat cocok di sini?
Akting penuh perasaan yang intens.
Maka, kurasa kau harus menahannya dan lakukan akting penuh perasaan.
Mulai besok, datanglah ke sini setelah latihan.
Akan kubentuk kau dari awal.
Aku takkan membiarkanmu sendirian!
Akting yang sangat buruk.
Akan baik-baik saja!
Kita tak boleh.
Sebagai adiknya, aku cemas apa dia baik-baik saja.
Aku bisa bayangkan dia sendirian lagi.
Anggap saja Hari Kelas Terbuka.
Kurasa sudah tugasku sebagai keluarga untuk mengawasinya.
Agensiku sangat ketat.
Jika mereka tahu, manajerku akan memarahiku.
Oh, kau pria dari Hari Ini Manis .
Aktor murahan itu.
Kau mengenalku?
Ya, aku Ruby Hoshino. Terima kasih sudah menjaga kakakku.
Oh, kau adiknya Aqua?
Benar.
- Dia sudah pergi. - Apa?
Latihan hari ini juga sudah selesai.
Aku hanya tinggal untuk berlatih lagi.
Begitu rupanya.
Akhir-akhir ini, dia pulang tengah malam. Jadi, kupikir...
Lalu apa yang dia lakukan tiap hari sampai selarut itu?
Jika kupikir lagi, akhir-akhir ini dia pulang bersama Kurokawa tiap hari.
Nona Kurokawa...
Akan kutelepon dan tanya.
Ruby, jangan jadi pengganggu. Biarkan saja mereka.
Apa maksudmu?
Dia pulang bersama pacarnya yang cantik dan baru pulang setelah larut.
Sudah jelas, bukan?
Aku tak mengerti. Apa yang dia lakukan?
Yah, kau tahu...
- Sesuatu yang kotor. - Sesuatu yang kotor?
Tak mungkin.
Jadi, biarkan saja mereka.
Tapi ini tiap malam untuk beberapa hari terakhir!
Kurasa dia bersemangat, meski kelihatan tak begitu.
Siswa SMA takkan bisa mengendalikan diri dengan pacar cantik seperti itu.
Kakak takkan melakukan itu.
Dia takkan mengambil risiko dan menghamili gadis SMA begitu saja.
Jika begitu, aku akan membencinya dari lubuk hatiku.
Ruby?
Jangan cemas. Aku memercayainya.
Dia memang selalu penuh rahasia.
Permisi, boleh aku gunakan toiletnya?
Oh, tentu. Ke arah sini.
Yah, kurasa aneh rasanya membicarakan kisah cinta kakakmu.
Apa kau menunggu seseorang?
Tidak. Aku bukan penggemar atau apa.
Jadi, kau seorang aktor?
Kau sangat manis.
Oh, kau menyanjungku.
Agensimu?
Aku tergabung di Cannon Fire.
Apa? Kau serius? Aku punya banyak teman di sana.
Seperti Nonon dan Kureha Ueno.
Oh, mereka seniorku.
Jadi, ayo kita mengobrol suatu saat.
Ini akun LINE-ku.
Oh...
Yah...
Tn. Kamoshida!
Tn. Kindaichi memanggil kita untuk rapat darurat.
Sungguh?
Dia menakutkan saat marah! Jadi, cepatlah!
Lain kali, ya?
Apa? Tak ada orang di sini.
- Yah, aku memang berbohong. - Apa?
Dia teman adik Aqua.
Sebaiknya tak main-main dengannya.
Apa? Kau menghalangiku untuk alasan bodoh itu?
Ini penting.
Aku juga buaya. Jadi, aku tak masalah kau mengejar gadis.
Tapi mereka yang dapat memengaruhi pekerjaan bisa jadi masalah.
Dasar pengecut. Itu takkan memengaruhi kita.
Kau tak pernah tahu. Kita profesional, jadi...
Profesional? Pria yang tak bisa berakting mengajariku soal bersikap profesional?
Itu sangat konyol.
Kau model buruk yang berakting di drama TV untuk sambilan.
Kini, kau dapat pekerjaan ini lewat koneksimu.
Hei, apa kau tahu bahwa kau aktor terburuk di sini?
Kau menghancurkan kualitas drama ini.
Setidaknya aku di sini karena pencapaianku.
Dan apa yang bisa kau lakukan?
Payah sekali saat seorang tanpa bakat coba bersikap keren dan menasihati orang lain.
Jika itu Tn. Himekawa, setidaknya akan kudengarkan.
Tapi apa boleh kau bersikap begitu sombong?
Astaga, dia juga berdada besar.
Sayang sekali.
Aku sudah tahu itu.
Sejak hari aku berakting dengannya.
Ta-ra!
Dia bilang dia teman Kakak. Jadi, kami bertukar akun LINE,
dan dia ingin mengajak kita makan.
- Ukh. - Ukh.
Apa ada masalah?
Tentu saja, ada banyak aktor dengan kepribadian bagus
yang bisa kuhormati sebagai manusia dan sebagai aktor.
Meski begitu,
aktor drama musikal yang lapar akan nomor gadis biasanya pria tidak baik!
- Apa? - Kemungkinan dia adalah pria jalang!
- Sungguh? - Berikan ponselmu.
- Akan aku blokir dia! - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.